Apa Itu Uji Tes Komputer Polri dan Strategi Lolos CAT

Apa itu uji tes komputer Polri

Seleksi Polri terasa menegangkan karena setiap tahap punya aturan, waktu, dan standar penilaian yang harus kamu ikuti dengan disiplin. Karena itu, banyak casis mencari jawaban atas pertanyaan “Apa itu uji tes komputer Polri” sebelum mulai latihan soal. Memahami sistem ini sejak awal akan membantu kamu menyiapkan materi, mental, dan kebiasaan mengerjakan ujian berbasis komputer dengan lebih tenang. Dalam seleksi resmi, istilah yang sering muncul adalah Computer Assisted Test atau CAT, termasuk untuk psikologi, akademik, mental ideologi, dan pada jalur tertentu ujian komputer. Tes seperti ini menuntut ketelitian karena kamu harus membaca soal, mengatur waktu, dan memilih jawaban langsung di layar. Artikel ini membahas pengertian, tahapan, materi, strategi, dan kesalahan yang perlu kamu hindari saat menghadapi tes berbasis komputer Polri. Daftar Isi 1. Pahami Tes Komputer Polri Kalau pertanyaan kamu adalah “Apa itu uji tes komputer Polri”, jawabannya adalah rangkaian tes seleksi yang dikerjakan melalui komputer dengan sistem penilaian digital. Dalam dokumen resmi penerimaan Polri 2026, bentuk yang banyak disebut adalah CAT untuk tes psikologi, uji akademik, mental ideologi, dan beberapa ujian lain sesuai jalur pendaftaran. Sistem ini membantu panitia menilai peserta secara lebih objektif, cepat, dan terukur. Buat kamu sebagai peserta, tantangannya bukan hanya memahami materi, tetapi juga terbiasa membaca soal di layar, menjaga fokus, dan tidak panik saat waktu terus berjalan. 2. Kenali Tahapan CAT Jadwal seleksi Polri 2026 menunjukkan bahwa CAT tidak berdiri sendiri, tetapi berada di antara pemeriksaan administrasi, kesehatan, jasmani, psikologi lanjutan, PMK, dan sidang kelulusan. Pada jalur Akpol, jadwal resmi mencantumkan CAT Psikologi I pada 23-25 April 2026 dan CAT Uji Akademik pada 6-11 Mei 2026. Untuk Bintara Polri, jadwal resmi mencantumkan CAT Psikologi I pada 26 April-3 Mei 2026, lalu Uji Akademik, Uji Komputer, dan TKK untuk Bakomsus pada 12-26 Mei 2026. Untuk Tamtama Polri, jadwal resmi mencantumkan CAT Psikologi I pada 4-5 Mei 2026 dan Uji Akademik pada 24-26 Mei 2026. Tanggal tersebut bisa berbeda sesuai jalur, wilayah, atau pembaruan panitia, jadi kamu tetap perlu mengecek pengumuman resmi sebelum tes. Namun, pola besarnya jelas: persiapan CAT harus dimulai sebelum kamu merasa “sudah dekat jadwal”, karena materi dan ritme pengerjaannya butuh pembiasaan. 3. Pelajari Materi CAT Materi tes berbasis komputer Polri bergantung pada jalur yang kamu ambil, misalnya Akpol, Bintara, Bakomsus, atau Tamtama. Karena itu, jangan hanya berlatih dari contoh soal acak; gunakan materi yang paling dekat dengan pengumuman resmi dan kebutuhan jalur seleksimu. 3.1 Materi Akademik CAT Pada pengumuman Bintara Polri 2026, tes akademik menggunakan CAT dengan materi Pengetahuan Umum termasuk Undang-Undang Kepolisian, Wawasan Kebangsaan, Tes Penalaran Numerik, dan Bahasa Inggris. Wawasan Kebangsaan mencakup Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, Wawasan Nusantara, dan kewarganegaraan. Pada pengumuman Tamtama Polri 2026, tes akademik juga menggunakan CAT, tetapi materi bahasanya mencantumkan Bahasa Indonesia. Perbedaan kecil seperti ini penting kamu perhatikan, karena salah fokus belajar bisa membuat waktu persiapan terbuang pada materi yang kurang prioritas. 