Tahapan seleksi Bintara Polri 2026 menjadi informasi penting yang wajib dipahami sejak awal oleh setiap calon peserta. Dengan memahami urutan seleksi, jadwal utama, dan fokus penilaian di setiap tahap, casis bisa menyiapkan dokumen, fisik, akademik, serta mental secara lebih terarah.
Berdasarkan pengumuman resmi dan jadwal seleksi Penerimaan Polri Tahun Anggaran 2026, proses seleksi Bintara Polri berlangsung bertahap mulai dari pendaftaran online hingga sidang akhir kelulusan. Karena itu, memahami detail tahapan seleksi Bintara Polri akan membantu peserta menghindari kesalahan administrasi dan lebih siap menghadapi setiap pengujian.
Daftar Isi
Urutan Seleksi Bintara Polri

Urutan tahapan seleksi Bintara Polri 2026 harus dipahami secara runtut agar peserta tidak hanya fokus pada satu tes tertentu. Setiap tahap saling berkaitan, dan kelalaian pada tahap awal dapat menggugurkan peluang untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
Secara umum, peserta akan melalui tahapan administrasi, pemeriksaan kesehatan, tes psikologi, uji akademik atau uji kompetensi sesuai jalur, lalu berlanjut ke pemeriksaan lanjutan sampai sidang akhir. Berikut penjelasan tiap tahap yang perlu dipahami.
1. Pendaftaran online dan verifikasi
Tahap awal seleksi dimulai dari pendaftaran online melalui situs resmi penerimaan Polri, lalu dilanjutkan verifikasi data dan berkas. Pada tahap ini, peserta harus memastikan identitas, nilai, ijazah, dan dokumen pendukung lain sesuai syarat jalur Bintara Polri yang dipilih.
Kesalahan input data, dokumen tidak lengkap, atau ketidaksesuaian syarat dasar bisa langsung menghambat proses seleksi sejak awal. Karena itu, tahapan seleksi Bintara Polri selalu menuntut ketelitian administrasi sejak hari pertama pendaftaran.
2. Pakta integritas dan rikmin awal
Setelah verifikasi awal, peserta mengikuti pakta integritas dan pemeriksaan administrasi awal atau rikmin awal. Di sini panitia memeriksa kembali legalitas serta kesesuaian berkas, termasuk latar belakang pendidikan, usia, nilai, dan syarat khusus sesuai formasi.
Tahap ini penting karena menjadi penyaring awal sebelum peserta masuk ke tes substansi. Bila ada dokumen bermasalah, peserta berisiko tidak dapat melanjutkan ke tahap kesehatan dan pengujian berikutnya.
3. Rikkes I
Rikkes I adalah pemeriksaan kesehatan tahap pertama yang bertujuan menilai kondisi dasar kesehatan peserta. Pemeriksaan ini umumnya mencakup pengamatan kondisi fisik umum, mata, gigi, THT, serta aspek kesehatan lain yang menjadi syarat dasar untuk mengikuti pendidikan kepolisian.
Pada tahapan seleksi Bintara Polri, kesehatan bukan sekadar formalitas karena hasilnya menentukan kelayakan peserta untuk lanjut ke tes berikutnya. Menjaga kebugaran, pola tidur, dan kondisi tubuh sebelum tes sangat penting agar tidak gagal karena faktor yang sebenarnya bisa diantisipasi.
4. CAT psikologi I
Tes psikologi tahap pertama dilaksanakan dengan sistem CAT atau Computer Assisted Test. Tujuannya adalah menilai aspek kepribadian, kestabilan emosi, kecermatan, dan kesiapan psikologis peserta untuk menjalani pendidikan dan tugas kepolisian.
Peserta perlu membiasakan diri dengan soal psikologi berbasis komputer dan menjaga fokus saat tes berlangsung. Dalam praktiknya, banyak peserta gugur bukan karena kemampuan rendah, tetapi karena kurang siap menghadapi format dan ritme pengerjaan CAT.
5. Uji akademik atau uji kompetensi
Pada jalur Bintara Polri tertentu, peserta akan menghadapi uji akademik. Sementara pada jalur bakomsus, jadwal resmi 2026 juga mencantumkan uji komputer dan TKK atau tes kompetensi keahlian sesuai bidang yang dilamar.
Karena itu, peserta harus memahami sejak awal apakah jalur yang dipilih menuntut penguasaan materi akademik umum atau kompetensi khusus. Persiapan belajar yang sesuai jalur akan membuat upaya lebih efektif dan tidak salah fokus.
