Setelah Rikmin Akhir Apa yang Harus Dilakukan – pertanyaan ini hampir pasti muncul di kepala setiap Casis yang baru saja keluar dari ruang pemeriksaan administrasi akhir. Rasanya seperti berada di persimpangan: satu langkah lagi menuju impian memakai seragam cokelat kebanggaan, tapi juga satu langkah lagi dari kemungkinan dinyatakan “lulus tidak terpilih”.
Di tengah ketegangan seleksi penerimaan Casis Polisi yang makin ketat dan transparan, memahami apa yang terjadi setelah Rikmin Akhir dan apa yang harus kamu lakukan secara mental, fisik, dan administratif adalah kunci agar kamu tidak hanya “menunggu cemas”, tetapi tetap terarah dan siap menghadapi tahap berikutnya.
Memahami Dulu: Apa Posisi Rikmin Akhir dalam Rangkaian Seleksi?

Sebelum membahas setelah rikmin akhir apa yang harus dilakukan, kamu perlu paham dulu posisi Rikmin Akhir dalam alur seleksi Polri. Banyak Casis yang mengira Rikmin Akhir itu “formalitas”, padahal justru di sinilah banyak yang gugur karena hal-hal kecil yang sebenarnya bisa diantisipasi.
Rikmin Akhir (Pemeriksaan Administrasi Akhir) dilakukan setelah kamu melewati beberapa tahapan penting seperti PMK (Penelusuran Mental Kepribadian), psikologi tahap II, dan tes-tes lainnya. Di tahap ini, panitia akan:
- Memeriksa ulang seluruh berkas administrasi: KTP, KK, akta kelahiran, ijazah (termasuk paket A/B/C jika relevan), SKCK, surat keterangan sehat, kartu BPJS, pas foto, dan dokumen lain sesuai ketentuan.
- Mengukur ulang data fisik: tinggi badan, berat badan, usia, hingga nilai Ujian Nasional atau nilai ijazah yang menjadi syarat.
- Melakukan verifikasi eksternal: mencocokkan data ke Disdukcapil, Dinas Pendidikan, dan instansi terkait dengan alat verifikasi yang canggih.
Di sinilah prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, Humanis) benar-benar diterapkan. Artinya, jika ada perbedaan data sekecil apa pun misalnya nama di ijazah beda satu huruf dengan di KTP, tanggal lahir tidak sama, atau legalisir ijazah sudah kadaluarsa antar tahun kamu bisa dinyatakan TMS (Tidak Memenuhi Syarat).
Jadi, Rikmin Akhir bukan sekadar “cek kertas”, tapi gerbang terakhir administrasi sebelum kamu benar-benar dinilai di tahap penentuan akhir. Lalu, setelah rikmin akhir apa yang harus dilakukan agar kamu tidak hanya pasrah menunggu?
Setelah Rikmin Akhir: Tahap-Tahap yang Akan Kamu Hadapi
Untuk menjawab dengan jelas setelah rikmin akhir apa yang harus dilakukan, kamu perlu tahu dulu tahapan apa saja yang biasanya menunggu setelah kamu dinyatakan memenuhi syarat di Rikmin Akhir.
1. Tes Supervisi: “Audit” Nilai dan Proses Sebelumnya
Setelah Rikmin Akhir, salah satu tahap yang akan kamu hadapi adalah tes supervisi. Banyak Casis yang belum terlalu paham fungsi tes ini, padahal ini bagian penting dari penilaian akhir sebelum sidang kelulusan.
Tes supervisi bisa diartikan sebagai bentuk pengawasan atau pengecekan ulang terhadap hasil tes-tes yang sudah kamu jalani sebelumnya. Di sini, panitia dan pengawas (baik internal maupun eksternal) akan:
- Mengecek konsistensi nilai dari setiap tahapan (akademik, psikologi, kesehatan, jasmani, dan lain-lain).
- Memastikan tidak ada kecurangan, manipulasi nilai, atau kesalahan input.
- Menilai kembali aspek-aspek pendukung seperti hasil PMK dan psikologi tahap II secara kualitatif.
