Tingkatan Pangkat Polisi Bintara Ini Urutan, Gajinya, & Prospek Karier

Tingkatan Pangkat Polisi Bintara terdiri dari enam jenjang, mulai dari Brigadir Polisi Dua (Bripda) hingga Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu). Bintara merupakan salah satu golongan kepangkatan anggota Polri selain Perwira dan Tamtama. Bagi calon anggota Polri, memahami susunan ini membantu melihat jenjang karier setelah menyelesaikan pendidikan pembentukan Bintara. Selain urutan pangkat, penting juga mengetahui bahwa besaran gaji pokok berbeda menurut pangkat dan Masa Kerja Golongan atau MKG. Struktur kepangkatan Polri mengacu pada Perka Polri Nomor 3 Tahun 2016 yang telah mengalami perubahan dan masih berlaku. Daftar Isi Posisi Bintara dalam Struktur Kepangkatan Polri Dalam sistem kepangkatan Polri, anggota dibagi menjadi tiga golongan utama, yaitu Perwira, Bintara, dan Tamtama. Ketentuan tersebut tercantum dalam Perka Polri Nomor 3 Tahun 2016 tentang Administrasi Kepangkatan Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia. Bintara berada di antara Tamtama dan Perwira. Golongan ini memiliki enam jenjang: Aipda dan Aiptu juga sering disebut dalam kelompok Bintara Tinggi. Namun, keduanya tetap berada dalam golongan Bintara Polri. Infografis pemerintah yang merujuk Perkap Nomor 3 Tahun 2016 juga membedakan Bripda–Bripka sebagai Bintara dan Aipda–Aiptu sebagai Bintara Tinggi. Baca Juga: Rincian Pangkat Bintara Polisi dan Gajinya Bripda Hingga Aiptu Urutan Tingkatan Pangkat Polisi Bintara Berikut urutan Tingkatan Pangkat Polisi Bintara dari yang paling rendah sampai paling tinggi: Urutan Pangkat Singkatan Posisi 1 Brigadir Polisi Dua Bripda Pangkat awal Bintara 2 Brigadir Polisi Satu Briptu Di atas Bripda 3 Brigadir Polisi Brigpol Di atas Briptu 4 Brigadir Polisi Kepala Bripka Di atas Brigpol 5 Ajun Inspektur Polisi Dua Aipda Bintara Tinggi 6 Ajun Inspektur Polisi Satu Aiptu Pangkat tertinggi Bintara Urutan tersebut penting karena draft atau informasi lama sering berhenti pada Bripka. Padahal, setelah Bripka masih terdapat Aipda dan Aiptu sebelum memasuki jenjang Perwira. Dalam penerapan kenaikan pangkat di lapangan, urutan tersebut juga terlihat pada publikasi resmi Polri periode Juli 2026. Terdapat personel yang naik dari Bripda ke Briptu, Briptu ke Brigpol, Brigpol ke Bripka, Bripka ke Aipda, serta Aipda ke Aiptu. Baca Juga: Aiptu, Pangkat Bintara Polisi Paling Tinggi Lambang dan Masa Dinasnya Lambang Pangkat Bintara dari Bripda hingga Aiptu Selain nama dan singkatan, setiap pangkat Bintara dapat dikenali dari tanda pangkat yang berbeda. Bripda sampai Bripka menggunakan balok panah berwarna perak, sedangkan Aipda dan Aiptu menggunakan balok bergelombang berwarna perak. Pangkat Lambang Pangkat Bripda 1 balok panah perak Briptu 2 balok panah perak Brigpol 3 balok panah perak Bripka 4 balok panah perak Aipda 1 balok bergelombang perak Aiptu 2 balok bergelombang perak Pola tersebut membuat posisi pangkat lebih mudah dikenali. Semakin tinggi jenjang dari Bripda sampai Bripka, jumlah balok panah meningkat. Ketika memasuki Aipda, bentuk tanda pangkat berubah menjadi balok bergelombang. Aiptu sebagai jenjang tertinggi Bintara memiliki dua balok bergelombang perak. Rincian Gaji Pangkat Polisi Bintara Selain urutan