Gaji bintara Polri menjadi salah satu informasi yang paling sering dicari oleh calon anggota, orang tua, dan peserta seleksi yang ingin memahami gambaran penghasilan sejak awal karier di kepolisian. Informasi ini penting karena pembaca biasanya tidak hanya ingin tahu nominal gaji pokok, tetapi juga tunjangan, jenjang pangkat, dan faktor yang membuat penghasilan tiap anggota bisa berbeda.
Per 26 April 2026, acuan resmi yang masih digunakan untuk gaji pokok anggota Polri adalah PP Nomor 7 Tahun 2024 yang berlaku sejak 1 Januari 2024. Untuk tunjangan kinerja, rujukan yang masih berlaku adalah Perpres Nomor 103 Tahun 2018, sehingga pembahasan dalam artikel ini disusun berdasarkan aturan resmi yang masih aktif serta ringkasan data pangkat yang paling banyak dijadikan rujukan publik.
Daftar Isi
Rincian Gaji Bintara Polri

Jenjang bintara Polri dimulai dari Bripda dan berakhir di Aiptu. Besaran gaji pokok pada tiap pangkat tidak sama karena dipengaruhi masa kerja golongan, sehingga setiap anggota bisa menerima nominal berbeda walaupun pangkatnya sama.
1. Gaji pokok per pangkat
Mengacu pada PP Nomor 7 Tahun 2024, berikut rentang gaji pokok bintara Polri yang berlaku sebagai acuan resmi:
- Brigadir Polisi Dua (Bripda): Rp2.272.100 sampai Rp3.733.700
- Brigadir Polisi Satu (Briptu): Rp2.343.100 sampai Rp3.850.500
- Brigadir Polisi (Brigpol): Rp2.416.400 sampai Rp3.971.000
- Brigadir Polisi Kepala (Bripka): Rp2.492.000 sampai Rp4.095.200
- Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda): Rp2.570.000 sampai Rp4.223.300
- Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu): Rp2.650.300 sampai Rp4.355.400
Dari daftar tersebut terlihat bahwa kenaikan pangkat membawa kenaikan gaji pokok secara bertahap. Karena itu, pembaca tidak cukup melihat angka terendah saja, tetapi juga perlu memahami bahwa masa kerja dan perkembangan karier akan sangat memengaruhi nominal yang diterima dari waktu ke waktu.
2. Acuan aturan resmi
Dasar hukum utama untuk gaji anggota Polri saat ini adalah PP Nomor 7 Tahun 2024 tentang perubahan atas PP Nomor 29 Tahun 2001. Aturan ini menegaskan penyesuaian gaji pokok anggota Polri dan berlaku efektif sejak 1 Januari 2024. Sampai 26 April 2026, belum ditemukan aturan pengganti yang mengubah kembali struktur gaji pokok tersebut, sehingga nominal di atas masih relevan sebagai rujukan artikel.
Baca Juga: Berapa Lama Pendidikan Bintara Polri 2026 ? 5 Bulan
Komponen Tunjangan Anggota Polri

Selain gaji pokok, penghasilan anggota Polri juga berasal dari beberapa komponen tunjangan. Inilah alasan mengapa penghasilan akhir seorang anggota bintara bisa terasa lebih besar daripada angka gaji pokok yang sering beredar di internet.
1. Tunjangan kinerja bulanan
Komponen tunjangan terbesar umumnya berasal dari tunjangan kinerja yang diatur dalam Perpres Nomor 103 Tahun 2018. Besaran tunjangan kinerja mengikuti kelas jabatan, bukan sekadar pangkat, sehingga nominal antaranggota bisa berbeda sesuai posisi tugas yang diemban.
- Kelas jabatan 5: Rp2.493.000 per bulan
- Kelas jabatan 6: Rp2.702.000 per bulan
- Kelas jabatan 7: Rp2.928.000 per bulan
Dalam rujukan publik yang banyak dipakai, level bintara umumnya berkisar pada kelas jabatan tersebut. Artinya, saat menghitung penghasilan, calon anggota tidak sebaiknya berhenti pada angka gaji pokok saja karena tunjangan kinerja dapat memberi selisih yang cukup besar setiap bulan.
