Banyak peserta seleksi Polri merasa sudah belajar keras, tetapi tetap bingung ketika jadwal tes mulai dekat karena belum tahu prioritasnya. Di titik ini, pertanyaan casis harus belajar apa jadi penting karena seleksi Bintara Polri 2026 mencakup administrasi, kesehatan, psikologi, akademik, jasmani, PMK, dan pemeriksaan akhir.
Artikel ini membantu kamu memetakan materi yang perlu dipelajari, latihan yang perlu dibiasakan, dan dokumen yang harus disiapkan sejak awal. Baca sampai akhir supaya persiapanmu lebih rapi, tidak hanya semangat di awal, tetapi juga siap saat menghadapi setiap tahap seleksi.
Daftar Isi
- 1. Pahami Tahapan Seleksi Polri
- 2. Kuasai Materi Akademik CAT
- 3. Latih Psikologi dan PMK
- 4. Siapkan Jasmani dan Kesehatan
- 5. Susun Jadwal Belajar Casis
- Mini FAQ
- Ringkasan
1. Pahami Tahapan Seleksi Polri
Sebelum membuka buku latihan atau mulai lari setiap pagi, kamu perlu memahami dulu alur seleksi Polri yang akan dihadapi. Tanpa peta yang jelas, persiapan bisa terasa sibuk, tetapi tidak selalu menyentuh bagian yang paling menentukan.
Untuk Bintara Polri 2026, jadwal resmi menunjukkan proses yang bergerak dari pendaftaran dan verifikasi, pakta integritas, pemeriksaan administrasi, kesehatan, psikologi, akademik, jasmani, PMK, sampai sidang akhir kelulusan. Urutan ini penting karena kegagalan di satu tahap bisa menghentikan langkahmu sebelum masuk ke tes berikutnya.
1.1 Urutan Tes Bintara
Dalam pengumuman Bintara Polri TA 2026, tahapan untuk jalur PTU Berkemampuan SPKT, Berkemampuan Intelijen, dan Polair mencakup pemeriksaan administrasi awal, pemeriksaan kesehatan tahap I, tes psikologi tahap I, tes akademik, ujian komputer, tes Mental Ideologi, kesehatan tahap II, jasmani, psikologi tahap II, pendalaman PMK, administrasi akhir, supervisi Panpus, dan sidang terbuka penetapan kelulusan akhir. Alurnya panjang, jadi kamu perlu menjaga stamina belajar dan mental sejak awal.
Jangan hanya fokus pada satu bagian yang kamu sukai, misalnya fisik saja atau akademik saja. Seleksi Polri menilai kesiapan secara menyeluruh, sehingga persiapan yang timpang bisa menjadi celah saat tekanan tes mulai terasa.
- Administrasi dan verifikasi data peserta.
- Pemeriksaan kesehatan tahap I dan tahap II.
- Tes psikologi, akademik, komputer, MI, PMK, dan wawancara.
- Uji jasmani, renang, antropometri, dan sidang kelulusan.
1.2 Berkas Verifikasi Luring
Setelah registrasi daring, pengumuman resmi menyebut peserta harus datang sendiri untuk verifikasi luring di Polres atau Polda setempat. Kamu perlu membawa hasil cetak formulir registrasi dan berkas administrasi asli serta fotokopi sesuai ketentuan panitia.
Siapkan KTP, Kartu Keluarga, akta kelahiran, ijazah, SKCK, pas foto, surat persetujuan orang tua atau wali, surat permohonan, daftar riwayat hidup, dan surat pernyataan yang diminta. Berkas seperti ini terlihat teknis, tetapi justru sering membuat peserta panik kalau baru diurus mendekati hari verifikasi.
Baca Juga: Pangkat Pangkat Polisi dan Urutan Jenjang Karier Polri
2. Kuasai Materi Akademik CAT

Tes akademik Polri menggunakan sistem CAT, sehingga kamu perlu terbiasa membaca soal dengan cepat, teliti, dan tidak mudah terkecoh. Kalau pertanyaanmu masih casis harus belajar apa untuk bagian akademik, fokus utamanya adalah materi yang benar-benar tercantum dalam pengumuman resmi.
Materi akademik bukan sekadar hafalan sekolah, tetapi juga menguji cara berpikir saat kamu menghadapi informasi baru. Karena itu, latihan harus menggabungkan pemahaman konsep, kecepatan menghitung, dan kebiasaan menyimpulkan bacaan dengan rapi.
2.1 Materi CAT Akademik
Untuk Bintara PTU Berkemampuan SPKT, Berkemampuan Intelijen, dan Polair, pengumuman resmi mencantumkan tes akademik meliputi Pengetahuan Umum termasuk Undang-Undang Kepolisian, Wawasan Kebangsaan, Tes Penalaran Numerik, dan Bahasa Inggris. Materi ini harus kamu pelajari bertahap agar tidak menumpuk menjelang jadwal CAT.
Mulailah dari materi yang paling sering menjadi dasar soal, seperti Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan perhitungan numerik sederhana. Setelah itu, tambah latihan Bahasa Inggris dan pemahaman isu umum agar kamu tidak hanya kuat di satu jenis soal.
