Pangkat polisi bikin gagal tes? Kuasai urutan ini!

Pangkat polisi adalah salah satu hal paling penting yang wajib kamu pahami jika serius ingin ikut seleksi penerimaan anggota Polri, baik Akpol, Bintara, maupun Tamtama. Di setiap tahapan rekrutmen, mulai dari tes psikologi, wawancara, sampai sidang akhir, pemahaman tentang struktur organisasi dan pangkat sering muncul, baik secara eksplisit dalam soal, maupun tersirat dalam penilaian sikap, motivasi, dan cara kamu memandang karier di Polri. Banyak calon siswa (casis) hanya fokus ke nilai, fisik, dan berkas, tetapi lupa memahami “peta jalan karier” mereka sendiri. Padahal, pangkat bukan sekadar lambang di pundak. Di balik satu balok merah atau satu bintang, ada perbedaan wewenang, tanggung jawab, sampai pola pendidikan dan masa dinas. Jika kamu mengerti ini sejak awal, kamu tidak hanya lebih siap menghadapi tes, tetapi juga terlihat lebih matang dan realistis di mata panitia seleksi. Di artikel ini, kamu akan diajak membedah struktur pangkat polisi di Indonesia berdasarkan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 3 Tahun 2016 tentang Administrasi Kepangkatan, ditambah penjelasan praktis untuk kamu yang sedang mempersiapkan diri menjadi anggota Polri. Bahasannya lumayan teknis, tetapi akan disajikan dengan bahasa yang mudah kamu cerna, dan tetap akurat sesuai aturan yang berlaku sampai awal 2026. Apa Itu Pangkat Polisi dan Mengapa Penting untuk Casis? Secara hukum, pangkat polisi adalah tanda kedudukan yang mencerminkan peran, fungsi, kemampuan, wewenang, dan tanggung jawab anggota Polri. Aturan bakunya diatur dalam Perkap Nomor 3 Tahun 2016 tentang Administrasi Kepangkatan Polri serta pembaruan selanjutnya seperti Perkap Polri 11 Tahun 2018. Artinya, pangkat bukan hanya “gelar keren” yang dipanggil masyarakat, seperti “Pak Brigadir”, “Pak Kompol”, atau “Pak Jenderal”. Pangkat adalah: Untuk kamu yang akan daftar Akpol, Bintara, atau Tamtama, memahami pangkat polisi akan membantu di beberapa hal: Secara garis besar, pangkat polisi di Indonesia terbagi menjadi tiga golongan utama: Total ada 22 tingkatan pangkat yang berlaku secara standar di Polri berdasarkan aturan terkini. Struktur Besar: Golongan Pangkat Polisi di Indonesia Sebelum masuk ke urutan detail, penting untuk paham “kerangka utamanya” dulu. Ibarat bangunan, tiga golongan ini adalah lantai-lantai besar dalam gedung karier kamu di Polri. 1. Tamtama: Garda Terdepan dan Fondasi Operasional Tamtama adalah golongan pangkat paling dasar di Polri. Mereka sering disebut sebagai “pasukan paling depan” yang banyak terlibat langsung dalam tugas lapangan yang bersifat teknis dan operasional. Secara umum, karakteristik Tamtama: Dalam struktur Polri yang berlaku sekarang, Tamtama memiliki 6 tingkatan pangkat, dari yang terendah hingga yang tertinggi: Hubungannya dengan casis: Jika kamu mendaftar lewat jalur Tamtama Polri, inilah “lantai” karier yang akan kamu masuki. Kamu akan memulai dari pangkat Tamtama dan memiliki kesempatan naik ke tingkat lebih tinggi sesuai kinerja, masa dinas, pendidikan lanjutan, dan peraturan kepangkatan. 2. Bintara: Tulang Punggung Pengawasan Lapangan Bintara sering disebut sebagai “tulang punggung” Polri. Dalam praktiknya, Bintara adalah penghubung antara kebijakan pimpinan (Perwira) dengan pelaksana paling depan (Tamtama). Bintara mengawasi, memimpin kelompok kecil, dan memastikan perintah perwira berjalan baik di lapangan. Bintara memiliki 6 tingkatan pangkat, urut dari yang paling rendah ke paling tinggi: Hubungannya dengan casis: Mayoritas penerimaan anggota Polri setiap tahun adalah Bintara. Kalau kamu ikut seleksi Bintara, kamu akan memulai karier