Bagi calon anggota Polri, tahap pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu penentu awal yang tidak boleh dianggap sepele. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul dari peserta adalah apa saja yang di periksa saat rikkes 1, karena tahap ini sering menjadi gerbang awal sebelum lanjut ke seleksi berikutnya.
Memahami apa saja yang di periksa saat rikkes 1 sangat penting agar persiapan bisa dilakukan lebih matang. Dengan mengetahui komponen pemeriksaan sejak awal, calon peserta bisa memperbaiki kekurangan lebih cepat dan datang ke lokasi seleksi dengan kondisi yang lebih siap.
Daftar Isi
- Apa Saja yang di Periksa saat Rikkes 1
- Penyebab Gagal Rikkes 1 Polri
- Cara Persiapan Menghadapi Rikkes 1
Apa Saja yang di Periksa saat Rikkes 1

Jika Anda masih bertanya apa saja yang di periksa saat rikkes 1, jawabannya mencakup pemeriksaan kondisi fisik dasar, tanda vital, mata, THT, gigi, dan fisik luar. Tahap ini dipakai sebagai skrining awal untuk menilai apakah peserta memenuhi syarat kesehatan dasar sebelum melangkah ke tahapan seleksi berikutnya.
1. Pengukuran tinggi dan berat badan
Pemeriksaan pertama yang umum dilakukan adalah pengukuran tinggi dan berat badan. Dari sini panitia akan menilai apakah postur tubuh peserta sudah proporsional sesuai ketentuan yang berlaku. Pada beberapa kondisi, pengukuran tubuh juga dapat dilengkapi dengan pemeriksaan lain yang masih berkaitan dengan proporsi fisik.
Proporsi tubuh penting karena berkaitan dengan kesiapan fisik calon anggota Polri dalam menjalani pendidikan dan tugas lapangan. Jika berat badan terlalu berlebih atau terlalu kurang, peserta berisiko menemukan kendala pada tahap awal seleksi.
2. Pemeriksaan tekanan darah dan tanda vital
Selain pengukuran tubuh, peserta juga biasanya menjalani pemeriksaan tanda vital seperti tekanan darah, denyut nadi, dan suhu tubuh. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat kondisi kesehatan umum peserta pada saat seleksi berlangsung. Kondisi tubuh yang tidak stabil dapat menjadi perhatian panitia karena menunjukkan adanya gangguan kesehatan tertentu atau kesiapan fisik yang belum optimal.
- Tekanan darah dalam batas normal
- Denyut nadi stabil
- Suhu tubuh normal
3. Pemeriksaan mata
Pemeriksaan mata menjadi bagian penting dalam Rikkes 1 karena penglihatan yang baik sangat dibutuhkan dalam tugas kepolisian. Pada tahap ini, calon peserta biasanya diperiksa ketajaman penglihatannya serta kemampuan membedakan warna. Gangguan seperti rabun yang cukup berat atau buta warna dapat menjadi hambatan dalam proses seleksi.
Karena itu, peserta sebaiknya tidak menunggu hari seleksi untuk mengetahui kondisi matanya. Pemeriksaan mandiri atau konsultasi lebih awal bisa membantu mengurangi risiko terkejut saat hasil pemeriksaan keluar.
4. Pemeriksaan THT
Bagian telinga, hidung, dan tenggorokan juga termasuk yang sering diperiksa saat Rikkes 1. Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi adanya infeksi, gangguan pendengaran, atau masalah lain yang bisa memengaruhi kemampuan komunikasi dan kesiapan peserta. Meski sering dianggap sepele, gangguan pada area THT tetap bisa memengaruhi hasil seleksi.
Jika peserta memiliki riwayat sakit telinga, pilek berkepanjangan, sinus, atau gangguan tenggorokan, sebaiknya kondisi tersebut ditangani lebih awal. Persiapan sederhana seperti menjaga kebersihan dan tidak menunda pengobatan bisa sangat membantu.
