abripda tamtama polri gaji adalah salah satu topik yang paling sering dicari oleh calon siswa (casis) Polri yang sedang menimbang masa depan karier dan finansialnya. Di tengah persaingan rekrutmen CASN, BUMN, dan seleksi Polri yang makin ketat sampai tahun 2026, memahami struktur gaji dan tunjangan sejak pangkat awal bukan sekadar rasa ingin tahu, tetapi bagian dari perencanaan karier yang serius.
Banyak casis fokus pada lulus ujian, tetapi lupa mengukur seberapa realistis penghasilan di awal masa dinas dibandingkan kebutuhan hidup, rencana menikah, membantu orang tua, atau bahkan melanjutkan pendidikan.
Secara resmi, Ajun Brigadir Polisi Dua (Abripda) adalah pangkat dalam golongan I Tamtama Polri, dengan gaji pokok yang menurut berbagai sumber kredibel berada di kisaran sekitar 1,9 sampai 3 juta rupiah per bulan, tergantung masa kerja. Di era informasi seperti sekarang, data soal gaji Polri memang banyak beredar, tetapi tidak semuanya rapi dan konsisten. Di sinilah kamu perlu sikap analitis: memilah angka mana yang mengikuti regulasi terbaru, memahami letak Abripda dalam hierarki pangkat Tamtama, dan menghitung kira-kira berapa total penghasilan yang benar-benar bisa kamu bawa pulang setiap bulan jika nanti lulus seleksi.
Di sisi lain, pemerintah juga terus menyesuaikan skema gaji ASN dan Polri, termasuk adanya gaji ke-13 yang diberikan penuh bersama tunjangan. Bagi kamu yang sedang menimbang antara daftar CASN, BUMN, atau fokus total ke seleksi Polri, pemahaman utuh tentang gaji Abripda akan membantumu membuat keputusan yang rasional, bukan sekadar ikut-ikutan tren atau dorongan emosional sesaat.
Memahami Pangkat Abripda dalam Struktur Tamtama Polri
Sebelum membedah angka gaji, kamu perlu benar-benar paham posisi Abripda di dalam struktur pangkat Polri. Ini penting supaya kamu punya gambaran karier jangka panjang, bukan hanya saat baru lulus pendidikan.
Dalam struktur Tamtama Polri (Golongan I), terdapat beberapa pangkat yang bertingkat. Sumber-sumber seperti IDN Times, Skorlife, dan Dealls merangkum bahwa golongan Tamtama punya rentang gaji pokok umum sekitar Rp1.775.000 hingga Rp3.197.700. Di dalam golongan ini, Abripda berada di posisi menengah ke atas dalam jajaran Tamtama.
Secara garis besar, urutan pangkat Tamtama (berdasarkan gaji pokok dari yang paling rendah hingga yang lebih tinggi) bisa digambarkan sebagai berikut:
- Bharada: pangkat tamtama awal dengan gaji pokok sekitar Rp1.775.000 sampai Rp2.741.300.
- Bharatu: naik sedikit di atas Bharada, dengan kisaran sekitar Rp1.830.500 sampai Rp2.827.000.
- Abripda: di kelas yang lebih tinggi, dengan gaji pokok berkisar sekitar Rp1.946.800 sampai Rp3.006.000 menurut beberapa sumber utama.
- Abriptu: berada persis di atas Abripda, dengan kisaran sekitar Rp2.007.700 sampai Rp3.100.700.
- Abrippol: level tertinggi di golongan Tamtama, dengan gaji pokok sekitar Rp2.070.500 sampai Rp3.197.700.
Beberapa sumber menempatkan Abripda di antara pangkat-pangkat Tamtama lain dengan detail sedikit berbeda, tetapi polanya tetap sama: ketika kamu menyandang pangkat Abripda, kamu tidak lagi berada di level tamtama paling bawah, namun juga belum masuk ke jenjang Bintara seperti Bripda. Abripda sering menjadi masa transisi yang sangat menentukan, karena di fase ini kamu sudah mulai memegang lebih banyak tanggung jawab lapangan, sambil mempersiapkan diri untuk naik pangkat berikutnya.
Dalam konteks seleksi Polri, terutama untuk jalur Tamtama, memahami posisi Abripda membuatmu lebih realistis dengan rencana karier:
- Kamu bisa mengukur, berapa tahun kira-kira yang dibutuhkan untuk naik ke pangkat di atasnya.
