Tahapan Tes Bintara Polri – adalah perjalanan panjang sekitar empat bulan yang sering kali terasa menegangkan, melelahkan, dan penuh ketidakpastian bagi calon siswa (casis). Di tengah persaingan ketat, isu “titipan”, dan rasa takut gagal di pantukhir (sidang akhir), banyak casis yang mulai ragu: “Masih pantas tidak ya saya berjuang?” Padahal, kalau kamu memahami alur lengkap seleksi, tahu apa yang akan dihadapi di setiap tahap, dan menyiapkan mental sejak awal, perjalanan ini bisa kamu jalani dengan jauh lebih tenang dan terarah.
Memahami Gambaran Besar Tahapan Tes Bintara Polri: Bukan Sekadar Lulus Tes

Sebelum membahas satu per satu tahapan tes bintara polri, kamu perlu melihat gambaran besarnya terlebih dahulu. Seleksi Bintara Polri bukan cuma soal kuat lari, pintar matematika, atau hafal Pancasila. Proses ini dirancang untuk menyaring calon anggota Polri yang sehat jasmani, kuat mental, berintegritas, dan siap mengabdi kepada masyarakat.
Secara umum, tahapan tes bintara polri berlangsung sekitar 4 bulan dan terdiri dari kurang lebih 10 tahap utama yang bersifat eliminatif. Artinya, jika kamu dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) di satu tahap, kamu tidak bisa lanjut ke tahap berikutnya. Penilaian dilakukan secara kualitatif (MS/TMS) dan kuantitatif (skor angka), tergantung jenis tesnya.
Urutan umum tahapan tes bintara polri yang akan kamu hadapi adalah:
- Pemeriksaan Administrasi Awal (Rikmin Awal)
- Pemeriksaan Kesehatan Tahap I (Rikkes I)
- Tes Psikologi Tahap I (CAT)
- Tes Akademik (CAT)
- Pemeriksaan Kesehatan Tahap II (Rikkes II, termasuk Keswa)
- Uji Kesamaptaan Jasmani (Kesjas + antropometri)
- Tes Psikologi Tahap II (Wawancara)
- Pendalaman PMK (Penelusuran Mental Kepribadian)
- Pemeriksaan Administrasi Akhir (Rikmin Akhir)
- Supervisi Panpus dan Sidang Terbuka (Penetapan Kelulusan)
Di beberapa jalur khusus seperti Bintara PTU, Brimob, atau Polairud, tahapan tes bintara polri bisa ditambah dengan Tes Kompetensi Keahlian (TKK), tes renang khusus, atau sidang penetapan tambahan. Namun, alur besarnya tetap mirip.
Yang sering terlupa adalah: setiap tahap ini menguji bukan hanya kemampuanmu, tetapi juga ketahanan mentalmu. Kamu akan menunggu hasil berhari-hari, melihat temanmu gugur satu per satu, mendengar gosip “jalan belakang”, dan tetap diminta fokus latihan fisik setiap pagi. Di sinilah niat pengabdianmu benar-benar diuji.
Tahapan Tes Bintara Polri dari Awal sampai Akhir: Apa yang Sebenarnya Diuji?

1. Pemeriksaan Administrasi Awal (Rikmin Awal): Langkah Pertama yang Sering Diremehkan
Pada tahapan tes bintara polri yang pertama ini, banyak casis yang justru gugur bukan karena tidak mampu, tetapi karena kurang teliti. Rikmin awal adalah proses verifikasi dokumen pendaftaran secara kualitatif dengan status Memenuhi Syarat (MS) atau Tidak Memenuhi Syarat (TMS).
Di sini, panitia akan mengecek:
- Ijazah dan nilai rapor
- Akta kelahiran
- KTP, KK, dan dokumen identitas lain
- Surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) jika dipersyaratkan
- Surat keterangan belum pernah menikah
- Dokumen pendukung lain sesuai pengumuman resmi
Selain itu, berdasarkan referensi terbaru, penelusuran rekam jejak media sosial juga mulai diperhatikan. Artinya, unggahan yang mengandung ujaran kebencian, kekerasan, atau hal negatif lain bisa menjadi catatan dalam tahapan tes bintara polri ini.
