Kisi-kisi seleksi Polri tidak hanya berisi soal akademik. Berdasarkan pola resmi penerimaan Polri Tahun Anggaran 2026, peserta harus melewati rangkaian pemeriksaan administrasi, kesehatan, psikologi, akademik atau kompetensi, jasmani, Mental Ideologi, hingga Penelusuran Mental Kepribadian. Materi akademiknya pun berbeda antara Bintara, Tamtama, Akpol, dan jalur kompetensi khusus.
Memasuki Oktober 2026, portal resmi Penerimaan Polri masih menampilkan seleksi Tahun Anggaran 2026 dan pendaftaran jalur Akpol, Bintara, serta Tamtama 2026 telah berakhir. Pengumuman penerimaan calon anggota Polri reguler Tahun Anggaran 2027 beserta kisi-kisi resminya belum ditampilkan di portal tersebut. Karena itu, materi 2026 berikut paling tepat digunakan sebagai acuan terbaru, bukan dianggap sebagai ketentuan final seleksi 2027.
Kisi-Kisi Seleksi Polri 2027 Belum Resmi, Ini Acuan Terbarunya

Artikel mengenai kisi-kisi masuk Polri yang terbit beberapa tahun lalu masih dapat memberi gambaran dasar, tetapi calon siswa perlu berhati-hati ketika menjadikannya acuan. Artikel Kompas Buku yang menjadi salah satu referensi pencarian, misalnya, diterbitkan pada Juni 2022. Sementara itu, Polri sudah menerbitkan ketentuan seleksi yang jauh lebih baru untuk penerimaan 2026.
Acuan yang lebih relevan saat ini adalah Pengumuman Kapolri penerimaan Akpol, Bintara, dan Tamtama Tahun Anggaran 2026. Dokumen tersebut menunjukkan bahwa istilah “kisi-kisi seleksi Polri” sebaiknya tidak hanya dipahami sebagai kumpulan topik soal, melainkan seluruh komponen yang menentukan peserta dapat melanjutkan seleksi.
Secara umum, komponen yang muncul pada seleksi Polri terbaru antara lain:
- Pemeriksaan administrasi awal
- Pemeriksaan kesehatan tahap I
- Tes psikologi tahap I
- Tes akademik atau Tes Kompetensi Keahlian sesuai jalur
- Ujian komputer untuk jalur tertentu
- Mental Ideologi
- Pemeriksaan kesehatan tahap II
- Ujian kemampuan jasmani
- Pemeriksaan antropometri
- Tes psikologi tahap II
- Penelusuran Mental Kepribadian
- Pemeriksaan administrasi akhir
- Sidang kelulusan
Urutan dan jenis tes tersebut tidak sepenuhnya sama pada setiap jalur. Karena itu, calon peserta Akpol tidak seharusnya memakai daftar materi Bintara secara mentah, begitu pula sebaliknya.
Baca Juga: Pendaftaran Polri 2027 Kapan Dibuka? Cek Jadwal, Syarat, Jalur Akpol, Bintara & Tamtama
Materi Tes Akademik Polri Beda antara Bintara, Akpol, dan Tamtama
Bagian inilah yang sering membuat calon peserta salah belajar. Pengumuman resmi 2026 menunjukkan adanya perbedaan mata uji akademik menurut jalur.
| Jalur Seleksi | Kisi-Kisi Akademik Resmi 2026 | Sistem |
|---|---|---|
| Bintara PTU dan jalur terkait | Pengetahuan Umum termasuk UU Kepolisian, Wawasan Kebangsaan, Penalaran Numerik, Bahasa Inggris | CAT |
| Tamtama Polri | Pengetahuan Umum termasuk UU Kepolisian, Wawasan Kebangsaan, Penalaran Numerik, Bahasa Indonesia | CAT |
| Akpol tingkat daerah | Pengetahuan Umum termasuk UU Kepolisian, Wawasan Kebangsaan, Penalaran Numerik, Bahasa Indonesia | CAT |
| Akpol tingkat pusat | Tes Potensi Akademik dan Bahasa Inggris | CAT |
| Bintara Kompetensi Khusus | Tes Kompetensi Keahlian aspek pengetahuan, keterampilan, dan perilaku sesuai bidang | CAT dan pengujian sesuai aspek |
Pada Bintara 2026, Wawasan Kebangsaan mencakup Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, Wawasan Nusantara, dan Kewarganegaraan. Pengumuman juga menyebut ujian komputer minimal meliputi Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft PowerPoint untuk jalur Bintara yang dipersyaratkan.
Sementara itu, Akpol 2026 pada tingkat daerah menguji Pengetahuan Umum termasuk Undang-Undang Kepolisian, Wawasan Kebangsaan, Penalaran Numerik, dan Bahasa Indonesia. Setelah lolos ke tingkat pusat, komponen akademiknya berubah menjadi TPA dan Bahasa Inggris.
