Nilai tes jasmani Polri bikin gugur? Amankan NBL-mu!

Nilai tes jasmani Polri bikin gugur? Amankan NBL-mu!

nilai tes jasmani polri adalah salah satu penentu hidup-mati peluang kamu dalam seleksi penerimaan anggota Polri, baik Akpol, Bintara, maupun Tamtama di tahun-tahun terakhir ini. Banyak casis datang dengan nilai akademik bagus, berkas rapi, tapi gugur hanya karena tidak paham cara kerja penilaian kesamaptaan jasmani dan bagaimana strategi mengamankan Nilai Batas Lulus (NBL). Di tengah persaingan yang makin ketat dan kuota terbatas, memahami sistem nilai, standar kelulusan, sampai cara melatih diri secara terukur bukan lagi kelebihan, tetapi wajib jika kamu serius ingin memakai seragam cokelat.

Di lapangan, tes ini sering dianggap sekadar “lari, push up, sit up”. Padahal, setiap detik dan setiap repetisi punya nilai angka yang spesifik di tabel resmi Polri sesuai Perkap Nomor 4 Tahun 2018. Salah membaca ritme, pecah tenaga, atau salah strategi di satu item saja bisa membuat nilai kamu turun di bawah 41, yang berujung TMS, meskipun item lain nilainya tinggi. Di sisi lain, banyak juga casis yang sebenarnya fisiknya standar saja, tetapi karena paham pola nilai, tahu batas minimal, dan melatih dengan cerdas, nilai totalnya bisa tembus kategori Baik bahkan Baik Sekali.

Tulisan ini akan membimbing kamu memahami dari nol: apa itu TKJ Polri, bagaimana rincian tiap tes, bagaimana sistem nilai tes jasmani Polri dihitung, sampai contoh perhitungan nilai dan tips latihan praktis yang bisa kamu terapkan beberapa bulan sebelum seleksi. Kita akan bahas dengan bahasa yang tenang, step by step, supaya kamu tidak lagi merasa tes jasmani itu “misterius” atau hanya bisa lolos kalau sudah atlet.

Apa Itu Tes Kesamaptaan Jasmani (TKJ) Polri dan Mengapa Nilainya Sangat Krusial?

Apa Itu Tes Kesamaptaan Jasmani (TKJ) Polri dan Mengapa Nilainya Sangat Krusial?
sumber gambar : bintangbangsa.com

Secara resmi, Tes Kesamaptaan Jasmani (TKJ) Polri adalah ujian fisik wajib dalam rangkaian seleksi penerimaan anggota Polri. Tujuan utamanya untuk mengukur:

  • Daya tahan kardiorespirasi (ketahanan jantung dan paru).
  • Kekuatan dan daya tahan otot.
  • Kecepatan dan kelincahan.
  • Kemampuan fungsi fisik secara menyeluruh untuk tugas kepolisian.

Secara garis besar, TKJ terbagi dua kelompok besar:

  1. Tes A: lari 12 menit.
  2. Tes B: pull up/chinning, sit up, push up, shuttle run.

Pada beberapa jalur atau tahap seleksi, ditambahkan tes renang 25 meter sebagai item tersendiri. Hasil tiap item kemudian diubah menjadi angka nilai, lalu dijumlah dan dirata-ratakan sehingga menghasilkan nilai akhir jasmani kamu.

Mengapa nilai tes jasmani Polri sangat krusial?

  1. Ada Nilai Batas Lulus (NBL). Kamu wajib mencapai minimal nilai tertentu per item, biasanya 41, agar dinyatakan memenuhi syarat. Satu saja item di bawah nilai ini bisa berujung TMS, walaupun item lain bagus.
  2. Tidak boleh ada nilai 0. Untuk jalur Akpol, Bintara, dan Tamtama (non bakomsus), bila kamu mendapat nilai 0 di salah satu item, kamu dinyatakan tidak memenuhi syarat, apa pun nilai rata-rata kamu.
  3. Nilai jasmani ikut menentukan rangking akhir. Dalam sistem ranking, nilai TKJ menjadi salah satu faktor pembeda ketika banyak casis memiliki nilai akademik yang mirip. Sering kali, selisih 2–3 poin di jasmani bisa menentukan apakah kamu masuk kuota atau tidak.

Artinya, kamu tidak bisa hanya “sekadar lulus” jasmani. Di era seleksi yang ketat seperti sekarang, kamu perlu mengincar nilai yang sekompetitif mungkin, minimal kategori Baik, idealnya mendekati Baik Sekali.

