Penerimaan Polsuspas 2026 – penerimaan polsuspas 2026 menjadi salah satu topik paling dicari calon pelamar CASN karena formasi penjaga tahanan di Kementerian Hukum dan HAM selalu menjadi primadona, terutama bagi lulusan SMA sederajat yang ingin cepat mengawali karier sebagai aparatur negara berseragam. Di tengah ketatnya persaingan seleksi CASN dan rekrutmen BUMN, formasi Polsuspas menawarkan jalur yang relatif jelas: penempatan yang tersebar di seluruh Indonesia, status ASN, serta jenjang karier yang terstruktur.
Secara khusus di tahun seleksi 2026, formasi Polsuspas diprediksi tetap menjadi salah satu formasi dengan pelamar terbanyak, berdampingan dengan formasi Polri (Akpol, Bintara, Tamtama) dan TNI. Bedanya, Polsuspas berada di bawah Kemenkumham, bukan Polri, meski sama-sama identik dengan tugas pengamanan dan kedisiplinan tinggi. Untuk bisa bersaing, kamu tidak cukup hanya tahu bahwa pendaftarannya lewat SSCASN. Kamu perlu memahami detail teknis: tinggi badan minimal, kondisi mata, batas usia, hingga perbedaan peluang CPNS dan PPPK.
Tulisan ini akan mengurai secara sistematis segala hal yang perlu kamu siapkan mulai sekarang agar peluangmu lolos seleksi penerimaan Polsuspas 2026 lebih besar. Kita akan bahas dari definisi, jalur pendaftaran, jadwal, persyaratan teknis, sampai strategi taktis agar tidak gugur di tahapan krusial seperti administrasi dan tes kesehatan.
Mengenal Polsuspas 2026: Formasi, Tugas, dan Posisi di Tengah Seleksi CASN

Sebelum terlalu fokus pada teknis pendaftaran, penting untuk benar-benar paham dulu: apa itu Polsuspas dan seperti apa karakter seleksinya di tahun 2026.
Polsuspas adalah singkatan dari Polisi Khusus Pemasyarakatan, yang dalam praktik rekrutmen Kemenkumham dikenal sebagai penjaga tahanan atau petugas pemasyarakatan. Mereka adalah ASN yang bertugas di Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan, seperti lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan negara (Rutan). Posisi ini berada di garis depan pengamanan narapidana dan tahanan, sekaligus pembinaan di dalam lingkungan pemasyarakatan.
Di skema penerimaan ASN 2026, Polsuspas muncul sebagai salah satu formasi di Kemenkumham, utamanya melalui jalur CPNS untuk lulusan SLTA/SMA sederajat. Beberapa sumber juga menyebutkan bahwa kamu tetap perlu memantau jalur PPPK teknis, karena meski fokusnya pada jabatan fungsional tertentu, bisa saja kebijakan formasi mengalami penyesuaian dari tahun ke tahun.
Karakter seleksi Polsuspas memiliki banyak kemiripan dengan seleksi anggota Polri dan TNI dalam aspek fisik dasar: tinggi badan minimal, proporsi berat badan, serta kesehatan mata yang ketat. Namun secara administratif dan proses rekrutmen, Polsuspas mengikuti sistem seleksi CASN nasional melalui portal SSCASN BKN. Artinya, semua data pendaftaran, unggah dokumen, dan verifikasi awal akan mengacu pada skema nasional yang sama dengan formasi CASN lain seperti guru, tenaga kesehatan, atau formasi teknis.
Di tengah iklim kompetisi CASN yang makin ketat, mengetahui posisi Polsuspas sangat penting untuk menentukan strategi. Banyak lulusan SMA yang semula mengincar Bintara Polri atau Tamtama TNI, akhirnya menjadikan Polsuspas sebagai alternatif strategis, atau bahkan pilihan utama karena:
- Syarat pendidikan minimal masih SMA sederajat.
- Jalur seleksi terbuka secara nasional, bukan per daerah saja.
- Penempatan tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan kebutuhan yang relatif stabil.