dengan target menjadi Bripda, lalu naik secara berkala. Perbedaan penting dibanding Tamtama: 3. Perwira: Level Pengambil Kebijakan dan Komando Perwira adalah jajaran pimpinan yang tugas utamanya bukan sekadar menjalankan, tetapi mengatur, merencanakan, serta mengendalikan. Secara struktural, Perwira dibagi menjadi tiga kelompok: Total ada 10 pangkat di golongan Perwira. a. Perwira Pertama (Pama) Ini adalah “gerbang awal” menjadi perwira, sering kali hasil pendidikan dari Akpol atau Bintara yang mengembangkan diri melalui jalur perwira. Untuk kamu yang ingin jadi pejabat struktural lapangan, Perwira Pertama adalah jenjang penting yang akan sangat menentukan reputasi dan jalur naik ke Perwira Menengah. b. Perwira Menengah (Pamen) Perwira Menengah adalah level pimpinan struktural di tingkat yang lebih luas, seperti Polres, Polda, atau fungsi-fungsi setingkat direktorat. Di jenjang ini, anggota Polri tidak hanya mengelola satu unit kecil, tetapi satuan besar dengan ratusan bahkan ribuan anggota. Kepemimpinan strategis, kemampuan manajerial, dan rekam jejak sangat berpengaruh. c. Perwira Tinggi (Pati) Inilah jajaran tertinggi di Polri. Tanda pangkatnya berupa bintang, yang jumlahnya mencerminkan tingkatan. Bagi casis, memahami struktur Pati mungkin terasa “jauh”. Namun dalam banyak tes, pertanyaan seputar siapa pangkat tertinggi di Polri, berapa jumlah bintang Kapolri, atau urutan Brigjen sampai Jenderal Polisi termasuk materi yang sering muncul. Makna Lambang, Warna, dan Urutan: Bukan Sekadar Hiasan di Seragam Ketika kamu melihat seragam polisi, tanda pangkat akan terpasang di pundak atau kerah, tergantung jenis seragam. Tanda ini memiliki makna yang diatur jelas dalam Perkap. Beberapa hal teknis yang penting, terutama untuk kamu yang ikut tes pengetahuan umum: Pemahaman visual ini penting karena: Kenaikan Pangkat: Bagaimana Prosesnya Menurut Aturan? Kamu mungkin bertanya: “Kalau saya masuk Bintara, seberapa jauh saya bisa naik pangkat?” atau “Apakah mungkin dari Tamtama jadi perwira?” Menurut Perkap 3 Tahun 2016, kenaikan pangkat di Polri diatur melalui mekanisme administrasi kepangkatan yang memperhatikan: Artinya, urutan pangkat polisi bukan jalan otomatis yang pasti dilalui semua anggota. Ada anggota yang kariernya sangat cepat naik karena prestasi, ada juga yang terhambat karena pelanggaran. Untuk kamu yang baru akan masuk, penting untuk memahami bahwa: Jalur Masuk Polri dan Titik Awal Pangkat Jika kita hubungkan dengan realitas Penerimaan Anggota Polri, peta sederhananya adalah seperti ini: Tidak ada jalur yang “lebih mulia” secara moral. Perbedaan utamanya adalah titik awal tanggung jawab struktural dan ruang lingkup penugasan. Untuk kamu, memilih jalur harus disesuaikan dengan: Mengenal pangkat membuatmu bisa mengambil keputusan yang lebih rasional, bukan sekadar ikut-ikutan teman atau dorongan emosional sesaat. Tips Taktis untuk Menghafal dan Memahami Pangkat Polisi Untuk kepentingan seleksi, kamu tidak cukup hanya “pernah dengar” nama pangkat. Idealnya, kamu: Berikut beberapa cara teknis yang bisa kamu terapkan: Semakin sering kamu menghubungkan pangkat dengan jabatan dan lambang, semakin kuat hafalannya. Mengapa Perkap 3 Tahun 2016 Penting untuk Dipahami Secara Konsep? Sebagai casis, kamu memang tidak diwajibkan menghafal isi lengkap Peraturan Kapolri. Namun, memahami prinsip dasarnya memberikan keunggulan: Sikap “tahu aturan” ini sangat penting di institusi penegak hukum seperti Polri. Saat kamu memilih jalan menjadi anggota Polri, sesungguhnya kamu tidak hanya memilih pekerjaan, tetapi sebuah karier panjang dengan jenjang pangkat, tanggung jawab, dan konsekuensi yang jelas.