Struktur Tes dan Cara Kerja Nilai Tes Jasmani Polri

Sebelum bicara strategi latihan, kamu harus paham dulu medan pertempuran: apa saja item tes, bagaimana pelaksanaannya, dan kira-kira berapa standar untuk nilai tinggi. Di sini kita berbicara gambaran umum berdasarkan sumber-sumber pembinaan jasmani Polri dan referensi pelatihan casis yang banyak dipakai 2022–2023. Untuk seleksi terkini, kamu tetap wajib mengecek pengumuman dan juknis resmi Polri.

1. Tes A: Lari 12 Menit

Ini adalah ujian daya tahan kardiorespirasi utama. Polanya klasik: kamu berlari mengelilingi lapangan sepak bola selama 12 menit. Keliling lapangan biasanya sekitar 400–420 meter, tetapi yang dihitung bukan jumlah putaran, melainkan jarak total yang berhasil kamu tempuh dalam meter.

  • Semakin jauh jarak tempuh, semakin tinggi nilai.
  • Jarak maksimal yang diakui untuk nilai 100:
    • Pria: sekitar 3.444 meter.
    • Wanita: sekitar 3.095 meter.

Dengan kata lain, untuk menyentuh nilai 100, seorang casis pria rata-rata harus berlari mendekati kecepatan 4 menit per kilometer, yang cukup menantang bagi yang belum terbiasa latihan.

Di bawah nilai maksimal ini, sudah tersedia tabel resmi Polri yang berisi rentang jarak untuk nilai tertentu. Contoh pola umumnya:

  • Jarak sekitar 2.800 meter untuk pria biasanya mengarah ke nilai sekitar 80.
  • Jika jarak kurang dari itu, nilainya turun bertahap sampai di bawah NBL 41 bila jarak sangat pendek.

Penting diingat, kamu tidak perlu memaksa harus 3.444 meter. Fokus utama adalah:

  1. Minimal tidak jatuh di bawah jarak yang setara dengan nilai 41.
  2. Idealnya tembus area 70–85 untuk posisi aman kompetitif.

Strategi umum di lari 12 menit:

  • Jangan “ngebut” di 2–3 menit awal. Banyak casis kehabisan tenaga dan drop di menit ke-7 ke atas, sehingga jarak total justru pendek.
  • Pakai pola pace konstan: tetapkan kecepatan yang bisa kamu pertahankan selama 12 menit, baru jika masih sanggup, naikkan sedikit di 3 menit terakhir.
  • Latihan interval dan tempo run beberapa kali seminggu membantu meningkatkan VO2 max dan kemampuan bertahan di pace cukup cepat.
2. Tes B: Kekuatan Otot dan Kelincahan

Tes B terdiri dari beberapa item yang fokus pada kekuatan otot dan kelincahan. Setiap item punya waktu dan cara hitung yang ketat. Semua gerakan harus sah menurut juri agar dihitung nilainya.

a. Pull Up / Chinning (maksimal 1 menit)

Item ini biasanya lebih berat bagi casis yang belum terbiasa melatih otot punggung dan lengan. Gerakannya:

  • Gantung di palang dengan genggaman tertentu (bisa pronated atau supinated tergantung juknis).
  • Tarik badan sampai dagu melewati palang.
  • Turun kembali sampai tangan hampir lurus, tanpa mengayun berlebihan.
  • Hitungan sah hanya jika standar gerakan dipenuhi.

Standar untuk nilai maksimal 100 bagi pria: sekitar 17 kali dalam 1 menit. Untuk wanita biasanya angka lebih rendah, namun tetap menuntut kekuatan tubuh bagian atas yang baik.

Banyak casis yang di sini nilainya jauh di bawah standar, misalnya hanya mampu 3–6 repetisi. Jika kamu lemah di pull up, jangan pasrah. Fokus latihan bertahap:

  • Latihan isometrik: menahan posisi di atas palang beberapa detik.
  • Latihan negatif: mulai dari posisi dagu di atas palang, lalu turunkan perlahan.
  • Latihan pendukung: row, lat pulldown, push up untuk kestabilan bahu.

Target realistis awal untuk casis pria: minimal 8–10 repetisi sah, lalu naik bertahap mendekati 12–15 repetisi.

b. Sit Up (maksimal 1 menit)

Tes ini mengukur daya tahan otot perut. Pola umumnya:

  • Posisi tidur telentang, lutut ditekuk.
  • Tangan biasanya disilangkan di dada atau di belakang kepala sesuai instruksi.
  • Gerakan sah bila badan naik sampai menyentuh siku ke paha atau sesuai standar, lalu turun sampai punggung menyentuh matras.

