Tahapan Tes Bintara Polri – adalah rangkaian seleksi panjang yang harus kamu lalui sebelum resmi menyandang status siswa pendidikan kepolisian. Mulai dari seleksi administrasi, tes kesehatan, psikologi, akademik, kesamaptaan jasmani, penelusuran mental kepribadian, sampai sidang penetapan kelulusan (pantukhir). Di tahun-tahun terakhir, termasuk 2025-12-19T00:00:00.000+07:00 dan seterusnya, persaingan semakin ketat, standar makin jelas, dan pengawasan publik terhadap proses rekrutmen Polri juga makin besar. Wajar kalau banyak casis merasa takut gagal, terutama menjelang tahap akhir seperti pantukhir. Namun, justru di sinilah mentalmu diuji: apakah kamu hanya ingin lulus, atau benar-benar siap mengabdi sebagai anggota Polri yang kuat secara fisik, mental, dan moral?
Di artikel ini, kita akan membedah tahapan tes bintara polri satu per satu dengan bahasa yang santai tapi tetap serius, sambil membahas sisi emosional yang sering tidak dibicarakan: rasa cemas, takut gagal, minder, sampai tekanan dari keluarga dan lingkungan. Tujuannya bukan cuma supaya kamu paham urutan tes, tapi juga supaya kamu bisa menjaga semangat latihan fisik setiap pagi, tetap fokus belajar akademik, dan kuat menghadapi stigma negatif tentang profesi polisi. Ingat, menjadi polisi adalah pengabdian berat, dan perjalananmu dimulai dari seberapa siap kamu menghadapi setiap tahap seleksi ini.
Memahami Tahapan Tes Bintara Polri dari Awal sampai Akhir

Sebelum membahas cara menguatkan mental, mari kita pahami dulu gambaran besar tahapan tes bintara polri. Dengan tahu alurnya, kamu tidak lagi “meraba-raba” dan bisa menyiapkan strategi dari jauh hari.
Secara umum, tahapan tes bintara polri terdiri dari:
- Seleksi administrasi awal
- Pemeriksaan kesehatan tahap I
- Tes psikologi tahap I (tertulis/CAT)
- Tes akademik (CAT)
- Pemeriksaan kesehatan tahap II
- Uji kesamaptaan jasmani dan antropometri
- Tes psikologi tahap II (wawancara/pendalaman)
- Penelusuran mental kepribadian (PMK) dan rekam jejak
- Pemeriksaan administrasi akhir
- Sidang penetapan kelulusan (pantukhir) dan supervisi panpus
Urutan detail bisa sedikit berbeda tergantung tahun anggaran dan jalur (Bintara PTU, Bakomsus, Brimob, Polair, Tamtama), tetapi inti tahapan tes bintara polri tetap menguji tiga hal besar: kelayakan fisik, kelayakan mental-psikologis, dan kelayakan akademik/pengetahuan.
Di titik ini, banyak casis mulai merasa terintimidasi: “Tesnya banyak banget, apa aku sanggup?” Justru karena banyak, kamu perlu memecahnya menjadi langkah-langkah kecil. Alih-alih memikirkan semua tahapan tes bintara polri sekaligus, fokuslah pada satu tahap terdekat, lalu persiapkan dengan disiplin. Kita bahas satu per satu.
Tahapan Seleksi: Dari Administrasi sampai Pantukhir

1. Seleksi Administrasi: Gerbang Pertama yang Sering Diremehkan
Tahapan pertama dalam tahapan tes bintara polri adalah seleksi administrasi awal. Di sini, panitia akan memeriksa semua dokumen yang kamu unggah dan bawa, seperti:
- Ijazah dan transkrip nilai
- Akta kelahiran
- KTP, KK
- SKCK (biasanya dari kepolisian setempat)
- Surat keterangan belum pernah menikah
- Pas foto, berkas formulir pendaftaran, dan dokumen lain sesuai pengumuman resmi
Penilaian di tahap ini biasanya menggunakan sistem MS/TMS (Memenuhi Syarat/Tidak Memenuhi Syarat). Banyak casis menganggap ini tahap “gampang”, padahal cukup banyak yang gugur hanya karena:
- Dokumen tidak lengkap
- Data di formulir tidak sesuai dengan dokumen asli
- Terlambat mengunggah atau membawa berkas
- Tidak membaca pengumuman resmi dengan teliti
Secara mental, seleksi administrasi mengajarkan satu hal penting: ketelitian dan tanggung jawab. Kalau dari awal kamu sudah asal-asalan mengurus berkas, bagaimana nanti saat menangani laporan masyarakat?
