Pendaftaran Bintara PTU Polri 2026 Kuota Besar, Siap Hadapi Persaingan!

Pendaftaran Bintara PTU Polri 2026 Kuota Besar, Siap Hadapi Persaingan!

pendaftaran bintara ptu polri 2026 – pendaftaran bintara ptu polri 2026 menjadi salah satu jalur yang paling banyak diburu lulusan SMA/SMK yang ingin langsung mengabdi sebagai anggota Polri tanpa harus menunggu kuliah panjang seperti jalur taruna Akpol. Di tengah ketatnya persaingan seleksi CASN dan rekrutmen BUMN yang juga ramai dibicarakan, kesempatan masuk Bintara PTU Polri 2026 menjadi alternatif strategis bagi kamu yang ingin karier jelas, status aparatur negara, serta jenjang pangkat yang terukur sejak awal.

Berbeda dengan seleksi CPNS atau PPPK yang sangat bergantung pada ketersediaan formasi di tiap instansi, Polri sudah mengumumkan kuota penerimaan 2026 secara lebih dini, termasuk rincian untuk jalur Bintara PTU. Informasi ini penting supaya kamu bisa menyusun timeline belajar, melatih fisik, dan menyiapkan berkas jauh sebelum pendaftaran dibuka. Jika di seleksi CASN sainganmu puluhan hingga ratusan ribu orang untuk formasi yang sangat terbatas, maka di jalur Bintara PTU Polri kamu sudah punya gambaran lebih jelas tentang kuota, tahapan tes, dan kriteria lulus yang harus dikejar.

Di artikel ini kita akan membedah secara runtut dan teknis: berapa kuota Bintara PTU 2026, bagaimana jadwal pendaftarannya, apa saja syarat akademik dan fisik yang harus kamu penuhi, hingga strategi praktis mempersiapkan diri agar peluang lulusmu meningkat secara signifikan. Semua dipaparkan dengan merujuk pada data resmi dan sumber kredibel, sambil tetap mengingatkan bahwa seluruh informasi akhir wajib kamu cek kembali di situs resmi penerimaan.polri.go.id karena jadwal dapat diperbarui sewaktu-waktu.

Gambaran Besar Pendaftaran Bintara PTU Polri 2026

Gambaran Besar Pendaftaran Bintara PTU Polri 2026
sumber gambar : akurat.co

Secara nasional, kuota penerimaan anggota Polri tahun 2026 mencapai sekitar 18.000 orang. Angka ini tidak hanya untuk Bintara, tetapi mencakup berbagai jalur pendidikan dan spesialisasi. Di dalam total kuota tersebut, Bintara PTU menjadi salah satu porsi terbesar dan paling strategis untuk lulusan SMA/SMK.

Kuota Bintara PTU di Tengah 18.000 Formasi

Berdasarkan data yang beredar dari sumber-sumber pendukung dan analisis formasi, rincian kuota penerimaan Polri 2026 antara lain mencakup:

  • PTU: sekitar 5.150 orang
  • Polwan: sekitar 450 orang
  • Brimob: sekitar 800 orang
  • Bakomsus: sekitar 1.650 orang
  • Tamtama: sekitar 1.500 orang, yang terdiri dari Brimob sekitar 1.200 dan Polair sekitar 300

Angka 5.150 untuk PTU menunjukkan bahwa jalur ini adalah salah satu yang paling besar penyerapannya di tingkat Bintara. Untuk kamu yang ingin jalur relatif lebih “ramai kuota” dibanding spesialisasi lain, Bintara PTU jelas patut diprioritaskan. Apalagi, formasi PTU umumnya tersebar luas hampir di seluruh Polda dan Polres, sehingga membuka kesempatan bagi pendaftar dari berbagai daerah.

Perlu kamu pahami juga bahwa istilah PTU di konteks ini mengarah pada Bintara dengan penempatan yang banyak bersinggungan dengan fungsi-fungsi kepolisian umum dan administrasi, termasuk penugasan di fungsi Sabhara, Lantas, Binmas, dan elemen tata usaha atau administratif di lingkungan Polri. Jadi, bukan sekadar kerja kantor, tetapi kombinasi antara tugas lapangan, pelayanan publik, dan administrasi.