Dari data pelatihan casis:

  • Pria: sekitar 40 kali per menit untuk nilai 100.
  • Wanita: sekitar 50 kali per menit untuk nilai 100.

Artinya, rata-rata kamu harus mampu melakukan hampir 1 repetisi setiap 1,2–1,5 detik tanpa jeda berarti. Di lapangan, banyak casis berhenti karena otot perut panas terbakar di detik 30 ke atas.

Strategi latihan:

  • Latihan sit up dengan sistem interval: misalnya 30 detik kerja, 30 detik istirahat, 4–6 set.
  • Perkuat otot inti dengan variasi seperti plank, leg raise, dan Russian twist untuk menunjang stabilitas.

c. Push Up (maksimal 1 menit)

Mengukur kekuatan dan daya tahan otot dada, bahu, dan lengan. Standar umumnya:

  • Posisi badan lurus dari kepala sampai tumit.
  • Turun sampai dada kira-kira 10 cm dari tanah (atau sampai menyentuh balok/spong yang disediakan).
  • Naik sampai siku hampir lurus kembali.

Berdasarkan tabel penilaian umum:

  • Pria: nilai 100 di kisaran 42–43 kali per menit.
  • Wanita: nilai 100 di kisaran 37 kali per menit.

Dengan standar itu, casis yang belum terbiasa bisa kelelahan di tengah, lalu tekniknya rusak, sehingga banyak hitungan yang tidak disahkan.

Tips praktis:

  • Biasakan latihan push up dengan teknik yang sama seperti tes, termasuk kedalaman gerakan.
  • Latihan ladder: 10–12–14–16 repetisi dengan istirahat pendek, lalu turun lagi.
  • Fokus juga pada kekuatan bahu dan inti agar posisi badan tetap stabil.

d. Shuttle Run (6×10 meter atau pola angka 8)

Shuttle run adalah tes kelincahan dan kecepatan, biasanya dilakukan dengan berlari bolak-balik sejauh sekitar 6×10 meter, atau dalam pola angka 8 sebanyak 3 putaran, tergantung juknis yang digunakan.

  • Nilai diambil berdasarkan waktu tercepat. Semakin cepat, semakin tinggi nilai.
  • Untuk nilai 100:
    • Pria: sekitar 16,2 detik.
    • Wanita: sekitar 17,6 detik.

Tantangannya adalah perpaduan antara percepatan maksimal, teknik berbelok, dan stabilitas tubuh agar tidak terpeleset atau kehilangan keseimbangan di saat berputar.

Strategi:

  • Latih pola lari zig-zag dan start-stop pendek untuk membiasakan perubahan arah cepat.
  • Jaga teknik berbelok: turunkan pusat gravitasi sedikit, gunakan kaki luar untuk tolakan.
3. Renang 25 Meter: Kecil Tapi Menentukan

Di beberapa jalur seleksi, terutama jalur tertentu seperti Akpol atau tahapan lanjutan, renang 25 meter menjadi item yang dinilai secara resmi.

  • Jarak: 25 meter, gaya renang biasanya bebas.
  • Penilaian:
    • Jika jarak kurang dari 25 meter, bisa dinyatakan TMS.
    • Jika tidak ikut atau tidak mampu, nilai 0.
    • Di bawah NBL, tetap berisiko tidak memenuhi syarat.
  • Standar nilai maksimal 100:
    • Pria: sekitar 14 detik.
    • Wanita: sekitar 20 detik.

Banyak casis meremehkan renang karena menganggap “cuma 25 meter”. Padahal, bagi yang tidak terbiasa, rasa panik di air bisa membuat mereka berhenti di tengah. Sementara, untuk yang sudah stabil, renang justru bisa menjadi sumber poin tambahan yang mengangkat rata-rata jasmani.

Kalau kamu belum bisa renang:

  • Mulai sedini mungkin kursus atau latihan dengan pendamping.
  • Target awal realistis: mampu menyelesaikan 25 meter tanpa berhenti, dulu. Kecepatan menyusul.

Cara Menghitung Nilai Tes Jasmani Polri dan Memahami Skala Nilainya

Setelah tahu item tesnya, sekarang kita masuk ke inti: bagaimana nilai itu dihitung, apa itu Nilai Batas Lulus (NBL), dan bagaimana membaca kategori Baik Sekali, Baik, dan seterusnya.

