Contoh Soal PMK Polri – bagi banyak Casis, tiga kata ini saja sudah cukup bikin dada sesak. Bukan karena soalnya sulit seperti matematika atau fisika, tetapi karena tes Penelusuran Mental dan Kepribadian (PMK) Polri menyentuh hal yang paling sensitif, kepribadian, masa lalu, cara berpikir, bahkan isi HP dan media sosialmu.
Di tengah persaingan ketat seleksi penerimaan Casis Polisi saat ini, tes PMK sering jadi “penyaring terakhir” yang menentukan, lanjut ke pantukhir atau harus pulang dengan kecewa. Di sinilah banyak pejuang gagal, bukan karena mereka tidak layak, tetapi karena tidak siap secara mental dan tidak paham pola pertanyaannya.
Memahami Tes PMK Polri: Bukan Sekadar Ditanya, tapi “Dibaca” Karakternya

Sebelum masuk ke contoh soal pmk polri, kamu perlu paham dulu: apa sebenarnya tes PMK itu, dan kenapa Polri sangat serius di tahap ini?
Tes Penelusuran Mental dan Kepribadian (PMK) Polri adalah tahapan seleksi wajib yang dirancang untuk mengukur kesiapan mental, kepribadian, wawasan kebangsaan, serta mendeteksi potensi radikalisme dan perilaku menyimpang pada calon anggota Polri. Di atas kertas, ini “hanya” tes. Namun dalam praktiknya, PMK adalah proses “membaca” siapa dirimu sebenarnya: bagaimana kamu berpikir, bersikap, mengambil keputusan, dan memegang nilai-nilai Pancasila serta etika kepolisian.
Tujuan utama tes PMK Polri
Dalam berbagai sumber terbaru hingga 2025, tes PMK Polri bertujuan untuk:
- Menilai kesiapan mental
Apakah kamu tahan tekanan? Bagaimana responmu saat gagal, dikritik, atau menghadapi situasi sulit di lapangan? - Mengukur sikap kepribadian
Apakah kamu jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan bisa bekerja dalam tim? Atau justru mudah emosi, keras kepala, dan sulit diatur? - Mengukur pengetahuan hukum dan etika kepolisian
Kamu akan dihadapkan pada contoh soal pmk polri seputar asas praduga tidak bersalah, kekerasan dalam rumah tangga, terorisme, hingga perlindungan saksi dan korban. - Menilai loyalitas terhadap negara dan Pancasila
Di sini, wawasan kebangsaan diuji: Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, sejarah perjuangan bangsa, hingga isu radikalisme dan terorisme. - Mendeteksi potensi radikalisme dan perilaku berisiko
Termasuk melalui penelusuran isi HP: chat, galeri, dan media sosial. Konten yang mengandung SARA, kekerasan, kebencian, atau radikalisme bisa jadi bumerang.
Format tes PMK: Bukan cuma wawancara
Banyak Casis mengira PMK hanya wawancara. Padahal, format tes PMK Polri bisa mencakup:
- Wawancara lisan mendalam
Kamu akan ditanya soal latar belakang keluarga, pergaulan, motivasi jadi polisi, pandangan tentang narkoba, radikalisme, dan lain-lain. - Pertanyaan esai atau tertulis
Misalnya diminta menjelaskan pendapatmu tentang Pancasila, tugas Polri, atau kasus tertentu. - Soal pilihan ganda kepribadian dan logika
Contoh: bagaimana sikapmu saat melakukan kesalahan, saat dikritik atasan, atau saat menghadapi tugas sulit dengan deadline ketat. - Pengecekan HP dan media sosial
Ini bukan mitos. Dari beberapa sumber, HP bisa dicek untuk melihat chat, foto, video, dan postingan. Tujuannya bukan menghakimi, tapi memastikan tidak ada jejak perilaku yang bertentangan dengan nilai Polri.
Di tahap ini, banyak Casis merasa takut, “Bagaimana kalau masa lalu saya diungkit?”, “Bagaimana kalau saya gugup dan salah jawab?”, atau “Bagaimana kalau isi HP saya bikin dicoret?”. Rasa takut itu wajar. Namun, kuncinya adalah persiapan: memahami pola contoh soal pmk polri, melatih cara menjawab, dan merapikan jejak digitalmu sejak sekarang.