Untuk mengurangi kecemasan di tahap awal tahapan tes bintara polri ini, biasakan membuat checklist dokumen dan cek berulang kali. Libatkan orang tua atau teman untuk ikut memeriksa. Rasa tenang sering muncul ketika kamu tahu bahwa semua sudah kamu persiapkan dengan rapi.
2. Pemeriksaan Kesehatan Tahap I: Saat Rasa Takut Mulai Muncul
Setelah administrasi, tahapan tes bintara polri berlanjut ke pemeriksaan kesehatan tahap I (rikkes I). Di sini, kamu akan diperiksa kondisi fisik secara umum, misalnya:
- Tinggi dan berat badan (antropometri awal)
- Tekanan darah, nadi
- Pemeriksaan mata dasar (minus/plus/buta warna)
- Telinga, hidung, tenggorokan
- Kulit, varises, dan kelainan fisik lain yang tampak
- Pemeriksaan gigi dasar
- Riwayat penyakit tertentu
Banyak casis mulai cemas di tahap ini, terutama yang merasa punya kekurangan fisik kecil. Wajar kalau kamu takut: “Bagaimana kalau ternyata aku TMS?” Namun, penting untuk diingat bahwa tahapan tes bintara polri di bagian kesehatan ini dibuat bukan untuk mencari yang “sempurna”, tetapi yang layak secara medis untuk menjalani pendidikan dan tugas lapangan yang berat.
Daripada menghabiskan energi untuk overthinking, lebih baik:
- Cek kesehatan jauh sebelum pendaftaran (minimal beberapa bulan sebelumnya).
- Periksa gigi, mata, dan kondisi umum ke dokter.
- Jaga pola makan, tidur, dan olahraga ringan secara teratur.
Dengan begitu, saat memasuki rikkes I dalam rangkaian tahapan tes bintara polri, kamu datang bukan dengan rasa takut, tetapi dengan sikap siap menerima hasil—karena kamu sudah berusaha maksimal.
3. Tes Psikologi Tahap I: Menguji Cara Kamu Berpikir dan Merespons
Tes psikologi tahap I biasanya dilakukan dengan sistem tertulis atau Computer Assisted Test (CAT). Di tahapan tes bintara polri ini, yang diuji bukan hanya “kepintaran”, tetapi:
- Stabilitas emosi
- Cara kamu mengambil keputusan
- Kecenderungan kepribadian (misalnya mudah marah, impulsif, atau sabar)
- Kemampuan konsentrasi dan ketelitian
Bentuk soalnya bisa berupa:
- Tes kepribadian (memilih pernyataan yang paling menggambarkan dirimu)
- Tes logika dan penalaran
- Tes ketelitian (mencari simbol atau pola tertentu)
Banyak casis takut di sini karena merasa “psikotes itu susah ditebak”. Padahal, kunci menghadapi tahapan tes bintara polri bagian psikologi ini adalah:
- Datang dengan kondisi fisik yang cukup istirahat.
- Menjawab dengan jujur dan konsisten, bukan berpura-pura menjadi orang lain.
- Latihan contoh soal psikotes untuk membiasakan diri dengan formatnya.
Ingat, Polri tidak mencari orang yang sempurna tanpa emosi, tetapi yang cukup stabil untuk bekerja di bawah tekanan. Kalau kamu merasa cemas berlebihan, tarik napas dalam-dalam, fokus pada satu soal demi satu soal. Kamu tidak sendirian; hampir semua casis merasakan hal yang sama.