Bagi kamu sebagai Casis, mungkin tes supervisi ini tidak selalu berupa tes baru yang kamu kerjakan, tetapi lebih ke proses internal panitia. Namun, kamu tetap harus siap jika sewaktu-waktu diminta klarifikasi atau pengulangan sebagian tes tertentu sesuai kebijakan panitia daerah.
Di titik ini, setelah rikmin akhir apa yang harus dilakukan? Fokus utamanya adalah:
- Tetap menjaga kondisi fisik dan mental, karena kamu masih berada dalam masa penilaian.
- Siap jika ada pemanggilan mendadak untuk klarifikasi atau pengecekan tambahan.
- Tidak melakukan pelanggaran disiplin apa pun yang bisa memengaruhi penilaian sikap dan kepribadianmu.
2. Sidang Kelulusan Akhir (Pantohir / Sidang Terbuka)
Tahap berikutnya setelah tes supervisi adalah sidang kelulusan akhir, yang sering disebut Pantohir atau sidang terbuka. Inilah momen yang paling ditunggu sekaligus paling menegangkan.
Di sidang kelulusan akhir:
- Seluruh nilai akhir dari setiap tahapan seleksi akan direkap dan diranking.
- Penentuan kelulusan didasarkan pada peringkat nilai dan kuota yang tersedia di Polda atau jalur yang kamu pilih (Akpol, Bintara, Tamtama).
- Peserta yang nilainya di bawah batas kuota akan dinyatakan “lulus tidak terpilih” meskipun secara syarat dan nilai minimum sebenarnya sudah memenuhi.
Contohnya, di Polda Gorontalo tahun 2020, setelah Rikmin Akhir, terdapat 5 calon taruna Akpol dan 17 calon siswa Tamtama yang dinyatakan lolos dan kemudian mengikuti sidang terbuka keesokan harinya. Di sidang inilah ditentukan siapa yang benar-benar berangkat pendidikan dan siapa yang harus mencoba lagi di tahun berikutnya.
Artinya, setelah rikmin akhir apa yang harus dilakukan tidak bisa hanya dijawab dengan “menunggu pengumuman”. Kamu perlu mempersiapkan diri secara mental untuk dua kemungkinan:
- Lulus terpilih dan berangkat pendidikan (SPN/Sepolwan/Akpol).
- Lulus tidak terpilih dan harus menyusun ulang strategi untuk seleksi berikutnya.
Strategi Mental: Mengelola Takut Gagal Setelah Rikmin Akhir

Banyak Casis yang mengaku, justru setelah Rikmin Akhir mereka merasa paling cemas. Badan sudah capek, berkas sudah habis-habisan diurus, tapi pikiran terus bertanya: “Kalau gagal di Pantohir, aku harus bagaimana?”
Di sinilah pentingnya memahami setelah rikmin akhir apa yang harus dilakukan dari sisi mental dan emosional.
1. Akui Rasa Takut, Tapi Jangan Dipelihara
Takut gagal itu manusiawi. Kamu sudah mengorbankan waktu, tenaga, biaya, bahkan mungkin menunda kuliah atau pekerjaan lain demi seleksi ini. Wajar kalau kamu takut semua itu berakhir dengan kata “tidak terpilih”.
Namun, ada perbedaan besar antara:
- Mengakui rasa takut, dan
- Memelihara rasa takut sampai melumpuhkan dirimu.
Setelah Rikmin Akhir, beri ruang untuk dirimu berkata, “Ya, aku takut gagal.” Tapi setelah itu, lanjutkan dengan, “Tapi aku tetap akan berusaha tenang dan siap menerima apa pun hasilnya.” Ini bukan pasrah, melainkan bentuk kedewasaan mental yang justru sangat dibutuhkan seorang calon Polisi.
2. Jaga Rutinitas Latihan Fisik Pagi: Bukan Hanya untuk Nilai, tapi untuk Mental
Salah satu kesalahan umum Casis setelah Rikmin Akhir adalah berhenti latihan fisik dengan alasan “tes fisik kan sudah lewat”. Padahal, menjaga rutinitas latihan fisik justru sangat membantu menjaga kesehatan mental.