- Kamu bisa memetakan, kapan penghasilan mulai terasa lebih stabil dibandingkan kebutuhan hidup.
- Kamu bisa lebih tenang saat mengikuti seleksi, karena tahu bahwa ada jalur karier jelas yang menunggu setelah lulus.
Ini berbeda dengan banyak pelamar yang hanya fokus mengejar lulus tes tanpa punya rencana lima sampai sepuluh tahun ke depan. Justru sikap seperti analis inilah yang akan membantumu bertahan dan berkembang di institusi sebesar Polri.
Berapa Gaji Abripda Tamtama Polri 2024–2026?
Masuk ke inti pertanyaan: berapa sebenarnya gaji Abripda? Di sinilah banyak calon siswa membeli “ilusi” jika tidak hati-hati. Ada angka di media sosial, di forum, dan di obrolan grup, namun belum tentu mengikuti data resmi dan terkini.
Rentang Gaji Pokok Abripda
Berbagai sumber yang kredibel seperti IDN Times, Skorlife, Dealls, dan Kontan menyebutkan bahwa gaji pokok Ajun Brigadir Polisi Dua (Abripda) berada di kisaran:
- Minimum sekitar Rp1.946.800
- Maksimum sekitar Rp3.006.000 sampai Rp3.006.600
Angka ini terkait dengan masa kerja. Semakin lama kamu mengabdi, gaji pokok akan naik mengikuti skala masa kerja yang ditentukan dalam Peraturan Pemerintah mengenai gaji ASN dan anggota Polri. Skala masa kerja ini biasanya dibagi dari 0 tahun, 2 tahun, 4 tahun, dan seterusnya hingga bisa mencapai lebih dari 30 tahun.
Ada juga satu sumber lain yang menyebutkan angka sedikit berbeda, antara Rp1.802.600 hingga Rp2.783.900. Kemungkinan besar ini menggunakan data dari regulasi lebih lama sebelum ada penyesuaian, atau masih mengacu pada skema gaji terdahulu yang belum diupdate ke angka terbaru. Itulah sebabnya, sebagai calon anggota Polri, kamu perlu melihat pola mayoritas sumber yang sejalan, bukan hanya terpaku pada satu artikel.
Jika diringkas, gambaran gaji pokok Abripda untuk periode sekitar 2024 sampai 2026 adalah:
- Di awal masa kerja: sekitar Rp1,9 jutaan per bulan.
- Di masa kerja yang lebih panjang: bisa naik mendekati Rp3 juta per bulan.
Penting untuk digarisbawahi bahwa angka ini adalah gaji pokok saja. Dalam praktik di lapangan, penghasilan anggota Polri tidak berhenti di gaji pokok. Masih ada berbagai tunjangan yang menambah jumlah yang diterima setiap bulan.
Posisi Gaji Abripda Dibanding Pangkat Tamtama Lain
Untuk membuatnya lebih konkret, bandingkan gaji pokok Abripda dengan pangkat Tamtama lain yang berdekatan:
- Bharada: Rp1.775.000 sampai Rp2.741.300
- Bharatu: Rp1.830.500 sampai Rp2.827.000
- Abripda: Rp1.946.800 sampai Rp3.006.000
- Abriptu: Rp2.007.700 sampai Rp3.100.700
- Abrippol: Rp2.070.500 sampai Rp3.197.700
Dari sini terlihat bahwa setiap kenaikan pangkat biasanya diikuti kenaikan gaji pokok bertahap. Nilainya memang tidak melompat drastis, tetapi cukup terasa jika kamu menggabungkan gaji pokok, tunjangan berkala, plus tunjangan kinerja.
Artinya, kalau kamu sedang di tahap persiapan seleksi sebagai casis Tamtama, fokusmu bukan sekadar “masuk Polri dulu”. Kamu juga perlu memetakan:
- Seberapa cepat kamu ingin dan mampu naik pangkat dari pangkat awal hingga minimal Abripda.
- Bagaimana caramu memanfaatkan masa dinas awal untuk mengembangkan kompetensi sehingga peluang naik pangkat lebih besar.
- Sejauh mana kamu siap mengelola keuangan di masa-masa ketika gaji masih berada di kisaran bawah skala, terutama jika kamu sudah punya tanggungan keluarga.
Sikap seperti ini akan membedakan kamu sebagai calon anggota yang visioner, bukan hanya sekadar ingin punya seragam.