Namun, justru karena menjadi magnet bagi banyak pelamar, detail persyaratan 2026 harus kamu pahami sedini mungkin. Kesalahan kecil seperti tinggi badan yang tidak memenuhi, atau kondisi mata yang kurang ideal, bisa langsung menggugurkanmu tanpa pernah menyentuh tahapan tes kompetensi.
Syarat Fisik dan Administratif Polsuspas 2026: Detail Teknis yang Sering Menyebabkan Gugur
Pada formasi Polsuspas, aspek fisik bukan sekadar pelengkap. Ia adalah filter awal yang sangat tegas, bahkan setara pentingnya dengan nilai tes CAT. Banyak peserta yang sudah lolos seleksi administrasi di SSCASN, namun akhirnya gagal di tes kesehatan dan pemeriksaan fisik karena tidak sesuai dengan standar yang telah diumumkan sejak awal.
Mari kita bahas persyaratan fisik dan administratif Polsuspas 2026 secara sistematis, lalu diikuti tips teknis agar kamu bisa meminimalkan risiko kegagalan.
1. Standar Fisik Polsuspas 2026: Tinggi Badan, Mata, dan Berat Badan
Salah satu perbedaan utama Polsuspas dari banyak formasi CPNS lain adalah adanya standar fisik khusus. Berdasarkan referensi persyaratan 2026, ketentuannya sebagai berikut:
- Tinggi badan minimal: 165 cm untuk pria, 160 cm untuk wanita.
- Kondisi mata: tidak buta warna dan tidak diperkenankan menggunakan kacamata atau lensa kontak, mata harus normal.
- Berat badan: harus proporsional, umumnya mengacu pada standar Body Mass Index (BMI).
Persyaratan ini bukan sekadar formalitas. Dalam tahapan tes kesehatan, akan ada pengukuran tinggi dan berat badan secara langsung, serta pemeriksaan mata dan kondisi fisik lainnya. Jika hasil aktual tidak sesuai dengan yang tercantum saat pendaftaran, kamu bisa langsung dinyatakan gugur, sekalipun nilaimu di tes CAT sangat tinggi.
Di sini sering terjadi kesalahan fatal:
- Pelamar memasukkan data tinggi badan “dibulatkan naik” saat pendaftaran, misalnya tinggi asli 163 cm, tetapi diisi 165 cm.
- Pelamar memakai kacamata dengan minus atau silinder ringan, lalu berharap “masih bisa ditoleransi”.
- Pelamar memiliki berat badan jauh dari kisaran ideal, baik terlalu kurus maupun obesitas.
Dalam konteks Polsuspas, tiga hal itu bukan sekadar “kurang ideal”, tetapi berpotensi membuatmu tidak lolos seleksi kesehatan.
Langkah teknis yang sebaiknya kamu lakukan dari sekarang:
- Ukur tinggi badan di fasilitas kesehatan resmi. Lakukan pengukuran berulang, pastikan hasilnya konsisten.
- Periksa mata di dokter spesialis mata. Pastikan tidak ada buta warna parsial maupun total, dan cek apakah ada kelainan refraksi yang selama ini tidak kamu sadari.
- Hitung BMI-mu. Jika belum ideal, susun program penurunan atau peningkatan berat badan secara terukur selama beberapa bulan sebelum seleksi.
Mengingat jadwal seleksi CPNS 2026 diproyeksikan mulai diumumkan pada Juni sampai Juli 2026, maka idealnya kamu sudah mulai mengatur kondisi fisik sejak akhir 2025 atau awal 2026. Perubahan signifikan pada tinggi badan setelah usia 18–20 tahun cenderung minimal, jadi jika saat ini kamu masih jauh di bawah standar tinggi, penting untuk realistis dan mulai memikirkan alternatif formasi lain.
2. Syarat Administratif: Batas Usia, Status Hukum, dan Riwayat Kerja
Selain fisik, Polsuspas juga memiliki persyaratan administratif yang harus benar-benar kamu penuhi. Untuk pelamar lulusan SLTA/SMA sederajat, persyaratannya mencakup:
- Warga Negara Indonesia.
- Usia minimal 18 tahun dan maksimal 28 tahun pada saat pendaftaran.
- Tidak pernah dipidana dengan hukuman penjara 2 tahun atau lebih.