Secara mental, banyak casis yang menganggap tahap ini “cuma formalitas”. Padahal, jika kamu tidak disiplin sejak awal—misalnya salah nama di ijazah, perbedaan data di KTP dan akta, atau dokumen kurang lengkap kamu bisa langsung TMS. Di sini kamu belajar bahwa menjadi polisi dimulai dari hal sederhana: kerapian administrasi dan kejujuran data.
Untuk menenangkan diri di tahap ini, biasakan cek ulang semua dokumen jauh sebelum jadwal rikmin awal. Libatkan orang tua atau guru BK untuk membantu memeriksa. Dengan begitu, kamu datang ke lokasi seleksi dengan lebih tenang, bukan panik karena fotokopi kurang atau legalisir belum lengkap.
2. Pemeriksaan Kesehatan Tahap I (Rikkes I): Tubuhmu Adalah “Modal Dinas”
Tahapan tes bintara polri berikutnya adalah Rikkes I, yaitu pemeriksaan kesehatan fisik awal. Di sini, panitia akan menilai apakah tubuhmu secara umum layak untuk menjalani pendidikan dan tugas kepolisian yang berat.
Beberapa hal yang biasanya dicek pada Rikkes I antara lain:
- Tinggi badan dan berat badan (apakah sesuai standar)
- Lingkar dada
- Tekanan darah
- Pemeriksaan fisik umum (kulit, postur, kelainan bentuk tulang, dan sebagainya)
Penilaian di tahap ini bersifat kualitatif: kamu dinyatakan MS atau TMS. Banyak casis yang mulai cemas di sini, terutama yang tinggi badannya “mepet” standar atau berat badannya belum ideal. Rasa takut gagal sering muncul, apalagi jika kamu sudah latihan fisik berbulan-bulan.
Di titik ini, penting untuk mengingat bahwa tahapan tes bintara polri memang dirancang untuk mencari calon anggota yang siap secara fisik. Kalau pun kamu belum memenuhi syarat tahun ini, bukan berarti kamu gagal sebagai manusia. Kamu bisa menjadikannya bahan evaluasi untuk memperbaiki kondisi tubuh dan mencoba lagi di kesempatan berikutnya (jika usia masih memenuhi).
Secara mental, latih dirimu untuk menerima hasil dengan lapang dada. Fokusmu adalah mempersiapkan yang terbaik, bukan mengontrol hasil yang di luar kuasamu.
3. Tes Psikologi Tahap I (CAT): Mengukur Cara Kamu Berpikir dan Merespons
Setelah lolos Rikkes I, tahapan tes bintara polri berlanjut ke Tes Psikologi Tahap I yang menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Di sini, kamu akan mengerjakan soal-soal yang mengukur:
- Penalaran verbal
- Penalaran figural
- Penalaran numerik
- Aspek kepribadian tertentu (tergantung paket soal)
Penilaian di tahap ini bisa bersifat kuantitatif (skor angka) dan kualitatif (MS/TMS). Banyak casis yang menganggap tes psikologi “abstrak” dan sulit diprediksi. Padahal, inti dari tes ini adalah melihat konsistensi cara berpikir dan kestabilan kepribadianmu.
Rasa takut gagal di pantukhir sering kali sudah mulai muncul sejak tahapan tes bintara polri yang satu ini. Kamu mungkin mulai membandingkan skor dengan teman, merasa minder jika nilai tidak setinggi yang diharapkan, atau khawatir karena pernah mendengar cerita “psikotes itu yang paling susah”.
Untuk menjaga mentalmu tetap kuat:
- Latih fokus dan manajemen waktu saat mengerjakan soal.
- Jangan mencontek atau mengandalkan jawaban orang lain; tes psikologi dirancang untuk mendeteksi ketidakkonsistenan.
- Terima bahwa tidak semua soal harus kamu jawab sempurna; yang penting adalah pola berpikir yang logis dan stabil.
Ingat, menjadi polisi bukan hanya soal otot, tetapi juga soal cara berpikir dan mengendalikan emosi.
4. Tes Akademik (CAT): Menguji Wawasan Kebangsaan dan Logika Dasar
Tahapan tes bintara polri berikutnya adalah Tes Akademik yang juga menggunakan sistem CAT. Materi yang diujikan biasanya meliputi:
- Pengetahuan Umum (PU), termasuk Undang-Undang Kepolisian
- Wawasan Kebangsaan (WK): Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, Wawasan Nusantara
- Matematika dasar dan penalaran numerik
- Bahasa Indonesia
- Bahasa Inggris
Di sini, kamu diuji apakah memiliki dasar pengetahuan yang cukup untuk memahami hukum, negara, dan masyarakat yang kelak akan kamu layani. Banyak casis yang merasa tertekan karena sudah lama lulus sekolah dan merasa “karatan” dalam pelajaran.