4. Tes Akademik: Bukan Sekadar Nilai, tapi Bukti Kesungguhan
Tahapan tes bintara polri berikutnya adalah tes akademik dengan sistem CAT. Materi yang sering diujikan antara lain:
- Pengetahuan Umum (termasuk UU Kepolisian dan isu-isu nasional)
- Wawasan Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika)
- Matematika dasar/penalaran numerik
- Bahasa Indonesia
- Bahasa Inggris
- Untuk jalur khusus (Bakomsus/TKK): Tes Kompetensi Keahlian sesuai bidang
Di sini, penilaian biasanya berupa nilai kuantitatif (angka), dan bisa menjadi penentu peringkatmu. Banyak casis yang sudah kuat fisik dan sehat, justru tumbang di tes akademik karena menganggapnya “bisa nanti saja”.
Padahal, tes akademik dalam tahapan tes bintara polri adalah bukti bahwa kamu serius mempersiapkan diri, bukan hanya mengandalkan fisik. Cara menghadapinya:
- Buat jadwal belajar harian, meski hanya 1–2 jam, tapi konsisten.
- Fokus pada materi yang paling sering keluar: Pancasila, UUD 1945, sejarah nasional, matematika dasar (persentase, perbandingan, aritmetika), dan kosa kata bahasa Indonesia/Inggris.
- Latihan soal CAT dari tahun-tahun sebelumnya atau dari bimbel/portal edukasi.
Kalau kamu merasa minder karena nilai sekolah dulu biasa saja, ingat: tes akademik ini bisa jadi kesempatan kedua untuk membuktikan bahwa kamu mampu. Jangan biarkan masa lalu mengikatmu; yang dinilai adalah usahamu sekarang.
Sebagai jembatan, kalau kamu merasa butuh pendampingan belajar yang terstruktur untuk menghadapi tahapan tes bintara polri, kamu bisa mempertimbangkan ikut bimbingan belajar online khusus casis Polri yang menyediakan kelas live, tryout CAT, dan pembahasan soal secara mendalam agar persiapanmu lebih terarah.
5. Pemeriksaan Kesehatan Tahap II: Pemeriksaan Lebih Mendalam
Setelah tes akademik, tahapan tes bintara polri berlanjut ke pemeriksaan kesehatan tahap II (rikkes II). Di sini, pemeriksaan biasanya lebih detail, bisa mencakup:
- Pemeriksaan laboratorium (darah, urine)
- Pemeriksaan organ dalam (jantung, paru, hati, ginjal)
- Pemeriksaan kesehatan jiwa (keswa)
- Pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis bila diperlukan
Tahap ini sering membuat casis tegang karena sifatnya lebih “medis” dan hasilnya terasa di luar kendali. Namun, justru di sinilah kamu belajar menerima bahwa tidak semua hal bisa kamu atur. Yang bisa kamu lakukan adalah:
- Menjaga pola hidup sehat jauh sebelum tahapan tes bintara polri dimulai.
- Menghindari kebiasaan buruk (merokok berlebihan, begadang, konsumsi minuman beralkohol).
- Jujur saat mengisi riwayat kesehatan.
Kalau pun hasilnya tidak sesuai harapan, itu bukan berarti kamu gagal sebagai manusia. Kadang, tubuh punya batas yang tidak bisa dipaksa. Menghadapi kenyataan dengan lapang dada juga bagian dari kedewasaan mental.
6. Uji Kesamaptaan Jasmani dan Antropometri: Di Sini Latihan Pagi Berbuah Hasil
Ini adalah salah satu bagian paling menegangkan sekaligus paling ditunggu dalam tahapan tes bintara polri: uji kesamaptaan jasmani. Umumnya, uji ini mencakup:
- Lari 12 menit (Kesamaptaan A)
- Push-up, sit-up, pull-up/chinning, shuttle run (Kesamaptaan B)
- Untuk beberapa jalur: renang (Kesamaptaan C)
- Pemeriksaan antropometri: tinggi badan, berat badan, dan proporsi tubuh
Standar nilai bisa berbeda antara pria dan wanita, serta antar jalur (misalnya Brimob dan Polair biasanya punya tuntutan fisik lebih tinggi, termasuk renang). Penilaian bisa berupa skor yang kemudian dikonversi menjadi nilai akhir.