- Sehat jasmani dan rohani, dibuktikan dengan hasil pemeriksaan kesehatan dari rumah sakit yang ditunjuk.
- Tidak pernah diberhentikan dengan tidak hormat dari PNS, TNI, Polri, atau pegawai swasta.
Persyaratan ini tampak standar, tetapi ada beberapa poin penting yang sering diabaikan:
- Batas usia 28 tahun
Batas usia dihitung pada saat pendaftaran, bukan pada saat pengumuman atau saat pengangkatan. Artinya, jika pendaftaran dibuka sekitar Juli 2026, maka kamu harus memastikan bahwa pada bulan itu usia kamu belum melewati 28 tahun. Pelamar yang berada di usia kritis, misalnya 27 tahun lebih beberapa bulan, harus sangat memperhatikan timeline resmi agar tidak terlewat satu periode seleksi yang bisa menjadi peluang terakhir. - Status hukum dan rekam jejak pidana
Ketentuan “tidak pernah dipidana dengan hukuman penjara 2 tahun atau lebih” biasanya akan dikonfirmasi dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Jika pernah terlibat kasus pidana yang berujung vonis di atas 2 tahun, peluang untuk diterima hampir pasti tertutup. Bagi kamu yang tidak memiliki riwayat pidana, jangan menunda pengurusan SKCK, karena di beberapa daerah prosesnya bisa memakan waktu. - Riwayat diberhentikan dengan tidak hormat
Bagi pelamar yang sebelumnya pernah bekerja sebagai pegawai swasta, atau bahkan pernah menjadi anggota TNI, Polri, atau PNS, status “diberhentikan dengan tidak hormat” akan menjadi penghalang mutlak. Hal ini akan dicek melalui surat keterangan resmi dari instansi atau perusahaan sebelumnya. Jika kamu pernah mengundurkan diri secara baik-baik, pastikan dokumen seperti surat pengalaman kerja atau surat keterangan berhenti kerja sudah rapi. - Kesehatan jasmani dan rohani
Surat keterangan sehat jasmani dan rohani bukan sekadar formalitas. Di banyak seleksi Kemenkumham sebelumnya, rumah sakit yang diperbolehkan mengeluarkan surat keterangan sudah ditentukan. Hasil di luar daftar itu bisa berisiko tidak diterima. Nanti saat pengumuman resmi 2026 keluar, kamu harus membaca dengan teliti daftar fasilitas kesehatan yang diakui.
Agar tidak kerepotan saat pendaftaran dibuka, kamu bisa menyusun “checklist dokumen” sejak awal 2026: ijazah dan transkrip, e-KTP, KK, pas foto, SKCK, serta surat-surat keterangan yang mungkin dibutuhkan. Makin rapi persiapan administrasimu, makin kecil kemungkinan kamu gugur hanya karena salah unggah dokumen atau kehabisan waktu di portal SSCASN.
Setelah memahami syarat fisik dan administratif, langkah berikutnya adalah menguasai alur pendaftaran dan timeline seleksi. Di Polsuspas 2026, jalurnya terhubung dengan skema nasional CASN, yang terdiri dari CPNS dan PPPK.
Polsuspas pada dasarnya adalah formasi yang selama ini dikenal di jalur CPNS Kemenkumham, terutama untuk lulusan SMA sederajat. Berdasarkan proyeksi dan pola tahun-tahun sebelumnya, dua jalur utama yang perlu kamu cermati adalah:
- CPNS Kemenkumham 2026
Ini adalah jalur paling utama bagi kamu yang lulusan SLTA/SMA sederajat dan ingin menjadi Polsuspas. Di jalur ini, Polsuspas muncul sebagai jabatan penjaga tahanan atau petugas pemasyarakatan pada daftar formasi. Persaingannya diperkirakan sangat ketat karena formasi untuk lulusan SMA biasanya menyerap pendaftar dari berbagai daerah dalam jumlah besar. - PPPK Teknis Kemenkumham 2026
Secara umum, PPPK teknis lebih banyak diisi jabatan fungsional seperti analis, pranata, atau tenaga teknis kesehatan. Untuk Polsuspas, jalur ini perlu tetap dipantau, meskipun peluang utamanya tetap berada di CPNS. Ada kemungkinan kebijakan formasi mengalami penyesuaian di beberapa tahun ke depan, sehingga monitoring informasi resmi Kemenkumham menjadi penting.