Latihan fisik pagi lari ringan, push-up, sit-up, stretching membantu:
- Mengurangi stres dan kecemasan melalui pelepasan hormon endorfin.
- Menjaga pola tidur tetap teratur, sehingga kamu tidak begadang memikirkan hasil.
- Menjaga kebiasaan disiplin yang akan sangat berguna jika kamu lulus dan masuk pendidikan.
Jadi, ketika kamu bertanya setelah rikmin akhir apa yang harus dilakukan, salah satu jawabannya adalah: tetap latihan fisik setiap pagi, bukan lagi semata-mata untuk mengejar nilai Kesjas, tapi untuk menjaga ketenangan pikiran dan konsistensi disiplinmu.
3. Batasi Konsumsi “Gosip Seleksi” dan Fokus pada Informasi Resmi
Menjelang sidang kelulusan akhir, grup WhatsApp dan media sosial biasanya penuh dengan spekulasi: “Katanya kuota dikurangi”, “Katanya nilai si A dinaikkan”, “Katanya ada tambahan tes lagi”, dan sebagainya. Jika kamu tidak hati-hati, ini bisa menggerus mentalmu pelan-pelan.
Setelah Rikmin Akhir, pilih untuk:
- Hanya percaya pada informasi resmi dari panitia Polres/Polda.
- Menghindari ikut menyebarkan rumor yang belum jelas kebenarannya.
- Menggunakan waktu untuk hal produktif: belajar, olahraga, ibadah, atau membantu keluarga.
Ingat, salah satu indikator kedewasaan mental adalah kemampuan memfilter informasi. Ini juga bagian dari jawaban setelah rikmin akhir apa yang harus dilakukan agar kamu tidak kelelahan secara emosional sebelum hari penentuan.
Manajemen Berkas dan Administrasi: Jangan Lengah Setelah Rikmin Akhir
Walaupun namanya “Rikmin Akhir”, bukan berarti urusan berkas benar-benar selesai. Ada beberapa hal administratif yang tetap perlu kamu perhatikan setelah tahap ini.
1. Simpan dan Backup Semua Dokumen Penting
Setelah Rikmin Akhir, pastikan:
- Semua dokumen asli (KTP, KK, akta, ijazah, SKCK, BPJS, dan lain-lain) disimpan di tempat aman.
- Kamu punya salinan fotokopi dan, kalau bisa, scan digital (foto jelas atau PDF) yang tersusun rapi.
- Catat tanggal kadaluarsa dokumen tertentu seperti SKCK, surat keterangan sehat, dan keanggotaan BPJS.
Mengapa ini penting? Karena:
- Jika kamu lulus, akan ada proses administrasi lanjutan sebelum berangkat pendidikan.
- Jika kamu belum terpilih, kamu tidak perlu mengulang dari nol dalam mengurus berkas untuk seleksi berikutnya cukup memperbarui yang kadaluarsa.
Jadi, ketika memikirkan setelah rikmin akhir apa yang harus dilakukan, jangan lupakan hal sederhana tapi krusial ini: manajemen berkas yang rapi adalah investasi jangka panjang untuk kariermu.
2. Tindak Lanjuti Jika Ada Catatan dari Panitia
Kadang, saat Rikmin Akhir, panitia memberi catatan seperti:
- “Nama di ijazah dan KTP beda, segera urus penyesuaian.”
- “Legalisir ijazah sudah beda tahun, harus diperbarui.”
- “BPJS sudah tidak aktif, segera diaktifkan kembali.”
Jika kamu mengabaikan catatan ini, risikonya kamu sendiri yang menanggung. Bisa saja kamu masih diizinkan lanjut sementara, tapi di tahap verifikasi berikutnya kamu dinyatakan TMS karena tidak menindaklanjuti instruksi.
Maka, setelah rikmin akhir apa yang harus dilakukan salah satunya adalah:
- Segera konsultasi ke panitia jika ada hal yang belum jelas.