Kategori Utama contoh soal pmk polri dan Cara Menjawabnya dengan Cerdas

Agar lebih terarah, mari kita bedah contoh soal pmk polri berdasarkan kategori yang paling sering muncul: hukum & kepolisian, wawasan kebangsaan, penelusuran diri & kepribadian, logika & etika, serta keagamaan. Di setiap kategori, kamu akan lihat pola pertanyaan dan bagaimana menjawabnya dengan tetap jujur namun terarah.
1. Hukum dan Pengetahuan Kepolisian: Menguji Logika dan Integritas
Di bagian ini, contoh soal pmk polri biasanya menguji apakah kamu memahami konsep dasar hukum dan etika polisi. Bukan untuk menjadikanmu “ahli hukum” sejak awal, tetapi untuk melihat apakah pola pikirmu sudah sejalan dengan prinsip keadilan dan perlindungan masyarakat.
Contoh 1: Asas praduga tidak bersalah
Pertanyaan: “Apa yang dimaksud dengan asas praduga tidak bersalah?”
Jawaban yang diharapkan:
Asas praduga tidak bersalah adalah prinsip bahwa setiap orang yang diduga melakukan tindak pidana harus dianggap tidak bersalah sampai ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap yang menyatakan sebaliknya.
Kenapa ini penting? Karena sebagai polisi, kamu tidak boleh menghakimi orang hanya berdasarkan dugaan atau opini publik. Kamu harus menjunjung tinggi proses hukum.
Contoh 2: Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)
Pertanyaan: “Bagaimana Anda menjelaskan kekerasan dalam rumah tangga?”
Jawaban:
Kekerasan dalam rumah tangga adalah setiap perbuatan yang mengakibatkan penderitaan fisik, psikis, seksual, atau penelantaran ekonomi yang dilakukan oleh salah satu anggota keluarga terhadap anggota keluarga lainnya, baik dalam lingkup rumah tangga maupun hubungan yang masih terkait.
Di sini, pewawancara ingin melihat apakah kamu peka terhadap isu perlindungan korban, terutama perempuan dan anak.
Contoh 3: Tindak pidana terorisme
Pertanyaan: “Apa definisi tindakan pidana terorisme?”
Jawaban:
Tindak pidana terorisme adalah penggunaan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara luas, menimbulkan korban massal, atau merusak fasilitas vital, dengan tujuan memengaruhi kebijakan pemerintah atau mengganggu keamanan negara.
Pertanyaan ini sering dikaitkan dengan isu radikalisme dan keamanan nasional.
Contoh 4: Perlindungan saksi dan korban
Pertanyaan: “Apa yang dimaksud dengan perlindungan saksi dan korban?”
Jawaban:
Perlindungan saksi dan korban adalah upaya yang diberikan oleh negara untuk menjaga keamanan, keselamatan, kerahasiaan identitas, dan kesejahteraan saksi maupun korban dari ancaman, intimidasi, atau balasan akibat kesaksian atau laporan yang mereka berikan.
Contoh 5: Integritas polisi saat menerima hadiah
Soal pilihan ganda:
“Seorang polisi menerima hadiah dari warga yang sedang ia periksa. Apa tindakan yang paling tepat?”
- A. Menerima hadiah sebagai tanda terima kasih
- B. Menolak hadiah dan melaporkan kepada atasan
- C. Menerima hadiah tapi tidak menceritakan kepada siapa pun
- D. Mengambil sebagian dan mengembalikan sisanya
Jawaban yang tepat: B. Menolak hadiah dan melaporkan kepada atasan.
Ini menunjukkan kamu paham bahwa integritas polisi harus bebas dari gratifikasi dan konflik kepentingan.
Contoh 6: Tugas utama Kepolisian Republik Indonesia
Pertanyaan: “Jelaskan tugas utama Kepolisian Republik Indonesia.”
Jawaban yang bisa kamu susun:
Tugas utama Kepolisian Republik Indonesia adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Dalam menjalankan tugas tersebut, Polri berpegang pada nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Di kategori ini, beberapa tips penting saat menghadapi contoh soal pmk polri adalah:
- Gunakan bahasa yang jelas dan tidak berbelit.
