Rasa tegang biasanya muncul ketika casis membayangkan pemeriksaan tubuh dari ujung kepala sampai kaki. Wajar kalau kamu ingin tahu apa saja yang diperiksa saat tes kesehatan polisi, sebab kondisi yang tampak ringan pun tetap perlu tim medis nilai sesuai standar resmi.
Artikel ini membedakan pemeriksaan kesehatan tahap I dan tahap II, lalu menjelaskan fisik, mata, THT, gigi, laboratorium, radiologi, jantung, serta kesehatan jiwa. Baca sampai selesai agar kamu bisa menyiapkan diri dengan tenang tanpa tergoda cara instan yang justru berisiko.
Daftar Isi
- 1. Pemeriksaan dalam Tes Kesehatan Polisi
- 2. Rincian Pemeriksaan Fisik Polisi
- 3. Apa Isi Rikkes Tahap II?
- 4. Perbedaan Rikkes I dan II
- 5. Penilaian Status Kesehatan Polri
- 6. Persiapan Aman Sebelum Rikkes
- Mini FAQ
- Ringkasan
1. Pemeriksaan dalam Tes Kesehatan Polisi
Jawaban ringkas untuk apa saja yang diperiksa saat tes kesehatan polisi mencakup kondisi fisik luar dan dalam, mata, THT, gigi serta mulut, darah, urine, dada, jantung, dan kesehatan jiwa. Panitia dapat membagi rangkaian tersebut ke dalam Rikkes Tahap I, Rikkes Tahap II, dan pemeriksaan lanjutan sesuai jalur serta ketentuan penerimaan.
Pemeriksaan kesehatan Polri bertujuan menilai apakah tubuh dan jiwa calon mampu mendukung pendidikan serta tugas kepolisian. Daftar pemeriksaan resmi pada panduan Rikkes Pusdokkes Polri meliputi fisik, mata, THT, gigi dan mulut, laboratorium, radiologi, rekam jantung, serta kesehatan jiwa.
Tim medis tidak selalu menyimpulkan status dari satu angka atau satu temuan secara terpisah. Mereka mempertimbangkan jenis kelainan, tingkat keparahan, pengaruhnya terhadap fungsi tubuh, dan gabungan hasil pemeriksaan sesuai sistem penilaian kesehatan Polri.
2. Rincian Pemeriksaan Fisik Polisi
Rikkes Tahap I umumnya berfokus pada fisik dasar dan kondisi luar yang dapat tim medis periksa secara langsung. Pemberitaan resmi tentang pelaksanaan Rikkes I Polri tahun 2026 mencantumkan tinggi dan berat badan, tekanan darah, nadi, mata, THT, gigi, mulut, postur, kulit, varikokel, tato, serta tindik.
Pemeriksa juga memperhatikan komposisi dan proporsi tubuh, bukan hanya angka berat badan yang berdiri sendiri. Datang dengan kondisi tubuh stabil akan membantu petugas memperoleh gambaran yang wajar, tetapi hasil akhir tetap mengikuti pengukuran dan standar panitia.
2.1 Mata, THT, dan Gigi
Pada pemeriksaan mata polisi, tim kesehatan menilai ketajaman penglihatan atau visus, kemampuan membedakan warna, posisi kedua mata, dan kondisi bagian luar mata. Riwayat gangguan mata atau tindakan koreksi juga perlu kamu sampaikan dengan jujur agar dokter memperoleh informasi yang utuh.
Bagian THT mencakup telinga, pendengaran, hidung, dan tenggorok. Petugas dapat memeriksa liang serta gendang telinga, fungsi pendengaran, kondisi septum hidung, polip, rinitis, dan ukuran amandel sesuai kebutuhan medis.
Pemeriksaan gigi dan mulut menilai kebersihan, karies atau gigi berlubang, gigi yang hilang, susunan gigi, rahang, serta gigi impaksi. Satu masalah gigi tidak selalu menghasilkan keputusan yang sama karena tim melihat jumlah, kedalaman, lokasi, dan dampaknya terhadap fungsi.
2.2 Postur, Kulit, dan Kelamin
Pemeriksaan postur mencakup bentuk tulang belakang, keseimbangan bahu, bentuk kaki O atau X, telapak kaki, anggota gerak, dan pola berjalan. Tim juga dapat menilai rentang gerak sendi atau bekas cedera jika kondisi tersebut berpotensi memengaruhi fungsi tubuh.
Pada pemeriksaan fisik luar, petugas melihat kondisi kulit, bekas luka, keloid, varises, tato, dan tindik. Pemeriksaan area kelamin dapat mencakup kelainan seperti varikokel pada peserta pria, sedangkan peserta wanita menjalani pemeriksaan yang sesuai jenis kelamin dan kebutuhan medis.