Struktur Tes dan Cara Kerja Nilai Tes Jasmani Polri
sumber gambar : casispolri.id
1. Mekanisme Umum Perhitungan Nilai

Setiap item TKJ memiliki tabel penilaian resmi yang disusun Polri, nomornya bisa berbeda antara pria dan wanita. Polanya seperti ini:

  1. Kamu melakukan tes, misalnya lari 12 menit.
  2. Hasil fisik (jarak, jumlah repetisi, atau waktu) dicatat.
  3. Panitia mencocokkan hasil itu dengan tabel standar untuk mengonversi ke nilai angka 0–100.
  4. Setelah semua item selesai, nilai tiap item dijumlahkan lalu dibagi jumlah item untuk mendapatkan nilai rata-rata jasmani.

Contoh sederhananya:

  • Tes A lari: 80
  • Pull up: 75
  • Sit up: 78
  • Push up: 75
  • Shuttle run: 82

Total nilai: 80 + 75 + 78 + 75 + 82 = 390

Jika renang belum dihitung atau tidak termasuk, maka jumlah item adalah 5.

Nilai rata-rata jasmani = 390 : 5 = 78

Dalam contoh yang sering dipakai, dengan komposisi nilai seperti:

  • Lari 2.800 meter: 80
  • Push up 40 kali: 75
  • Pull up 12 kali: 75
  • Sit up sekitar 78
  • Shuttle run 17 detik: 82

Total: 400

400 : 5 = 80

Nilai 80 umumnya dikategorikan sebagai Baik.

Di sini terlihat, kamu tidak harus nilai 100 di semua item. Namun, bila salah satu item terlalu rendah, rata-rata bisa turun drastis.

2. Nilai Batas Lulus (NBL) dan Aturan TMS

Sesuai dengan standar umum pembinaan jasmani Polri:

  • Nilai Batas Lulus (NBL) minimal per item biasanya 41.
  • Untuk jalur Akpol, Bintara, dan Tamtama (umum), tidak boleh ada nilai 0 di item mana pun.
  • Jika ada satu item:
    • Nilainya 0, atau
    • Di bawah 41, atau
    • Tidak menyelesaikan jarak wajib renang,
  • maka kamu berpotensi dinyatakan TMS (Tidak Memenuhi Syarat), meskipun nilai rata-rata keseluruhan jika dihitung masih terlihat oke.

Hal ini berarti:

  • Kamu tidak bisa “mengorbankan” satu item dengan asumsi akan ditutupi nilai tinggi di item lain. Misalnya, sangat kuat di lari dan push up, tapi nyaris nol di pull up atau renang. Itu tetap berbahaya.
  • Strategi yang benar adalah: amankan dulu semua item minimal di atas 41, lalu baru kamu kejar agar beberapa item andalanmu bisa menembus 80 ke atas untuk mengangkat rata-rata.
3. Skala Kategori Nilai: Dari Kurang Sampai Baik Sekali

Secara umum, ada dua skala kategori yang banyak dipakai dalam konteks TKJ Polri. Rentang pastinya bisa sedikit berbeda antar sumber, tetapi garis besarnya seperti ini.

Skala umum TKJ

  • Baik Sekali: 81–100
  • Baik: 61–80
  • Cukup: 41–60
  • Kurang: 31–40
  • Kurang Sekali: 0–30

Skala masuk pendidikan (lebih rinci)

  • Baik Sekali: 82–100
  • Baik: 62–81
  • Cukup: 44–62
  • Kurang K1: 41–43
  • Kurang K2: 0–40

Beberapa poin penting:

  • Target aman: setidaknya berada di rentang Baik, yaitu sekitar 62–81, untuk nilai rata-rata.
  • Bila nilai kamu hanya berada di Cukup (misalnya 45–60), kamu memang mungkin lolos dari sisi NBL, tapi saat bersaing dengan ribuan casis lain, posisimu akan lebih sulit.
  • Kurang K1 dan Kurang K2 adalah zona bahaya. Jika ada item di bawah NBL, kamu bisa dianggap tidak memenuhi syarat.

