Memasuki proses seleksi calon bintara Polri tahun ajaran 2025 dan 2026, ketahanan fisik menjadi salah satu aspek krusial yang tidak bisa diabaikan. Seleksi jasmani yang dilalui setiap calon siswa menuntut kemampuan stamina dan fisik yang prima, terutama melalui Tes Kesamaptaan Jasmani (Kesjas) A yang meliputi kegiatan lari selama 12 menit.
Dalam konteks persaingan yang semakin ketat, pertanyaan apakah bintara ada tes lari menjadi sangat relevan bagi para calon peserta yang ingin memastikan kesiapan mereka menghadapi tahapan seleksi tersebut. Tes lari 12 menit bukan hanya menjadi ujian fisik semata, melainkan juga indikator utama kesiapan mental dan fisik seorang calon polisi.
Daftar Isi
- Ketentuan dan Pelaksanaan Tes Lari 12 Menit
- Pentingnya Tes Lari untuk Calon Bintara
- Strategi dan Tips Persiapan Tes Lari
Ketentuan dan Pelaksanaan Tes Lari 12 Menit

Dalam seleksi Calon Siswa (Casis) Bintara Polri, tes lari selama 12 menit merupakan bagian tak terpisahkan dari Tes Kesamaptaan Jasmani A. Tes ini mengharuskan peserta berlari sejauh mungkin dalam waktu yang ditetapkan, umumnya menggunakan lintasan melingkar di lapangan sepak bola dengan keliling sekitar 400-420 meter.
Sebagai contoh, peserta pria harus mampu menempuh jarak sekitar 3.444 meter atau setara dengan 8,2 putaran penuh untuk nilai maksimal, sedangkan peserta wanita harus mencapai minimal 3.095 meter. Tes ini bukan sekadar menguji kecepatan, tetapi lebih menekankan ketahanan kardiovaskular dan stamina yang sangat dibutuhkan dalam tugas kepolisian.
- Peserta berlari terus-menerus selama 12 menit tanpa henti.
- Jarak tempuh diukur saat peluit panjang menandakan waktu habis.
- Pengawasan ketat dilakukan oleh tim berkompeten seperti Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda).
- Prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, Humanis) diterapkan selama tes untuk menjaga integritas.
Metode ini memastikan peserta mendapatkan penilaian yang adil dan sesuai dengan aturan terbaru penerimaan TA 2025 dan 2026.
Pentingnya Tes Lari untuk Calon Bintara
Tes lari 12 menit adalah filter utama dalam tahap awal seleksi karena stamina dan ketahanan fisik sangat penting bagi seorang polisi. Tugas seperti patroli, penangkapan, dan penyelamatan membutuhkan kemampuan berlari cukup lama dengan performa yang stabil. Di lapangan, kesiapan fisik ini sangat berpengaruh terhadap efektivitas dan keselamatan petugas. Oleh karena itu, hasil tes lari juga menjadi parameter kesiapan fisik dan mental kandidat.
Data dari Polda Gorontalo TA 2022 memperlihatkan bahwa dari 473 casis bintara, 446 berhasil lulus, namun banyak yang gagal pada uji ketahanan fisik ini. Tingginya angka kegagalan ini menunjukkan pentingnya persiapan intensif agar dapat memenuhi standar minimal dan lanjut ke tahap seleksi berikutnya.
- Nilai tes lari 12 menit menjadi referensi bagi pembimbing akademik dan pelatih untuk merancang latihan yang efektif.
- Ketahanan kardiovaskular yang terasah memudahkan menghadapi latihan jasmani lainnya.
- Skor lari yang baik menjadi fondasi nilai ujian keseluruhan yang memuaskan.
Jadi, tes lari 12 menit bukan hanya soal lari, tapi merupakan cerminan kesiapan fisik secara menyeluruh bagi seorang calon polisi.
Strategi dan Tips Persiapan Tes Lari

Persiapan yang terstruktur dan disiplin sangat diperlukan agar target jarak tempuh lari 12 menit tercapai, bahkan melebihi standar minimal. Berikut beberapa tips latihan yang bisa diterapkan calon bintara:
- Simulasi lari 12 menit di lapangan dengan keliling sekitar 400 meter, tingkatkan jarak bertahap dari 2800 meter menuju 3400 meter dalam 2-3 bulan.
- Latihan shuttle run berbentuk angka 8 sebanyak tiga putaran bolak-balik, memperkuat kelincahan dan daya tahan otot kaki.
- Latihan pendukung seperti push up, sit up, pull up untuk pria dan chinning untuk wanita, serta renang 25 meter cepat untuk kapasitas paru-paru.
- Pemanasan dan pendinginan yang benar untuk menghindari cedera dan meningkatkan efektivitas latihan.
- Jaga nutrisi dengan konsumsi karbohidrat tinggi dan tidur cukup sebelum hari tes.
- Hindari overtraining agar tidak mengalami kelelahan kronis yang menurunkan performa.
- Gunakan kalkulator nilai jasmani online untuk memantau progres dan sesuaikan strategi latihan.
Selain fisik, kesiapan mental juga sangat penting. Simulasi ujian secara rutin membantu membangun ketahanan psikologis dan menghindari kelelahan dini akibat gugup atau pacing yang tidak teratur saat tes. Latihan konsisten selama 2-3 bulan dengan program terarah sudah cukup untuk meningkatkan jarak lari sekitar 500 meter atau lebih. Mengabaikan latihan lari adalah kesalahan fatal karena tes ini sangat membedakan kesiapan pria dan wanita dari segi fisik. Fokus utama harus tetap pada peningkatan kapasitas aerobic dan endurance agar lolos tes dengan gemilang dan siap menjalani karir di Polri.
Mengetahui bahwa tes lari 12 menit merupakan ujian wajib dan krusial dalam seleksi bintara Polri, setiap calon harus menyiapkan stamina dan ketahanan fisik secara serius. Persiapan matang dan strategi latihan yang tepat bukan hanya meningkatkan peluang kelulusan, tetapi juga membuktikan kesiapan mental dan fisik sebagai polisi yang profesional dan siap bertugas. Jadi, mulai sekarang jangan tunda latihan, fokus pada progres, dan ikuti panduan resmi agar cita-cita menjadi anggota Polri bisa terwujud dengan gemilang.
Baca juga: Tes fisik polisi rahasia nilai tinggi casis Polri terbongkar!
Sumber referensi
- OLCEDUKASI.COM – Bocoran Tes Lari 12 Menit Saat Penerimaan Polri Tahun 2025
- TACTICALINPOLICE.COM – Tes Kesamaptaan Jasmani Penerimaan Polri 2022
- TRIBRATANEWS.GORONTALO.POLRI.GO.ID – Tes Kesamaptaan Jasmani Bintara Polri Panda Gorontalo
- YOUTUBE.COM – Video Tes Kesamaptaan Jasmani Polri
- PID.KEPRI.POLRI.GO.ID – Berikut Beberapa Tips Jasmani Pada Saat Penerimaan Polri





