Pangkat Tamtama Polri Lengkap, dari Bharada hingga Abrip

pangkat tamtama polri

Pangkat Tamtama Polri terdiri dari enam tingkat, mulai dari Bhayangkara Dua (Bharada) sebagai pangkat terendah hingga Ajun Brigadir Polisi (Abrip) sebagai pangkat tertinggi. Tamtama merupakan salah satu golongan kepangkatan Polri yang berbeda dari Bintara dan Perwira. Perka Polri Nomor 3 Tahun 2016 tentang Administrasi Kepangkatan Anggota Polri masih berstatus berlaku dan telah mengalami perubahan, termasuk melalui Peraturan Polri Nomor 11 Tahun 2018. Daftar Isi Urutan Pangkat Tamtama Polri dari Terendah hingga Tertinggi Golongan Tamtama Polri mempunyai enam tingkat pangkat. Jika disusun dari yang paling rendah sampai paling tinggi, urutannya adalah sebagai berikut: Urutan Pangkat Singkatan 1 Bhayangkara Dua Bharada 2 Bhayangkara Satu Bharatu 3 Bhayangkara Kepala Bharaka 4 Ajun Brigadir Polisi Dua Abripda 5 Ajun Brigadir Polisi Satu Abriptu 6 Ajun Brigadir Polisi Abrip Urutan tersebut sesuai dengan golongan kepangkatan Tamtama yang tercantum dalam regulasi Polri. Dalam aturan, susunannya ditulis dari pangkat tertinggi ke terendah, yakni Abrip, Abriptu, Abripda, Bharaka, Bharatu, dan Bharada. Jika digunakan untuk menjelaskan jenjang karier, urutannya dapat dibaca sebaliknya dari Bharada menuju Abrip. Apa Itu Tamtama Polri? Tamtama adalah salah satu golongan kepangkatan dalam Kepolisian Negara Republik Indonesia. Struktur kepangkatan Polri secara umum terdiri atas Perwira, Bintara, dan Tamtama. Tamtama berada pada Golongan I dalam tabel gaji anggota Polri. Pada penerimaan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026, Polri membuka jalur Tamtama Brimob dan Tamtama Polair. Pengumuman resmi juga menyebut bahwa peserta yang menyelesaikan pendidikan pembentukan akan menjadi Tamtama Polri dengan pangkat Bhayangkara Dua atau Bharada. Karena itu, Tamtama Polri tidak boleh disamakan dengan Tamtama TNI. Nama pangkat, struktur organisasi, sistem pendidikan, dan pola karier keduanya berbeda. Urutan Pangkat Tamtama Polri Urutan Pangkat Tamtama Polri dari tingkat terendah sampai tertinggi adalah sebagai berikut. Struktur ini juga masih digunakan dalam publikasi resmi Polri pada 2026. Urutan Pangkat Singkatan Kelompok Terendah Bhayangkara Dua Bharada Tamtama Kedua Bhayangkara Satu Bharatu Tamtama Ketiga Bhayangkara Kepala Bharaka Tamtama Keempat Ajun Brigadir Polisi Dua Abripda Tamtama Kelima Ajun Brigadir Polisi Satu Abriptu Tamtama Tertinggi Ajun Brigadir Polisi Abrip Tamtama Urutan kenaikan pangkat dalam regulasi administrasi kepangkatan juga bergerak dari Bharada ke Bharatu, kemudian Bharaka, Abripda, Abriptu, dan Abrip. Jadi, Bripda atau Briptu tidak termasuk dalam daftar ini karena keduanya sudah berada pada kelompok Bintara. Lambang Pangkat Tamtama Polri Lambang pangkat merupakan tanda visual untuk membedakan posisi kepangkatan seorang anggota. Pada Tamtama Polri, bentuk tanda kepangkatan menggunakan pola balok miring dan balok panah berwarna merah. Informasi pemerintah juga mencantumkan susunan tanda tersebut dari Bharada hingga Abrip. Pangkat Tanda Pangkat Bharada 1 balok miring merah Bharatu 2 balok miring merah Bharaka 3 balok miring merah Abripda 1 balok panah merah Abriptu 2 balok panah merah Abrip 3 balok panah merah Publikasi resmi Polda Kepulauan Riau pada 2026 juga menjelaskan Bharada dengan tanda satu garis merah, sedangkan publikasi Polri lainnya menjelaskan Bharaka menggunakan tiga garis miring merah dan Abripda menggunakan bentuk V terbalik berwarna merah. Tampilan atribut dapat menyesuaikan ketentuan pakaian dinas dan penggunaannya. Karena itu, lambang pangkat sebaiknya dipahami sebagai tanda tingkat kepangkatan, bukan sebagai “lambang kehormatan” yang berdiri sendiri. Pangkat Tamtama Polri Terendah Pangkat paling rendah dalam kelompok Tamtama adalah Bhayangkara Dua atau Bharada. Pengumuman Penerimaan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026 menyatakan secara langsung bahwa rekrutmen tersebut menghasilkan Tamtama Polri berpangkat