- Pengetahuan Umum, termasuk Undang-Undang Kepolisian.
- Wawasan Kebangsaan, seperti Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan kewarganegaraan.
- Tes Penalaran Numerik untuk mengukur logika angka dan ketelitian hitung.
- Bahasa Inggris dasar untuk membaca, memahami makna, dan mengenali struktur kalimat.
2.2 Cara Latihan Soal
Gunakan pola latihan harian yang singkat, tetapi konsisten, misalnya 30 sampai 45 menit untuk satu materi. Cara ini lebih realistis daripada belajar berjam-jam sekali waktu, lalu berhenti karena lelah dan merasa tertinggal.
Setiap selesai latihan, tandai soal yang salah dan tulis penyebabnya, apakah karena belum paham konsep, kurang teliti, atau terlalu lama membaca soal. Catatan kecil seperti ini membuat progresmu terlihat jelas dan membantu kamu memilih materi yang harus diulang besok.
Baca Juga: Syarat Penting Masuk Polisi 2026 dan Cara Siap Seleksi
3. Latih Psikologi dan PMK
Tes psikologi dan pendalaman PMK sering membuat casis tegang karena hasilnya tidak hanya ditentukan oleh hafalan. Bagian ini menilai pola pikir, konsistensi jawaban, kontrol emosi, kejujuran, dan kesiapan mental untuk mengikuti pendidikan Polri.
Tekanan seperti ini wajar, terutama kalau kamu baru pertama kali ikut seleksi. Namun, latihan yang tepat bisa membuat kamu lebih tenang karena sudah mengenal pola pertanyaan dan tahu cara menjaga fokus saat waktu berjalan.
3.1 Tes Psikologi CAT
Pengumuman resmi menyebut tes psikologi tahap I menggunakan sistem CAT dengan penilaian kuantitatif dan kualitatif. Norma kelulusan psikologi mengacu pada ketentuan Polri, dengan kategori memenuhi syarat apabila nilai akhir minimal 61.
Latihan yang bisa kamu lakukan adalah membiasakan diri dengan soal penalaran, konsentrasi, ketelitian, dan kuesioner kepribadian. Jawablah latihan dengan konsisten dan jujur, karena jawaban yang dibuat-buat biasanya justru terlihat tidak stabil.
3.2 Pendalaman PMK Wawancara
PMK dan wawancara menuntut kamu memahami alasan masuk Polri, komitmen terhadap NKRI, sikap terhadap aturan, serta kesiapan ditempatkan sesuai kebutuhan organisasi. Jawaban yang baik bukan jawaban yang terdengar paling hebat, tetapi jawaban yang jujur, runtut, dan sesuai pengalamanmu.
Latih cara menjawab pertanyaan dengan suara jelas dan kalimat yang tidak berputar-putar. Kamu bisa menulis tiga alasan utama ingin menjadi anggota Polri, lalu mengaitkannya dengan disiplin belajar, kesiapan fisik, dan tanggung jawab kepada masyarakat.
4. Siapkan Jasmani dan Kesehatan

Persiapan fisik tidak bisa dikejar dengan latihan mendadak seminggu sebelum tes. Tubuh perlu adaptasi bertahap agar stamina naik, otot lebih kuat, dan risiko cedera tetap terkendali.
Dalam pengumuman Bintara Polri TA 2026, ujian kemampuan jasmani mencakup kesamaptaan A, kesamaptaan B, dan renang, serta pemeriksaan antropometri. Untuk beberapa jalur seperti PTU Berkemampuan SPKT, Rekpro, Intelijen, dan Polair, ketentuan jasmani juga menyebut Nilai Batas Lulus 41,00 dan tiap item tidak boleh bernilai 0.
4.1 Latihan Kesamaptaan A
Kesamaptaan A umumnya berhubungan dengan daya tahan lari, sehingga latihan kardio harus masuk jadwal sejak awal. Kamu bisa mulai dari lari ringan, lalu naikkan durasi dan intensitas secara bertahap sesuai kemampuan tubuh.
Jangan langsung memaksakan target tinggi kalau napas dan kaki belum siap. Latihan yang terlalu keras tanpa pemulihan justru bisa membuat performa turun saat mendekati jadwal tes.
4.2 Latihan Kesamaptaan B
Kesamaptaan B biasanya menuntut kekuatan, kelincahan, dan ketahanan otot melalui gerakan seperti push-up, sit-up, pull-up atau chinning, dan shuttle run sesuai ketentuan panitia. Fokus latihanmu bukan hanya menambah jumlah repetisi, tetapi juga menjaga teknik agar gerakan tetap sah saat dinilai.
Buat catatan hasil latihan setiap minggu supaya kamu tahu bagian mana yang paling lemah. Kalau shuttle run masih lambat atau push-up cepat turun, beri porsi latihan tambahan tanpa mengorbankan pemulihan.