2. Tunjangan melekat lainnya
Di luar tunjangan kinerja, anggota Polri juga dapat menerima tunjangan lain sesuai ketentuan dan kondisi penugasan. Komponen ini membuat penghasilan bersih tiap orang semakin bervariasi.
- Tunjangan suami atau istri
- Tunjangan anak
- Tunjangan pangan atau beras
- Tunjangan jabatan struktural atau fungsional
- Tunjangan lauk pauk
- Tunjangan operasi keamanan
- Tunjangan wilayah khusus, perbatasan, atau penugasan tertentu
Besaran masing-masing tunjangan tidak selalu sama karena bergantung pada jabatan, status keluarga, dan lokasi penempatan. Oleh sebab itu, dua anggota dengan pangkat yang sama belum tentu menerima total penghasilan yang identik.
3. Faktor pembeda penghasilan
Ada beberapa faktor utama yang membuat total penerimaan anggota bintara berbeda. Faktor ini perlu dipahami sejak awal agar pembaca memiliki gambaran yang realistis.
- Masa kerja golongan yang memengaruhi gaji pokok
- Kelas jabatan yang memengaruhi tunjangan kinerja
- Status keluarga yang memengaruhi tunjangan keluarga
- Lokasi penempatan dan jenis tugas
- Jabatan tambahan atau penugasan khusus
Baca Juga: Beda Bintara dan Akpol : Rahasia Sukses Seleksi Polri 2026!
Kenaikan Pangkat dan Penghasilan
Karier bintara tidak berhenti pada satu pangkat saja. Semakin baik perjalanan dinas dan pembinaan karier anggota, semakin terbuka peluang kenaikan pangkat yang kemudian berdampak langsung pada kenaikan gaji pokok dan potensi tunjangan.
1. Jenjang pangkat bintara
Secara umum, urutan pangkat bintara Polri berjalan dari Bripda, Briptu, Brigpol, Bripka, Aipda, hingga Aiptu. Setiap kenaikan pangkat biasanya diikuti peningkatan rentang gaji pokok, sehingga prospek penghasilan juga bergerak naik seiring perkembangan karier.
2. Cara membaca penghasilan bersih
Cara paling tepat menilai prospek finansial anggota Polri adalah dengan melihat gabungan antara gaji pokok, tunjangan kinerja, dan tunjangan melekat lainnya. Jika hanya berfokus pada satu angka gaji pokok, pembaca bisa mendapat gambaran yang kurang utuh tentang penghasilan riil yang diterima anggota di lapangan.
3. Pertimbangan untuk casis
Bagi casis, pemahaman soal penghasilan sebaiknya dipakai untuk membangun ekspektasi yang sehat, bukan sekadar memburu nominal. Karier di Polri tetap menuntut kesiapan fisik, mental, disiplin, dan komitmen pengabdian.
- Fokus pada kelulusan seleksi dan pembinaan diri terlebih dahulu
- Pahami bahwa gaji pokok naik seiring masa kerja dan pangkat
- Jangan menyamaratakan penghasilan semua anggota
- Perhitungkan biaya hidup sesuai daerah penempatan
- Lihat karier Polri sebagai profesi jangka panjang, bukan hanya sumber pemasukan awal
Pada akhirnya, gaji bintara Polri memang cukup kompetitif untuk level awal karier aparatur negara, tetapi nominal akhirnya tetap dipengaruhi banyak komponen di luar gaji pokok. Dengan memahami struktur pangkat, dasar aturan, dan komponen tunjangan secara utuh, pembaca bisa menilai prospek karier di Polri dengan lebih jernih, realistis, dan terarah.
Sumber Referensi
- PERATURAN.BPK.GO.ID – PP Nomor 7 Tahun 2024
- PERATURAN.BPK.GO.ID – PERPRES No. 103 Tahun 2018
- ANTARANEWS.COM – Rincian gaji polisi, lengkap dengan besaran tunjangannya
- KOMPAS.COM – Resmi Naik, Ini Rincian Besaran Gaji TNI-Polri 2024
- KOMPAS.COM – Rincian Gaji dan Tunjangan Polisi 2025, Bisa Capai Rp 50 Juta