6. Sidang menuju rikkes II
Sebelum masuk ke pemeriksaan lanjutan, panitia menggelar sidang menuju rikkes II untuk menentukan peserta yang berhak melanjutkan. Sidang ini menjadi titik evaluasi hasil dari beberapa tes sebelumnya dan menunjukkan bahwa setiap tahapan seleksi Bintara Polri bersifat eliminasi.
Peserta tidak cukup hanya lolos satu tes, tetapi harus menjaga konsistensi performa sejak awal. Karena itu, penting untuk tidak menurunkan ritme persiapan meskipun sudah melewati beberapa tahapan awal.
7. Rikkes II
Rikkes II adalah pemeriksaan kesehatan lanjutan yang lebih mendalam dibanding tahap pertama. Tujuannya memastikan peserta benar-benar memenuhi standar kesehatan untuk pendidikan dan tugas kepolisian yang menuntut kesiapan fisik tinggi.
Peserta sebaiknya menjaga pola makan, menghindari aktivitas berisiko cedera, dan memastikan kondisi tubuh stabil menjelang tes. Banyak calon terlalu fokus pada belajar dan latihan fisik, tetapi justru kurang memperhatikan kesiapan kesehatan lanjutan.
8. Uji jasmani dan antropometri
Uji jasmani dan antropometri menilai kebugaran fisik serta proporsi tubuh peserta. Tahap ini sangat menentukan karena seleksi Bintara Polri tidak hanya mencari peserta yang lolos administrasi dan akademik, tetapi juga siap secara fisik untuk menjalani pendidikan intensif.
Latihan lari, kekuatan otot, daya tahan, dan pengaturan berat badan ideal perlu dilakukan jauh sebelum jadwal tes. Persiapan fisik yang mendadak biasanya tidak cukup untuk menghadapi standar uji jasmani secara optimal.
9. PMK dan PSI II
Tahap lanjutan berikutnya adalah PMK dan PSI II yang tercantum pada jadwal resmi seleksi Bintara Polri 2026. Tahapan ini merupakan bagian penting dari penilaian lanjutan terhadap kesiapan mental, kepribadian, dan kualitas individu peserta.
Pada fase ini, peserta perlu menjaga konsistensi sikap, kejujuran, dan kestabilan mental. Seleksi Polri menilai bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga karakter serta kesesuaian pribadi dengan tuntutan profesi kepolisian.
10. Rikmin akhir dan sidang kelulusan
Menjelang akhir proses, peserta akan menghadapi rikmin akhir, supervisi panpus pada jalur tertentu, lalu sidang akhir kelulusan. Tahap ini menjadi penentu final apakah peserta dinyatakan lulus seleksi dan berhak mengikuti pendidikan pembentukan Bintara Polri.
Karena seluruh tahapan seleksi Bintara Polri bersifat berjenjang, peserta harus menjaga kualitas performa dari awal hingga akhir. Ketelitian administrasi, kesehatan, akademik, fisik, dan mental semuanya akan bertemu pada keputusan akhir panitia.
Baca Juga: Rikkes Tahap 1 Polri Apa Saja ? Ini Penjelasannya
Jadwal Seleksi Bintara Polri
Jadwal tahapan seleksi Bintara Polri 2026 perlu dipantau dari sumber resmi karena tiap jalur dapat memiliki rincian waktu yang berbeda. Untuk jalur Bintara Polri pada jadwal resmi 2026, pendaftaran online dan verifikasi dibuka pada 9 sampai 30 Maret 2026, dilanjutkan pakta integritas pada 31 Maret 2026.
Selanjutnya, rikmin awal dijadwalkan pada 5 sampai 10 April 2026, rikkes I pada 12 sampai 25 April 2026, CAT Psikologi I pada 26 April sampai 3 Mei 2026, dan uji akademik, uji komputer, serta TKK untuk bakomsus pada 12 sampai 26 Mei 2026. Setelah itu ada sidang menuju rikkes II pada 4 Juni 2026, rikkes II pada 7 sampai 10 Juni 2026, UKJ pada 11 sampai 15 Juni 2026, PSI II dan PMK pada 16 sampai 20 Juni 2026, supervisi panpus pada 24 sampai 26 Juni 2026, sidang akhir kelulusan pada 3 Juli 2026, dan buka pendidikan Bintara Polri pada 20 Juli 2026.