Tes bintara polri bikin banyak gugur, ini rahasianya!

tes bintara polri adalah salah satu gerbang utama untuk mewujudkan cita-cita menjadi bagian dari Polri, terutama bagi kamu yang mengincar jalur Bintara di seleksi Penerimaan Anggota Polri (Akpol/Bintara/Tamtama) tahun ini. Di tengah ketatnya persaingan dan jumlah pendaftar yang terus meningkat setiap tahun, memahami dengan jelas seperti apa tahapan tes, peran Bintara di tubuh Polri, sampai strategi belajarnya akan menjadi pembeda antara calon siswa yang sekadar mencoba dan calon siswa yang benar-benar siap lolos. Banyak casis yang gugur bukan karena tidak mampu, tetapi karena tidak tahu apa saja yang akan dihadapi. Ada yang kaget dengan tes kesehatan, ada yang kehabisan napas di kesamaptaan jasmani, ada juga yang kurang persiapan di tes akademik berbasis CAT. Di sisi lain, sebagian besar informasi resmi memang ada di penerimaan.polri.go.id, tetapi penjelasannya sering terasa sangat teknis dan kaku. Di sinilah kamu butuh panduan yang menjelaskan dengan bahasa lebih “manusiawi”, runtut, dan mudah dicerna. Tulisan ini akan mengajak kamu memahami tes bintara polri dari hulu ke hilir: dari pengertian dan peran Bintara di lapangan, tahapan seleksi, sistem penilaian, sampai tips konkret untuk persiapan akademik, fisik, dan psikologis. Tujuannya sederhana, supaya ketika hari tes tiba, kamu tidak lagi tebak-tebakan, melainkan datang dengan rasa percaya diri karena kamu sudah tahu apa yang akan dihadapi dan bagaimana cara menjalaninya dengan maksimal. Apa Itu Bintara Polri dan Mengapa Posisi Ini Sangat Krusial? Sebelum terlalu fokus pada teknis tes bintara polri, penting untuk benar-benar memahami: sebenarnya kamu sedang mendaftar menjadi apa. Bintara Polri sering disebut sebagai tulang punggung operasional kepolisian. Jika Akpol lebih banyak menyiapkan perwira sebagai pimpinan dan pengambil kebijakan, dan Tamtama berfokus pada pelaksana teknis dengan pangkat lebih rendah, maka Bintara berada di titik tengah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat sekaligus mengoordinasikan anggota di lapangan. Dalam tugas sehari-hari, Bintara terlibat dalam: Karena intensitas interaksinya yang tinggi dengan masyarakat, karakter dan mental Bintara menjadi faktor yang sangat diperhatikan dalam seleksi. Bukan hanya soal kuat lari dan pintar matematika, tetapi juga soal integritas, kontrol emosi, stabilitas mental, dan kesiapannya menjalankan tugas dalam berbagai situasi sulit. Sub-formasi Bintara: Tidak Hanya PTU Bintara Polri tidak satu bentuk saja. Di dalamnya ada beberapa sub-formasi dengan karakter tugas yang berbeda. Memahami ini penting agar kamu bisa mengukur minat dan kesiapan diri. Pada intinya, pemilihan sub-formasi tidak hanya soal “mana yang keren”, tetapi juga soal kecocokan karakter, minat, dan kesiapan kompetensi. Pendidikan Bintara dan Syarat Umum Jika kamu lolos tes bintara polri, perjalanan belum selesai. Kamu akan mengikuti pendidikan Bintara yang umumnya berlangsung sekitar 6 sampai 9 bulan. Lokasi pendidikannya bisa berbeda tergantung sub-formasi, misalnya: Selama pendidikan, kamu akan dibentuk dalam tiga aspek utama: mental kepribadian, akademik kepolisian, dan kesamaptaan jasmani. Pola hidup akan sangat disiplin, terstruktur, dan penuh latihan. Pendidikan ini dimaksudkan untuk mengubah kamu dari warga sipil biasa menjadi anggota Polri yang siap tugas. Adapun syarat umum calon peserta Bintara antara lain: Karena syarat bisa sedikit berubah tiap tahun, selalu pastikan kamu membaca pengumuman resmi di situs penerimaan Polri untuk tahun pendaftaran yang kamu ikuti. Rangkaian Tahapan Tes Bintara Polri: Dari Administrasi sampai Wawancara Sekarang kita masuk ke inti: seperti apa sebenarnya tahapan tes bintara polri. Polri menerapkan sistem seleksi berlapis untuk memastikan hanya kandidat terbaik yang bisa lanjut ke tahap berikutnya. Setiap tahap bisa menggunakan penilaian: Jika di satu tahap kamu dinyatakan TMS, artinya kamu berhenti di situ dan tidak bisa lanjut ke tahap selanjutnya, meskipun nilai di aspek lain bagus. Secara umum, untuk Bintara PTU, Brimob, dan Polair, urutannya sebagai berikut. 