pangkat, informasi yang banyak dicari adalah besaran gaji Bintara Polri. Per 31 Agustus 2026, dasar gaji pokok anggota Polri yang berlaku masih PP Nomor 7 Tahun 2024 tentang perubahan ketiga belas atas PP Nomor 29 Tahun 2001. Peraturan tersebut berstatus berlaku dan tabel gajinya mulai berlaku sejak 1 Januari 2024. Berikut rentang gaji pokok Bintara Polri: Pangkat Gaji Pokok Bripda Rp2.272.100–Rp3.733.700 Briptu Rp2.343.100–Rp3.850.500 Brigpol Rp2.416.400–Rp3.971.000 Bripka Rp2.492.000–Rp4.095.200 Aipda Rp2.570.000–Rp4.223.300 Aiptu Rp2.650.300–Rp4.355.400 Nominal dalam tabel merupakan gaji pokok, bukan otomatis jumlah penghasilan yang diterima setiap bulan. Tabel resmi PP Nomor 7 Tahun 2024 menunjukkan besaran gaji bergerak sesuai MKG pada masing-masing pangkat. Artinya, seorang Bripda yang baru berada pada awal tabel tidak langsung menerima Rp3.733.700. Untuk Bripda, bagian awal tabel gaji pokok adalah Rp2.272.100, sedangkan nominal tertinggi berlaku pada MKG yang sesuai. Hal yang sama berlaku pada Aiptu. Rentang Rp2.650.300–Rp4.355.400 tidak berarti semua anggota berpangkat Aiptu menerima nominal yang sama. Gaji pokok juga tidak boleh disamakan dengan take home pay karena penerimaan anggota dapat melibatkan komponen lain sesuai jabatan, hak tunjangan, dan ketentuan yang berlaku. Baca Juga: Gaji Pokok Polisi Bintara 2026 Bripda hingga Aiptu Jenjang Kenaikan Pangkat dan Prospek Karier Bintara Secara hierarki, jalur Tingkatan Pangkat Polisi Bintara dapat digambarkan sebagai berikut: Bripda → Briptu → Brigpol → Bripka → Aipda → Aiptu Namun, kenaikan pangkat tidak berlangsung otomatis hanya karena anggota sudah lama bertugas. Perka Polri Nomor 3 Tahun 2016 menjelaskan bahwa pemberian pangkat dilakukan secara selektif dalam rangka kebutuhan organisasi, peningkatan kemampuan, pembinaan karier, serta memperhatikan periode, persyaratan, dan prosedur. Regulasi kepangkatan tersebut kemudian diubah melalui Perka Polri Nomor 5 Tahun 2017 dan Peraturan Polri Nomor 11 Tahun 2018. Pelaksanaan kenaikan pangkat pada 2026 juga menunjukkan bahwa jenjang Bintara tetap berjalan sesuai urutan tersebut. Misalnya, Polres Metro Bekasi mencatat kenaikan Bripda ke Briptu, Briptu ke Brigpol, Brigpol ke Bripka, Bripka ke Aipda, dan Aipda ke Aiptu pada periode 1 Juli 2026. Karena itu, masa kerja bukan satu-satunya faktor. Kenaikan pangkat berkaitan dengan pemenuhan ketentuan administrasi dan pembinaan karier yang berlaku di institusi. Peluang Bintara menjadi Perwira Aiptu merupakan pangkat tertinggi dalam golongan Bintara, sedangkan pangkat pertama pada kelompok Perwira adalah Ipda atau Inspektur Polisi Dua. Peralihan dari Bintara menjadi Perwira tidak berlangsung otomatis setelah mencapai Aiptu. Anggota harus mengikuti jalur dan mekanisme yang ditetapkan Polri. Salah satu mekanisme yang terlihat pada pelaksanaan 2026 adalah kenaikan pangkat pengabdian. Divisi Humas Polri mencatat beberapa anggota berpangkat Aiptu memperoleh kenaikan pangkat menjadi Ipda melalui mekanisme tersebut. Kenaikan pangkat pengabdian tentu berbeda dengan jalur pembinaan karier reguler. Karena itu, tidak tepat menyatakan setiap Aiptu pasti menjadi Ipda setelah mencapai masa kerja tertentu. Prospek karier Bintara juga tidak hanya dilihat dari pangkat. Penugasan, pendidikan