Jika kamu hanya melihat gaji pokok, angka sekitar dua sampai tiga juta rupiah mungkin terasa pas-pasan, terutama kalau kamu membandingkannya dengan gaji entry level di beberapa perusahaan swasta atau BUMN di kota besar. Namun, struktur penghasilan anggota Polri tidak berhenti di gaji pokok semata.
Berbagai sumber seperti Dealls dan Skorlife menjelaskan bahwa anggota Polri, termasuk Tamtama seperti Abripda, umumnya juga menerima beberapa jenis tunjangan, antara lain:
- Tunjangan kinerja atau tunjangan kinerja institusional, yang besarannya dipengaruhi jabatan, wilayah, dan ketentuan internal Polri.
- Tunjangan keluarga, seperti tunjangan istri atau suami dan tunjangan anak sesuai aturan ASN.
- Tunjangan operasional atau penugasan di lapangan, yang nilainya bisa berbeda antara satu satuan kerja dan lainnya.
- Tunjangan-tunjangan kesejahteraan lain yang diatur dalam peraturan pemerintah dan kebijakan internal.
Beberapa rangkuman menyebut bahwa tunjangan secara total bisa menambah penghasilan anggota Polri sekitar 20 sampai 50 persen, bahkan lebih, dari gaji pokok. Ini tentu tidak seragam karena sangat bergantung pada:
- Penempatan wilayah: daerah tertentu bisa punya kebijakan tambahan.
- Jabatan dan fungsi: misalnya tugas-tugas operasional tertentu.
- Masa kerja dan pangkat: semakin tinggi pangkat dan jabatan, semakin besar komponen tunjangannya.
Supaya lebih mudah bayanganmu, perkirakan secara kasar besaran penghasilan Abripda:
- Abripda masa kerja awal
– Gaji pokok sekitar Rp1.946.800.
– Jika tunjangan total sekitar 30 sampai 50 persen dari gaji pokok, maka bisa menambah sekitar Rp600.000 sampai Rp1.000.000 lebih.
– Total penghasilan bulanan bisa berada di kisaran sekitar Rp2,5 juta sampai Rp3 juta lebih, tergantung lokasi dan kebijakan internal. - Abripda dengan masa kerja lebih lama
– Gaji pokok bisa naik mendekati angka Rp3.000.000.
– Jika tunjangan mengikuti persentase yang sama, tambahan bisa sekitar Rp900.000 sampai lebih dari Rp1.500.000.
– Total penghasilan bulanan bisa berada di kisaran sekitar Rp3,5 juta sampai mungkin di atas Rp4 juta, kembali lagi tergantung jabatan, wilayah, dan aturan yang berlaku saat itu.
Di luar penghasilan rutin bulanan, ada juga kebijakan penting yang mulai dirasakan dalam beberapa tahun terakhir, yaitu:
- Gaji ke-13 yang diterima anggota Polri, yang menurut pemberitaan di media seperti Kontan, nilainya adalah 100 persen gaji ditambah tunjangan, dan biasanya dibayarkan sekitar pertengahan tahun.
- Di samping itu, anggota Polri juga bisa menerima Tunjangan Hari Raya (THR) yang polanya mengikuti kebijakan PNS/ASN.
Gaji ke-13 ini tidak membuat angka bulanan berubah, tetapi sangat signifikan untuk kebutuhan tahunan dan perencanaan keuangan, misalnya:
- Melunasi sebagian cicilan.
- Menabung untuk dana darurat.
- Membiayai keperluan keluarga di momen tahun ajaran baru anak.
- Menambah investasi jangka panjang, jika kamu cukup disiplin mengelola uang.
Bagi casis yang sedang membandingkan jalur Polri dengan jalur CASN atau BUMN, pola seperti ini mirip dengan struktur di institusi pemerintah lainnya. Bedanya, di Polri kamu akan merasakan kombinasi antara penghasilan sebagai ASN dan dinamika tugas operasional yang lebih menantang di lapangan.
Sekarang kita masuk ke pertanyaan yang lebih realistis dan sering menggelisahkan: apakah gaji di level Abripda cukup untuk hidup layak, terutama jika kamu nanti ditempatkan di kota besar dengan biaya hidup tinggi?