Pemeriksaan bagian sensitif mengikuti prosedur kesehatan dan kepanitiaan yang berlaku. Dengarkan arahan petugas, jaga ketertiban, dan segera sampaikan jika kamu mengalami keluhan atau membutuhkan penjelasan mengenai prosedur.
3. Apa Isi Rikkes Tahap II?

Rikkes Tahap II lebih banyak memakai pemeriksaan penunjang untuk melihat kondisi yang tidak tampak dari luar. Rangkaian dapat mencakup darah, urine, radiologi atau rontgen, rekam jantung atau EKG, dan kesehatan jiwa sesuai jalur serta jadwal panitia.
Pelaksanaan tiap pos dapat berlangsung pada waktu atau lokasi yang berbeda. Contoh pelaksanaan resmi Rikkes II Polri tahun 2026 di Polda NTT memuat tes urine, pemeriksaan darah, EKG, serta radiologi atau rontgen.
3.1 Pemeriksaan Darah dan Urine
Tes darah dan urine membantu tim menilai fungsi serta tanda kesehatan yang memerlukan pemeriksaan laboratorium. Ruang lingkupnya dapat meliputi darah rutin, gula darah, fungsi hati atau ginjal, urine lengkap, skrining zat terlarang, dan penanda infeksi sesuai ketentuan pemeriksaan.
Hasil skrining yang reaktif bukan alasan untuk menebak diagnosis sendiri dari internet. Ikuti penjelasan tim medis karena mereka yang membaca hasil, menentukan pemeriksaan terkait, dan menetapkan status seleksi berdasarkan standar Polri.
3.2 Rontgen dan Rekam Jantung
Rontgen dada membantu dokter menilai gambaran paru, jantung, dan struktur di dalam rongga dada. Pemeriksaan ini dapat menemukan kondisi aktif maupun jejak kelainan yang perlu tim pertimbangkan bersama hasil lain.
EKG merekam aktivitas listrik jantung untuk membantu tim melihat irama dan pola tertentu. Hasil yang tampak tidak biasa tetap memerlukan penilaian tenaga medis, jadi jangan menarik kesimpulan hanya dari angka atau istilah pada lembar pemeriksaan.
3.3 Tes Kesehatan Jiwa Polri
Tes kesehatan jiwa Polri menilai aspek mental yang berkaitan dengan kesiapan calon menjalani pendidikan dan tugas kepolisian. Bentuk pelaksanaannya dapat mencakup tes tertulis dan wawancara mendalam, seperti yang tercatat pada pelaksanaan Keswa Bintara Polri 2026 di Polda Jabar.
Keswa berbeda dari tes psikologi seleksi yang menilai aspek psikologis melalui tahapan tersendiri. Saat Keswa, jawab secara jujur dan konsisten karena mencoba menghafal jawaban ideal dapat membuat responsmu tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya.
Baca Juga: Cara Mendaftar Bintara 2026 : Rahasia Lolos Seleksi Polri!
4. Perbedaan Rikkes I dan II
Perbedaan Rikkes I dan II terutama terletak pada fokus pemeriksaannya. Tahap I umumnya menilai fisik dasar dan kondisi luar, sedangkan tahap II mendalami kondisi internal melalui laboratorium, radiologi, EKG, serta Keswa sesuai ketentuan jalur.
| Bagian | Rikkes Tahap I | Rikkes Tahap II |
|---|---|---|
| Fokus utama | Fisik dasar dan kondisi luar | Kondisi internal dan kesehatan jiwa |
| Contoh pemeriksaan | Tinggi, berat, tensi, nadi, mata, THT, gigi, postur, dan kulit | Darah, urine, rontgen, EKG, dan Keswa |
| Metode | Observasi, pengukuran, serta pemeriksaan klinis | Laboratorium, alat diagnostik, tes tertulis, dan wawancara |
| Hasil | Penilaian kesehatan sesuai standar Polri | Penilaian kesehatan sesuai standar Polri |
Urutan rinci dapat berbeda antara Akpol, SIPSS, Bintara, Tamtama, atau penerimaan kompetensi khusus. Karena itu, jadikan tabel sebagai gambaran umum dan tetap ikuti jadwal serta arahan resmi panitia pada tahun berjalan.
5. Penilaian Status Kesehatan Polri
Sistem Stakes Polri mengelompokkan temuan kesehatan ke dalam tingkat 1 sampai 4. Secara umum, Stakes 1 menunjukkan tidak ada kelainan atau kondisi sangat ringan, sedangkan tingkat berikutnya menggambarkan temuan yang semakin berat serta dampak fungsi yang semakin besar.