Di sinilah latihan fisik pagi yang kamu lakukan berbulan-bulan akan terasa manfaatnya. Namun, banyak casis justru mulai goyah mentalnya menjelang uji kesamaptaan: takut tidak kuat lari, takut jatuh saat shuttle run, atau takut dinilai “kurang tinggi/kurang berat”.
Untuk menghadapinya:
- Latih fisik secara bertahap, bukan mendadak. Mulai dari jogging ringan, lalu tingkatkan jarak dan kecepatan.
- Latihan push-up, sit-up, dan pull-up setiap hari dengan target realistis yang naik perlahan.
- Jaga berat badan ideal dengan kombinasi olahraga dan pola makan sehat.
Yang paling penting, jangan membandingkan dirimu dengan orang lain secara berlebihan. Fokus pada progresmu sendiri. Dalam tahapan tes bintara polri bagian kesamaptaan ini, mental pantang menyerah sering menjadi pembeda antara yang bertahan dan yang menyerah di tengah jalan.
7. Tes Psikologi Tahap II: Pendalaman Karakter dan Kesiapan Tugas
Setelah fisik diuji, tahapan tes bintara polri kembali menyentuh aspek mental melalui tes psikologi tahap II, yang biasanya berupa:
- Wawancara psikolog
- Observasi perilaku
- Kadang dikombinasikan dengan assessment center
Tujuannya adalah menggali lebih dalam:
- Motivasimu menjadi polisi
- Cara kamu menghadapi konflik dan tekanan
- Nilai-nilai yang kamu pegang (kejujuran, disiplin, empati)
- Kematangan emosional dan sosial
Banyak casis merasa sangat tegang di tahap ini, karena harus “berhadapan langsung” dengan psikolog atau tim penilai. Kuncinya:
- Jujur tentang latar belakang dan motivasimu.
- Tunjukkan bahwa kamu paham bahwa menjadi polisi bukan sekadar mencari gaji atau status, tetapi pengabdian untuk mengayomi dan melindungi masyarakat.
- Jangan berusaha menghafal jawaban “ideal”; lebih baik menjadi diri sendiri yang terus berproses.
Ingat, tahapan tes bintara polri di bagian psikologi ini bukan mencari orang yang tidak pernah takut atau tidak pernah salah, tetapi yang mau belajar, bisa mengendalikan diri, dan punya niat tulus untuk mengabdi.
8. Penelusuran Mental Kepribadian (PMK) dan Rekam Jejak: Di Mana Integritas Diuji
Tahapan tes bintara polri berikutnya adalah Penelusuran Mental Kepribadian (PMK). Di sini, panitia bisa melakukan:
- Penelusuran rekam jejak di lingkungan tempat tinggal
- Wawancara dengan tetangga, guru, atau tokoh masyarakat
- Pemeriksaan latar belakang keluarga
- Penelusuran media sosial dan jejak digital
Tujuannya jelas: memastikan bahwa calon anggota Polri tidak punya rekam jejak yang bertentangan dengan nilai-nilai kepolisian, seperti keterlibatan dalam tindak kriminal, perilaku asusila berat, atau aktivitas yang mengancam keamanan negara.
Bagi sebagian casis, ini menimbulkan kecemasan: “Bagaimana kalau masa lalu aku diungkit?” Namun, justru di sinilah kamu belajar bahwa setiap tindakan punya konsekuensi jangka panjang. Kalau selama ini kamu berusaha hidup lurus, menjaga pergaulan, dan tidak terlibat hal-hal negatif, maka tahapan tes bintara polri bagian PMK ini akan kamu lalui dengan lebih tenang.
Kalau kamu pernah melakukan kesalahan kecil di masa lalu, fokuslah pada bagaimana kamu berubah dan memperbaiki diri. Integritas bukan berarti tidak pernah salah, tetapi berani bertanggung jawab dan tidak mengulangi.