4.3 Renang dan Antropometri
Renang perlu dilatih lebih awal, terutama kalau kamu belum terbiasa mengatur napas di air. Mulailah dari teknik dasar, jarak pendek, dan ritme napas yang stabil sebelum mengejar kecepatan.
Antropometri berkaitan dengan pengukuran tubuh, termasuk tinggi dan berat badan sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk Bintara Polri 2026, pengumuman resmi mencantumkan batas tinggi badan yang berbeda menurut jalur dan kategori, jadi cek jalur pendaftaranmu sebelum membuat target latihan.
5. Susun Jadwal Belajar Casis
Pada akhirnya, jawaban casis harus belajar apa bukan satu materi saja, melainkan kombinasi akademik, psikologi, fisik, kesehatan, administrasi, dan mental. Tantangannya adalah membagi semua itu ke dalam jadwal yang masuk akal agar kamu tidak kelelahan sebelum tes dimulai.
Jadwal yang baik harus cukup disiplin, tetapi tetap memberi ruang pemulihan. Kamu sedang mempersiapkan seleksi panjang, jadi ritme belajar yang stabil lebih berguna daripada latihan ekstrem yang hanya bertahan beberapa hari.
5.1 Jadwal Mingguan Efektif
Atur jadwal mingguan dengan membagi hari untuk akademik, psikologi, fisik, renang, dan pemeriksaan dokumen. Misalnya, pagi dipakai untuk latihan fisik ringan, sedangkan sore atau malam dipakai untuk latihan soal dan membaca materi wawasan kebangsaan.
Sisakan minimal satu hari dengan intensitas lebih ringan agar tubuh dan pikiran pulih. Persiapan seleksi Polri membutuhkan disiplin, tetapi disiplin yang baik tetap menghitung kebutuhan istirahat.
5.2 Evaluasi Nilai Latihan
Evaluasi latihan membantu kamu melihat perkembangan secara objektif, bukan hanya berdasarkan perasaan. Catat nilai simulasi akademik, hasil latihan lari, jumlah repetisi, kemampuan renang, dan progres kelengkapan dokumen.
Kalau ada bagian yang tertinggal, perbaiki dengan langkah kecil yang bisa diulang. Inilah cara paling realistis untuk menjawab casis harus belajar apa tanpa membuat persiapan terasa kacau dan menekan.
Mini FAQ
Apa materi akademik Bintara Polri 2026?
Materi akademik yang tercantum dalam pengumuman Bintara Polri TA 2026 meliputi Pengetahuan Umum termasuk Undang-Undang Kepolisian, Wawasan Kebangsaan, Tes Penalaran Numerik, dan Bahasa Inggris. Materi ini perlu dilatih dengan soal CAT agar kamu terbiasa membaca cepat dan menjawab teliti.
Apakah tes psikologi Polri bisa dilatih?
Bisa, karena kamu dapat membiasakan diri dengan pola soal konsentrasi, penalaran, ketelitian, dan kepribadian. Latihan ini bukan untuk menghafal jawaban, tetapi untuk membuat kamu lebih tenang, konsisten, dan paham cara mengelola waktu.
Latihan fisik sebaiknya mulai dari apa?
Mulailah dari daya tahan lari, latihan kekuatan dasar, kelincahan, dan renang sesuai kemampuan awalmu. Naikkan intensitas secara bertahap agar tubuh berkembang tanpa cedera yang bisa mengganggu jadwal seleksi.
Dokumen apa yang sering terlupa?
Peserta sering kurang teliti pada SKCK, pas foto, surat persetujuan orang tua atau wali, surat pernyataan, dan fotokopi dokumen yang harus dilegalisir jika dibutuhkan. Cek ulang pengumuman resmi sesuai jalur karena detail dokumen bisa berbeda menurut kategori penerimaan.
Apakah boleh fokus akademik dulu?
Boleh, tetapi jangan meninggalkan fisik, psikologi, kesehatan, dan administrasi terlalu lama. Seleksi Polri berjalan berlapis, jadi persiapan terbaik adalah membagi porsi belajar sejak awal agar semua tahap punya perkembangan.
Ringkasan
Jika kamu bertanya casis harus belajar apa untuk seleksi Polri, jawabannya adalah akademik CAT, psikologi, PMK, kemampuan jasmani, renang, kesehatan, administrasi, dan kesiapan mental. Jangan hanya memilih bagian yang paling nyaman, karena setiap tahap punya peran dalam menentukan apakah kamu bisa lanjut atau harus berhenti.
Mulai dari jadwal kecil yang bisa kamu ulang setiap minggu, lalu evaluasi hasilnya secara jujur. Kalau kamu ingin latihan akademik, psikologi, dan strategi seleksi Polri secara lebih terarah, kamu bisa menggunakan jadicasis.id sebagai pendamping belajar yang relevan.
Sumber Referensi
- PENERIMAAN.POLRI.GO.ID – Penerimaan Polri
- PENERIMAAN.POLRI.GO.ID – Jadwal Seleksi
- PENERIMAAN.POLRI.GO.ID – PENERIMAAN BINTARA POLRI TAHUN ANGGARAN 2026