Pusdokkes menjelaskan Stakes 1, 2, dan 3 sebagai kategori yang dapat memenuhi syarat, sementara Stakes 4 berkaitan dengan kelainan berat yang dapat menghambat tugas. Tim tetap menetapkan hasil Memenuhi Syarat atau MS dan Tidak Memenuhi Syarat atau TMS melalui penilaian resmi, bukan melalui diagnosis mandiri peserta.
Artinya, satu keluhan ringan belum tentu otomatis menggugurkan, tetapi kamu juga tidak boleh menganggapnya aman tanpa pemeriksaan. Hasil dari klinik luar dapat membantu kamu memahami kondisi pribadi, namun hasil itu tidak menggantikan keputusan Tim Rikkes Polri.
Baca Juga: Tinggi Akpol Kunci Lolos Seleksi dengan Strategi Tepat!
6. Persiapan Aman Sebelum Rikkes

Persiapan tes kesehatan polisi sebaiknya berfokus pada pemeriksaan dini dan kebiasaan sehat yang konsisten. Kamu tidak perlu menunggu jadwal seleksi untuk memeriksa mata, THT, gigi, tekanan darah, postur, atau keluhan lama bersama tenaga kesehatan yang kompeten.
- Catat riwayat penyakit, operasi, alergi, dan obat resep yang sedang kamu konsumsi.
- Rawat gigi berlubang dan keluhan THT melalui dokter, bukan dengan penanganan sendiri.
- Jaga tidur, makan, hidrasi, dan aktivitas fisik secara wajar sejak jauh hari.
- Ikuti ketentuan puasa atau pengambilan sampel yang panitia sampaikan.
- Bawa dokumen medis yang panitia minta dan sampaikan riwayat kesehatan dengan jujur.
Hindari diet ekstrem, latihan berlebihan, obat tanpa resep, atau suplemen yang menjanjikan hasil laboratorium tertentu. Jangan menghentikan obat resep tanpa arahan dokter karena tindakan tersebut dapat membahayakan kesehatanmu dan tidak menjamin hasil seleksi.
Kalau pemeriksaan awal menemukan masalah, tanyakan pilihan terapi, waktu pemulihan, dan batas aktivitas kepada dokter. Mulai lebih awal memberi tubuh waktu pulih secara wajar sekaligus mengurangi kepanikan saat hari Rikkes mendekat.
Mini FAQ
Apa saja yang diperiksa saat tes kesehatan polisi?
Tim kesehatan memeriksa fisik luar dan dalam, mata, THT, gigi serta mulut, darah, urine, dada, jantung, dan kesehatan jiwa. Panitia membagi rinciannya ke Rikkes Tahap I, Rikkes Tahap II, atau pemeriksaan lanjutan sesuai jalur seleksi.
Apakah Rikkes I sama dengan Rikkes II?
Tidak sama karena Rikkes I umumnya berfokus pada fisik dasar dan kondisi luar. Rikkes II lebih banyak mencakup laboratorium, rontgen, EKG, dan Keswa sesuai ketentuan penerimaan.
Apakah gigi berlubang pasti menggugurkan?
Tidak semua kondisi gigi menghasilkan penilaian yang sama karena tim melihat jumlah, kedalaman, lokasi, dan dampaknya terhadap fungsi. Periksakan gigi kepada dokter lebih awal agar kamu mendapat penanganan yang tepat sebelum seleksi.
Apakah mata minus bisa ikut seleksi polisi?
Tim menilai tajam penglihatan awal, kemampuan koreksi, dan kondisi mata sesuai standar jalur penerimaan. Lakukan pemeriksaan mata profesional agar kamu mengetahui kondisi pribadi, tetapi keputusan MS atau TMS tetap menjadi kewenangan Tim Rikkes Polri.
Apakah hasil medical check-up luar berlaku?
Hasil pemeriksaan dari fasilitas kesehatan dapat membantu kamu memahami kondisi dan menjalani terapi yang tepat. Dokumen tersebut tidak menggantikan pemeriksaan maupun keputusan resmi Tim Rikkes Polri.
Ringkasan
Apa saja yang diperiksa saat tes kesehatan polisi mencakup fisik dasar, mata, THT, gigi, postur, kulit, darah, urine, rontgen, EKG, serta kesehatan jiwa. Rikkes I umumnya berfokus pada kondisi luar, sedangkan Rikkes II memakai pemeriksaan penunjang untuk melihat kondisi internal dan mental secara lebih mendalam.
Mulailah pemeriksaan dini bersama tenaga kesehatan, rawat keluhan dengan benar, dan ikuti instruksi panitia tanpa mencoba memanipulasi hasil. Untuk melatih kesiapan akademik, psikologi, dan pemahaman tahapan seleksi, kamu bisa memakai jadicasis.id sebagai pendamping belajar.