3.2 Ujian Komputer Dasar Dalam pengumuman Bintara Polri 2026, Ujian Komputer atau UK disebut mencakup minimal tiga program, yaitu Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint, menggunakan sistem CAT. Bagian ini biasanya menguji kemampuan dasar memakai aplikasi perkantoran, bukan sekadar hafalan teori komputer. Latihan yang paling berguna adalah membiasakan diri membuat dokumen, mengatur tabel sederhana, memakai rumus dasar, dan menyusun presentasi singkat. Kalau kamu jarang memakai komputer, mulailah dari hal teknis kecil seperti memakai tetikus, mengetik rapi, menyimpan berkas, dan membaca instruksi di layar tanpa terburu-buru. 3.3 Tes Psikologi CAT Tes psikologi tahap I pada jalur Bintara Polri 2026 disebut menggunakan CAT dengan penilaian kuantitatif dan kualitatif. Artinya, kamu perlu mengerjakan soal dengan konsisten, tenang, dan jujur karena tes ini tidak hanya melihat cepat atau lambatnya jawaban, tetapi juga pola kemampuan dan kecocokan psikologis. Latihan psikologi sebaiknya diarahkan pada konsentrasi, logika dasar, ketelitian, dan pengelolaan tekanan. Jangan menghafal jawaban kepribadian secara kaku, karena jawaban yang tidak konsisten justru bisa membuat hasilmu terlihat kurang meyakinkan. Baca Juga: Langkah-langkah Pengukuran Antropometri Seleksi Polri 4. Latih Strategi CAT Strategi menghadapi CAT harus menggabungkan latihan materi dan latihan ritme pengerjaan. Kamu perlu tahu kapan harus membaca ulang soal, kapan menandai jawaban, dan kapan harus pindah ke nomor berikutnya agar waktu tidak habis di satu bagian saja. Rasa gugup saat tes itu wajar, apalagi kalau kamu baru pertama kali menghadapi sistem CAT. Namun, latihan yang teratur akan membuat gerakan tangan, fokus mata, dan pengambilan keputusan terasa lebih otomatis saat hari seleksi tiba. Jangan menunggu semua materi terasa sempurna baru mulai simulasi. Justru dari simulasi kamu bisa melihat kelemahan yang nyata, seperti terlalu lama membaca soal, sering salah hitung, atau mudah panik saat waktu tinggal sedikit. Baca Juga: Apa Alat Ukur Antropometri dalam Tes Seleksi Polri 5. Hindari Kesalahan CAT Banyak peserta merasa sudah belajar, tetapi tetap kehilangan nilai karena kesalahan teknis dan kebiasaan kecil yang tidak dilatih. Kesalahan seperti ini sering muncul saat tekanan tinggi, sehingga perlu kamu antisipasi jauh sebelum masuk ruang tes. Kesalahan lain yang perlu kamu hindari adalah percaya pada pihak yang menjanjikan kelulusan. Seleksi Polri mengedepankan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis, sehingga persiapan terbaik tetap berasal dari latihan yang jujur, data resmi, dan disiplin pribadi. Kalau kamu merasa tertinggal, jangan langsung panik. Mulailah dari jadwal kecil yang realistis: satu sesi akademik, satu sesi psikologi, dan satu sesi latihan komputer dasar setiap hari agar progresmu bisa diukur. Mini FAQ Apa itu uji tes komputer Polri? Tes ini adalah istilah umum untuk ujian seleksi Polri yang dikerjakan melalui komputer, terutama CAT psikologi, CAT akademik, mental ideologi, dan pada jalur tertentu ujian komputer. Istilah resmi yang perlu kamu perhatikan biasanya tertulis sebagai CAT atau Ujian Komputer pada pengumuman seleksi. Apakah semua jalur Polri memakai CAT? Banyak tahapan seleksi Polri 2026 mencantumkan CAT, tetapi bentuk dan materinya bisa berbeda sesuai jalur. Karena itu, kamu perlu membaca pengumuman Akpol, Bintara, Bakomsus, atau Tamtama sesuai pilihanmu. Apa materi akademik yang keluar? Untuk Bintara Polri 2026, materi akademik mencakup Pengetahuan Umum, Wawasan Kebangsaan, Tes Penalaran Numerik, dan Bahasa Inggris. Untuk Tamtama Polri 2026, pengumuman resmi mencantumkan Pengetahuan Umum, Wawasan Kebangsaan, Tes Penalaran Numerik, dan Bahasa Indonesia. Bagaimana cara latihan CAT? Latihan terbaik adalah mengerjakan soal dengan batas waktu memakai