Dari perspektif taktis, jika tujuan utamamu adalah menjadi Polsuspas, maka fokuskan persiapan pada jalur CPNS. PPPK bisa kamu jadikan jalur tambahan yang tetap dimonitor, tetapi jangan mengandalkannya sebagai satu-satunya pintu masuk.
Mengacu pada proyeksi jadwal CPNS 2026, alur seleksi kemungkinan besar akan mengikuti pola berikut:
- Pengumuman resmi pembukaan: Juni sampai Juli 2026.
- Pendaftaran online di portal SSCASN: Juli sampai Agustus 2026.
- Seleksi administrasi: Agustus 2026.
- Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan CAT: September sampai Oktober 2026.
- Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB): November 2026.
- Pengumuman kelulusan akhir: sekitar Desember 2026 sampai Januari 2027.
Bagi calon pelamar Polsuspas, jadwal ini harus diterjemahkan menjadi timeline persiapan yang konkret:
- Awal 2026: Persiapan fisik dan administratif
Mulai membenahi kondisi fisik (berat badan ideal, stamina, kebugaran), melakukan pemeriksaan kesehatan mandiri, dan menyiapkan dokumen seperti ijazah, e-KTP, KK, dan SKCK. Ini juga saat yang tepat untuk mengikuti simulasi CAT agar terbiasa dengan pola soal SKD. - Menjelang Juni–Juli 2026: Monitoring informasi resmi
Rajin memantau website resmi Kemenkumham dan portal SSCASN BKN. Di tahap ini biasanya akan muncul rincian jumlah formasi Polsuspas per wilayah, kualifikasi pendidikan, serta daftar rumah sakit rujukan untuk tes kesehatan. Informasi tersebut tidak boleh hanya dibaca sekilas, tetapi dipelajari dan dicatat. - Juli–Agustus 2026: Eksekusi pendaftaran di SSCASN
Saat pendaftaran dibuka, kamu harus sudah siap dengan semua dokumen digital (scan) yang memenuhi ketentuan ukuran dan format file. Kesalahan teknis seperti salah jurusan yang dipilih, salah mengunggah berkas, atau terlambat finalisasi akun, sering kali berujung fatal. Di tahap ini ketelitian administratif sama pentingnya dengan persiapan materi tes. - September–Oktober 2026: Fokus penuh pada SKD
Setelah lolos administrasi, medan berikutnya adalah SKD dengan sistem CAT. Untuk Polsuspas, nilai SKD kamu akan dibandingkan dengan pelamar lain di formasi yang sama. Meskipun kamu punya kondisi fisik ideal, nilai SKD yang rendah tetap bisa menggugurkan peluang. Kunci di tahap ini adalah latihan intensif soal TWK, TIU, dan TKP, serta manajemen waktu saat ujian. - November 2026 dan seterusnya: SKB dan tahapan lanjutan
Bagi yang lolos SKD, tahapan SKB dan tes lanjutan (termasuk pemeriksaan fisik dan kesehatan yang lebih detail) akan menjadi penentu akhir. Di sinilah persyaratan tinggi badan, berat badan ideal, dan kondisi mata akan benar-benar diuji. Banyak peserta yang gagal di titik ini karena sejak awal tidak jujur pada data fisik yang mereka tulis di pendaftaran.
Dari perspektif strategi, kamu sebaiknya tidak menunggu pengumuman resmi untuk mulai latihan CAT atau memperbaiki kondisi fisik. Karena lini waktu seleksi cukup padat, persiapan yang mepet hanya akan membuatmu terpaksa memilih mana yang bisa dikerjakan, dan mengabaikan aspek lain yang sama pentingnya.
Memahami persyaratan dan jadwal saja tidak cukup. Agar benar-benar kompetitif, kamu butuh strategi menyeluruh yang mencakup tiga dimensi: fisik, akademik, dan mental. Di bawah ini adalah panduan taktis yang bisa kamu adaptasi sesuai kondisi masing-masing.