5. Pemeriksaan gigi dan mulut
Kesehatan gigi dan mulut juga menjadi perhatian dalam pemeriksaan awal. Gigi berlubang, karang gigi yang tebal, radang gusi, atau infeksi mulut dapat menjadi catatan saat proses seleksi berlangsung. Kondisi mulut yang tidak sehat bukan hanya mengganggu penampilan, tetapi juga bisa berdampak pada kesehatan tubuh secara umum.
Banyak peserta baru menyadari pentingnya pemeriksaan ini ketika sudah mendekati jadwal tes. Padahal, perawatan gigi sebaiknya dilakukan jauh hari agar ada waktu untuk membersihkan, mengobati, atau mencabut gigi yang memang bermasalah bila diperlukan.
6. Pemeriksaan fisik luar
Pada Rikkes 1, panitia juga biasanya mengecek kondisi fisik luar peserta. Pemeriksaan ini dapat mencakup postur tubuh, kondisi kulit, bentuk kaki, bekas luka tertentu, varises, tato, hingga tindik. Bagian ini penting karena berkaitan dengan ketentuan penampilan fisik dan kesiapan tubuh calon anggota Polri.
Peserta perlu memahami bahwa beberapa kondisi fisik luar dapat menjadi hambatan apabila tidak sesuai dengan ketentuan seleksi. Karena itu, sebelum mendaftar, calon sebaiknya mengecek kembali kondisi tubuhnya secara menyeluruh agar tidak menemukan kendala mendadak saat pemeriksaan berlangsung.
Baca Juga: Rikkes Tahap 1 Akpol Cara Jitu Lolos Seleksi Ketat!
Penyebab Gagal Rikkes 1 Polri
Setelah memahami apa saja yang di periksa saat rikkes 1, calon peserta juga perlu tahu faktor apa saja yang sering membuat peserta tidak lolos. Penyebab kegagalan biasanya bukan hanya satu hal, melainkan gabungan dari kondisi fisik, kebiasaan hidup, dan kurangnya persiapan sejak awal.
1. Proporsi tubuh tidak sesuai
Berat badan yang terlalu berlebih atau terlalu rendah sering menjadi kendala saat pemeriksaan awal. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan pola makan yang tidak terjaga, kurang olahraga, atau kebiasaan hidup yang tidak sehat. Jika dibiarkan sampai mendekati jadwal tes, perbaikannya akan jauh lebih sulit dilakukan.
Karena itu, menjaga komposisi tubuh ideal harus menjadi bagian dari persiapan jangka menengah, bukan persiapan mendadak. Latihan rutin dan pola makan seimbang menjadi langkah paling realistis untuk memperbaiki kondisi ini.
2. Tanda vital tidak stabil
Tekanan darah yang terlalu tinggi, terlalu rendah, denyut nadi tidak stabil, atau suhu tubuh yang tidak normal bisa memengaruhi hasil pemeriksaan. Kondisi ini dapat dipicu oleh stres, kurang tidur, kelelahan, pola makan yang buruk, atau adanya gangguan kesehatan tertentu yang belum ditangani.
- Kurang istirahat sebelum tes
- Pola makan tidak teratur
- Stres berlebihan menjelang pemeriksaan
3. Masalah pada mata, THT, dan gigi
Gangguan penglihatan, masalah telinga hidung tenggorokan, serta kondisi gigi dan mulut yang kurang sehat termasuk penyebab yang cukup sering luput dari perhatian peserta. Padahal, masalah seperti ini justru bisa terlihat jelas saat pemeriksaan dasar dilakukan. Semakin lama ditunda, semakin kecil peluang untuk memperbaikinya sebelum jadwal seleksi.
Calon peserta sebaiknya tidak menunggu informasi resmi pemeriksaan keluar untuk mulai memeriksakan kondisi kesehatannya. Pemeriksaan awal di klinik atau fasilitas kesehatan bisa menjadi langkah antisipasi yang sangat berguna.