Langkah-langkah Pengukuran Antropometri Seleksi Polri

Langkah-langkah pengukuran antropometri

Seleksi Polri sering terasa menegangkan karena hal kecil seperti tinggi badan, berat badan, dan postur bisa langsung memengaruhi kelanjutan tes. Karena itu, memahami langkah-langkah pengukuran antropometri sejak awal akan membantu kamu datang lebih siap, tidak panik, dan tahu apa yang perlu dicek sebelum hari pemeriksaan. Tahap ini bukan sekadar formalitas, karena panitia menggunakan hasil pengukuran tubuh untuk melihat kesesuaian fisik calon peserta dengan ketentuan seleksi. Artikel ini membahas arti antropometri, urutan pemeriksaan, standar fisik yang perlu kamu pahami, dan cara menyiapkan tubuh secara realistis tanpa cara ekstrem. Daftar Isi 1. Apa Itu Antropometri Polri Antropometri adalah pengukuran dimensi tubuh, seperti tinggi badan, berat badan, lingkar dada, dan ukuran fisik lain yang dibutuhkan dalam pemeriksaan. Dalam seleksi Polri, data ini membantu panitia melihat apakah kondisi tubuh calon peserta sudah sesuai dengan ketentuan awal yang berlaku. Pada pengumuman Bintara Polri Tahun Anggaran 2026, pendaftar melaksanakan pengukuran tinggi dan berat badan dengan alat ukur yang sudah ditera saat verifikasi di Polres atau Polda. Artinya, kamu perlu memahami bahwa hasil ukur resmi panitia lebih menentukan daripada perkiraan pribadi di rumah. 2. Pahami Urutan Antropometri Langkah-langkah pengukuran antropometri biasanya dilakukan secara berurutan agar hasilnya konsisten dan mudah dicatat. Urutan teknis bisa berbeda menurut panitia, tetapi pemeriksaan umumnya dimulai dari ukuran dasar tubuh yang paling berpengaruh terhadap syarat awal. Memahami urutan ini membuat kamu lebih tenang saat dipanggil masuk ke area pemeriksaan. Kamu juga bisa menyiapkan pakaian, postur, dan kondisi tubuh dengan lebih disiplin sebelum berangkat ke lokasi seleksi. 2.1 Pengukuran Tinggi Badan Tinggi badan diukur saat peserta berdiri tegak tanpa alas kaki pada alat ukur yang sesuai, seperti stadiometer. Posisi kepala, bahu, punggung, dan tumit perlu dijaga lurus agar hasil pengukuran tidak berkurang karena tubuh membungkuk. Jangan mengangkat tumit, menahan napas berlebihan, atau memaksakan tubuh terlalu kaku. Sikap yang paling aman adalah berdiri rileks, tegak, dan mengikuti instruksi petugas sampai angka pengukuran selesai dicatat. 2.2 Pengukuran Berat Badan Berat badan biasanya ditimbang setelah peserta melepas alas kaki dan benda yang bisa memengaruhi hasil ukur. Timbangan yang digunakan panitia seharusnya berada di permukaan datar dan memakai alat yang layak ukur. Berat badan tidak hanya dilihat sebagai angka tunggal, tetapi juga dinilai seimbang dengan tinggi badan sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, diet ekstrem menjelang seleksi bukan pilihan aman karena bisa mengganggu stamina saat tes kesehatan dan jasmani. 2.3 Pengukuran Lingkar Dada Lingkar dada dapat diukur dengan pita ukur fleksibel pada titik yang ditentukan petugas. Pemeriksaan ini perlu dilakukan dengan posisi tubuh tegak agar pita tidak miring, terlalu longgar, atau terlalu menekan badan. Ikuti arahan petugas saat diminta bernapas normal atau menarik napas sesuai kebutuhan pemeriksaan. Jangan mencoba mengubah bentuk dada secara berlebihan karena hasil yang tidak wajar justru bisa membuat pemeriksaan diulang. 