9. Pemeriksaan Administrasi Akhir: Menyisir Ulang Sebelum Keputusan Besar
Menjelang akhir tahapan tes bintara polri, akan ada pemeriksaan administrasi akhir. Di sini, panitia akan:
- Mencocokkan kembali semua data dan dokumen
- Memastikan tidak ada manipulasi atau ketidaksesuaian
- Mengonfirmasi status kelulusan tiap tahap (MS/TMS)
Tahap ini mungkin terasa “teknis”, tetapi sangat penting. Ibaratnya, ini adalah pengecekan terakhir sebelum kamu masuk ke ruang sidang penetapan kelulusan. Secara mental, ini juga menguji kesabaranmu, karena kamu harus menunggu sambil menahan cemas.
Gunakan waktu ini untuk:
- Menata kembali berkas-berkasmu dengan rapi
- Menjaga sikap dan perilaku selama di lingkungan seleksi (karena panitia tetap mengamati)
- Menenangkan diri dengan doa dan dukungan keluarga
Tahapan tes bintara polri bukan hanya soal lari dan nilai, tetapi juga soal bagaimana kamu bersikap di tengah ketidakpastian.
10. Sidang Penetapan Kelulusan (Pantukhir): Titik Paling Menegangkan, Bukan Titik Akhir Hidupmu
Inilah tahap yang paling sering menghantui pikiran casis: sidang penetapan kelulusan atau pantukhir. Di sinilah semua hasil tahapan tes bintara polri dikumpulkan dan dinilai secara menyeluruh. Biasanya, sidang ini dilakukan secara terbuka, dengan pengumuman siapa yang dinyatakan lulus terpilih dan tidak terpilih.
Rasa takut gagal di pantukhir sangat manusiawi. Kamu sudah berbulan-bulan latihan fisik setiap pagi, belajar akademik, menjaga pola makan, menahan diri dari pergaulan yang berisiko, dan menaruh harapan besar pada satu kata: “LULUS”.
Namun, ada beberapa hal penting yang perlu kamu tanamkan dalam hati:
- Pantukhir adalah penilaian atas prosesmu, bukan penilaian atas nilai dirimu sebagai manusia.
- Kalau kamu lulus, itu bukan akhir perjuangan, tetapi awal dari tanggung jawab besar sebagai anggota Polri.
- Kalau kamu belum lulus, itu bukan berarti kamu gagal selamanya. Banyak orang yang sukses di jalur lain setelah tidak lolos di tahapan tes bintara polri.
Menjelang pantukhir, fokuslah pada hal-hal yang bisa kamu kendalikan:
- Jaga sikap dan etika selama menunggu pengumuman.
- Dekatkan diri pada Tuhan sesuai keyakinanmu.
- Bangun komunikasi yang jujur dengan orang tua/keluarga tentang segala kemungkinan.
Apapun hasilnya, kamu sudah berani melangkah sejauh ini. Itu saja sudah menunjukkan bahwa kamu bukan orang biasa-biasa saja.
Menjaga Semangat Fisik dan Mental di Tengah Stigma dan Tekanan
Selain memahami teknis tahapan tes bintara polri, ada satu hal besar yang sering terlupakan: bagaimana menjaga semangat di tengah tekanan dan stigma. Mungkin kamu pernah mendengar komentar seperti:
- “Ah, jadi polisi itu katanya harus pakai ‘orang dalam’.”
- “Latihan capek-capek, ujung-ujungnya yang lulus cuma yang punya koneksi.”
- “Kalau gagal, malu dong sama tetangga.”
Kalimat-kalimat seperti ini bisa sangat melukai dan menggerus motivasi. Namun, kamu perlu menyadari beberapa hal:
- Kamu tidak bisa mengontrol omongan orang, tapi kamu bisa mengontrol responmu.
Fokus pada latihan fisik, belajar, dan memperbaiki diri. Biarkan hasil yang menjawab, bukan debat. - Niatmu harus lebih kuat dari stigma.