1. Fisik: Mengamankan Syarat Minimal dan Menjaga Konsistensi
Target utamanya adalah memenuhi dan mempertahankan syarat minimal yang sudah disebutkan: tinggi badan, berat badan proporsional, dan mata normal tanpa alat bantu. Untuk tinggi badan, ruang gerakmu relatif terbatas, tetapi untuk berat badan dan kebugaran, kamu masih punya banyak ruang perbaikan.
Beberapa langkah praktis:
- Program berat badan terukur
Jika kamu terlalu kurus atau terlalu gemuk, susun program 3 sampai 6 bulan untuk mencapai BMI ideal. Lakukan dengan pola makan dan olahraga yang realistis, tidak ekstrem, agar tidak mengganggu kesehatan secara keseluruhan. - Latihan fisik rutin
Meskipun dalam seleksi Polsuspas tidak seintens tes jasmani Polri atau TNI, memiliki kebugaran yang baik akan membantumu saat menghadapi tes kesehatan. Olahraga ringan seperti lari, skipping, dan latihan kekuatan dasar bisa dijadikan rutinitas minimal 3 kali seminggu. - Periksa mata dan rawat sejak dini
Jika hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya minus ringan, kamu harus menyadari bahwa syarat mata Polsuspas mengharuskan kondisi tanpa kacamata. Di titik ini, penting untuk realistis. Jangan memaksakan mendaftar jika kondisimu sudah jelas tidak memenuhi, karena pada akhirnya akan terdeteksi saat tes kesehatan.
Dengan mengamankan aspek fisik sedini mungkin, kamu tidak perlu dihantui kekhawatiran berlebih saat sudah memasuki tahapan SKD dan SKB.
2. Akademik: Menguasai Pola Soal CAT untuk Mengalahkan Persaingan
Berbeda dengan tes masuk Polri yang memiliki komposisi tes fisik yang besar, seleksi Polsuspas di CPNS bertumpu kuat pada tes berbasis CAT, yakni Seleksi Kompetensi Dasar dan Seleksi Kompetensi Bidang. Nilai CAT-mu akan dibandingkan dengan pelamar lain, dan hanya mereka yang berada pada peringkat teratas yang akan dipanggil ke tahapan selanjutnya.
Untuk SKD, tiga komponen utamanya adalah:
- Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).
- Tes Intelegensia Umum (TIU).
- Tes Karakteristik Pribadi (TKP).
Strategi yang bisa kamu jalankan:
- Pahami ambang batas (passing grade)
Pemerintah setiap tahun menetapkan nilai minimal SKD. Walaupun passing grade belum tentu sama antara tahun 2024, 2025, dan 2026, pola penilaiannya relatif mirip. Pelajari aturan passing grade tahun-tahun sebelumnya sebagai acuan target latihan. - Latihan dengan simulasi CAT
Gunakan try out online yang kredibel dan mendekati format resmi. Fokus bukan hanya pada jumlah soal yang kamu kerjakan, tetapi juga evaluasi kesalahan dan manajemen waktunya. - Prioritaskan kelemahan pribadi
Jika kamu lemah di matematika dasar TIU, jangan hanya mengulang soal yang mudah. Latih kemampuan berhitung, logika, dan penalaran secara bertahap. Untuk TWK, bangun pemahaman konstitusi, sistem pemerintahan, sejarah nasional, serta wawasan kebangsaan yang sering muncul di soal.
Untuk SKB Polsuspas, materi biasanya lebih mengarah pada pemahaman dasar tentang tugas pemasyarakatan, aturan-aturan dalam sistem pemasyarakatan, serta aspek perilaku yang terkait dengan disiplin, integritas, dan kemampuan bekerja di lingkungan berisiko tinggi. Di sini, kemampuan membaca cepat dan menyerap materi regulasi akan sangat menolong.
3. Mental: Membangun Ketahanan Menghadapi Proses Seleksi Panjang
Seleksi Polsuspas bukan proses satu hari. Sejak persiapan hingga pengumuman final, rentangnya bisa mencapai setengah tahun, dimulai dari pengumuman di Juni sampai pengumuman kelulusan akhir yang bisa mundur sampai Januari tahun berikutnya. Banyak pelamar yang sebenarnya potensial secara akademik dan fisik, tetapi kelelahan mental di tengah jalan.