Jawabannya tidak hitam putih. Di beberapa daerah dengan biaya hidup rendah, penghasilan Abripda bisa terasa cukup bahkan relatif nyaman jika dikelola dengan baik. Namun di kota besar, angka sekitar tiga sampai empat juta rupiah per bulan mungkin terasa sangat ketat, apalagi jika kamu sudah menikah dan punya anak.
Beberapa poin yang perlu kamu pikirkan secara analitis:
- Biaya hidup sangat bervariasi
– Di kota kecil atau kabupaten, biaya sewa tempat tinggal, makanan, dan transportasi bisa lebih murah, sehingga gaji Abripda bisa cukup untuk kebutuhan dasar dan sedikit tabungan.
– Di kota besar, terutama wilayah metropolitan, biaya sewa, makan, dan transport bisa menggerus sebagian besar gaji. - Potensi fasilitas dinas
– Di beberapa penempatan, kamu mungkin mendapat fasilitas mess, asrama, atau dukungan lain yang bisa menekan biaya hidup pribadi.
– Namun, ini tidak selalu bisa diandalkan di semua satuan kerja, sehingga kamu tetap perlu mental siap mandiri. - Tahap karier, bukan titik akhir
– Abripda adalah satu titik dalam perjalanan karier, bukan tujuan terakhir.
– Gaji dan tunjangan akan meningkat seiring naiknya pangkat dan jabatan, jadi kuncinya adalah bagaimana kamu mengoptimalkan beberapa tahun pertama agar cepat berkembang. - Etika dan integritas
– Menyadari batas gaji Abripda sejak awal justru penting untuk menjaga integritas.
– Kamu perlu sadar bahwa jalan singkat memperbesar penghasilan dengan cara yang tidak sah akan berhadapan langsung dengan kode etik dan hukum.
– Karena itu, sejak masih casis, bentuklah mindset bahwa kamu harus pandai mengatur pengeluaran, bukan memaksa pendapatan dengan cara yang melanggar aturan.
Kalau kamu membandingkan dengan jalur CASN lain atau BUMN, struktur awal gaji mungkin mirip-mirip, namun pola kenaikan pangkat, tunjangan, dan lingkungan kerja berbeda. Di Polri, tantangan fisik dan psikis lebih besar, tetapi kamu juga mendapatkan kesempatan membangun karier yang sangat jelas, dengan jenjang kepangkatan yang terukur dan peran strategis dalam pelayanan publik.
Pada akhirnya, keputusan untuk memilih jalur Tamtama, dengan target menjadi Abripda dan seterusnya, bukan hanya soal angka rupiah. Ini soal kesiapan mental untuk hidup dalam struktur disiplin ketat, aturan yang jelas, dan tantangan tugas yang sering kali menuntut pengorbanan pribadi.
Jika kamu membaca sejauh ini, berarti kamu termasuk tipe calon siswa yang serius dan tidak sekadar penasaran soal angka. Langkah berikutnya adalah memikirkan strategi, supaya ketika nanti kamu sudah menyandang pangkat Abripda, urusan keuangan tidak selalu menjadi sumber stres.
Beberapa pendekatan praktis yang sebaiknya mulai kamu pikirkan bahkan sebelum lulus seleksi:
- Menyusun ekspektasi realistis
– Jangan masuk Polri dengan bayangan gaji besar di awal.
– Posisikan gaji Abripda sebagai “modal hidup layak sederhana” yang akan tumbuh seiring waktu, bukan modal hidup mewah instan.
– Dengan ekspektasi realistis, kamu akan lebih mudah bersyukur dan tidak gampang tergoda gaya hidup berlebihan. - Belajar literasi keuangan sejak dini
– Pahami konsep sederhana: kebutuhan wajib, keinginan, tabungan, dan investasi.
– Biasakan mencatat pengeluaran bulanan, bahkan sejak kamu masih casis yang belum bergaji tetap.
– Saat nanti sudah menjadi Abripda, kamu tidak kaget menghadapi stabilitas penghasilan dan bisa langsung mengelolanya dengan sistem. - Menghindari komitmen utang berlebihan di awal karier
– Banyak anggota baru yang tergoda mengambil cicilan motor atau barang konsumtif begitu mulai menerima gaji tetap.
– Tanpa perencanaan, cicilan bisa memakan porsi besar penghasilan, membuatmu sulit menabung dan sangat rentan jika ada kebutuhan mendadak.