- Langsung urus ke instansi terkait (Disdukcapil, sekolah, kampus, BPJS, dan lain-lain).
- Simpan bukti pengurusan (tanda terima, surat keterangan proses, dan sebagainya) jika belum selesai pada hari itu juga.
Ini menunjukkan bahwa kamu bukan hanya disiplin, tapi juga bertanggung jawab dua karakter penting seorang anggota Polri.
Menghadapi Stigma dan Komentar Negatif: Ujian Mental yang Sering Terlupakan
Selain urusan teknis, ada satu hal yang sering membuat Casis goyah setelah Rikmin Akhir: komentar orang lain. Mulai dari keluarga besar, tetangga, teman lama, sampai netizen di media sosial.
Komentar seperti:
- “Ah, jadi Polisi itu susah, banyak main belakang.”
- “Kalau nggak punya orang dalam, mana bisa lulus.”
- “Sudah lah, mending kerja lain saja.”
Kalimat-kalimat seperti ini bisa sangat menyakitkan, apalagi ketika kamu sedang berada di fase menunggu hasil. Di sinilah kamu perlu mengingat kembali niat awalmu.
1. Kembali ke Niat: Mengayomi dan Mengabdi
Menjadi Polisi bukan sekadar soal pekerjaan dan gaji. Ini tentang pengabdian, tentang keberanian berdiri di garis depan ketika orang lain memilih mundur, tentang menjadi pelindung ketika orang lain butuh rasa aman.
Saat kamu bertanya setelah rikmin akhir apa yang harus dilakukan, salah satu jawabannya adalah: perkuat kembali niat muliamu.
Tanyakan pada dirimu:
- Mengapa aku ingin menjadi Polisi?
- Masalah apa di masyarakat yang ingin aku bantu selesaikan?
- Nilai apa yang ingin aku bawa ketika memakai seragam nanti?
Dengan niat yang kuat, komentar negatif tidak lagi menjadi tembok, melainkan hanya angin yang lewat.
2. Pilih Lingkungan yang Mendukung
Di fase menunggu setelah Rikmin Akhir, pilih untuk lebih sering berinteraksi dengan:
- Keluarga yang mendukung dan mendoakanmu.
- Teman-teman sesama pejuang Casis yang saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan.
- Mentor, pelatih, atau pembimbing yang bisa memberi arahan realistis dan membangun.
Jika kamu merasa lingkunganmu terlalu toksik, tidak ada salahnya sedikit menjaga jarak sementara. Fokus pada persiapan mentalmu menghadapi sidang kelulusan akhir. Ingat, setelah rikmin akhir apa yang harus dilakukan bukan hanya soal teknis, tapi juga soal menjaga kesehatan jiwamu.
Menyusun Rencana A dan Rencana B: Lulus atau Belum, Kamu Tetap Punya Jalan
Salah satu cara paling sehat untuk menghadapi ketidakpastian adalah dengan punya lebih dari satu rencana. Ini bukan berarti kamu tidak yakin akan lulus, tapi justru menunjukkan kedewasaan dalam merencanakan masa depan.
1. Jika Lulus Terpilih
Jika nanti di sidang kelulusan akhir namamu dipanggil sebagai peserta yang lulus terpilih, maka setelah Rikmin Akhir dan sidang, yang harus kamu lakukan adalah:
- Menyiapkan fisik untuk pendidikan: tingkatkan lagi latihan fisik, perbaiki pola makan, dan jaga kesehatan.
- Menyiapkan mental untuk kehidupan di pendidikan: disiplin tinggi, jauh dari keluarga, jadwal padat, dan tekanan yang lebih besar.
- Menyelesaikan urusan pribadi: pamit baik-baik dari tempat kerja (jika sudah bekerja), menyelesaikan kewajiban akademik (jika sedang kuliah), dan menyiapkan keluarga secara emosional.
2. Jika Lulus Tidak Terpilih atau TMS
Ini bagian yang paling tidak ingin dibayangkan, tapi harus tetap kamu siapkan. Jika hasilnya belum sesuai harapan, setelah rikmin akhir apa yang harus dilakukan?