pengembangan, kompetensi, jabatan yang diemban, kinerja, serta kebutuhan organisasi ikut menjadi bagian dalam perjalanan karier anggota Polri. Mini FAQ Tingkatan Pangkat Polisi Bintara Berapa jumlah Tingkatan Pangkat Polisi Bintara? Terdapat enam jenjang Bintara Polri, yaitu Bripda, Briptu, Brigpol, Bripka, Aipda, dan Aiptu. Apa pangkat Bintara Polisi paling rendah? Bripda atau Brigadir Polisi Dua merupakan pangkat paling rendah dalam golongan Bintara Polri. Apa pangkat Bintara Polisi paling tinggi? Aiptu atau Ajun Inspektur Polisi Satu merupakan pangkat tertinggi dalam golongan Bintara Polri. Apa pangkat setelah Bripka? Pangkat setelah Bripka adalah Aipda atau Ajun Inspektur Polisi Dua. Aipda termasuk dalam jenjang Bintara Tinggi. Apa pangkat setelah Aipda? Pangkat setelah Aipda adalah Aiptu atau Ajun
Kode Promo JadiPolisi Cek Voucher Diskon Terbaru & Tutorial Klaim

Sedang mempersiapkan diri mengikuti seleksi Polri? Periode 1–4 September 2026 bisa menjadi kesempatan untuk mendapatkan paket belajar dengan harga lebih hemat melalui Kode Promo JadiPolisi. Kode voucher yang tersedia dalam program Flash Sale adalah DISKONAPK. Promo ini dapat digunakan untuk program persiapan AKPOL, Bintara, dan Tamtama dengan harga mulai dari Rp149.000. Sebelum membayar, pastikan kode sudah diterapkan dan harga pada halaman checkout telah berubah sesuai promo. Daftar Isi Kode Promo JadiPolisi 1–4 September 2026 Daftar Harga Promo JadiPolisi Pilihan Program AKPOL, Bintara, dan Tamtama Cara Menggunakan Kode Promo JadiPolisi Cara Memastikan Diskon Berhasil Digunakan Penyebab Kode Promo Tidak Bisa Dipakai Mini FAQ Ringkasan Kode Promo JadiPolisi 1–4 September 2026 Untuk periode promo 1 sampai 4 September 2026, calon peserta seleksi Polri dapat menggunakan voucher berikut: Kode Promo: DISKONAPK Kode DISKONAPK tersedia dalam program Flash Sale JadiPolisi untuk mendapatkan harga paket yang lebih hemat. Promo mencakup program: Kode tersebut digunakan ketika melakukan pembelian paket. Namun, jangan langsung menyelesaikan transaksi setelah memasukkan voucher. Pastikan terlebih dahulu harga pada halaman pembayaran sudah berubah sesuai program yang dipilih. Promo memiliki periode tertentu. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan voucher selama periode 1–4 September 2026 dan periksa kembali informasi yang muncul pada halaman pembayaran sebelum transaksi. Daftar Harga Promo JadiPolisi Program Flash Sale JadiPolisi menawarkan potongan cukup besar dibandingkan harga normal paket. Berikut rincian yang tercantum dalam materi promo: Program Harga Normal Harga Promo AKPOL Rp500.000 Rp169.000 Bintara Rp500.000 Rp169.000 Tamtama Rp500.000 Rp149.000 Paket tersebut memiliki masa aktif 1 tahun. Dengan demikian, program AKPOL dan Bintara dapat diperoleh dengan harga Rp169.000. Sementara itu, peserta yang mempersiapkan jalur Tamtama mendapatkan harga paling rendah, yaitu Rp149.000. Harga promo harus tetap dicek kembali saat checkout. Hal ini penting untuk memastikan kode DISKONAPK sudah berhasil diterapkan sebelum pembayaran dilakukan. Pilihan Program AKPOL, Bintara, dan Tamtama JadiPolisi menyediakan paket sesuai jalur seleksi yang dituju. Karena materi setiap penerimaan berbeda, pilih program berdasarkan kebutuhan seleksi