Rasa takut gagal di pantukhir sering membuat casis belajar dengan cara yang salah: begadang berhari-hari, memaksakan hafalan tanpa memahami, atau hanya mengandalkan bocoran soal. Padahal, tahapan tes bintara polri ini bisa kamu hadapi dengan lebih sehat jika:
- Membuat jadwal belajar ringan tapi konsisten (misalnya 2–3 jam per hari).
- Fokus pada konsep inti, bukan menghafal semua detail.
- Latihan soal CAT agar terbiasa dengan format dan tekanan waktu.
Di titik ini, banyak casis mulai merasa lelah secara mental karena seleksi sudah berjalan beberapa minggu. Ingatkan dirimu bahwa setiap halaman yang kamu baca dan setiap soal yang kamu kerjakan adalah bagian dari ikhtiar untuk mengabdi. Bukan sekadar mengejar seragam, tetapi mengejar kesempatan untuk melindungi dan mengayomi.
Sebagai jembatan, kalau kamu merasa butuh pendampingan belajar yang terstruktur untuk menghadapi tahapan tes bintara polri, kamu bisa mempertimbangkan ikut bimbingan belajar online khusus casis Polri yang menyediakan live class, tryout CAT, dan simulasi psikotes agar persiapanmu lebih terarah.
5. Pemeriksaan Kesehatan Tahap II (Rikkes II + Keswa): Menyelam Lebih Dalam ke Kondisi Fisik dan Jiwa
Jika kamu lolos tes akademik, tahapan tes bintara polri akan masuk ke Rikkes II, yaitu pemeriksaan kesehatan lanjutan yang jauh lebih mendalam. Di sini, bukan hanya fisik luar yang diperiksa, tetapi juga organ dalam dan kesehatan jiwa (Keswa).
Beberapa hal yang biasanya termasuk dalam Rikkes II:
- Pemeriksaan laboratorium (darah, urine, dan lain-lain)
- Pemeriksaan organ dalam (jantung, paru-paru, dan sebagainya)
- Pemeriksaan mata, telinga, gigi, dan lain-lain secara lebih detail
- Pemeriksaan kesehatan jiwa (apakah ada gangguan psikiatri yang signifikan)
Tahapan tes bintara polri ini sering menjadi momok karena banyak casis yang gugur di sini. Rasa takut gagal bisa sangat kuat, apalagi jika kamu punya riwayat penyakit tertentu atau pernah mendengar cerita teman yang gagal karena faktor kesehatan yang tidak disadari sebelumnya.
Secara mental, yang bisa kamu lakukan adalah:
- Menerima bahwa ada hal-hal yang memang di luar kendalimu.
- Jika kamu punya riwayat kesehatan, konsultasikan lebih awal dengan dokter untuk mengetahui kondisimu.
- Jaga pola hidup sehat jauh sebelum tes: tidur cukup, makan bergizi, dan hindari kebiasaan buruk seperti merokok berlebihan.
Ingat, tahapan tes bintara polri ini bukan untuk “mencari kesalahanmu”, tetapi untuk memastikan bahwa kamu benar-benar siap menjalani pendidikan dan tugas yang sangat berat secara fisik dan mental.
6. Uji Kesamaptaan Jasmani: Saat Latihan Pagi dan Keringatmu Terbayar
Setelah melewati Rikkes II, tahapan tes bintara polri berlanjut ke Uji Kesamaptaan Jasmani (Kesjas). Di sinilah hasil latihan fisikmu selama berbulan-bulan akan diuji secara nyata. Umumnya, kesamaptaan meliputi:
- Kesamaptaan A: lari 12 menit
- Kesamaptaan B: push-up, sit-up, pull-up/chinning, shuttle run, dan sebagainya
- Kesamaptaan C: renang (terutama untuk jalur tertentu seperti Polairud)
- Antropometri: pengukuran tubuh lebih detail
Penilaian di tahap ini bersifat kuantitatif (skor) dan kualitatif (MS/TMS). Banyak casis yang setiap pagi sudah disiplin lari, push-up, dan latihan fisik lain, tetapi tetap merasa takut: “Bagaimana kalau pas hari H tiba-tiba drop?” atau “Bagaimana kalau nilainya tidak cukup tinggi?”