Maka, ketika kamu latihan, jangan hanya menanyakan “sudah bisa lari berapa putaran”, tapi mulai biasakan berpikir:

  • “Kira-kira jarak lari 12 menit saya berapa meter?”
  • “Dengan jumlah push up 35 kali, estimasi nilai saya berapa?”
  • “Apakah semua item saya sudah pasti di atas 41?”
4. Membuat Strategi Nilai: Mainkan Kekuatan, Tutupi Kelemahan

Karena perhitungan nilai jasmani mengambil rata-rata, strategi terbaik adalah:

  1. Pastikan semua item aman di atas 41.
  2. Fokus menaikkan 2–3 item andalanmu sampai minimal mendekati 80–90.
  3. Jangan biarkan satu item terlalu tertinggal di zona 40-an bawah karena bisa menggerus rata-rata.

Contoh:

  • Lari: kamu lumayan kuat, bisa digenjot menuju 80–85.
  • Push up dan sit up: bisa dilatih untuk mencapai 75–85.
  • Pull up: walaupun sulit, minimal dipaksa naik ke nilai 60–70.
  • Shuttle run: dengan latihan teknik, relatif cepat naik.

Dengan pola seperti ini, rata-rata nilai jasmani kamu akan lebih kompetitif, dan tidak ada item berbahaya yang berpotensi menggagalkan hanya karena di bawah NBL.

Rencana Latihan Praktis untuk Menaikkan Nilai Tes Jasmani Polri

Memahami teori nilai saja tidak cukup. Kamu perlu rencana latihan terstruktur, terutama bila waktu menuju seleksi tinggal beberapa bulan. Di sini kita bahas garis besar yang bisa kamu adaptasi menurut kondisi fisikmu.

1. Latihan Lari 12 Menit: Membangun Daya Tahan dan Pace

Target utamamu adalah:

  • Bisa berlari 12 menit tanpa berhenti.
  • Mampu mempertahankan pace yang cukup cepat untuk menuju jarak 2.800–3.000 meter bagi pria, atau mendekati standar wanita untuk nilai Baik.

Pola latihan mingguan yang sering dipakai:

  • 2 sesi lari jarak sedang (20–30 menit) dengan pace nyaman, untuk membangun daya tahan dasar.
  • 1–2 sesi interval, misalnya:
    • 4 x 400 meter dengan pace lebih cepat dari pace tes, istirahat 2 menit.
    • 6 x 200 meter sprint ringan, istirahat 1–2 menit.
  • 1 sesi simulasi lari 12 menit, sepekan sekali. Catat jarakmu dan pantau perkembangan.

Selalu lakukan pemanasan dulu: dynamic stretching dan jogging ringan 5–10 menit. Pendinginan setelah latihan membantu mengurangi risiko cedera.

2. Latihan Kekuatan Tubuh Atas: Push Up dan Pull Up

Banyak casis lemah di pull up dan push up karena sebelumnya jarang sekali melibatkan latihan beban tubuh. Padahal, dengan latihan konsisten 2–3 bulan, peningkatannya bisa signifikan.

Untuk push up:

  • Mulai dari kemampuanmu saat ini, misalnya 20 repetisi berturut-turut.
  • Terapkan pola:
    • Hari 1: 3–4 set push up dengan total repetisi 60–80.
    • Hari 3: variasi tempo, misalnya 2 detik turun, 1 detik naik.
    • Hari 5: simulasi 1 menit push up maksimal, lihat perkembangan.

Untuk pull up:

  • Jika belum bisa 1 repetisi, lakukan:
    • Latihan menggantung (dead hang) 15–30 detik.
    • Latihan negatif pull up: mulai di atas, turun pelan.
  • Jika sudah bisa beberapa repetisi:
    • Lakukan 3–5 set, dengan total repetisi harian 15–30 repetisi.
    • Istirahat cukup antar set, fokus pada teknik yang benar.

Dengan disiplin, jumlah repetisi kamu akan naik, dan otomatis nilai di tabel penilaian juga naik.

3. Latihan Core dan Sit Up

Untuk sit up, jangan hanya melakukan sit up setengah hati. Fokus pada kualitas gerakan:

  • Punggung menyentuh matras di bawah.
  • Saat naik, jangan mengandalkan tarikan leher, tetapi kontraksi otot perut.

Pola latihan:

  • 3–4 sesi per minggu.
  • Kombinasi:
    • 3 set sit up 20–30 kali.
    • Plank 30–45 detik.
    • Variasi core lain seperti leg raise.

Seminggu sekali, lakukan simulasi 1 menit sit up maksimal, catat jumlahnya. Dengan begitu, kamu bisa mengukur seberapa dekat dengan target nilai Baik.