Posisi Bintara PTU Dibanding Jalur Lain

Untuk menempatkan Bintara PTU dalam peta besar penerimaan Polri:

  • Akpol: menyiapkan calon perwira, seleksinya setara tingkat nasional dengan persaingan sangat ketat, durasi pendidikan panjang, dan syarat akademik serta kemampuan kognitif yang lebih tinggi.
  • Bintara PTU: titik masuk ideal bagi lulusan SMA/SMK yang ingin segera aktif berdinas, dengan jenjang karier tetap memungkinkan naik sampai perwira melalui pendidikan lanjutan.
  • Bintara Brimob atau Polair: lebih spesifik, identik dengan kebutuhan fisik dan mental yang sangat tinggi, serta spesialisasi tugas lapangan yang intens.
  • Bakomsus: diperuntukkan bagi yang memiliki keahlian khusus, seperti IT, kesehatan, dan bidang tertentu lainnya, umumnya mensyaratkan latar belakang pendidikan lebih spesifik.

Dari sudut pandang taktis, memilih fokus ke Bintara PTU 2026 membuat kamu bisa merancang strategi belajar yang lebih terarah. Tes akademiknya relatif selaras dengan materi SMA sederajat, sementara tes fisik dan kesehatan masih menuntut standar tinggi tetapi tidak se-ekstrem jalur tertentu seperti Brimob.

Artinya, dengan persiapan serius 6 sampai 12 bulan, peluangmu untuk bersaing secara objektif masih sangat terbuka.

Keterkaitan dengan Tren Seleksi CASN dan BUMN

Penting juga untuk melihat konteks makro. Di tahun-tahun terakhir, seleksi CASN (CPNS dan PPPK) dan rekrutmen BUMN selalu menyedot perhatian besar. Dampaknya:

  1. Saingan lulusan SMA/SMK di seleksi BUMN dan PPPK meningkat drastis.
  2. Banyak yang menunda mengambil peluang seleksi kedinasan seperti Polri, fokus dulu ke CPNS.
  3. Ada kecenderungan sebagian peserta baru melirik Polri setelah gagal CPNS, sehingga persiapan mereka untuk tes Polri relatif mendadak.

Jika kamu sejak awal tahun 2026 sudah memutuskan target utama ke pendaftaran Bintara PTU Polri 2026, maka kamu unggul dari sisi waktu persiapan dibanding kandidat yang baru “belok arah” setelah pengumuman CASN. Secara taktis, ini keunggulan yang tidak boleh kamu sia-siakan.

Jadwal Pendaftaran Bintara PTU Polri 2026 dan Alur Seleksi

Untuk dapat menyusun strategi, kamu perlu memahami kerangka waktu dan alur seleksi. Meskipun detail final untuk 2026 masih menunggu rilis resmi, pola tahun-tahun sebelumnya dan informasi bocoran jadwal bisa dijadikan panduan awal.

Perkiraan Jadwal Pendaftaran Online 2026

Mengacu pada informasi yang telah beredar dan pola penerimaan kedinasan Polri, pendaftaran online kedinasan Polri 2026, termasuk Bintara PTU, diperkirakan dibuka:

  • Sekitar bulan Mei sampai Juni 2026, melalui situs resmi penerimaan.polri.go.id.

Di situs resmi saat ini masih tercantum jadwal seleksi untuk tahun 2025, misalnya:

  • Pendaftaran online dan verifikasi: sekitar awal Februari sampai awal Maret.
  • Disusul tahapan pakta integritas, pemeriksaan kesehatan pertama (Rikkes I), tes psikologi, tes akademik, tes jasmani, pemeriksaan kesehatan lanjutan, hingga sidang penentuan akhir di tingkat Panda (Panitia Daerah).

Untuk 2026, kamu tidak boleh berasumsi mentah bahwa tanggalnya akan sama persis, tetapi struktur tahapannya hampir pasti serupa. Strategi terbaik:

  • Pantau intens situs penerimaan.polri.go.id mulai awal 2026.
  • Segera lakukan registrasi ketika portal dibuka.
  • Hindari menunggu mendekati penutupan pendaftaran untuk menghindari kendala teknis atau berkas yang kurang.
Alur Tahapan Seleksi Bintara PTU

Meski bisa ada sedikit penyesuaian, tahapan seleksi Bintara Polri umumnya mencakup:

