Rekrutmen Taruna Akademi Kepolisian 2026 resmi dibuka dengan kuota 300 orang, menandai peluang emas bagi lulusan SMA/MA untuk menjadi perwira Polri berpangkat Ipda. Namun, tahapan tes kesehatan akpol apa saja yang harus dilalui kerap menjadi momok menakutkan – banyak calon potensial gugur di sini padahal sudah melewati seleksi administrasi. Memahami setiap detail pemeriksaan medis, dari antropometri hingga kesehatan jiwa, menjadi kunci utama untuk memastikan Anda tidak tereliminasi secara prematur.
Daftar Isi
Rangkaian Tes Kesehatan

Seleksi kesehatan Akpol dilaksanakan dalam dua tahap ketat untuk menyaring calon yang benar-benar prima secara fisik dan mental. Pemeriksaan ini menggunakan sistem gugur, artikan satu kelainan serius langsung mengeliminasi peserta tanpa toleransi.
1. Pemeriksaan Fisik Umum
Tahap awal menilai parameter dasar tubuh dengan standar mutlak. Tinggi badan minimal 165 cm untuk pria dan 163 cm untuk wanita wajib terpenuhi, diukur menggunakan antropometri standar medis dengan berat badan proporsional . Penglihatan diperiksa dengan ketat – calon dengan gangguan mata berat yang tidak bisa dikoreksi langsung dinyatakan tidak memenuhi syarat. Kondisi gigi, postur tubuh, dan tanda-tanda penyakit kronis juga menjadi fokus evaluasi tim dokter Polri.
2. Pemeriksaan Penunjang Medis
Laboratorium darah lengkap dan urinalisis wajib dilakukan untuk mendeteksi penggunaan narkoba, diabetes, atau penyakit menular. Pemeriksaan rontgen toraks mengidentifikasi TBC aktif maupun bekas, sementara EKG menilai kesehatan jantung secara kualitatif dengan hasil memenuhi syarat (MS) atau tidak memenuhi syarat (TMS). Hasil pemeriksaan ini menentukan kelanjutan peserta ke tahapan berikutnya tanpa nilai interim.
3. Pemeriksaan Kesehatan Jiwa
Evaluasi mental melalui wawancara klinis dan instrumen psikologi mendalam mengukur stabilitas emosional calon. Gangguan jiwa berat seperti skizofrenia, bipolar, atau depresi mayor menjadi penghalang mutlak mengingat beban mental tugas kepolisian. Kesehatan jiwa dinilai secara kualitatif pada tahap kedua, memastikan calon mampu menahan stres ekstrem selama pendidikan dan pengabdian.
Baca Juga: Rambut Casis Wajib Cepak, Ini Rahasia Sukses Seleksi Polri!
Standar Kesamaptaan Akpol
Seleksi fisik tidak berdiri sendiri – kesehatan tubuh harus dibuktikan melalui performa nyata dalam ujian kesamaptaan jasmani yang terintegrasi dengan pemeriksaan kesehatan.
1. Nilai Minimal Kesamaptaan
Ujian fisik meliputi Samapta A (lari 12 menit), Samapta B (push-up, sit-up, pull-up/chinning, shuttle run), serta tes renang. Berdasarkan Keputusan Kapolri terbaru, nilai batas lulus (NBL) kesamaptaan adalah 41,00 secara kumulatif dengan ketentuan tidak ada item tes yang bernilai 0. Gagal pada satu komponen fisik berarti gugur meskipun nilai total masih di atas ambang batas.
2. Persyaratan Administratif
Selain fisik dan kesehatan, calon harus memenuhi kriteria usia 16-22 tahun saat pembukaan pendidikan, belum menikah, bebas tato dan tindik (kecuali adat/agama), serta memiliki nilai ijazah minimal 75,00 atau setara B. Surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari institusi kesehatan resmi menjadi prasyarat wajib sebelum mengikuti seleksi.
Baca Juga: Urutan Seleksi Bintara Polri 2026 : Persiapkan Diri!
Tips Lolos Tes Kesehatan

Kegagalan dalam tes kesehatan akpol apa saja yang dilaksanakan sering muncul dari kurangnya persiapan teknis. Banyak calon baru sadar memiliki riwayat penyakit saat pemeriksaan berlangsung, padahal deteksi dini bisa menyelamatkan peluang lolos.
1. Cek Kesehatan Berkala
Lakukan medical check-up komprehensif 6-12 bulan sebelum pendaftaran. Konsultasikan hasil pemeriksaan ke dokter spesialis untuk mengatasi masalah minor seperti karies gigi atau gangguan refraksi mata ringan. Tindakan korektif sejak dini jauh lebih efektif daripada panik menghadapi standar ketat Polri.
2. Latihan Fisik Intensif
Program latihan harian dengan lari 12 menit target 2.400-3.000 meter membangun stamina dasar. Latihan kekuatan fungsional untuk push-up dan pull-up harus konsisten dilakukan 3-4 kali seminggu. Hindari rokok, alkohol, dan zat adiktif minimal tiga bulan sebelum seleksi untuk memastikan hasil laboratorium bersih.
3. Manajemen Mental
Kesiapan psikologis memerlukan tidur teratur 7-8 jam dan teknik relaksasi stress. Pola pikir positif dan konseling pra-seleksi membantu menjaga stabilitas emosi saat wawancara kesehatan jiwa. Ingat, kepercayaan diri yang terlalu tinggi bisa terbaca sebagai grandiosity oleh psikolog.
Sumber Referensi
- Penerimaan.polri.go.id – Pengumuman Penerimaan Taruna Akpol T.A. 2026
- Kompas.com – Penerimaan Polri 2026 Taruna Akpol Dibuka
- Detik.com – Penerimaan Akademi Kepolisian 2026 Dibuka
- Smadwiwarna.sch.id – Syarat Masuk AKPOL 2026 Terbaru
- Media Indonesia – Syarat Tinggi Badan Masuk Polri 2026