2.4 Pengukuran Proporsi Tubuh Dalam kondisi tertentu, petugas dapat memperhatikan proporsi tubuh atau ukuran tambahan untuk melengkapi pemeriksaan fisik. Pemeriksaan ini membantu panitia melihat kesesuaian kondisi tubuh secara lebih utuh, bukan hanya tinggi dan berat badan. Kalau ada riwayat cedera, perubahan berat badan drastis, atau keluhan kesehatan tertentu, catat sejak awal agar kamu bisa menjelaskannya bila diminta. Persiapan seperti ini membuat kamu lebih siap menghadapi pemeriksaan tanpa terburu-buru mencari alasan. Baca Juga: Apa Alat Ukur Antropometri dalam Tes Seleksi Polri 3. Cek Standar Fisik Polri Standar fisik Polri perlu dicek dari pengumuman resmi sesuai jalur pendaftaran, karena ketentuan dapat berbeda antara Bintara PTU, Bakomsus, Polair, Brimob, Tamtama, atau Akpol. Pada pengumuman Bintara Polri TA 2026, tinggi badan minimal Bintara PTU Berkemampuan SPKT, Intelijen, dan Polair untuk kategori umum adalah 165 cm bagi pria dan 160 cm bagi wanita. Untuk beberapa jalur Bakomsus, angka minimalnya berbeda, misalnya 163 cm bagi pria dan 160 cm bagi wanita pada sejumlah kompetensi khusus, serta 160 cm bagi pria dan 158 cm bagi wanita untuk Bakomsus Musik kategori umum. Pengumuman yang sama juga memuat ketentuan khusus bagi ras Melanesia pada Polda tertentu, sehingga kamu perlu membaca syarat sesuai jalur dan wilayah pendaftaranmu. Berat badan juga disebut harus seimbang menurut ketentuan yang berlaku, jadi jangan hanya mengejar angka tinggi badan. Gunakan pengukuran pribadi sebagai pemantauan awal, lalu tetap jadikan hasil resmi panitia sebagai acuan saat seleksi berlangsung. 4. Siapkan Tubuh Sebelum Tes Persiapan antropometri sebaiknya dilakukan jauh sebelum jadwal pemeriksaan, bukan hanya beberapa hari menjelang seleksi. Dengan begitu, kamu punya waktu untuk memperbaiki kebiasaan makan, pola tidur, aktivitas fisik, dan postur tanpa mengambil langkah yang membahayakan kesehatan. Rasa khawatir menjelang pengukuran itu wajar, terutama kalau tinggi atau berat badanmu berada dekat batas minimal. Namun, persiapan yang rapi akan membantu kamu membaca kondisi sendiri dengan lebih jujur dan menentukan langkah yang masih masuk akal. 4.1 Latihan Postur Tegak Biasakan berdiri tegak dengan kepala sejajar, bahu rileks, dan pandangan lurus ke depan. Latihan sederhana ini membantu kamu tidak membungkuk saat tinggi badan diukur, terutama ketika suasana seleksi membuat tubuh terasa tegang. Kamu bisa melatih postur di depan dinding selama beberapa menit setiap hari. Cara ini tidak menambah tinggi badan secara instan, tetapi membantu hasil pengukuran tidak turun karena posisi tubuh yang salah. 4.2 Kontrol Berat Badan Berat badan ideal perlu dijaga dengan pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, dan istirahat cukup. Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa Indeks Massa Tubuh dapat digunakan untuk memeriksa apakah berat badan seseorang berada pada kategori sehat berdasarkan tinggi dan berat badan. Kalau berat badanmu belum stabil, mulai dari langkah kecil seperti mengurangi camilan tinggi gula, garam, dan lemak, lalu menambah aktivitas fisik harian. Hindari memangkas makan secara ekstrem karena tubuh tetap perlu tenaga untuk menghadapi seleksi kesehatan, jasmani, psikologi, dan akademik. 4.3 Cek Ukuran Mandiri Lakukan pengecekan tinggi dan berat badan secara berkala dengan alat yang cukup akurat. Untuk tinggi badan, gunakan dinding rata atau alat ukur tinggi badan; untuk berat badan, gunakan timbangan yang diletakkan di permukaan datar. Catat hasilnya dari minggu ke minggu agar kamu tidak menebak-nebak kondisi tubuh sendiri. Kalau hasilnya jauh dari standar, konsultasikan dengan tenaga kesehatan atau pelatih fisik yang kompeten agar perbaikannya lebih aman. Baca Juga: Apa Contoh dari Tes Antropometri Polri dan Syaratnya 5. Hindari Kesalahan Pemeriksaan Kesalahan yang sering terjadi saat pemeriksaan adalah datang dalam kondisi terburu-buru, kurang tidur,