- Tunjukkan bahwa kamu berpihak pada keadilan dan perlindungan masyarakat.
- Hindari jawaban yang terkesan membenarkan kekerasan atau penyalahgunaan wewenang.
2. Wawasan Kebangsaan dan Sejarah: Menguji Loyalitas dan Rasa Kebangsaan
Polri adalah alat negara. Karena itu, contoh soal pmk polri di bagian wawasan kebangsaan sangat penting untuk menguji apakah kamu benar-benar memahami dan menerima dasar negara, ideologi, dan sejarah bangsa.
Contoh 1: Dasar negara Indonesia
Pertanyaan: “Apa dasar negara Indonesia?”
Jawaban:
Dasar negara Indonesia adalah Pancasila.
Meski terlihat sederhana, pewawancara bisa mengembangkan: “Coba sebutkan sila-silanya dan jelaskan makna salah satu sila yang paling kamu pegang.”
Contoh 2: Empat pilar bangsa Indonesia
Pertanyaan: “Apa saja 4 pilar bangsa Indonesia?”
Jawaban:
- Pancasila
- Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
- Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
- Bhinneka Tunggal Ika
Kamu bisa menambahkan bahwa empat pilar ini menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Contoh 3: Proklamator dan Proklamasi Kemerdekaan
Pertanyaan:
- “Siapa Proklamator Indonesia?”
- “Kapan teks proklamasi dikumandangkan?”
Jawaban:
Proklamator Indonesia adalah Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta. Teks proklamasi kemerdekaan Indonesia dikumandangkan pada 17 Agustus 1945 di Jakarta.
Contoh 4: UUD 1945, Pancasila, dan G30S/PKI
Pertanyaan bisa berupa:
- “Apa yang kamu ketahui tentang UUD 1945?”
- “Jelaskan secara singkat ideologi Pancasila.”
- “Apa yang kamu ketahui tentang peristiwa G30S/PKI?”
Kamu tidak harus menjawab seperti sejarawan, tetapi tunjukkan bahwa kamu paham garis besarnya: UUD 1945 sebagai konstitusi negara, Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara, serta G30S/PKI sebagai peristiwa pemberontakan yang mengancam NKRI.
Contoh 5: Radikalisme vs terorisme, ekstrem kanan dan ekstrem kiri
Pertanyaan:
- “Apa perbedaan radikalisme dengan terorisme?”
- “Apa yang dimaksud dengan ekstrem kanan dan ekstrem kiri?”
Garis besar jawaban:
- Radikalisme: paham yang menginginkan perubahan drastis atau menyeluruh terhadap tatanan yang ada, bisa lewat cara damai maupun kekerasan.
- Terorisme: tindakan kekerasan yang menimbulkan ketakutan luas untuk mencapai tujuan tertentu, biasanya politik atau ideologis.
Ekstrem kanan dan ekstrem kiri merujuk pada kelompok yang berada di ujung spektrum ideologi politik, yang cenderung tidak toleran dan bisa mengancam keutuhan negara jika menggunakan kekerasan.
Di kategori wawasan kebangsaan ini, contoh soal pmk polri ingin memastikan bahwa kamu:
- Tidak anti-Pancasila.
- Tidak mendukung gerakan yang ingin mengganti ideologi negara.
- Paham bahwa tugas polisi adalah menjaga NKRI, bukan kelompok tertentu.
3. Penelusuran Diri dan Kepribadian: Mereka Ingin Tahu “Siapa Kamu Sebenarnya”
Di sinilah banyak Casis merasa paling tertekan. Pertanyaan tentang keluarga, pacar, kebiasaan, bahkan pengalaman pribadi bisa terasa sangat pribadi. Namun, justru di sinilah tes PMK membaca kejujuran dan kedewasaanmu. Mari kita bedah contoh soal pmk polri di kategori penelusuran diri dan kepribadian.
Contoh 1: Keseharian dan tujuan menjadi anggota Polri
Pertanyaan:
- “Ceritakan keseharian Anda.”
- “Apa tujuan Anda menjadi anggota Polri?”