kamu. Program AKPOL Paket AKPOL ditujukan bagi peserta yang ingin mempersiapkan seleksi Akademi Kepolisian. Harga normal program ini adalah Rp500.000. Dengan promo yang sedang tersedia, harganya menjadi: Rp169.000 Masa aktif paket mencapai 1 tahun. Materi pembelajaran difokuskan pada berbagai kebutuhan seleksi AKPOL, termasuk latihan psikologi, akademik, dan materi pendukung seleksi lainnya. Program Bintara Bagi kamu yang menargetkan penerimaan Bintara Polri, tersedia Program Bintara dengan harga normal Rp500.000. Harga promo menjadi: Rp169.000 Program ini juga memiliki masa aktif 1 tahun. Materinya disesuaikan untuk membantu peserta berlatih menghadapi berbagai bagian seleksi Bintara Polri. Program Tamtama Program Tamtama menjadi paket dengan harga promo paling rendah. Harga normalnya Rp500.000, kemudian menjadi: Rp149.000 Masa aktif paket juga tersedia selama 1 tahun. Karena setiap jalur memiliki kebutuhan berbeda, pastikan kamu tidak salah memilih program ketika melakukan pembelian. Cara Menggunakan Kode Promo JadiPolisi Penggunaan Kode Promo JadiPolisi cukup sederhana. Kamu hanya perlu memasukkan kode pada proses pembelian sebelum transaksi diselesaikan. Ikuti langkah berikut: Jangan memasukkan kode setelah pembayaran selesai karena voucher umumnya harus diterapkan sebelum transaksi dikonfirmasi. Selain itu, gunakan penulisan kode secara tepat: DISKONAPK Hindari spasi tambahan di awal atau akhir kode. Program Bimbel Polri Target Lolos Polri? Jangan Cuma Andalkan Keberuntungan. Seleksi Polri punya tahapan yang harus kamu kenali sejak awal. Pelajari materi dan akses fitur pendukung bersama JadiPolisi agar proses belajarmu lebih terarah menuju seleksi yang akan dihadapi. Lihat Program Bimbel Pilih program sesuai kebutuhan seleksi Polri Cara Memastikan Diskon Berhasil Digunakan Bagian ini penting karena memasukkan kode belum tentu berarti promo sudah berhasil diterapkan. Setelah mengetik DISKONAPK, cek kembali nominal pada checkout. Harga yang seharusnya muncul sesuai materi promo adalah: Jika harga sudah sesuai, voucher dapat dilanjutkan ke proses pembayaran. Sebaliknya, jika harga masih menunjukkan Rp500.000 atau nominal lain yang tidak sesuai, jangan langsung membayar. Periksa kembali kode yang dimasukkan. Kamu juga perlu memastikan: Dengan cara ini, risiko membayar harga normal karena voucher belum aktif dapat dihindari. Penyebab Kode Promo Tidak Bisa Dipakai Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan kode promo gagal diterapkan. Salah satunya adalah kesalahan sederhana ketika menulis voucher. Beberapa kemungkinan lainnya meliputi: Jika voucher gagal, jangan mencoba membayar terlebih dahulu. Kembali ke bagian voucher dan pastikan kode ditulis: DISKONAPK Setelah itu, cek apakah harga sudah berubah. Jika tetap tidak berhasil, gunakan layanan bantuan atau informasi promo resmi JadiPolisi untuk memastikan status voucher sebelum melakukan transaksi. Mini FAQ Kode Promo JadiPolisi Apa Kode Promo JadiPolisi 1–4 September 2026? Kode promo yang tersedia dalam program Flash Sale JadiPolisi adalah DISKONAPK. Bagaimana cara menggunakan kode DISKONAPK? Pilih paket JadiPolisi, lanjutkan ke checkout, masukkan kode DISKONAPK pada kolom promo atau voucher, lalu pastikan harga sudah berubah sebelum melakukan