Beberapa hal yang perlu kamu kelola:
- Ekspektasi realistis
Polsuspas adalah formasi dengan peminat tinggi. Meskipun kamu sudah berusaha maksimal, selalu ada faktor persaingan yang di luar kendali. Tetap berjuang sekuat mungkin, namun jangan menumpukan seluruh keberhargaan diri pada satu seleksi ini saja. - Manajemen jadwal dan energi
Jangan menunda belajar SKD sampai mendekati ujian. Latihan bertahap dengan intensitas yang konsisten lebih efektif daripada belajar keras dalam waktu singkat menjelang tes. - Support system
Libatkan keluarga atau teman dekat dalam rencana seleksimu. Bukan hanya soal dukungan moral, tetapi juga untuk membantu mengingatkan jadwal penting, mengoreksi berkas, atau sekadar menjadi teman diskusi saat persiapan materi CAT.
Dengan strategi mental yang matang, kamu dapat melalui proses yang panjang ini tanpa mudah goyah, terutama saat menghadapi pengumuman bertahap, mulai dari kelulusan administrasi, hasil SKD, sampai pengumuman akhir.
Pada akhirnya, penerimaan polsuspas 2026 adalah kesempatan besar bagi kamu yang serius ingin mengabdikan diri di lingkungan pemasyarakatan, dengan status ASN dan tugas yang menuntut kedisiplinan tinggi. Formasi ini menggabungkan tiga tantangan sekaligus: fisik yang terukur, administrasi yang ketat, dan seleksi akademik yang kompetitif.
Jika kamu hanya kuat di salah satunya, peluangmu akan terbatas. Namun jika sejak sekarang kamu membenahi fisik sesuai standar, menyiapkan dokumen dengan rapi, dan berlatih intensif menghadapi CAT, maka probabilitasmu untuk lolos akan meningkat signifikan.
Jadikan beberapa bulan ke depan sebagai fase investasi serius. Ukur tinggi dan berat badanmu dengan jujur, periksa kondisi mata, susun program olahraga, dan bangun kebiasaan belajar soal CAT setiap hari. Pantau terus informasi resmi Kemenkumham dan SSCASN saat mendekati pertengahan 2026, lalu ikuti setiap tahapan dengan disiplin dan teliti.
Tidak ada jaminan pasti untuk diterima, tetapi mereka yang paling siap secara teknis hampir selalu berada di garis depan saat pengumuman kelulusan keluar. Jika satu kesempatan terlewat, gunakan sebagai pelajaran. Jika 2026 adalah tahunmu, pastikan kamu datang ke seleksi bukan sebagai peserta yang sekadar mencoba, tetapi sebagai kandidat yang sudah benar-benar siap.
Baca Juga : Penyebab gagal tes kesehatan polisi yang sering diremehkan!
sumber referensi
- IPIDIKLAT.ID – Syarat Polsuspas 2026: Tinggi Badan, Mata, dan Kesehatan
- DEALLS.COM – Pendaftaran CPNS 2026: Jadwal, Syarat, dan Tips Lolos
- LIMBANGANTENGAH.ID – PPPK Kemenkumham 2026 Dibuka: Jadwal, Syarat, dan Formasi Lengkap
- PAPUAPEGUNUNGAN.KPU.GO.ID – Informasi Lengkap Seleksi CPNS 2026: Jadwal, Formasi, dan Persyaratan Resmi
- TRYOUT.ID – Formasi CPNS Kemenkumham 2026: Info Resmi Kuota, Syarat, dan Jurusan yang Dibutuhkan
Testimoni jadiPOLISI
Program Premium Tes POLRI di Bimbel jadiPOLISI
“Kami Bantu, Kami Pandu, Kami Bimbing Sampai Amazing!” 🌟


📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi JadiPOLISI: Temukan aplikasi JadiPOLISI di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
- Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiPOLISI Anda melalui aplikasi atau situs web.
- Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
- Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELPOLRI” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
- Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES55”, masukkan untuk diskon tambahan.
- Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
- Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.
Mau berlatih Soal-soal Rekrutmen atau Tes POLRI? Ayoo segera gabung sekarang juga!! GRATISSS
>