Tamtama 2026 kembali memiliki susunan sendiri, yakni Pengetahuan Umum, Wawasan Kebangsaan, Penalaran Numerik, serta Bahasa Indonesia. Dengan demikian, Bahasa Inggris tidak tercantum sebagai salah satu mata ujian akademik Tamtama pada pengumuman tersebut.
Baca Juga: Gaji Polisi Sesuai Pangkat Ternyata Segini Bedanya Tamtama, Bintara, & Perwira!
Tes Psikologi Polri Tidak Berhenti di CAT
Kisi-kisi seleksi Polri juga perlu memasukkan psikologi karena tahapan ini muncul pada Akpol, Bintara, Tamtama, maupun SIPSS. Pada pengumuman Bintara 2026, tes psikologi tahap I dilaksanakan menggunakan Computer Assisted Test (CAT) dengan penilaian kuantitatif dan kualitatif. Setelah peserta mencapai tahap lanjutan, terdapat tes psikologi tahap II berupa wawancara dengan hasil kualitatif MS atau TMS.
Pola serupa terdapat pada Akpol dan Tamtama. Artinya, calon peserta tidak cukup hanya memahami bentuk soal psikologi berbasis komputer. Tahap wawancara psikologi juga menjadi bagian resmi seleksi.
Pada ketentuan 2026, nilai akhir psikologi kategori Memenuhi Syarat mengacu pada nilai minimal 61 berdasarkan Peraturan Asisten Kapolri Bidang SDM Nomor 3 Tahun 2017. Angka tersebut merupakan batas nilai akhir psikologi, bukan berarti peserta cukup menjawab benar 61 soal atau otomatis lolos akhir ketika memperoleh nilai 61.
Karena detail bentuk soal psikologi dapat berubah dan tidak seluruh kisi-kisi internal dipublikasikan, sebaiknya jangan menganggap daftar soal yang tersebar di internet sebagai soal resmi Polri.
Kesehatan, Jasmani, dan Antropometri Juga Menentukan Kelulusan

Seleksi Polri bukan hanya mengukur kemampuan mengerjakan CAT. Dalam pola resmi 2026 terdapat dua tahap pemeriksaan kesehatan, dilanjutkan ujian kemampuan jasmani dan pemeriksaan antropometri. Pada beberapa jalur, kesehatan tahap II juga mencakup pemeriksaan kesehatan jiwa atau Keswa.
Ujian kemampuan jasmani pada Bintara 2026 terdiri atas kesamaptaan A, kesamaptaan B, dan renang. Pemeriksaan antropometri dilakukan secara terpisah dengan penilaian kualitatif MS atau TMS. Pola kesamaptaan A, B, renang, dan antropometri juga tercantum dalam penerimaan Tamtama 2026.
Untuk Akpol, tahapan tingkat daerah 2026 juga memuat EKG sebelum ujian kemampuan jasmani. Ketentuan ini menunjukkan bahwa detail pemeriksaan memang dapat berbeda berdasarkan jalur.
Calon peserta sebaiknya membaca pengumuman jalurnya sendiri ketika penerimaan baru dibuka. Jangan hanya berpatokan pada tabel kebugaran, video, atau pengalaman peserta tahun sebelumnya karena norma penilaian dapat diperbarui melalui keputusan Polri.
Mental Ideologi dan PMK Sering Terlupakan dalam Kisi-Kisi Seleksi Polri
Selain akademik dan psikologi, pengumuman resmi juga mencantumkan Mental Ideologi (MI) dan Penelusuran Mental Kepribadian (PMK). Pada Bintara 2026, Mental Ideologi dilaksanakan menggunakan CAT, kemudian terdapat pendalaman PMK pada tahap berikutnya.
Pada Tamtama, asesmen Mental Ideologi juga menggunakan CAT dan hasilnya dapat menjadi dasar pendalaman oleh Paminal atau pada tahapan PMK. Setelah tahap jasmani dan psikologi lanjutan, peserta kembali menghadapi pendalaman PMK sebelum pemeriksaan administrasi akhir.
Sementara itu, penerimaan SIPSS 2026 mencantumkan asesmen Mental Ideologi dan PMK, kemudian wawancara PMK pada tahap berikutnya. Ini menunjukkan bahwa pemeriksaan latar belakang, konsistensi keterangan, serta aspek mental-kepribadian merupakan bagian nyata dari proses seleksi, bukan sekadar tahap tambahan.
Peserta juga akan kembali menjalani pemeriksaan administrasi akhir. Karena itu, kesesuaian dokumen dan informasi yang disampaikan sejak pendaftaran sampai tahap akhir perlu tetap konsisten.