Rasa takut gagal di pantukhir sering kali memuncak di tahapan tes bintara polri yang satu ini, karena kamu bisa melihat langsung performa fisikmu dibandingkan dengan peserta lain. Di sini, penting untuk mengingat:
- Fokus pada dirimu sendiri, bukan pada kecepatan atau jumlah repetisi orang lain.
- Jaga pola latihan: jangan overtraining menjelang hari H, karena bisa menyebabkan cedera atau kelelahan.
- Latih juga mental: biasakan visualisasi positif, bayangkan dirimu menyelesaikan lari 12 menit dengan kuat, bukan tumbang di tengah jalan.
Yang tidak kalah penting, jangan abaikan pemanasan dan pendinginan. Cedera di hari H bukan hanya menyakitkan secara fisik, tetapi juga secara mental karena bisa menggagalkan seluruh perjuanganmu.
7. Tes Psikologi Tahap II (Wawancara): Saat Kepribadianmu “Dibaca” Lebih Dekat
Jika kamu lolos kesamaptaan, tahapan tes bintara polri akan masuk ke Tes Psikologi Tahap II berupa wawancara mendalam. Di sini, psikolog atau tim penguji akan menggali lebih jauh:
- Latar belakang keluarga
- Riwayat pendidikan dan pergaulan
- Motivasi menjadi polisi
- Cara kamu menghadapi konflik, tekanan, dan masalah
- Konsistensi dengan hasil psikotes tahap I
Banyak casis yang sangat tegang di tahap ini karena merasa “dinilai sebagai manusia”. Rasa takut gagal di pantukhir sering muncul dalam bentuk pikiran seperti: “Bagaimana kalau saya salah jawab?” atau “Bagaimana kalau mereka tidak suka kepribadian saya?”
Padahal, kunci menghadapi tahapan tes bintara polri yang satu ini adalah:
- Jujur dan apa adanya, jangan menghafal jawaban “template”.
- Tunjukkan bahwa kamu punya niat tulus mengabdi, bukan sekadar mengejar gaji atau gengsi.
- Akui kelemahanmu secara dewasa, lalu jelaskan bagaimana kamu berusaha memperbaikinya.
Ingat, mereka tidak mencari manusia sempurna, tetapi calon anggota yang mau belajar, bisa bekerja dalam tim, dan punya integritas.
8. Pendalaman PMK (Penelusuran Mental Kepribadian): Reputasi dan Jejak Hidupmu Diuji
Tahapan tes bintara polri berikutnya adalah Pendalaman PMK. Di sini, panitia akan menelusuri lebih jauh mental dan kepribadianmu, termasuk:
- Wawancara lanjutan
- Penelusuran rekam jejak di lingkungan tempat tinggal
- Pengecekan media sosial dan pergaulan
- Informasi dari tokoh masyarakat, guru, atau pihak lain yang relevan
Tahap ini sering kali tidak terlalu “terlihat” seperti tes lari atau psikotes, tetapi dampaknya besar. Jika ditemukan catatan negatif yang serius, hal itu bisa memengaruhi status kelulusanmu.
Rasa takut gagal di pantukhir sering muncul karena casis merasa masa lalunya akan “dibongkar”. Jika kamu pernah melakukan kesalahan di masa lalu, kamu mungkin khawatir hal itu akan menghancurkan peluangmu.
Yang perlu kamu pahami adalah:
- Tidak ada manusia tanpa masa lalu. Yang penting adalah bagaimana kamu berubah dan memperbaiki diri.
- Jaga perilaku di dunia nyata dan dunia maya, bahkan jauh sebelum mendaftar.
- Bangun hubungan baik dengan lingkungan: tetangga, guru, tokoh masyarakat. Bukan untuk “pencitraan”, tetapi karena itu memang bagian dari karakter seorang calon polisi.
Tahapan tes bintara polri ini mengingatkanmu bahwa menjadi polisi bukan hanya soal kemampuan individu, tetapi juga soal kepercayaan masyarakat.
