7 Tahapan Seleksi Polri 2026 dari Administrasi hingga Kelulusan Akhir

Tahapan Seleksi Polri

Tahapan umum rekrutmen Polri 2026 terdiri dari pemeriksaan administrasi, kesehatan, psikologi, akademik, jasmani, pemeriksaan lanjutan hingga sidang kelulusan. Berdasarkan jadwal resmi Polri, urutan detailnya dapat berbeda antara jalur Akpol, Bintara, Tamtama, dan SIPSS. Setelah membandingkan hasil pencarian dengan informasi pada portal Penerimaan Polri dan publikasi resmi Polri, tahapan tersebut dapat diringkas menjadi 7 kelompok seleksi utama berikut. 1. Pemeriksaan Administrasi Awal Tahap pertama setelah pendaftaran dan verifikasi adalah Rikmin Awal. Panitia memeriksa kesesuaian dokumen dan persyaratan peserta. Dokumen yang diperiksa dapat mencakup: Hasil pemeriksaan administrasi menggunakan kategori Memenuhi Syarat (MS) atau Tidak Memenuhi Syarat (TMS). 2. Pemeriksaan Kesehatan Tahap I Peserta yang lolos administrasi mengikuti Rikkes I. Pemeriksaan ini berfokus pada kondisi kesehatan fisik awal. Beberapa bagian yang diperiksa dapat meliputi: Tahap kesehatan menggunakan sistem MS/TMS, sehingga peserta harus memenuhi standar yang ditetapkan agar dapat melanjutkan seleksi. Baca juga: Panduan Lengkap Pendaftaran Polri 2024 3. Tes Psikologi Tahap I Tes psikologi tahap pertama pada penerimaan Polri 2026 dilaksanakan menggunakan Computer Assisted Test (CAT). Tes ini digunakan untuk menilai aspek psikologis peserta yang diperlukan dalam menjalankan tugas kepolisian. Pada beberapa jalur, hasil tes dinilai secara kuantitatif sekaligus menentukan status MS/TMS. Untuk Bintara Brimob 2026, ketentuan resmi menyebut nilai akhir psikologi minimal 61 untuk masuk kategori memenuhi syarat. 4. Tes Akademik dan Kompetensi Setelah psikologi, peserta mengikuti pengujian akademik atau kompetensi. Bentuk tes menyesuaikan jalur yang dipilih. Pada seleksi Bintara Brimob 2026, tes akademik menggunakan CAT dengan materi: Materi Cakupan Pengetahuan Umum Termasuk pengetahuan mengenai Kepolisian Wawasan Kebangsaan Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dan kewarganegaraan Penalaran Numerik Kemampuan memahami dan menyelesaikan persoalan numerik Bahasa Inggris Kemampuan dasar Bahasa Inggris Peserta juga dapat menghadapi Mental Ideologi (MI), uji komputer, TKK atau tes lain tergantung jalur penerimaan. 5. Ujian Jasmani dan Antropometri Peserta kemudian menghadapi Ujian Kemampuan Jasmani (UKJ) dan pemeriksaan antropometri. Dalam ketentuan resmi penerimaan Polri, UKJ dapat mencakup: Untuk Bintara Brimob 2026, nilai batas lulus jasmani tercantum 41,00, dengan ketentuan tidak boleh terdapat nilai nol pada item tes. Pada beberapa jalur, peserta juga menjalani pemeriksaan EKG sebelum atau di sekitar rangkaian tes jasmani. 6. Rikkes II, Psikologi II dan PMK Peserta yang masih bertahan akan masuk pemeriksaan lanjutan. Bagian ini menjadi salah satu tahap penting menjelang seleksi akhir. Tahapannya dapat mencakup: Pemeriksaan Kesehatan Tahap II Pemeriksaan kesehatan dilakukan lebih mendalam dan pada jalur tertentu termasuk pemeriksaan kesehatan jiwa. Psikologi Tahap II Dilaksanakan dalam bentuk wawancara untuk memperdalam hasil penilaian psikologi. Penelusuran Mental Kepribadian PMK dilakukan melalui wawancara untuk mendalami aspek kepribadian dan rekam jejak peserta. Ketiga pemeriksaan tersebut tercantum dalam rangkaian resmi seleksi Polri 2026. Baca juga: Latihan Fisik Tepat untuk Tes Kesamaptaan Polri 7. Rikmin Akhir dan Sidang Kelulusan Peserta yang melewati seluruh tes akan menjalani pemeriksaan administrasi akhir. Panitia kembali memastikan dokumen dan persyaratan peserta tetap memenuhi ketentuan. Setelah itu dilaksanakan sidang terbuka penetapan kelulusan akhir. Pada Bintara dan Tamtama Polri 2026, jadwal resmi mencatat sidang akhir kelulusan pada 3 Juli 2026. Sementara untuk Akpol, setelah sidang tingkat Panda, peserta terpilih masih mengikuti seleksi tingkat Panitia Pusat (Panpus) sebelum penetapan akhir. Mini FAQ Kalau belum siap fisik, masih bisa kejar tes kesamaptaan nggak? Bisa, asal kamu mulai latihan secara rutin dan bertahap. Fokus meningkatkan daya tahan dengan berlari ringan dan latihan kekuatan seperti push-up dan sit-up sejak jauh hari. Lebih baik latihan fisik dulu atau belajar akademik barengan? Idealnya kamu membagi waktu dengan proporsional untuk keduanya. Misalnya, pagi fokus fisik, sore untuk akademik. Keduanya penting supaya tidak ada sisi yang tertinggal. Gagal di tes kesehatan, masih bisa daftar lagi tahun depan nggak? Bisa, biasanya kamu diperbolehkan mendaftar ulang tahun berikutnya jika kondisi kesehatan sudah membaik dan memenuhi syarat administrasi. Tinggi badan kurang sedikit, masih ada peluang lolos nggak? Beberapa seleksi masih mempertimbangkan faktor lain, tapi sebaiknya usahakan memenuhi standar tinggi badan. Jika kurang sedikit, tingkatkan nilai tes lain seperti akademik dan fisik. Tes psikologi Polri susah nggak dan gimana cara latihannya? Tes psikologi bisa terasa sulit kalau tidak terbiasa. Cara latihannya adalah dengan rutin mencoba psikotes, memahami tipe soal, dan belajar mengendalikan stres saat tes. Baca juga: Strategi Lengkap Lolos Seleksi Polisi Ringkasan Memahami tahapan umum rekrutmen Polri sangat penting agar kamu bisa mempersiapkan diri secara menyeluruh dan tidak terjebak di salah satu tahap. Mulai dari pendaftaran online, seleksi administrasi, kesehatan, psikologi, akademik, kesamaptaan, hingga wawancara dan sidang kelulusan, setiap tahap punya standar tersendiri yang harus dipenuhi. Persiapan yang matang meliputi pengumpulan dokumen administrasi lengkap, menjaga kesehatan dan kebugaran, rutin latihan akademik dan psikologi, hingga membangun mental kuat. Dengan strategi belajar yang tepat dan didukung bimbingan yang kredibel, peluang kamu untuk lolos seleksi semakin besar. Tetap semangat dan terus asah kemampuanmu!