1. Pemeriksaan Administrasi Awal Di tahap ini, panitia akan memeriksa seluruh berkas yang kamu unggah atau serahkan, seperti: Penilaian di sini kualitatif, MS atau TMS. Banyak peserta yang langsung tersingkir di awal karena hal-hal yang tampaknya sepele: ijazah tidak sesuai, legalisir kurang, atau ada dokumen yang salah input. Tips praktis: 2. Tes Kesehatan Tahap I Tes kesehatan tahap I fokus pada pemeriksaan fisik secara umum, misalnya: Penilaian juga bersifat kualitatif MS/TMS. Ini membuat aspek kesehatan menjadi sangat krusial, karena sekali TMS, kamu tidak bisa lanjut walaupun nilai akademik dan psikologi kamu nanti sangat bagus. Hal yang sering luput dari perhatian: 3. Psikologi Tahap I (CAT) Di tahap ini, kamu akan mengikuti tes psikologi dengan sistem CAT (Computer Assisted Test). Penilaiannya bisa kualitatif sekaligus kuantitatif. Materinya biasanya mencakup: Hasil tes ini penting untuk memetakan apakah kepribadian dan kemampuan mental kamu sesuai dengan profil mental kepolisian (PMK). Jangan bayangkan ini seperti ujian sekolah biasa yang bisa ditipu dengan menghafal. Lebih ke bagaimana konsistensi jawaban dan profilmu terlihat secara psikologis. 4. Tes Kompetensi Keahlian (TKK) Tes Kompetensi Keahlian umumnya meliputi: Walaupun istilah dan bentuknya bisa sedikit berbeda di tiap formasi, intinya TKK ingin melihat: apakah kamu punya dasar pengetahuan dan sikap yang memadai untuk menjalankan tugas Bintara. Di sinilah pemahaman umum mengenai kepolisian, logika situasional, serta kemampuan berpikir sistematis akan sangat membantu. 5. Tes Kesehatan Tahap II (Termasuk Kesehatan Jiwa) Jika kamu lolos kesehatan tahap I dan psikologi tahap I, kamu masuk ke kesehatan tahap II yang lebih mendalam. Di tahap ini termasuk juga pemeriksaan: Tujuannya untuk memastikan tidak ada gangguan fisik maupun mental yang berpotensi menghambat tugas kepolisian di kemudian hari. Sekali lagi, penilaian umumnya MS/TMS. 6. Kesamaptaan Jasmani Inilah tahap yang sering paling diwaspadai para casis: tes fisik. Komponen yang biasanya diuji antara lain: Penilaian di sini biasanya gabungan kuantitatif dan kualitatif. Setiap komponen memiliki nilai yang kemudian diakumulasi menjadi skor fisik kamu. Banyak calon yang menunda latihan fisik dan baru latihan serius sebulan sebelum tes, lalu kaget ketika napas tidak kuat, otot kaget, atau bahkan cedera. Padahal, stamina dan kekuatan itu dibangun bertahap, bukan instan. 7. Psikologi Tahap II: Wawancara dan Pendalaman PMK Kalau di tahap I psikologi lebih banyak soal tes tertulis berbasis komputer, di tahap II kamu akan lebih banyak berhadapan dengan penguji secara langsung. Bentuk kegiatannya bisa berupa: Di sini, yang dinilai bukan hanya apa yang kamu katakan, tetapi juga bagaimana kamu bersikap: cara menjawab, cara berpikir, konsistensi cerita, serta bagaimana kamu menunjukkan komitmen dan motivasi menjadi anggota Polri. Perilaku di media sosial yang penuh ujaran kebencian, pelecehan, atau konten negatif bisa sangat merugikanmu. 8. Administrasi Akhir Tahap
Nilai tes jasmani Polri bikin gugur? Amankan NBL-mu!