Bharada setelah melalui pendidikan pembentukan. Kuota pendidikan pada penerimaan 2026 ditetapkan sebanyak 1.500 orang. Bharada menjadi titik awal jenjang kepangkatan bagi lulusan pendidikan pembentukan Tamtama pada penerimaan tersebut. Pangkat berikutnya adalah Bharatu. Pangkat Tamtama Polri Tertinggi Pangkat tertinggi dalam kelompok Tamtama Polri adalah Ajun Brigadir Polisi atau Abrip. Abrip berada setelah Abriptu dan masih berada di bawah kelompok kepangkatan Bintara. Struktur tersebut terlihat dalam ketentuan kepangkatan maupun publikasi resmi Polri. Mencapai pangkat tertinggi Tamtama tidak berarti anggota otomatis berubah menjadi Bintara. Perpindahan kelompok kepangkatan memiliki mekanisme seleksi dan pendidikan tersendiri. Tugas Tamtama Polri Tugas anggota Tamtama tidak dapat disamaratakan hanya berdasarkan pangkat. Dalam penerimaan 2026, jalur Tamtama terdiri atas Tamtama Brimob dan Tamtama Polair. Penempatan dan pekerjaan sehari-hari dapat berbeda berdasarkan: Publikasi Polri menjelaskan bahwa personel Tamtama dapat ditempatkan antara lain pada lingkungan Brimob dan Polairud. Tugas spesifiknya kemudian mengikuti fungsi dan satuan masing-masing. Karena itu, tidak tepat menyebut seluruh Tamtama selalu menjalankan tugas yang sama. Baca juga: Cara Lolos Tes Kesamaptaan Polri dengan Latihan Efektif Jenjang Karier Tamtama Polri Karier Tamtama berkembang melalui jenjang pangkat dari Bharada sampai Abrip. Kenaikan pangkat tidak diberikan hanya karena seseorang telah bekerja dalam jangka waktu tertentu. Perka Polri mengenai administrasi kepangkatan menjelaskan adanya persyaratan seperti masa dinas dalam pangkat, pendidikan, serta ketentuan administrasi lainnya. Dengan demikian, perkembangan karier tetap mengikuti penilaian dan aturan internal Polri. Kenaikan pangkat juga membawa tanggung jawab yang lebih besar. Hal ini terlihat pada kenaikan pangkat personel Polri periode Juli 2026, termasuk dari Bharada menjadi Bharatu, Bharatu menjadi Bharaka, serta Bharaka menjadi Abripda. Polri menegaskan kenaikan pangkat berkaitan dengan dedikasi, loyalitas, integritas, disiplin, dan kinerja. Gaji Tamtama Polri Berdasarkan Pangkat Gaji pokok anggota Tamtama mengikuti PP Nomor 7 Tahun 2024 tentang perubahan terbaru tabel gaji anggota Polri. Peraturan tersebut masih berstatus berlaku, dan Kementerian Keuangan juga menggunakan PP Nomor 7 Tahun 2024 sebagai dasar tabel gaji Polri. Berikut rentang gaji pokok Golongan I Tamtama berdasarkan tabel resmi Kementerian Keuangan: Pangkat Rentang Gaji Pokok Bharada Rp1.775.000–Rp2.657.500 Bharatu Rp1.830.500–Rp2.740.600 Bharaka Rp1.887.800–Rp2.826.300 Abripda Rp1.946.800–Rp2.914.700 Abriptu Rp2.007.700–Rp3.005.900 Abrip Rp2.070.500–Rp3.099.900 Rentang tersebut merupakan gaji pokok, bukan take home pay. Perbedaan nominal dalam satu pangkat terjadi karena tabel menggunakan Masa Kerja Golongan atau MKG. Artinya, seorang Bharada tidak otomatis memperoleh angka maksimum pada tabel. Anggota dengan pangkat dan masa kerja berbeda dapat memperoleh gaji pokok berbeda. Tunjangan Tamtama Polri Selain gaji pokok, anggota Polri dapat menerima tunjangan sesuai ketentuan yang berlaku. Salah satunya adalah tunjangan kinerja. Perpres Nomor 103 Tahun 2018 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Polri masih berstatus berlaku dalam database Peraturan BPK. Aturan tersebut menetapkan tukin berdasarkan kelas jabatan dan memperhitungkan capaian kinerja bulanan. Karena itu, tidak tepat menulis bahwa Bharada, Bharatu, atau Abrip memiliki satu nominal tukin tertentu hanya berdasarkan pangkat. Komponen penerimaan lain juga dapat berbeda berdasarkan status keluarga, jabatan, penempatan, dan ketentuan khusus lainnya. Dengan demikian, total penghasilan seorang Tamtama tidak dapat

JadiPOLISI merupakan lembaga bimbel online untuk membantu persiapan berbagai seleksi penerimaan POLRI

Hubungi Kami

Kamu butuh bantuan? Tim kami siap membantu. Hubungi sekarang dibawah ini.

Copyright 2026 © All Right Reserved by JadiCASIS / JadiPOLISI