Ringkasan Fokus Materi Berdasarkan Jalur Polri
Jika ingin membaca kisi-kisi seleksi Polri dengan lebih sederhana, gunakan jalur yang akan diikuti sebagai titik awal.
| Fokus | Bintara | Tamtama | Akpol |
|---|---|---|---|
| Psikologi tahap I | Ada | Ada | Ada |
| Pengetahuan Umum | Ada | Ada | Ada di tingkat daerah |
| Wawasan Kebangsaan | Ada | Ada | Ada di tingkat daerah |
| Penalaran Numerik | Ada | Ada | Ada di tingkat daerah |
| Bahasa Indonesia | Tidak tercantum sebagai mata akademik Bintara reguler 2026 | Ada | Ada di tingkat daerah |
| Bahasa Inggris | Ada | Tidak tercantum sebagai mata akademik Tamtama 2026 | Ada di tingkat pusat |
| TPA | Tidak tercantum sebagai nama mata tes akademik Bintara reguler 2026 | Tidak tercantum | Ada di tingkat pusat |
| Jasmani dan antropometri | Ada | Ada | Ada |
| Mental Ideologi | Ada | Ada | Ada |
| PMK | Ada | Ada | Ada |
| Psikologi tahap II | Wawancara | Wawancara | Wawancara |
Tabel tersebut menggunakan ketentuan seleksi Tahun Anggaran 2026. Jika pengumuman 2027 nantinya mengubah materi, urutan, sistem penilaian, atau nama tes, maka ketentuan terbaru dari Polri yang harus digunakan.
Portal resmi yang perlu dipantau adalah Penerimaan Polri, karena halaman tersebut menyediakan menu jalur Akpol, SIPSS, Bintara, dan Tamtama beserta pengumuman serta jadwal seleksinya.
Baca Juga: Batas Usia Pensiun Polisi Terbaru 2026, Bintara dan Perwira Berbeda
FAQ Kisi-Kisi Seleksi Polri
Apakah kisi-kisi seleksi Polri 2027 sudah resmi?
Belum. Hingga awal Oktober 2026, portal Penerimaan Polri masih menampilkan informasi penerimaan reguler Tahun Anggaran 2026. Materi 2026 dapat digunakan sebagai acuan terbaru sambil menunggu pengumuman resmi 2027.
Apa saja materi tes akademik Bintara Polri?
Pada penerimaan Bintara Polri 2026, materi akademik terdiri atas Pengetahuan Umum termasuk UU Kepolisian, Wawasan Kebangsaan, Penalaran Numerik, dan Bahasa Inggris.
Apakah tes Bintara dan Tamtama Polri sama?
Tidak sepenuhnya. Pada 2026, Bintara menguji Bahasa Inggris dalam tes akademik, sedangkan Tamtama menguji Bahasa Indonesia. Tahapan dan ketentuan lainnya juga perlu dibaca berdasarkan pengumuman masing-masing jalur.
Apa saja materi akademik Akpol?
Pada seleksi Akpol 2026 tingkat daerah terdapat Pengetahuan Umum, Wawasan Kebangsaan, Penalaran Numerik, dan Bahasa Indonesia. Pada tingkat pusat terdapat TPA dan Bahasa Inggris.
Apakah tes psikologi Polri hanya menggunakan CAT?
Tidak. Seleksi 2026 mencantumkan psikologi tahap I menggunakan CAT dan psikologi tahap II berupa wawancara pada tahap lanjutan.
Apakah kisi-kisi dari tahun 2026 pasti sama untuk 2027?
Tidak. Materi 2026 merupakan acuan resmi terbaru yang tersedia saat ini. Ketentuan final tetap harus mengikuti pengumuman Kapolri dan portal Penerimaan Polri untuk Tahun Anggaran 2027.
Ringkasan
Kisi-kisi seleksi Polri terbaru menunjukkan bahwa setiap jalur mempunyai materi yang tidak selalu sama. Bintara 2026 menguji Pengetahuan Umum, Wawasan Kebangsaan, Penalaran Numerik, dan Bahasa Inggris. Tamtama menggunakan Bahasa Indonesia, sedangkan Akpol memiliki materi berbeda antara seleksi tingkat daerah dan tingkat pusat.
Di luar akademik, peserta juga menghadapi psikologi, kesehatan, jasmani, antropometri, Mental Ideologi, PMK, dan pemeriksaan administrasi. Untuk calon peserta 2027, materi 2026 dapat digunakan sebagai gambaran paling baru, tetapi jangan menganggapnya sebagai kisi-kisi final sampai Polri menerbitkan pengumuman Tahun Anggaran 2027.
Sumber Referensi
- Kepolisian Negara Republik Indonesia – Pengumuman Penerimaan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026. Digunakan untuk tahapan, materi akademik, psikologi, jasmani, MI, dan PMK. Penerimaan Polri
- Kepolisian Negara Republik Indonesia – Pengumuman Penerimaan Taruna/i Akpol Tahun Anggaran 2026. Digunakan untuk materi akademik tingkat daerah dan tingkat pusat serta tahapan seleksi Akpol. Penerimaan Polri
- Kepolisian Negara Republik Indonesia – Pengumuman Penerimaan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026. Digunakan untuk materi akademik, psikologi, MI, jasmani, dan PMK Tamtama. Penerimaan Polri
- Portal Penerimaan Polri – Jadwal dan status jalur seleksi resmi. Digunakan untuk memeriksa status penerimaan dan tahapan seleksi terbaru.