nilai tes jasmani polri adalah salah satu penentu hidup-mati peluang kamu dalam seleksi penerimaan anggota Polri, baik Akpol, Bintara, maupun Tamtama di tahun-tahun terakhir ini. Banyak casis datang dengan nilai akademik bagus, berkas rapi, tapi gugur hanya karena tidak paham cara kerja penilaian kesamaptaan jasmani dan bagaimana strategi mengamankan Nilai Batas Lulus (NBL). Di tengah persaingan yang makin ketat dan kuota terbatas, memahami sistem nilai, standar kelulusan, sampai cara melatih diri secara terukur bukan lagi kelebihan, tetapi wajib jika kamu serius ingin memakai seragam cokelat. Di lapangan, tes ini sering dianggap sekadar “lari, push up, sit up”. Padahal, setiap detik dan setiap repetisi punya nilai angka yang spesifik di tabel resmi Polri sesuai Perkap Nomor 4 Tahun 2018. Salah membaca ritme, pecah tenaga, atau salah strategi di satu item saja bisa membuat nilai kamu turun di bawah 41, yang berujung TMS, meskipun item lain nilainya tinggi. Di sisi lain, banyak juga casis yang sebenarnya fisiknya standar saja, tetapi karena paham pola nilai, tahu batas minimal, dan melatih dengan cerdas, nilai totalnya bisa tembus kategori Baik bahkan Baik Sekali. Tulisan ini akan membimbing kamu memahami dari nol: apa itu TKJ Polri, bagaimana rincian tiap tes, bagaimana sistem nilai tes jasmani Polri dihitung, sampai contoh perhitungan nilai dan tips latihan praktis yang bisa kamu terapkan beberapa bulan sebelum seleksi. Kita akan bahas dengan bahasa yang tenang, step by step, supaya kamu tidak lagi merasa tes jasmani itu “misterius” atau hanya bisa lolos kalau sudah atlet. Apa Itu Tes Kesamaptaan Jasmani (TKJ) Polri dan Mengapa Nilainya Sangat Krusial? Secara resmi, Tes Kesamaptaan Jasmani (TKJ) Polri adalah ujian fisik wajib dalam rangkaian seleksi penerimaan anggota Polri. Tujuan utamanya untuk mengukur: Secara garis besar, TKJ terbagi dua kelompok besar: Pada beberapa jalur atau tahap seleksi, ditambahkan tes renang 25 meter sebagai item tersendiri. Hasil tiap item kemudian diubah menjadi angka nilai, lalu dijumlah dan dirata-ratakan sehingga menghasilkan nilai akhir jasmani kamu. Mengapa nilai tes jasmani Polri sangat krusial? Artinya, kamu tidak bisa hanya “sekadar lulus” jasmani. Di era seleksi yang ketat seperti sekarang, kamu perlu mengincar nilai yang sekompetitif mungkin, minimal kategori Baik, idealnya mendekati Baik Sekali. Struktur Tes dan Cara Kerja Nilai Tes Jasmani Polri Sebelum bicara strategi latihan, kamu harus paham dulu medan pertempuran: apa saja item tes, bagaimana pelaksanaannya, dan kira-kira berapa standar untuk nilai tinggi. Di sini kita berbicara gambaran umum berdasarkan sumber-sumber pembinaan jasmani Polri dan referensi pelatihan casis yang banyak dipakai 2022–2023. Untuk seleksi terkini, kamu tetap wajib mengecek pengumuman dan juknis resmi Polri. 