pembayaran. Berapa harga promo Bintara JadiPolisi? Program Bintara ditampilkan dengan harga promo Rp169.000 dari harga normal Rp500.000. Berapa harga promo AKPOL JadiPolisi? Program AKPOL ditampilkan dengan harga promo Rp169.000 dari harga normal Rp500.000. Berapa harga promo Tamtama JadiPolisi? Program Tamtama mendapatkan harga promo Rp149.000 dari harga normal Rp500.000. Berapa lama masa aktif paket JadiPolisi? Program AKPOL, Bintara, dan Tamtama dalam materi promo memiliki masa aktif selama satu tahun. Bagaimana mengetahui kode promo berhasil? Periksa total harga pada halaman checkout. Jika harga sudah berubah sesuai promo program yang dipilih, voucher berhasil diterapkan. Apa yang dilakukan jika DISKONAPK tidak bisa digunakan? Periksa kembali penulisan kode, periode promo, paket yang dipilih, dan total pembayaran. Jangan melakukan pembayaran sebelum diskon berhasil diterapkan. Ringkasan Kode Promo JadiPolisi untuk periode 1–4 September 2026 adalah: DISKONAPK Kode tersebut dapat digunakan untuk memperoleh harga promo pada program persiapan AKPOL, Bintara, dan Tamtama. Berikut harga yang tersedia dalam program Flash Sale: Paket Harga Promo AKPOL Rp169.000 Bintara Rp169.000 Tamtama Rp149.000 Ketiga paket memiliki masa aktif 1 tahun. Untuk menggunakan promo, pilih paket yang sesuai, lanjutkan ke halaman checkout, masukkan DISKONAPK, lalu pastikan harga sudah berubah sebelum pembayaran dilakukan. Karena promo memiliki periode terbatas, lakukan pengecekan dan pembelian selama 1–4 September 2026. Jangan menyelesaikan transaksi apabila kode belum berhasil diterapkan atau total pembayaran belum sesuai dengan harga promo.
Apa Itu Intel? Mengenal Tugas, Peran, & Cara Kerja Intelijen di Indonesia

Apa Itu Intel? Dalam penggunaan sehari-hari, istilah “intel” biasanya merujuk pada personel yang menjalankan fungsi intelijen. Dalam konteks Polri, fungsi tersebut dikenal sebagai Intelijen Keamanan atau Intelkam, yang bertugas mendukung keamanan melalui deteksi dini, pengumpulan dan analisis informasi, pengamanan, serta pemberian informasi kepada pimpinan. Intel sendiri bukan hanya milik Kepolisian. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 menyebut Intelijen Kepolisian sebagai salah satu penyelenggara Intelijen Negara bersama BIN, Intelijen TNI, Intelijen Kejaksaan, serta intelijen kementerian atau lembaga pemerintah nonkementerian. Daftar Isi Apa Itu Intel dalam Konteks Indonesia? Secara hukum, intelijen memiliki arti yang lebih luas daripada sekadar orang yang melakukan pengintaian. UU Nomor 17 Tahun 2011 menjelaskan intelijen sebagai pengetahuan, organisasi, dan kegiatan yang berkaitan dengan perumusan kebijakan, strategi nasional, serta pengambilan keputusan berdasarkan analisis informasi dan fakta untuk mendukung pendeteksian dan peringatan dini. Dengan demikian, istilah intel dapat mengacu pada beberapa hal: Tujuan utamanya bukan sekadar “mencari rahasia”. Intelijen digunakan untuk membantu pihak yang berwenang memahami situasi, mengenali potensi ancaman, dan mengambil langkah sebelum masalah berkembang lebih besar. UU Intelijen Negara juga menekankan fungsi deteksi dini dan peringatan dini sebagai bagian penting dalam mencegah ancaman terhadap keamanan nasional. Baca Juga: Pangkat Perwira Polisi