Beberapa langkah yang bisa kamu ambil:
- Beri waktu untuk dirimu merasakan kecewa. Tidak apa-apa menangis, tidak apa-apa sedih. Itu manusiawi.
- Setelah itu, evaluasi dengan jujur: di bagian mana kamu paling lemah? Akademik, fisik, psikologi, kesehatan, atau administrasi?
- Susun rencana perbaikan: ikut bimbingan belajar, latihan fisik lebih terstruktur, cek kesehatan lebih dini, atau perbaiki berkas yang bermasalah.
- Pertimbangkan jalur atau formasi lain di tahun berikutnya (misalnya dari Akpol ke Bintara, atau dari Bintara umum ke jalur lain yang sesuai minat dan kemampuanmu).
Dan yang paling penting: jangan biarkan satu hasil seleksi menentukan nilai dirimu sebagai manusia. Gagal di satu seleksi bukan berarti kamu gagal sebagai pribadi. Justru, cara kamu bangkit setelah gagal itulah yang akan membentuk karaktermu karakter yang sangat dibutuhkan oleh seorang penegak hukum.
Soft Selling (Jembatan): Jangan Berjuang Sendirian
Di tengah semua ketidakpastian ini, satu hal yang sering membuat Casis tumbang adalah berjuang sendirian tanpa arahan yang jelas. Padahal, kamu bisa memperkuat peluangmu dengan belajar dari pembimbing yang paham pola seleksi, tahu titik-titik rawan seperti Rikmin Akhir, dan bisa membantumu menyiapkan diri menghadapi tes supervisi, sidang kelulusan akhir, hingga seleksi ulang jika diperlukan.
Pada akhirnya, setelah rikmin akhir apa yang harus dilakukan bukan hanya soal menunggu hasil dan berharap yang terbaik. Ini tentang bagaimana kamu:
- Menjaga mental tetap kuat di tengah ketidakpastian.
- Menjaga fisik tetap bugar meski tes utama sudah lewat.
- Menjaga berkas dan administrasi tetap rapi dan siap kapan pun dibutuhkan.
- Menjaga niat tetap lurus di tengah stigma dan komentar negatif.
- Menjaga harapan tetap hidup, baik kamu lulus sekarang atau harus mencoba lagi nanti.
Jika kamu sedang berada di fase ini sekarang menunggu setelah Rikmin Akhir, menunggu sidang kelulusan akhir, menunggu keputusan yang bisa mengubah hidupmu ingatlah satu hal: perjalananmu menjadi Polisi tidak hanya diukur dari satu pengumuman. Ia diukur dari keberanianmu untuk terus melangkah, dari keteguhanmu menjaga integritas, dan dari kesediaanmu untuk terus belajar dan memperbaiki diri.
Baca Juga : Tes PMK Polri Apa Saja Biar Lolos Tanpa Panik?!
Sumber Referensi
- TRIBRATANEWS.GORONTALO.POLRI.GO.ID – Usai Tes Rikmin Akhir, 5 Catar Akpol dan 17 Casis Tamtama Polda Gorontalo Akan Ikuti Tes Sidang Terbuka Besok
- KUMPARAN.COM – Apa Itu Rikmin Penerimaan Polri? Ini Pengertian, Jadwal, dan Syaratnya
- TRIBUNUS.CO.ID – Pemeriksaan Administrasi Akhir Bintara Polri T.A. 2025 di Panda Polda Papua Berjalan Lancar dan Transparan
Testimoni jadiPOLISI


Program Premium Tes POLRI di Bimbel jadiPOLISI
“Kami Bantu, Kami Pandu, Kami Bimbing Sampai Amazing!” 🌟


📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi JadiPOLISI: Temukan aplikasi JadiPOLISI di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
- Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiPOLISI Anda melalui aplikasi atau situs web.
- Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
- Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELPOLRI” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
- Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES55”, masukkan untuk diskon tambahan.
- Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
- Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.