9. Pemeriksaan Administrasi Akhir (Rikmin Akhir): Mengunci Semua Proses
Setelah melewati berbagai tes fisik, akademik, dan psikologis, tahapan tes bintara polri akan kembali ke aspek administrasi melalui Rikmin Akhir. Di sini, panitia akan:
- Memverifikasi ulang semua dokumen
- Mencocokkan data hasil tes dengan identitasmu
- Memastikan tidak ada manipulasi atau ketidaksesuaian
Meskipun terlihat sederhana, tahapan tes bintara polri ini sangat penting untuk menjaga integritas seleksi. Di tahap ini, kamu mungkin sudah sangat lelah secara mental, karena proses seleksi sudah berlangsung lama dan kamu sudah menyaksikan banyak teman gugur.
Rasa takut gagal di pantukhir bisa berubah menjadi rasa was-was berlebihan: “Jangan-jangan ada dokumen saya yang salah,” atau “Bagaimana kalau ada kesalahan input data?” Untuk menenangkan diri:
- Simpan semua bukti dan salinan dokumen dengan rapi sejak awal.
- Catat setiap tahapan yang sudah kamu jalani dan hasilnya.
- Jika ada yang kurang jelas, jangan ragu bertanya secara sopan kepada panitia.
Ini adalah momen untuk tetap tenang dan percaya bahwa kamu sudah melakukan bagianmu dengan jujur dan disiplin.
10. Supervisi Panpus dan Sidang Terbuka: Pantukhir, Titik Paling Menegangkan
Inilah tahapan tes bintara polri yang paling sering menghantui pikiran casis: sidang terbuka atau pantukhir (penentuan akhir). Di tahap ini, akan dilakukan:
- Supervisi dari Panitia Pusat (Panpus)
- Sidang penetapan kelulusan akhir: terpilih atau tidak terpilih
- Pengumuman resmi peserta yang dinyatakan lulus seleksi
Semua perjuanganmu selama berbulan-bulan seolah dipertaruhkan di satu hari ini. Rasa takut gagal di pantukhir bisa sangat kuat: kamu mungkin terbayang wajah orang tua, keluarga yang berharap, teman-teman yang sudah gugur, dan semua latihan fisik yang kamu jalani setiap pagi.
Beberapa hal yang perlu kamu pegang di tahapan tes bintara polri yang terakhir ini:
- Hasil sidang adalah gabungan dari semua penilaian objektif di setiap tahap.
- Jika kamu lulus, itu adalah amanah besar, bukan sekadar kemenangan pribadi.
- Jika kamu belum lulus, itu bukan akhir hidupmu. Kamu masih bisa mengejar jalur lain, mencoba lagi jika usia memungkinkan, atau mengabdi kepada masyarakat dengan cara yang berbeda.
Yang terpenting, jangan biarkan rasa takut gagal di pantukhir menghancurkan harga dirimu. Kamu sudah berani mendaftar, berjuang, dan bertahan sejauh ini. Itu sendiri sudah menunjukkan bahwa kamu punya mental pejuang.
Variasi Tahapan Tes Bintara Polri: PTU, Brimob, dan Polairud
Selain jalur umum, tahapan tes bintara polri juga memiliki variasi tergantung jalur yang kamu pilih:
- Bintara PTU (Polisi Tugas Umum)
Jalur ini umumnya mengikuti urutan standar, tetapi bisa ditambah Tes Kompetensi Keahlian (TKK) sebelum Rikkes II. TKK ini menguji kemampuan khusus yang relevan dengan penugasan, misalnya kemampuan manajerial atau keahlian tertentu. - Brimob dan Polairud
Pada jalur ini, tahapan tes bintara polri bisa mencakup:- Sidang penetapan tertentu sebelum kesamaptaan
- Tes fisik khusus seperti renang dengan standar lebih tinggi (terutama Polairud)
- Uji kemampuan taktis atau teknis sesuai kebutuhan satuan
Beberapa sumber juga menyebut adanya Tes Kompetensi Manajerial (TKM) atau tes khusus di tahap akhir. Intinya, semakin spesifik jalur yang kamu pilih, semakin spesifik pula kemampuan yang diuji.
Namun, apa pun jalurnya, fondasi mental yang kamu butuhkan tetap sama: disiplin, kejujuran, ketahanan menghadapi tekanan, dan niat tulus untuk mengabdi.