  1. Pendaftaran Online
    Kamu membuat akun dan mengisi data sesuai identitas resmi, mengunggah berkas yang diminta, serta memilih jalur yang dituju, dalam hal ini Bintara PTU. Pada tahap ini sering terjadi kesalahan teknis seperti salah input nama, tanggal lahir, atau upload dokumen yang tidak jelas. Kesalahan kecil bisa berakibat pada verifikasi yang tertunda atau bahkan tidak lolos administrasi.
  2. Verifikasi dan Pengecekan Berkas di Polres/Polda
    Setelah daftar online, kamu akan diminta datang ke Polres atau Polda yang ditunjuk untuk verifikasi dokumen asli: ijazah, KTP, KK, SKCK, dan dokumen pendukung lain. Di sini, ketelitian sangat penting. Fotokopi harus jelas, legalisasi lengkap, dan tidak boleh ada manipulasi dokumen.
  3. Penandatanganan Pakta Integritas
    Kamu dan orang tua atau wali akan menandatangani pakta integritas yang menyatakan bahwa proses seleksi ini gratis, bebas KKN, dan kamu berkomitmen mengikuti seleksi secara jujur. Di tahap ini Polri juga sering mengingatkan untuk menghindari calo dan penipuan.
  4. Pemeriksaan Kesehatan Tahap I (Rikkes I)
    Rikkes I fokus pada kesehatan umum:
    – Pemeriksaan fisik menyeluruh
    – Tensi, nadi, fungsi jantung dan paru
    – Pemeriksaan mata, gigi, telinga
    – Pemeriksaan dasar lain sesuai standar kesehatan Polri
    Banyak peserta gugur di sini akibat masalah yang sebenarnya bisa diantisipasi lebih awal, misalnya kebersihan gigi yang buruk, berat badan tidak ideal, atau kondisi kesehatan umum yang kurang terjaga.
  5. Tes Psikologi
    Tes psikologi ditujukan untuk menilai stabilitas emosi, kepribadian, kemampuan menyesuaikan diri, dan potensi gangguan psikologis. Hasil tes psikologi ini sangat menentukan, karena Polri membutuhkan anggota yang tidak hanya kuat fisik, tetapi juga matang secara mental.
  6. Tes Akademik
    Materi tes akademik umumnya mencakup:
    – Pengetahuan umum
    – Bahasa Indonesia
    – Matematika
    – Kadang disertai logika dan wawasan kebangsaan
    Di sinilah persiapan jangka panjang benar-benar berperan. Kelemahan di satu mata pelajaran bisa mengurangi skor total secara signifikan.
  7. Tes Jasmani dan Kesamaptaan
    Tahapan fisik biasanya meliputi:
    – Lari 12 menit
    – Push up, sit up, pull up atau chinning
    – Shuttle run
    – Renang (di beberapa gelombang seleksi)
    Tes ini menuntut bukan hanya kekuatan, tetapi juga daya tahan dan teknik gerakan yang benar. Timer dan pengawas akan memantau ketat sehingga teknik yang salah bisa mengurangi hitungan poin.
  8. Pemeriksaan Kesehatan Tahap Lanjutan (Rikkes II)
    Bisa mencakup pemeriksaan laboratorium, rontgen, dan pengecekan kesehatan mendalam lainnya. Tujuannya memastikan tidak ada penyakit kronis atau kondisi medis yang berbahaya bila kamu menjalani pendidikan dan tugas kepolisian.
  9. Tes Lanjutan (Wawancara, PMK, dan Sidang Panda)
    Di beberapa gelombang, ada penilaian mental kepribadian lanjutan, wawancara, hingga sidang penentuan akhir di tingkat panitia daerah. Di sidang panda, hasil semua tahapan seleksi diakumulasikan untuk menentukan siapa yang lulus dan dinyatakan berhak mengikuti pendidikan Bintara.

Untuk memantau perkembangan seleksi, Polri juga mengoptimalkan aplikasi mobile seperti CNC & WBS Polri, yang digunakan untuk monitoring seleksi secara real time oleh pejabat dan orang tua. Ini bagian dari transparansi proses agar hasil setiap tahapan bisa dipantau dan meminimalkan kecurangan.

Setelah memahami kuota dan alur seleksi, tahap berikutnya adalah menilai diri sendiri: apakah kamu sudah memenuhi syarat dasar, dan apa saja yang masih harus dikejar sebelum pendaftaran dibuka.