Apa Alat Ukur Antropometri dalam Tes Seleksi Polri

Apa alat ukur antropometri

Menjelang seleksi Polri, banyak casis sudah latihan lari dan belajar soal, tetapi masih bingung saat masuk tahap pengukuran tubuh. Pertanyaan seperti Apa alat ukur antropometri penting kamu pahami sejak awal, karena hasil ukur tinggi, berat, dan proporsi tubuh bisa memengaruhi status memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat. Rasa khawatir sebelum tes itu wajar, apalagi kalau tinggi atau berat badanmu berada dekat batas minimal. Artikel ini membantu kamu mengenali fungsi alat pengukuran, jenis alat yang umum dipakai, dan cara menyiapkan diri agar datang ke pemeriksaan dengan lebih tenang. Daftar Isi 1. Apa Alat Ukur Antropometri Secara sederhana, jawaban dari Apa alat ukur antropometri adalah perangkat untuk mengukur dimensi tubuh manusia secara terukur dan konsisten. Dalam konteks seleksi Polri, pengukuran ini berkaitan dengan tinggi badan, berat badan, dan beberapa ukuran fisik lain yang membantu panitia menilai kesesuaian awal kondisi tubuh peserta. Pengukuran antropometri berbeda dari sekadar menebak postur dari tampilan luar. Alat yang dipakai harus membantu petugas mendapatkan angka yang jelas, sehingga keputusan seleksi tidak hanya berdasarkan perkiraan visual. Pada pengumuman resmi Bintara Polri Tahun Anggaran 2026, syarat tinggi badan disebut bersama ketentuan berat badan seimbang menurut aturan yang berlaku. Di jalur Bintara PTU, misalnya, tinggi badan minimal umum tercantum 165 cm untuk pria dan 160 cm untuk wanita, sementara beberapa jalur atau wilayah memiliki ketentuan berbeda. 2. Jenis Alat Antropometri Wajib Alat yang paling sering dibahas dalam pengukuran tubuh calon anggota Polri adalah pengukur tinggi, pengukur berat, dan pengukur lingkar tubuh. Kamu tidak perlu menghafal semua istilah medis, tetapi perlu tahu fungsi dasarnya agar tidak kaget saat diperiksa. Dalam praktik kesehatan, antropometri digunakan untuk mendapatkan informasi seperti berat badan, tinggi atau panjang badan, serta ukuran lingkar tertentu. Karena itu, pengukuran di seleksi harus kamu hadapi dengan sikap teliti, bukan hanya dengan modal percaya diri. 2.1 Stadiometer Ukur Tinggi Stadiometer adalah alat untuk mengukur tinggi badan saat peserta berdiri tegak. Alat sejenis yang juga sering dikenal adalah microtoise, yaitu pengukur tinggi yang dipasang pada bidang vertikal dan dibaca dalam satuan sentimeter. Saat pengukuran, posisi kepala, tumit, punggung, dan sikap berdiri bisa memengaruhi hasil. Karena itu, dengarkan instruksi petugas dengan saksama dan jangan mencoba mengubah postur secara berlebihan karena justru bisa membuat hasil tidak natural. 2.2 Timbangan Ukur Berat Timbangan digunakan untuk mengetahui berat badan peserta pada saat pemeriksaan. Angka ini biasanya dibaca bersama tinggi badan untuk melihat apakah tubuh berada dalam kisaran seimbang menurut ketentuan panitia. Berat badan yang terlalu jauh dari kondisi ideal bisa membuat pemeriksaan terasa lebih menegangkan. Kalau kamu masih punya waktu persiapan, atur makan, tidur, dan latihan secara bertahap agar tubuh lebih stabil saat hari tes. 2.3 Pita Ukur Lingkar Pita ukur digunakan untuk mengukur bagian tubuh tertentu, seperti lingkar dada, pinggang, atau bagian lain sesuai kebutuhan pemeriksaan. Pengukuran ini membantu petugas melihat proporsi tubuh secara lebih lengkap, bukan hanya tinggi dan berat badan. Kamu mungkin tidak selalu menjalani semua jenis pengukuran di setiap jalur seleksi. Namun, memahami fungsi pita ukur tetap berguna karena pemeriksaan antropometri bisa berbeda mengikuti kebutuhan jalur, tahap, dan kebijakan panitia pada tahun berjalan. Baca Juga: Apa Contoh dari Tes Antropometri Polri dan Syaratnya 3. Alasan Tes