Cara menjawab:
- Jelaskan rutinitasmu secara realistis: bangun, ibadah, belajar/kerja, olahraga, kegiatan sosial.
- Untuk tujuan, hindari jawaban klise yang kosong seperti “ingin kaya” atau “biar keren pakai seragam”.
- Jawaban yang kuat biasanya mengandung unsur pengabdian, keinginan melindungi masyarakat, dan membanggakan orang tua.
Contoh 2: Pertanyaan tentang pacar dan hubungan pribadi
Pertanyaan yang mungkin muncul:
- “Apakah Anda sudah punya pacar?”
- “Pernah melakukan hubungan seksual?”
- “Kalau nanti sudah sukses jadi polisi, apakah Anda akan tetap setia?”
Pertanyaan ini memang sensitif, tetapi tujuannya untuk menilai kedewasaan, kontrol diri, dan nilai moralmu. Kuncinya: jujur tanpa perlu membuka detail vulgar, dan tunjukkan bahwa kamu berkomitmen menjaga kehormatan diri.
Contoh 3: Bahaya narkoba dan ketakutan terbesar dalam hidup
Pertanyaan:
- “Apa yang Anda ketahui tentang bahaya narkoba?”
- “Apa ketakutan terbesar Anda dalam hidup?”
- “Sebutkan tiga alasan utama Anda ingin menjadi anggota Polri.”
Jawaban yang baik:
- Jelaskan bahwa narkoba merusak fisik, psikis, keluarga, dan masa depan; dan sebagai polisi kamu harus menjadi contoh dalam menjauhi narkoba.
- Untuk ketakutan, kamu bisa jujur: misalnya takut mengecewakan orang tua, takut gagal menjaga amanah, atau takut terjerumus dalam pergaulan buruk.
- Tiga alasan menjadi Polri bisa mencakup: pengabdian, stabilitas karier, dan keinginan memperbaiki citra polisi di mata masyarakat.
Contoh 4: Menghadapi tugas sulit dan deadline ketat
Soal kepribadian (pilihan ganda):
“Saat Anda mendapat tugas yang sulit dengan batas waktu yang ketat, apa yang akan Anda lakukan?”
- A. Menunda sampai mendekati batas waktu
- B. Mengeluh kepada teman dan berharap bantuan
- C. Menyusun rencana kerja, mengatur prioritas, dan berusaha menyelesaikan tepat waktu
- D. Menyerahkan tugas kepada orang lain
Jawaban yang diharapkan: C. Menyusun rencana kerja, mengatur prioritas, dan berusaha menyelesaikan tepat waktu.
Contoh 5: Mengakui kesalahan di tempat kerja
Pertanyaan:
“Jika Anda melakukan kesalahan di tempat kerja, apa yang akan Anda lakukan?”
Jawaban yang baik:
“Saya akan mengakui kesalahan tersebut, meminta maaf jika merugikan pihak lain, dan segera memperbaikinya. Selain itu, saya akan mengevaluasi diri agar kesalahan yang sama tidak terulang.”
Contoh 6: Menghadapi kritik atasan
Pertanyaan:
“Bagaimana sikap Anda jika dikritik oleh atasan?”
Jawaban:
“Saya akan menerima kritik tersebut dengan lapang dada, mendengarkan dengan baik, dan menjadikannya bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja saya. Jika ada hal yang kurang jelas, saya akan bertanya dengan sopan.”
Contoh 7: Menghadapi tekanan dan kegagalan besar
Pertanyaan:
- “Bagaimana Anda menghadapi tekanan?”
- “Apa yang Anda lakukan jika mengalami kegagalan besar?”
Jawaban yang menunjukkan kedewasaan:
“Saat menghadapi tekanan, saya berusaha tetap tenang, fokus pada solusi, dan membagi tugas jika bekerja dalam tim. Saya juga menjaga kondisi fisik dengan olahraga dan istirahat cukup. Jika mengalami kegagalan besar, saya akan mengevaluasi penyebabnya, memperbaiki kekurangan, dan menjadikannya pelajaran untuk bangkit, bukan alasan untuk menyerah.”
Di kategori ini, contoh soal pmk polri menguji apakah kamu:
- Jujur tentang dirimu.