Kalau niatmu benar-benar untuk mengabdi, melindungi, dan mengayomi masyarakat, maka komentar negatif akan terasa lebih kecil dibanding tujuan besarmu. - Latihan fisik setiap pagi bukan hanya soal otot, tapi juga soal karakter.
Saat kamu memaksa diri bangun lebih pagi untuk lari, push-up, atau stretching, kamu sedang melatih disiplin dan konsistensi dua hal yang sangat dibutuhkan dalam semua tahapan tes bintara polri. - Gagal bukan aib, menyerah tanpa berjuang yang seharusnya kamu takuti.
Banyak casis yang baru lulus setelah mencoba lebih dari satu kali, atau akhirnya menemukan jalan pengabdian lain (TNI, ASN, atau profesi pelayanan publik lainnya).
Kalau kamu merasa mentalmu turun, cobalah:
- Latihan bersama teman yang juga casis, supaya saling menyemangati.
- Kurangi konsumsi media sosial yang membuatmu overthinking.
- Tulis jurnal harian tentang progres latihan dan hal-hal yang kamu syukuri.
Menjadi polisi berarti siap menghadapi tekanan dan pandangan miring dari sebagian masyarakat. Justru di masa seleksi inilah kamu belajar menguatkan dirimu dari dalam.
Pada akhirnya, tahapan tes bintara polri bukan sekadar daftar tes yang harus dicentang satu per satu. Di balik seleksi administrasi, rikkes, psikologi, akademik, kesamaptaan, PMK, hingga pantukhir, ada proses pembentukan dirimu menjadi pribadi yang lebih disiplin, lebih tangguh, dan lebih dewasa. Rasa takut gagal, cemas menunggu hasil, minder melihat pesaing yang tampak lebih kuat semua itu wajar. Yang membedakan adalah bagaimana kamu merespons: apakah kamu berhenti, atau kamu tetap melangkah sambil memperbaiki diri.
Kalau kamu saat ini sedang bersiap menghadapi tahapan tes bintara polri, atau bahkan baru saja gagal di salah satu tahap, jangan biarkan satu hasil menentukan seluruh masa depanmu. Evaluasi, perbaiki, dan bangkit lagi. Latihan fisik setiap pagi, belajar akademik secara konsisten, menjaga kesehatan, dan merawat niat tulus untuk mengabdi adalah investasi yang tidak akan pernah sia-sia, apa pun hasil seleksimu nanti. Teruskan langkahmu, karena Indonesia selalu membutuhkan anak muda yang berani, jujur, dan siap mengayomi masyarakat dan salah satunya bisa jadi adalah kamu.
Baca Juga : Cara Perhitungan Nilai Tes Polri Biar Lulus tanpa Salah Hitung!
Sumber Referensi
- ID.SCRIBD.COM – Urutan Tahapan Tes Bintara Polri
- PENDAFTARANONLINE.WEB.ID – Tahapan Seleksi Polri
- TRIBUNNEWS.COM – Tahapan Tes Bintara Polri 2025, Ada Tes Akademik hingga Ujian Kemampuan Jasmani
- DETIK.COM – Penerimaan Polri 2025: Jalur Seleksi, Jadwal, Syarat hingga Cara Daftar
- PENERIMAAN.POLRI.GO.ID – Jadwal Seleksi
- PANARA.ID – Proses Pendaftaran Tes Polri
- STOODEE.ID – Tahapan Rekrutmen Bintara Polri TA 2024–2025
- BIMBELKEDINASAN.AC.ID – Pendidikan Polisi Berapa Lama?
Testimoni jadiPOLISI
Program Premium Tes POLRI di Bimbel jadiPOLISI
“Kami Bantu, Kami Pandu, Kami Bimbing Sampai Amazing!” 🌟


📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi JadiPOLISI: Temukan aplikasi JadiPOLISI di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
- Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiPOLISI Anda melalui aplikasi atau situs web.
- Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
- Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELPOLRI” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
- Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES55”, masukkan untuk diskon tambahan.
- Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
- Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.