Antropometri Penting Tes antropometri penting karena tugas kepolisian membutuhkan kesiapan fisik yang tidak bisa dinilai dari niat saja. Pengukuran tubuh membantu panitia melihat apakah peserta memenuhi syarat awal sebelum masuk ke rangkaian tes lain yang lebih berat. Dalam pengumuman resmi Bintara Polri Tahun Anggaran 2026, pemeriksaan kesehatan tahap I dan tahap II masuk dalam tahapan seleksi. Ujian kemampuan jasmani juga disebut bersama pemeriksaan antropometrik dengan penilaian kualitatif memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat. Artinya, ukuran tubuh bukan sekadar formalitas administrasi. Kalau hasilnya tidak sesuai ketentuan, peserta bisa kehilangan peluang untuk melanjutkan proses, sehingga persiapan fisik perlu dimulai jauh sebelum jadwal seleksi mendekat. 4. Cara Siapkan Pengukuran Persiapan antropometri sebaiknya dilakukan dengan cara yang masuk akal dan aman. Jangan mengejar perubahan ekstrem dalam waktu singkat, karena tubuh yang terlalu dipaksa justru bisa mengganggu stamina saat menghadapi tes lain. Fokus utama kamu adalah mengetahui kondisi awal, memperbaiki kebiasaan harian, dan datang ke lokasi seleksi dengan tubuh yang siap. Langkah kecil yang konsisten biasanya lebih berguna daripada panik beberapa hari sebelum pemeriksaan. 4.1 Cek Ukuran Mandiri Cek tinggi dan berat badanmu dengan alat yang layak sebelum hari seleksi. Jika memungkinkan, lakukan pengukuran di fasilitas kesehatan, klinik, sekolah, atau tempat kebugaran yang memiliki alat lebih stabil daripada pengukuran asal di rumah. Catat hasilnya secara berkala agar kamu tahu arah perubahan tubuhmu. Kalau hasilnya dekat dengan batas syarat, jangan menebak-nebak sendiri dan tetap rujuk pengumuman resmi sesuai jalur yang kamu pilih. 4.2 Jaga Berat Seimbang Berat badan seimbang tidak dibentuk hanya dari olahraga keras, tetapi juga dari pola makan, tidur, dan pemulihan. Kurangi kebiasaan yang membuat berat naik turun drastis, seperti begadang, makan berlebihan pada malam hari, atau latihan tanpa jeda. Kalau kamu perlu menurunkan atau menaikkan berat badan, lakukan secara bertahap dan realistis. Cara yang terlalu ekstrem bisa membuat tubuh lemas, mudah cedera, dan kurang siap menghadapi uji jasmani. 4.3 Ikuti Instruksi Petugas Saat hari pengukuran, ikuti arahan petugas mengenai posisi berdiri, pakaian, alas kaki, dan urutan pemeriksaan. Sikap tenang membantu proses berjalan rapi, terutama ketika antrean peserta panjang dan suasana mulai menekan. Jangan berdebat di lokasi tanpa dasar yang jelas, tetapi pastikan kamu memahami hasil yang disampaikan. Jika ada informasi yang belum kamu pahami, tanyakan dengan sopan kepada panitia sesuai alur yang berlaku. Baca Juga: Apa Tujuan Pemeriksaan Antropometri Polri dan Standar Tes 5. Hindari Kesalahan Pengukuran Kesalahan umum peserta adalah hanya fokus pada latihan fisik, tetapi tidak pernah mengecek tinggi dan berat badan dengan alat yang benar. Akibatnya, peserta baru sadar ada selisih ukuran ketika sudah berada di lokasi seleksi. Kesalahan lain adalah memakai pakaian atau aksesori yang mengganggu proses ukur, datang dalam kondisi kurang tidur, atau terlalu gugup saat diminta berdiri tegak. Hal-hal kecil seperti ini tidak selalu mengubah hasil besar, tetapi bisa membuat pemeriksaan terasa lebih sulit. Yang paling penting, jangan mengandalkan rumor tentang toleransi tinggi badan atau berat badan. Baca pengumuman resmi Polri untuk jalur yang kamu pilih, karena ketentuan Bintara PTU, Bakomsus, Brimob, Akpol,

JadiPOLISI merupakan lembaga bimbel online untuk membantu persiapan berbagai seleksi penerimaan POLRI

Hubungi Kami

Kamu butuh bantuan? Tim kami siap membantu. Hubungi sekarang dibawah ini.

Copyright 2026 © All Right Reserved by JadiCASIS / JadiPOLISI