Syarat Akademik dan Administratif

Untuk jalur Bintara 2026 secara umum, persyaratan akademik yang perlu diperhatikan:

  1. Ijazah Minimal SMA/SMK
    – Kamu wajib sudah lulus dengan ijazah SMA atau SMK yang diakui.
    – Nilai rapor dan nilai ijazah biasanya harus memenuhi standar minimal yang ditentukan panitia. Batasan angka rinci biasanya akan diumumkan di pengumuman resmi penerimaan.
    – Lulusan paket C kadang masih diperbolehkan, tetapi harus memastikan lembaga penyelenggara diakui dan memenuhi ketentuan Polri.
  2. Usia
    – Usia maksimal umumnya 22 tahun pada saat pendaftaran.
    – Usia minimal 18 tahun saat dilantik.
    Artinya, kamu harus menghitung dengan cermat tahun kelahiranmu dengan perkiraan jadwal pendaftaran dan pendidikan. Jika kamu berada di batas usia, jangan menunda, karena tahun berikutnya mungkin sudah tidak memenuhi syarat.
  3. Kemampuan Tambahan
    – Diutamakan memiliki kemampuan komputer atau bahasa Inggris.
    – Ini bukan berarti wajib mutlak, tetapi menjadi nilai tambah saat seleksi dan penempatan nanti.
    Untuk mengantisipasi, kamu bisa mengambil kursus komputer dasar atau bahasa Inggris sejak sekarang, lalu menyiapkan sertifikat pendukung yang bisa dicantumkan saat pendaftaran.
  4. Dokumen Administratif
    Akan ada serangkaian dokumen yang diminta, seperti:
    – KTP dan KK
    – Akta kelahiran
    – Ijazah dan SKHU/rapor
    – SKCK
    – Pas foto sesuai ketentuan
    Semua dokumen harus asli dan fotokopi yang jelas, sering kali harus dilegalisasi. Pastikan tidak ada perbedaan penulisan nama, tempat tanggal lahir, atau hal krusial lain di berbagai dokumen ini.

Syarat Fisik: Tinggi Badan, Berat Badan, dan Kondisi Umum

Syarat Fisik: Tinggi Badan, Berat Badan, dan Kondisi Umum
sumber gambar : orami.co.id

Untuk jalur Bintara PTU, beberapa syarat fisik pokok yang perlu kamu perhatikan:

  1. Tinggi Badan Minimal
    – Pria: minimal 165 cm
    – Wanita: minimal 160 cm
    Pengukuran dilakukan secara resmi oleh panitia, tidak berdasarkan klaim pribadi atau hasil pengukuran di luar. Jika kamu berada di perbatasan, misalnya 164,8 cm, sebaiknya kamu sudah mengantisipasi sedini mungkin karena pembulatan biasanya mengacu standar yang sangat ketat.
  2. Berat Badan Proporsional
    – Mengacu pada indeks massa tubuh (BMI) yang sehat.
    – Terlalu kurus atau terlalu gemuk dapat menjadi alasan tidak lolos pada pemeriksaan kesehatan.
    Idealnya kamu mulai mengatur pola makan dan latihan fisik beberapa bulan sebelumnya, bukan mepet menjelang Rikkes. Penurunan berat badan mendadak justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan dan performa saat tes jasmani.
  3. Bebas Cacat Fisik dan Sehat Prima
    – Tidak memiliki cacat fisik yang mengganggu fungsi tubuh, misalnya kelainan tulang tertentu, bekas operasi yang bermasalah, atau kehilangan fungsi indra.
    – Tidak ada tato atau tindik yang bertentangan dengan ketentuan Polri, kecuali yang memang diperlukan karena alasan medis dan bisa dibuktikan.
    Kebanyakan persoalan yang terdeteksi di sini sebenarnya bisa diketahui jauh hari, sehingga kamu punya waktu berkonsultasi ke dokter dan mengambil langkah medis bila perlu.

Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes)

Tes kesehatan, atau sering disebut Rikkes, adalah salah satu filter paling krusial. Pada Rikkes, Polri tidak sekadar menilai kamu tampak bugar secara kasat mata, tetapi benar-benar memeriksa kompatibilitas tubuhmu dengan beban tugas kepolisian.