Menjaga Mental di Tengah Proses: Latihan Fisik Pagi, Stigma Negatif, dan Harapan Keluarga
Di luar teknis tahapan tes bintara polri, ada satu hal yang sering membuat casis kelelahan: tekanan mental dari lingkungan. Kamu mungkin menghadapi:
- Komentar sinis: “Ah, kalau tidak punya orang dalam, susah lulus.”
- Stigma negatif terhadap polisi di media sosial.
- Harapan besar dari orang tua yang ingin anaknya “jadi polisi biar hidup terjamin”.
- Kelelahan karena harus latihan fisik setiap pagi sambil tetap belajar akademik.
Untuk bertahan, kamu perlu membangun “benteng” mental yang sehat:
- Perjelas niatmu sejak awal
Tanyakan pada dirimu: “Kenapa saya ingin menjadi polisi?” Jika jawabanmu hanya “biar keren” atau “biar gajinya besar”, mentalmu akan mudah goyah. Namun, jika niatmu adalah mengayomi masyarakat, menegakkan keadilan, dan menjadi bagian dari perubahan positif, kamu akan punya alasan kuat untuk bangkit setiap kali jatuh. - Jadikan latihan fisik pagi sebagai ritual, bukan beban
Alih-alih mengeluh, ubah cara pandangmu: setiap lari pagi, setiap keringat, adalah investasi untuk masa depanmu. Bayangkan dirimu beberapa tahun ke depan, berdiri tegak dengan seragam, dan ingat bahwa semua itu dimulai dari langkah-langkah kecil yang kamu ambil hari ini. - Hadapi stigma negatif dengan kedewasaan
Kamu tidak bisa mengontrol apa yang orang lain katakan tentang polisi. Yang bisa kamu kontrol adalah bagaimana kamu berperilaku jika kelak menjadi bagian dari institusi itu. Jadikan stigma sebagai pengingat bahwa tugasmu nanti adalah memperbaiki kepercayaan masyarakat, bukan sekadar menikmati fasilitas. - Komunikasikan dengan keluarga
Jelaskan kepada orang tua bahwa tahapan tes bintara polri sangat ketat dan hasilnya tidak bisa dijamin. Minta doa mereka, bukan tekanan. Katakan bahwa kamu akan berjuang sekuat tenaga, tetapi juga siap menerima apa pun hasilnya dengan lapang dada. - Bangun support system yang sehat
Cari teman seperjuangan yang saling menyemangati, bukan yang hanya menyebar gosip dan ketakutan. Ikut komunitas belajar atau grup latihan fisik yang positif. Di tengah rasa takut gagal di pantukhir, dukungan seperti ini sangat berharga.
Pada akhirnya, tahapan tes bintara polri bukan hanya seleksi untuk masuk pendidikan, tetapi juga proses pembentukan dirimu sebagai pribadi yang lebih disiplin, tangguh, dan dewasa. Setiap tahap dari rikmin awal sampai sidang terbuka adalah cermin yang menunjukkan seberapa siap kamu mengemban amanah sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
Baca Juga : Lolos Bintara Pantukhir: Akhir Seleksi atau Awal Tantangan di Polri?
Sumber Referensi
- SCRIBD.COM – Urutan Tahapan Tes Bintara Polri
- PENDAFTARANONLINE.WEB.ID – Tahapan Seleksi Polri
- TRIBUNNEWS.COM – Tahapan Tes Bintara Polri 2025, Ada Tes Akademik hingga Ujian Kemampuan Jasmani
- PANARA.ID – Proses Pendaftaran Tes Polri
- STOODEE.ID – Panduan Lengkap Tes Kesehatan Bintara Polri Tahap 1
- PENERIMAAN.POLRI.GO.ID – Jadwal Seleksi
- BRAINACADEMY.ID – Info Pendaftaran Anggota Polri
Testimoni jadiPOLISI
Program Premium Tes POLRI di Bimbel jadiPOLISI
“Kami Bantu, Kami Pandu, Kami Bimbing Sampai Amazing!” 🌟


📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi JadiPOLISI: Temukan aplikasi JadiPOLISI di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
- Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiPOLISI Anda melalui aplikasi atau situs web.
- Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
- Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELPOLRI” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
- Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES55”, masukkan untuk diskon tambahan.
- Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
- Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.