4. Kondisi fisik luar yang bermasalah
Tato, tindik yang tidak sesuai ketentuan, bekas luka tertentu, kelainan postur, atau varises juga dapat menjadi penyebab peserta tidak lolos pada tahap awal. Banyak calon gagal bukan karena kurang semangat, tetapi karena kurang teliti memeriksa kondisi fisiknya sendiri sejak sebelum mendaftar.
Itulah sebabnya persiapan Rikkes 1 tidak cukup hanya dengan olahraga. Pemeriksaan fisik luar secara menyeluruh juga penting agar tidak ada kendala yang baru disadari saat hari seleksi tiba.
Baca Juga: Sidang Menuju Rikkes 2 Bintara Polri, Kunci Lolos Seleksi Ketat!
Cara Persiapan Menghadapi Rikkes 1

Setelah memahami apa saja yang di periksa saat rikkes 1, langkah berikutnya adalah menyiapkan kondisi tubuh sebaik mungkin. Persiapan yang dilakukan lebih awal akan membantu calon peserta mengurangi risiko gagal hanya karena masalah kesehatan dasar yang sebenarnya masih bisa diperbaiki.
1. Rawat gigi dan mulut lebih awal
Jangan menunggu mendekati hari tes untuk memeriksakan gigi. Jika ada karang gigi, gigi berlubang, atau keluhan pada mulut, segera lakukan perawatan agar kondisinya membaik sebelum pemeriksaan. Langkah sederhana ini sering memberi pengaruh besar pada hasil akhir.
2. Jaga berat badan dan kebugaran
Latihan rutin dengan intensitas yang sesuai dapat membantu menjaga berat badan tetap ideal sekaligus meningkatkan kebugaran tubuh. Selain olahraga, perhatikan juga pola makan agar tubuh tidak kekurangan atau kelebihan asupan yang justru membuat kondisi fisik tidak seimbang.
- Olahraga teratur beberapa kali dalam seminggu
- Konsumsi makanan bergizi seimbang
- Kurangi kebiasaan begadang
3. Periksa mata dan THT sejak dini
Jika merasa ada gangguan pada penglihatan, telinga, hidung, atau tenggorokan, segera lakukan pemeriksaan. Penanganan lebih awal akan jauh lebih baik dibanding menunggu hingga jadwal tes semakin dekat. Dengan begitu, calon peserta memiliki waktu untuk memahami kondisinya dan menyiapkan langkah yang diperlukan.
4. Cek kondisi fisik luar
Perhatikan kondisi kulit, postur tubuh, bekas luka, varises, tato, atau tindik yang mungkin menjadi kendala dalam seleksi. Pemeriksaan mandiri ini penting agar peserta tidak merasa kaget saat menghadapi penilaian fisik luar di lokasi tes. Semakin cepat masalah diketahui, semakin besar peluang untuk menyesuaikan persiapan.
5. Jaga kondisi tubuh sebelum hari pemeriksaan
Menjelang hari pemeriksaan, pastikan tubuh dalam kondisi fit. Tidur cukup, makan teratur, minum air yang cukup, dan menjaga pikiran tetap tenang dapat membantu tanda vital lebih stabil saat pemeriksaan berlangsung. Jangan melakukan aktivitas yang terlalu menguras tenaga sesaat sebelum jadwal tes.
Pada akhirnya, mengetahui apa saja yang di periksa saat rikkes 1 bukan hanya membantu calon peserta mengenali tahapan seleksi, tetapi juga membuat persiapan menjadi lebih terarah. Semakin baik kesiapan fisik dan kesehatan dasar yang dimiliki, semakin besar peluang untuk melewati tahap awal seleksi Polri dengan hasil yang lebih baik.
Sumber Referensi
- TRIBRATANEWS.BABEL.POLRI.GO.ID – Tes Kesehatan Polri Tahap Pertama Bagi Casis Bintara Polri Meliputi Apa Saja
- PUSDOKKES.POLRI.GO.ID – Info Pemeriksaan Kesehatan
- STOODEE.ID – Panduan Lengkap Tes Kesehatan Bintara Polri Tahap 1