Beberapa aspek yang biasanya dinilai:

  • Kesehatan Umum: tekanan darah, fungsi jantung, paru, dan organ vital lain.
  • Mata: ketajaman penglihatan, buta warna, hingga gangguan lain yang bisa menghambat tugas.
  • Gigi dan Mulut: kebersihan, susunan gigi, dan potensi masalah infeksi. Banyak calon yang sebetulnya mampu secara akademik dan fisik, tetapi harus tersingkir karena masalah gigi yang diabaikan.
  • Telinga, Hidung, Tenggorokan: pengecekan untuk memastikan tidak ada gangguan signifikan yang bisa menghambat komunikasi atau pernapasan.
  • Pemeriksaan Laboratorium: urine, darah, dan pemeriksaan lain untuk mendeteksi penyakit kronis atau penggunaan zat terlarang.

Untuk menghadapi Rikkes, tidak cukup hanya “merasa sehat”. Kamu disarankan untuk melakukan medical check up dasar beberapa bulan sebelum pendaftaran, guna mendeteksi lebih dini bila ada kondisi kesehatan yang perlu penanganan.

Data dan syarat di atas hanya akan menjadi informasi pasif jika kamu tidak mengubahnya menjadi rencana aksi yang konkret. Berikut strategi persiapan yang bisa kamu terapkan secara sistematis.

1. Menyusun Timeline Belajar dan Latihan Hingga Mei–Juni 2026

Asumsikan pendaftaran dibuka Mei–Juni 2026. Mulai dari Januari 2026, kamu masih punya sekitar 4 sampai 6 bulan, atau lebih panjang jika kamu mulai sekarang. Bagi persiapanmu ke dalam tiga fokus utama:

  • Akademik: alokasikan waktu harian khusus untuk mengulang materi Matematika, Bahasa Indonesia, dan pengetahuan umum. Gunakan soal-soal latihan yang setara dengan tingkat kesulitan tes Polri.
  • Psikologi dan Mental: latih konsentrasi, manajemen stres, dan kemampuan mengerjakan soal dalam batas waktu. Mengikuti bimbel yang memiliki simulasi tes psikologi Polri bisa sangat membantu.
  • Fisik dan Kesehatan: mulai lari rutin, latihan calisthenics (push up, sit up, pull up), dan jaga pola makan. Ini tidak bisa instan, sehingga perlu konsistensi.

Jika kamu bergabung dengan lembaga bimbingan belajar khusus kedinasan seperti PLC Pekanbaru atau lembaga serupa di daerahmu, biasanya mereka sudah punya modul materi dan jadwal simulasi yang mengikuti pola tes Polri. Ini bisa memotong waktu trial and error karena kamu langsung diarahkan pada jenis soal dan tes yang relevan.

2. Melakukan Audit Diri Sesuai Syarat Fisik dan Kesehatan

Sebelum nekat mendaftar, objektiflah menilai kondisi diri:

  • Ukur tinggi badan secara akurat. Jika masih jauh dari batas, kamu perlu bersiap mental bahwa jalur ini mungkin belum rezekimu, atau mencari jalur lain di tahun berikutnya.
  • Hitung BMI kamu dan perbaiki jika terlalu gemuk atau terlalu kurus. Diet ekstrem bukan solusi. Atur pola makan seimbang dan tingkatkan aktivitas fisik.
  • Periksa gigi ke dokter gigi. Bersihkan karang gigi, perbaiki gigi berlubang, dan tangani masalah gigi lain sebelum jadwal Rikkes.
  • Lakukan pemeriksaan mata dasar. Jika ada gangguan, konsultasikan lebih dini.

Dengan melakukan audit diri, kamu tidak buang-buang energi di titik yang sebenarnya sudah bisa diantisipasi.

3. Meningkatkan Daya Saing Akademik

Mengingat pendaftar Bintara PTU berasal dari latar belakang sekolah yang beragam, kamu tidak boleh puas hanya karena merasa “nilai rapor lumayan” atau “saya dulu rangking di sekolah”. Tes akademik Bintara adalah medan yang menyamakan semua peserta di satu level soal.

Fokuskan belajar pada:

  • Kemampuan berhitung cepat dan akurat.
  • Pemahaman bacaan dan logika bahasa.
  • Wawasan kebangsaan, UUD 1945, Pancasila, dan pengetahuan umum aktual.