- Mampu mengelola emosi dan tekanan.
- Punya motivasi yang kuat dan positif menjadi polisi.
4. Logika, Etika, dan Pengetahuan Umum: Menguji Cara Kamu Berpikir
Selain kepribadian, contoh soal pmk polri juga sering menyentuh logika sederhana, etika, dan pengetahuan umum. Tujuannya bukan untuk menjebak, tetapi melihat apakah kamu berpikir runtut dan punya nilai moral yang jelas.
Contoh 1: Pengetahuan umum – Presiden ke-3 Indonesia
Pertanyaan: “Siapa Presiden Indonesia ke-3?”
Jawaban:
Presiden Indonesia ke-3 adalah B.J. Habibie.
Contoh 2: Logika sederhana
Pertanyaan:
“Jika semua polisi memakai seragam biru, dan Andi adalah seorang polisi, apakah Andi memakai seragam biru?”
Jawaban:
Ya, Andi memakai seragam biru.
Pertanyaan ini terlihat sepele, tetapi menguji kemampuanmu menarik kesimpulan logis.
Contoh 3: Sikap saat mengejar tujuan sulit
Soal kepribadian:
“Saat Anda ingin mencapai sesuatu yang sulit, apa yang biasanya Anda lakukan?”
- A. Menyerah sebelum mencoba
- B. Mencoba sebentar lalu berhenti jika sulit
- C. Berusaha keras, membuat rencana, dan tetap komitmen sampai tujuan tercapai
- D. Menyuruh orang lain melakukannya
Jawaban yang diharapkan: C. Berusaha keras, membuat rencana, dan tetap komitmen.
Contoh 4: Peran dalam tim
Pertanyaan:
“Dalam sebuah tim, peran seperti apa yang biasanya Anda ambil?”
Jawaban yang baik:
“Saya berusaha menjadi anggota tim yang bisa diandalkan. Jika dibutuhkan, saya siap memimpin dengan cara yang terbuka dan kolaboratif. Namun, saya juga siap mengikuti arahan pemimpin dan mendukung rekan-rekan untuk mencapai tujuan bersama.”
Di sini, pewawancara ingin melihat apakah kamu bisa bekerja sama, tidak egois, dan siap dipimpin maupun memimpin.
5. Soal Keagamaan dan Nilai Moral: Seberapa Kuat Landasanmu?
Polri membutuhkan anggota yang bukan hanya kuat fisik dan mental, tetapi juga punya landasan moral dan spiritual yang baik. Karena itu, contoh soal pmk polri juga menyentuh aspek keagamaan dan peranmu di masyarakat.
Contoh 1: Pengetahuan agama yang dianut
Pertanyaan:
- “Apa agama yang Anda anut?”
- “Seberapa rutin Anda menjalankan ibadah?”
- “Apakah Anda aktif dalam kegiatan keagamaan di lingkungan Anda?”
Jawaban yang baik:
- Jujur tentang agamamu.
- Jelaskan kebiasaan ibadahmu secara realistis (tidak perlu mengaku sempurna).
- Jika pernah ikut kegiatan keagamaan (pengajian, remaja masjid, kegiatan gereja, dan sebagainya), ceritakan peranmu di sana.
Contoh 2: Sejarah perjuangan bangsa dan nilai religius
Pertanyaan:
“Apa yang Anda ketahui tentang sejarah perjuangan bangsa dan kaitannya dengan nilai keagamaan?”
Kamu bisa menjawab bahwa banyak pejuang kemerdekaan yang berjuang dengan dilandasi nilai keimanan dan keikhlasan, dan sebagai calon polisi, kamu ingin meneladani semangat itu dalam mengabdi kepada negara.
Di kategori ini, yang dinilai bukan seberapa “alim” kamu, tetapi apakah kamu punya pegangan nilai yang jelas dan tidak mudah terseret ke paham menyimpang.
Strategi Mental Menghadapi Tes PMK: Dari Rasa Takut Menjadi Kekuatan
Sampai di sini, kamu sudah melihat berbagai contoh soal pmk polri dari banyak kategori. Namun, ada satu hal yang sering dilupakan: tes PMK bukan hanya soal apa yang kamu jawab, tetapi bagaimana kamu menjawabnya. Nada suara, ekspresi, konsistensi jawaban, dan ketenanganmu juga dinilai.
