Banyak calon peserta bertanya, tes polri apa saja yang harus dihadapi saat mendaftar. Secara umum, seleksi Polri mencakup pemeriksaan administrasi, kesehatan, psikologi, akademik, jasmani, sampai sidang akhir, jadi persiapan tidak bisa setengah-setengah.
Dengan memahami tes polri apa saja sejak awal, kamu bisa menyusun strategi belajar, latihan fisik, dan pengecekan kesehatan dengan lebih terarah. Ini penting karena setiap tahap punya fungsi yang berbeda dan sama-sama menentukan peluang lolos.
Daftar Isi
- Jenis Tes yang Dihadapi
- Urutan Tahapan Seleksi
- Cara Mempersiapkan Diri
- Penyebab Gagal yang Sering Terjadi
Tes Polri Apa Saja

Secara umum, tes polri apa saja yang dihadapi calon peserta meliputi tahapan administrasi, pemeriksaan kesehatan, tes psikologi, tes akademik, tes jasmani, penelusuran mental kepribadian, sampai sidang kelulusan. Susunannya bisa sedikit berbeda tergantung jalur, tetapi inti seleksinya tetap mirip.
1. Pendaftaran dan verifikasi
Tahap awal dimulai dari pendaftaran online lalu verifikasi data. Di sini panitia mengecek identitas, ijazah, usia, tinggi badan, dan kelengkapan berkas lain sesuai jalur yang dipilih. Kesalahan kecil pada dokumen bisa membuat peserta tertahan sejak awal.
2. Rikmin awal
Rikmin awal adalah penelitian administrasi lanjutan untuk memastikan semua syarat benar-benar valid. Tahap ini menilai kecocokan data dengan ketentuan resmi, jadi peserta harus teliti sebelum datang ke lokasi seleksi.
3. Rikkes tahap I
Pemeriksaan kesehatan tahap pertama biasanya menilai kondisi fisik dasar, seperti postur tubuh, penglihatan, pendengaran, dan pemeriksaan umum lainnya. Tujuannya untuk menyaring peserta yang secara fisik memenuhi syarat dasar.
4. Psikologi dan akademik
Tes psikologi dipakai untuk melihat pola berpikir, kestabilan emosi, konsistensi jawaban, dan kesiapan mental peserta. Setelah itu, tes akademik atau aspek pengetahuan menguji kemampuan dasar yang dibutuhkan sesuai jalur seleksi.
5. Jasmani dan antropometri
Tahap ini mengukur kemampuan fisik, daya tahan, kelincahan, dan proporsi tubuh peserta. Karena sifatnya sangat teknis, latihan rutin jauh lebih penting dibanding latihan mendadak menjelang tes.
6. Rikkes tahap II
Rikkes tahap kedua biasanya lebih mendalam dibanding tahap pertama. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan yang bisa menghambat pendidikan dan tugas saat sudah diterima nanti.
7. PMK dan sidang akhir
PMK atau penelusuran mental kepribadian serta psikologi lanjutan menilai karakter, motivasi, dan kesiapan mental peserta. Setelah semua tahap selesai, hasilnya dibawa ke sidang akhir untuk menentukan siapa yang dinyatakan lulus.
Baca Juga: Nilai Aman Psikologi Polri Kunci Lolos Seleksi Ketat!
Urutan Seleksi Polri 2026

Berdasarkan jadwal resmi penerimaan Polri tahun 2026, alur seleksi disusun berurutan agar setiap peserta disaring secara bertahap. Karena ada beberapa jalur seperti Akpol, Bintara, dan Tamtama, detail tanggalnya bisa berbeda, tetapi pola seleksinya tetap serupa.
- Pendaftaran online dan verifikasi
- Pakta integritas
- Rikmin awal
- Rikkes I
- CAT psikologi I
- CAT uji akademik atau aspek pengetahuan
- Uji jasmani dan antropometri
- Rikkes II
- PMK dan psikologi II
- Rikmin akhir
- Sidang akhir kelulusan
Kamu perlu memahami bahwa urutan ini bukan sekadar formalitas. Setiap tahap adalah penyaring, sehingga peserta yang lolos wajib menjaga performa dari awal sampai akhir, bukan hanya fokus pada satu tes saja.
Baca Juga: Bobot Nilai Psikologi Polri Penting untuk Lolos Seleksi 2026!
Cara Siap Hadapi Tes
Setelah tahu tahapan seleksinya, langkah berikutnya adalah menyiapkan diri secara menyeluruh. Persiapan terbaik bukan dilakukan seminggu sebelum tes, tetapi dibangun jauh hari agar hasilnya stabil.
1. Rapikan dokumen dari awal
Pastikan semua berkas sesuai data asli dan tidak ada perbedaan nama, tanggal lahir, atau dokumen pendukung. Banyak peserta gugur bukan karena tidak pintar, tetapi karena kurang teliti pada administrasi.
2. Latihan fisik rutin
Fokus pada lari, kekuatan otot, kelincahan, dan daya tahan tubuh. Latihan yang stabil jauh lebih aman dan efektif dibanding memaksakan latihan berat dalam waktu singkat.
3. Belajar materi dasar
Biasakan latihan soal berbasis komputer dan pelajari materi dasar yang sering muncul dalam seleksi. Latihan teratur membantu kamu lebih tenang saat menghadapi tes yang waktunya terbatas.
4. Jaga kesehatan dan mental
Periksa kondisi mata, gigi, THT, dan kesehatan umum sejak jauh hari. Selain itu, tidur cukup, makan teratur, dan menjaga emosi juga penting karena seleksi Polri menilai kesiapan fisik sekaligus mental.
Penyebab Gagal Saat Seleksi
Banyak peserta sebenarnya punya potensi, tetapi gagal karena mengabaikan hal-hal dasar. Jika kamu memahami titik rawan ini, peluang untuk lolos akan lebih besar karena persiapan jadi lebih realistis.
- Dokumen tidak lengkap atau data tidak sinkron
- Kurang menjaga kondisi kesehatan sebelum tes
- Latihan fisik tidak konsisten
- Tidak terbiasa mengerjakan soal CAT
- Gugup saat psikologi, wawancara, atau PMK
- Terlambat mengikuti informasi resmi dari panitia
Jika sejak awal kamu sudah paham tes polri apa saja dan menyiapkan diri dengan disiplin, peluang untuk melewati setiap tahapan tentu lebih terbuka. Kuncinya bukan hanya kuat secara fisik, tetapi juga teliti, jujur, sehat, dan konsisten mengikuti aturan resmi.
Sumber Referensi
- PENERIMAAN.POLRI.GO.ID – Seleksi Penerimaan Polri
- PENERIMAAN.POLRI.GO.ID – Jadwal Seleksi
- PENERIMAAN.POLRI.GO.ID – Jadwal Seleksi Akpol 2026