Panduan Tingkatan dari Pama hingga Pati Mengenal Intelkam Polri dan Kedudukannya Dalam Kepolisian Negara Republik Indonesia, fungsi intelijen keamanan pada tingkat pusat dijalankan oleh Badan Intelijen Keamanan Polri atau Baintelkam Polri. Struktur organisasi Polri yang berlaku tetap menempatkan Badan Intelijen Keamanan sebagai salah satu unsur pelaksana tugas pokok di tingkat Mabes Polri. Peraturan Polri Nomor 4 Tahun 2025 juga masih mencantumkan Baintelkam sebagai unit organisasi Polri. Secara umum, Baintelkam membantu Kapolri menyelenggarakan fungsi intelijen keamanan untuk mendukung tugas operasional, manajemen Polri, dan pemeliharaan keamanan dalam negeri. UU Nomor 17 Tahun 2011 juga secara khusus menyebut bahwa Intelijen Kepolisian Negara Republik Indonesia menyelenggarakan fungsi intelijen kepolisian. Jadi, jika seseorang menyebut “intel polisi”, yang dimaksud bukan BIN. Intel Polri merupakan bagian dari Kepolisian yang menjalankan fungsi intelijen sesuai tugas kepolisian. Tugas dan Peran Intel Polisi Fungsi utama Intelkam berkaitan dengan pengenalan dan pencegahan potensi gangguan keamanan sebelum berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar. Di tingkat Polda, Ditintelkam secara resmi memiliki tugas melakukan deteksi dini, peringatan dini, dan cegah dini, serta mengolah informasi yang diperlukan dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Beberapa fungsi utamanya meliputi: Fungsi Penjelasan Deteksi dini Mengenali potensi gangguan keamanan sejak awal Peringatan dini Memberikan informasi tentang perkembangan yang membutuhkan perhatian Penyelidikan intelijen Mencari dan mengolah bahan keterangan yang relevan Pengamanan intelijen Mendukung perlindungan terhadap kegiatan, informasi, personel, atau kepentingan tertentu Penggalangan Membangun komunikasi atau pendekatan untuk mendukung kondisi keamanan Analisis Mengolah berbagai bahan keterangan menjadi informasi yang berguna Produk intelijen Menyajikan hasil analisis sebagai masukan bagi pimpinan Peraturan organisasi Polres juga menyebut kegiatan operasional Intelkam meliputi pengamanan intelijen, penggalangan, pengembangan jaringan informasi, penyusunan prakiraan intelijen keamanan, serta penyajian hasil analisis kepada pimpinan. Pada praktik 2026, Polri masih menekankan kemampuan analisis, pemanfaatan teknologi, dan deteksi dini sebagai bagian penting fungsi Intelkam. Karena itu, tugas intel polisi tidak identik dengan menangkap pelaku kejahatan. Hasil intelijen lebih banyak digunakan untuk memberi gambaran situasi dan membantu menentukan tindakan kepolisian yang tepat. Baca Juga: Masa Jabatan Kapolri Berapa Tahun? Cek Aturan Terbaru dan Batas Usia Pensiun Cara Kerja Intelijen Secara Umum Cara kerja intelijen tidak sesederhana memperoleh informasi kemudian langsung menggunakannya. Secara umum, informasi perlu melalui proses sebelum dapat menjadi bahan yang berguna bagi pimpinan. Alurnya dapat dipahami seperti ini: Informasi awal → pengumpulan bahan keterangan → pemeriksaan dan pengolahan → analisis → penyusunan produk intelijen → penyampaian kepada pimpinan → bahan pengambilan keputusan UU Intelijen Negara menjelaskan tiga fungsi utama kegiatan intelijen, yaitu penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan. Penyelidikan