Latihan soal secara rutin, misalnya 60 sampai 90 menit per hari, jauh lebih efektif daripada belajar maraton semalam sebelum try out. Manfaatkan bank soal online, buku latihan, serta try out simulasi yang diselenggarakan bimbel atau platform belajar.

4. Memahami dan Menghindari Praktik Calo

Polri sendiri sudah berulang kali menegaskan bahwa seluruh proses seleksi gratis dan transparan. Di situs resmi penerimaan.polri.go.id juga sering diceritakan kasus penipuan, misalnya korban yang merugi jutaan rupiah karena percaya pada janji “pasti lulus” dari orang tidak bertanggung jawab.

Beberapa langkah preventif:

  • Jangan pernah mentransfer uang kepada pihak yang mengaku bisa “mengurus kelulusan”.
  • Seluruh informasi resmi selalu dipublikasikan melalui kanal resmi Polri, bukan lewat chat pribadi yang mencurigakan.
  • Ajak orang tua untuk hadir saat sosialisasi dan penandatanganan pakta integritas, supaya mereka juga paham bahwa seleksi ini murni dan bebas biaya.

Mempercayai calo hanya akan mengalihkan fokusmu dari hal yang benar-benar menentukan, yaitu kualitas persiapanmu sendiri.

Mengincar pendaftaran Bintara PTU Polri 2026 bukan sekadar soal mengejar seragam cokelat dan kebanggaan keluarga. Ini tentang mempersiapkan diri memasuki profesi yang menuntut integritas tinggi, fisik kuat, mental tangguh, dan komitmen jangka panjang terhadap pelayanan publik. Dengan kuota sekitar 5.150 formasi untuk PTU di tengah total 18.000 penerimaan Polri, peluang itu nyata, tetapi hanya bisa dimenangkan oleh mereka yang menyiapkan diri jauh sebelum sirine pendaftaran dibunyikan.

Jika kamu mulai menyusun strategi dari sekarang, menguatkan akademik, mengasah fisik, merapikan administrasi, dan menjaga kesehatan, maka saat portal penerimaan.polri.go.id resmi membuka pendaftaran, kamu tidak lagi datang sebagai pendaftar yang coba-coba. Kamu datang sebagai kandidat yang sudah memetakan syarat, memahami tahapan, dan siap bersaing secara objektif.

Terus pantau informasi resmi, jangan berhenti belajar, dan jaga komitmen untuk melawan segala bentuk kecurangan. Polri membutuhkan generasi baru yang bersih, cerdas, dan kuat. Jika kamu konsisten, bukan tidak mungkin tahun 2026 nanti, namamulah yang diumumkan sebagai calon siswa Bintara PTU Polri yang siap memasuki lembaga pendidikan dan memulai babak baru perjalanan hidupmu.

Baca Juga : Penyebab gagal tes kesehatan polisi yang sering diremehkan!

Sumber Referensi

  • PLCPEKANBARU.COM – Kuota Penerimaan Polri Tahun 2026 Mencapai 18.000, Catat Rinciannya
  • TRYOUT.ID – Catat! Pendaftaran Kedinasan Polri 2026: Jadwal, Persyaratan Fisik, Akademik, dan Tes Kesehatan
  • PENERIMAAN.POLRI.GO.ID – Jadwal Seleksi Penerimaan Anggota Polri
  • PANARA.ID – Syarat Masuk Polri

Testimoni jadiPOLISI

Slide
previous arrow
next arrow

Program Premium Tes POLRI di Bimbel jadiPOLISI

“Kami Bantu, Kami Pandu, Kami Bimbing Sampai Amazing!” 🌟

Cover - Promo 15 January 2026
previous arrow
next arrow

📋 Cara Membeli dengan Mudah:

  1. Unduh Aplikasi JadiPOLISI: Temukan aplikasi JadiPOLISI di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
  2. Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiPOLISI Anda melalui aplikasi atau situs web.
  3. Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
  4. Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELPOLRI” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
  5. Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES55”, masukkan untuk diskon tambahan.
  6. Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
  7. Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.

Mau berlatih Soal-soal Rekrutmen atau Tes POLRI? Ayoo segera gabung sekarang juga!! GRATISSS

>

Konsultasi Persiapan Tes POLRI

Butuh arahan belajar, info seleksi, atau strategi lolos? Tim kami siap bantu kamu.

Bagikan :