- 9 sampai 30 Maret 2026: pendaftaran online dan verifikasi
- 31 Maret 2026: pakta integritas
- 5 sampai 10 April 2026: rikmin awal
- 12 sampai 25 April 2026: rikkes I
- 26 April sampai 3 Mei 2026: CAT Psikologi I
- 12 sampai 26 Mei 2026: uji akademik, uji komputer, dan TKK bakomsus
- 4 Juni 2026: sidang menuju rikkes II
- 7 sampai 10 Juni 2026: rikkes II
- 11 sampai 15 Juni 2026: UKJ
- 16 sampai 20 Juni 2026: PSI II dan PMK
- 24 sampai 26 Juni 2026: supervisi panpus
- 3 Juli 2026: sidang akhir kelulusan
- 20 Juli 2026: buka pendidikan Bintara Polri
Meski demikian, peserta tetap wajib mengecek perkembangan terbaru pada jalur yang dipilih karena Bintara Polri 2026 memiliki beberapa formasi seperti PTU berkemampuan SPKT, Brimob, Polair, Intelijen, dan berbagai bakomsus. Detail uji pada jalur tertentu bisa menyesuaikan kebutuhan formasi dan ketentuan panitia.
Baca Juga: Rikkes Tahap 1 Polri Pentingnya Persiapan Agar Tidak Gagal!
Strategi Lolos Tiap Tahapan

Memahami tahapan seleksi Bintara Polri saja belum cukup jika tidak diikuti strategi persiapan yang tepat. Peserta perlu menyiapkan diri secara menyeluruh karena seleksi Polri menguji aspek administrasi, kesehatan, psikologi, akademik, keterampilan, fisik, dan mental secara berjenjang.
Persiapan terbaik adalah yang dilakukan jauh sebelum jadwal tes dimulai, bukan ketika tahapan seleksi sudah berjalan. Berikut beberapa langkah yang dapat membantu peserta lebih siap menghadapi proses seleksi secara konsisten.
1. Rapikan dokumen sejak awal
Pastikan semua dokumen identitas, ijazah, nilai, dan berkas pendukung lain sesuai dengan persyaratan resmi. Banyak peserta kehilangan peluang bukan karena nilai atau fisik, tetapi karena dokumen yang tidak lengkap atau tidak sinkron dengan data pendaftaran.
2. Jaga kondisi kesehatan
Pemeriksaan kesehatan berlangsung lebih dari satu tahap, sehingga peserta harus menjaga tubuh tetap fit sepanjang masa seleksi. Pola makan seimbang, istirahat cukup, dan menghindari aktivitas yang memicu cedera akan sangat membantu menjaga performa saat rikkes I maupun rikkes II.
3. Latihan psikologi dan akademik
CAT Psikologi I dan uji akademik perlu dihadapi dengan latihan yang rutin, bukan belajar mendadak. Peserta sebaiknya membiasakan diri dengan pola soal, mengatur waktu pengerjaan, dan melatih fokus agar tidak gugup saat menghadapi tes berbasis komputer.
4. Bangun fisik yang konsisten
Uji jasmani menuntut daya tahan, kekuatan, dan disiplin latihan yang tidak bisa dibentuk dalam waktu singkat. Program latihan lari, kekuatan otot, dan pengaturan berat badan ideal harus dilakukan bertahap agar tubuh siap saat menghadapi tes fisik dan antropometri.
5. Pantau informasi resmi rutin
Karena jadwal dan teknis seleksi bisa diperbarui sesuai keputusan panitia, peserta wajib rutin memantau sumber resmi Polri. Kebiasaan ini penting agar tidak tertinggal perubahan jadwal, pengumuman tambahan, atau penyesuaian syarat pada jalur tertentu.
Pada akhirnya, keberhasilan menghadapi tahapan seleksi Bintara Polri ditentukan oleh kombinasi ketelitian, disiplin, dan konsistensi. Peserta yang memahami alur seleksi sejak awal akan lebih siap mengambil keputusan, menyusun strategi belajar, dan menjaga performa sampai sidang akhir kelulusan.
Jika Anda sedang menyiapkan diri mengikuti seleksi Bintara Polri 2026, pastikan setiap tahap dipelajari dari sumber resmi dan dijadikan dasar latihan harian. Dengan persiapan yang tepat, peluang untuk melewati setiap tahapan akan menjadi jauh lebih besar.
Sumber Referensi
- PENERIMAAN.POLRI.GO.ID – PENGUMUMAN BINTARA POLRI TAHUN ANGGARAN 2026
- PENERIMAAN.POLRI.GO.ID – JADWAL SELEKSI 2026
- HUMAS.POLRI.GO.ID – SELEKSI BINTARA POLRI 2026 DIMULAI, INI JADWAL DAN PERSYARATANNYA