– Idealnya, utang di awal karier lebih diprioritaskan untuk hal-hal produktif dan benar-benar penting, bukan sekadar gengsi. - Menargetkan kenaikan pangkat sebagai prioritas jangka menengah
– Salah satu cara paling sehat menaikkan penghasilan di Polri adalah dengan naik pangkat dan jabatan.
– Itu artinya, stabilitas keuanganmu sangat dipengaruhi oleh: kinerja, disiplin, integritas, dan kemampuanmu mengikuti pendidikan serta penugasan.
– Jangan hanya puas dengan pangkat awal. Gunakan beberapa tahun pertama sebagai “investasi karier”. - Memanfaatkan momen gaji ke-13 dan THR secara strategis
– Jangan selalu memosisikan gaji ke-13 dan THR sebagai uang belanja tambahan.
– Gunakan sebagian untuk membangun dana darurat, melunasi utang, atau menambah instrumen tabungan yang aman.
– Dengan dana cadangan yang cukup, tekanan finansial di hari-hari biasa akan lebih ringan.
Kalau kamu sekarang masih berada di tahap mempertimbangkan antara seleksi Polri, CASN lain, atau BUMN, jadikan analisis gaji Abripda ini sebagai salah satu faktor rasional dalam pengambilan keputusan. Gabungkan informasi ini dengan:
- Minat dan bakat pribadimu terhadap dunia kepolisian dan keamanan.
- Kekuatan fisik dan mental menghadapi pendidikan serta tugas di lapangan.
- Dukungan keluarga, yang mungkin akan sangat menentukan di awal masa dinas.
Karena pada akhirnya, gaji hanyalah salah satu komponen. Kepuasan kerja, rasa bangga mengabdi, dan peluang pengembangan diri juga punya nilai besar dalam perjalanan karier jangka panjang.
Menjadi Abripda bukan sekadar soal seragam dan pangkat, tetapi soal kesiapan menjalani karier dengan struktur gaji yang sudah kamu pahami sejak awal. Dengan mengetahui bahwa gaji pokok Abripda sekitar Rp1,946 juta hingga 3 juta rupiah, ditambah tunjangan yang bisa mendorong total penghasilan ke kisaran tiga sampai empat juta rupiah, kamu bisa menata ekspektasi dan strategi hidup lebih matang.
Jika kamu benar-benar ingin masuk Polri, jangan hanya bertanya, “Gajinya berapa?” tetapi juga, “Apa yang bisa saya lakukan dengan gaji tersebut agar tetap berkah, cukup, dan berkembang?” Sikap kritis dan terencana seperti ini yang membedakan calon siswa yang siap jadi aparat profesional, bukan hanya pencari pekerjaan biasa.
Gunakan fase persiapan seleksi sekarang untuk menguatkan dua hal sekaligus: kemampuan lulus tes dan kemampuan mengelola hidup setelah lulus. Saat kamu nanti benar-benar menyandang pangkat Abripda, kamu tidak hanya siap menjalankan tugas, tetapi juga siap berdiri tegak secara finansial dan mental. Di situlah langkah awalmu sebagai anggota Polri akan punya fondasi yang jauh lebih kokoh.
Baca Juga : Jurusan SIPSS Polri 2026 Buka Peluang Karier Menjanjikan!
Sumber Referensi
- IDNTIMES.COM – Segini gaji dan tunjangan anggota polisi sesuai pangkatnya
- SKORLIFE.COM – Gaji polisi: besaran, tunjangan, dan faktor yang memengaruhi
- DEALS.COM – Gaji polisi dan jenjang kariernya
- KONTAN.CO.ID – Polisi akan dapat gaji ke-13 100 persen gaji dan tunjangan dibayar mulai Juni
- DETIK.COM – Daftar gaji polisi dan tunjangan mulai pangkat Bharada hingga jenderal
Testimoni jadiPOLISI
Program Premium Tes POLRI di Bimbel jadiPOLISI
“Kami Bantu, Kami Pandu, Kami Bimbing Sampai Amazing!” 🌟


📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi JadiPOLISI: Temukan aplikasi JadiPOLISI di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
- Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiPOLISI Anda melalui aplikasi atau situs web.
- Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
- Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELPOLRI” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
- Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES55”, masukkan untuk diskon tambahan.
- Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
- Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.
Mau berlatih Soal-soal Rekrutmen atau Tes POLRI? Ayoo segera gabung sekarang juga!! GRATISSS
>