Beberapa strategi mental yang bisa kamu pegang:
- Latih kejujuran yang terarah
Jujur bukan berarti menceritakan semua hal tanpa filter. Jujur berarti tidak berbohong, tetapi tetap memilih cara penyampaian yang sopan, bertanggung jawab, dan tidak menyalahkan orang lain. - Bangun niat pengabdian yang kuat
Ingat kembali: kenapa kamu ingin jadi polisi? Jika niatmu kuat untuk mengayomi masyarakat, melindungi yang lemah, dan membanggakan orang tua, itu akan tercermin dalam cara kamu menjawab contoh soal pmk polri. - Kelola rasa takut gagal
Takut gagal di pantukhir adalah hal yang sangat manusiawi. Namun, jangan biarkan rasa takut itu membuatmu gugup berlebihan. Anggap tes PMK sebagai kesempatan untuk menunjukkan siapa dirimu sebenarnya, bukan sidang penghakiman. - Rapikan jejak digital dan lingkungan pergaulan
Karena HP dan media sosial bisa dicek, mulai sekarang bersihkan konten yang mengandung SARA, kebencian, pornografi, atau dukungan terhadap kelompok radikal. Ini bukan hanya demi tes, tetapi demi masa depanmu sebagai aparat negara. - Latihan rutin dengan simulasi
Semakin sering kamu berlatih menjawab contoh soal pmk polri, semakin tenang kamu saat hari H. Latihan bisa dilakukan di depan cermin, dengan teman, atau melalui bimbingan belajar online yang menyediakan simulasi wawancara PMK.
Pada akhirnya, tes PMK bukan dibuat untuk menjatuhkanmu, tetapi untuk memastikan bahwa ketika kamu memakai seragam Polri nanti, kamu benar-benar siap secara mental, kepribadian, dan nilai-nilai kebangsaan.
Menjadi polisi adalah jalan pengabdian yang panjang dan berat, dan wajar jika kamu merasa takut gagal, terutama di tahap-tahap akhir seperti PMK dan pantukhir. Namun, rasa takut itu bisa kamu ubah menjadi bahan bakar semangat. Dengan memahami pola contoh soal pmk polri, melatih cara menjawab dengan jujur dan percaya diri, merapikan jejak digital, serta memperkuat niat pengabdian, kamu sudah selangkah lebih dekat pada gerbang kelulusan. Jangan biarkan satu tahap tes membuatmu ragu pada mimpimu sendiri. Terus belajar, terus berlatih, dan yakinkan diri: kalau orang lain bisa lolos, kamu juga bisa asal mau mempersiapkan diri lebih serius mulai hari ini, bukan besok.
Baca Juga : Kuota Polri 2026 Bikin Peluang Meledak Tapi Siap Lolos Pantukhir?!
Sumber Referensi
- SUARA.COM – Contoh Soal Tes PMK Polri dan Jawabannya, Persiapkan Dirimu Sekarang!
- BINTANGBANGSA.COM – 50 Contoh Soal Wawancara PMK POLRI
- DAFTARSEKOLAH.SPMB.TEKNOKRAT.AC.ID – Panduan Lengkap Contoh Soal PMK Brigadir Polri: Strategi, Materi, dan Tips Sukses
- KUMPARAN.COM – 5 Contoh Soal PMK Polri yang Penting untuk Dipahami
- ID.SCRIBD.COM – 50 contoh soal PMK Polri
- ID.SCRIBD.COM – Pertanyaan Tes wawancara PMK
- YOUTUBE.COM – Bocoran Soal PMK dari Biro SDM Polda Jambi (7.9K views)
Testimoni jadiPOLISI


Program Premium Tes POLRI di Bimbel jadiPOLISI
“Kami Bantu, Kami Pandu, Kami Bimbing Sampai Amazing!” 🌟


📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi JadiPOLISI: Temukan aplikasi JadiPOLISI di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
- Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiPOLISI Anda melalui aplikasi atau situs web.
- Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
- Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELPOLRI” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
- Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES55”, masukkan untuk diskon tambahan.
- Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
- Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.