Dalam konteks intelijen, penyelidikan digunakan untuk mencari, menemukan, mengumpulkan, serta mengolah informasi hingga dapat menjadi bahan masukan bagi pengambil keputusan. Ini berbeda dari istilah penyelidikan dalam proses pidana yang memiliki konteks hukum acara tersendiri. Pengamanan Pengamanan bertujuan mencegah atau menghadapi kegiatan yang dapat merugikan kepentingan keamanan. Dalam Intelkam Polri, pengamanan juga dapat berkaitan dengan bahan keterangan, kegiatan, personel, dan materiil. Penggalangan Penggalangan merupakan kegiatan yang dilakukan secara terencana untuk membangun kondisi yang mendukung kepentingan keamanan. Dalam penerapannya, Intelkam dapat membangun komunikasi dan jaringan informasi dengan masyarakat untuk membantu deteksi dini gangguan kamtibmas. Pada 2026, Baintelkam juga masih menjalankan penguatan jaringan informasi masyarakat melalui program yang mendukung deteksi dini. Proses tersebut kemudian menghasilkan analisis atau produk intelijen yang dapat digunakan pimpinan sebagai dasar mempertimbangkan kebijakan. Penyelenggaraan intelijen juga tetap harus berada dalam koridor hukum. UU Intelijen Negara menyatakan pelaksanaan fungsi intelijen harus menghormati hukum, nilai demokrasi, dan hak asasi manusia. Perbedaan Intel Polri, BIN, TNI, dan Kejaksaan Istilah “intel” di Indonesia tidak selalu berarti anggota BIN. UU Nomor 17 Tahun 2011 menetapkan beberapa penyelenggara Intelijen Negara. Penyelenggara Fokus Utama Badan Intelijen Negara (BIN) Intelijen dalam dan luar negeri Intelijen TNI Intelijen pertahanan dan/atau militer Intelijen Polri Intelijen dalam rangka pelaksanaan tugas kepolisian Intelijen Kejaksaan Intelijen dalam rangka penegakan hukum Intelijen kementerian/lembaga Menyesuaikan tugas kementerian atau lembaga terkait BIN berfungsi sebagai penyelenggara intelijen dalam negeri dan luar negeri. Sementara Intelijen TNI menjalankan fungsi pertahanan atau militer dan Intelijen Kepolisian menjalankan fungsi kepolisian. Jadi, perbedaannya terletak terutama pada institusi dan ruang lingkup tugasnya. Jika persoalannya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat dalam pelaksanaan tugas Kepolisian, fungsi intelijen tersebut berada dalam ruang lingkup Intelijen Polri. Sementara BIN memiliki kedudukan dan fungsi tersendiri sebagai Badan Intelijen Negara. Struktur Intelkam dan Pelayanan kepada Masyarakat Fungsi Intelkam tidak hanya terdapat di Mabes Polri. Secara sederhana, penyelenggaraan fungsi intelijen keamanan Polri dapat ditemukan pada beberapa tingkatan: Tingkat Unsur Intelijen Mabes Polri Baintelkam Polri Polda Ditintelkam Polres/Polresta Satintelkam Tingkat kewilayahan lebih bawah Fungsi Intelkam sesuai struktur yang berlaku Pada tingkat Polda, Ditintelkam merupakan unsur pelaksana tugas pokok bidang intelijen keamanan yang berada di bawah Kapolda. Di tingkat Polres, Satintelkam tidak hanya menjalankan kegiatan operasional intelijen. Peraturan Polri Nomor 2 Tahun 2021 juga mengatur adanya fungsi pelayanan administrasi. Beberapa layanan yang berkaitan dengan fungsi Intelkam antara lain: Namun, kewenangan dan mekanisme setiap pelayanan mengikuti tingkatan satuan serta regulasi yang berlaku. Hal ini menunjukkan bahwa Intelkam tidak hanya bekerja di balik layar.