1. Tes A: Lari 12 Menit Ini adalah ujian daya tahan kardiorespirasi utama. Polanya klasik: kamu berlari mengelilingi lapangan sepak bola selama 12 menit. Keliling lapangan biasanya sekitar 400–420 meter, tetapi yang dihitung bukan jumlah putaran, melainkan jarak total yang berhasil kamu tempuh dalam meter. Dengan kata lain, untuk menyentuh nilai 100, seorang casis pria rata-rata harus berlari mendekati kecepatan 4 menit per kilometer, yang cukup menantang bagi yang belum terbiasa latihan. Di bawah nilai maksimal ini, sudah tersedia tabel resmi Polri yang berisi rentang jarak untuk nilai tertentu. Contoh pola umumnya: Penting diingat, kamu tidak perlu memaksa harus 3.444 meter. Fokus utama adalah: Strategi umum di lari 12 menit: 2. Tes B: Kekuatan Otot dan Kelincahan Tes B terdiri dari beberapa item yang fokus pada kekuatan otot dan kelincahan. Setiap item punya waktu dan cara hitung yang ketat. Semua gerakan harus sah menurut juri agar dihitung nilainya. a. Pull Up / Chinning (maksimal 1 menit) Item ini biasanya lebih berat bagi casis yang belum terbiasa melatih otot punggung dan lengan. Gerakannya: Standar untuk nilai maksimal 100 bagi pria: sekitar 17 kali dalam 1 menit. Untuk wanita biasanya angka lebih rendah, namun tetap menuntut kekuatan tubuh bagian atas yang baik. Banyak casis yang di sini nilainya jauh di bawah standar, misalnya hanya mampu 3–6 repetisi. Jika kamu lemah di pull up, jangan pasrah. Fokus latihan bertahap: Target realistis awal untuk casis pria: minimal 8–10 repetisi sah, lalu naik bertahap mendekati 12–15 repetisi. b. Sit Up (maksimal 1 menit) Tes ini mengukur daya tahan otot perut. Pola umumnya: Dari data pelatihan casis: Artinya, rata-rata kamu harus mampu melakukan hampir 1 repetisi setiap 1,2–1,5 detik tanpa jeda berarti. Di lapangan, banyak casis berhenti karena otot perut panas terbakar di detik 30 ke atas. Strategi latihan: c. Push Up (maksimal 1 menit) Mengukur kekuatan dan daya tahan otot dada, bahu, dan lengan. Standar umumnya: Berdasarkan tabel penilaian umum: Dengan standar itu, casis yang belum terbiasa bisa kelelahan di tengah, lalu tekniknya rusak, sehingga banyak hitungan yang tidak disahkan. Tips praktis: d. Shuttle Run (6×10 meter atau pola angka 8) Shuttle run adalah tes kelincahan dan kecepatan, biasanya dilakukan dengan berlari bolak-balik sejauh sekitar 6×10 meter, atau dalam pola angka 8 sebanyak 3 putaran, tergantung juknis yang digunakan. Tantangannya adalah perpaduan antara percepatan maksimal, teknik berbelok, dan stabilitas tubuh agar tidak terpeleset atau kehilangan keseimbangan di saat berputar. Strategi: 3. Renang 25 Meter: Kecil Tapi Menentukan Di beberapa jalur seleksi, terutama jalur tertentu seperti Akpol atau tahapan lanjutan, renang 25 meter menjadi item yang dinilai secara resmi. Banyak casis meremehkan renang karena menganggap “cuma 25 meter”. Padahal, bagi yang tidak terbiasa, rasa panik di air bisa membuat mereka berhenti di tengah. Sementara, untuk yang sudah stabil, renang justru bisa menjadi sumber poin tambahan yang mengangkat rata-rata jasmani. Kalau kamu belum bisa renang: Cara Menghitung Nilai Tes Jasmani Polri dan Memahami Skala Nilainya Setelah tahu item tesnya, sekarang kita masuk ke inti: bagaimana nilai itu dihitung, apa itu Nilai Batas Lulus (NBL), dan bagaimana membaca kategori Baik Sekali, Baik, dan seterusnya. 1. Mekanisme Umum Perhitungan Nilai Setiap item TKJ memiliki tabel penilaian resmi yang disusun Polri, nomornya bisa berbeda antara pria dan wanita. Polanya seperti ini: Contoh sederhananya: Total nilai: 80 + 75 + 78 + 75 + 82 = 390 Jika renang belum dihitung atau tidak termasuk, maka jumlah item adalah 5. Nilai rata-rata jasmani = 390 : 5 = 78 Dalam contoh yang sering dipakai, dengan komposisi nilai seperti: Total: 400 400 : 5 = 80 Nilai