4. Latihan Shuttle Run dan Kelincahan

Kelincahan bisa dilatih dengan:

  • Shuttle run latihan: 4–6 kali 6×10 meter dengan istirahat cukup.
  • Latihan zig-zag di antara cone, fokus pada teknik berbelok:
    • Turunkan titik berat tubuh.
    • Gunakan langkah pendek saat mendekati titik belok, lalu dorong kuat saat keluar.

Latih juga start yang explosif, karena detik-detik awal sangat mempengaruhi waktu total.

5. Latihan Renang 25 Meter

Jika renang menjadi bagian dari tes di jalur yang kamu pilih, jangan menunggu sampai mendekati hari H untuk mulai latihan.

  • Latih pernapasan dulu di air, biasakan diri agar tidak panik.
  • Mulai dari jarak pendek (10–15 meter), lalu naikkan sampai 25 meter penuh.
  • Ketika sudah stabil menyelesaikan jarak, baru mulai mengincar perbaikan waktu.

Bagi yang sudah bisa renang cukup baik, renang bisa menjadi “bonus nilai”. Waktu 14–20 detik untuk 25 meter memang menantang, tetapi jika mendekati itu saja, nilaimu bisa sangat membantu menaikkan rata-rata.

6. Istirahat, Nutrisi, dan Pencegahan Cedera

Sebagus apa pun program latihanmu, kalau tubuh terlalu diforsir tanpa pemulihan, performa kamu justru turun, cedera, dan akhirnya tidak bisa mengikuti tes.

Beberapa hal mendasar:

  • Tidur 7–8 jam per hari agar tubuh bisa memulihkan diri.
  • Asupan karbohidrat cukup untuk energi, protein untuk perbaikan otot, dan air yang cukup untuk mencegah dehidrasi.
  • Jangan memaksakan latihan keras ketika sedang sakit atau cedera akut.
  • Lakukan stretching setelah latihan untuk menjaga fleksibilitas.

Ingat, tes jasmani Polri menilai kesiapan fisikmu secara utuh, bukan hanya kekuatan satu-dua otot saja. Menjaga tubuh tetap bugar dan bebas cedera adalah bagian dari strategi jangka panjang.

Pada akhirnya, nilai tes jasmani Polri bukan sekadar angka di kertas. Di balik jarak lari 12 menit, hitungan push up dan sit up, sampai detik-detik di shuttle run dan renang, ada cerita disiplin latihan, ketekunan, dan mental pantang menyerah yang kamu bangun berbulan-bulan sebelumnya. Sistem penilaian yang ketat dengan NBL minimal 41 dan larangan nilai 0 memang terdengar menakutkan, tetapi justru di situlah letak keadilannya: siapa yang konsisten berlatih dan memahami mekanisme nilai, dialah yang peluangnya terbesar untuk lolos.

Kalau saat ini kamu merasa nilai jasmani masih jauh dari standar, jangan berkecil hati. Banyak anggota Polri yang dulu memulai dari titik yang sama: napas tersengal saat lari, pull up sulit menyentuh satu kali, atau takut air ketika renang. Perbedaan mereka dengan yang gagal sering kali hanya satu: mereka tidak berhenti ketika melihat kelemahan, tetapi menjadikannya target latihan yang paling serius. Mulai hari ini, ukur kemampuanmu dengan jujur, buat rencana latihan yang terstruktur, dan disiplin mengeksekusinya. Saat hari tes tiba, kamu tidak hanya membawa harapan, tetapi juga persiapan yang matang. Dan di dunia seleksi Polri, persiapan yang matang adalah bentuk doa paling nyata untuk masa depanmu.

Baca Juga : Push Up Tes Polri Bikin Nol Hitungan? Cek Rahasianya!

Sumber Referensi

  • BINTANGBANGSA.COM – Mengenal Tes Kesamaptaan Jasmani (TKJ) POLRI
  • EDUKESEHATAN.AC.ID – Hitung Nilai Jasmani POLRI
  • YOUTUBE.COM – Tes Kesamaptaan Jasmani POLRI
  • SCRIBD.COM – Penilaian Tes Kesamaptaan Jasmani POLRI
  • PLCPEKANBARU.COM – Nilai Maksimal Kesemaptaan Jasmani Siap Masuk AKPOL atau Bintara POLRI
  • TACTICALINPOLICE.COM – Tes Kesemaptaan Jasmani Penerimaan POLRI 2022
  • PUSDIKMIN.COM – Perkap Nomor 4 Tahun 2018 Tentang Pembinaan Jasmani Di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia
  • BUT.CO.ID – Tes Kesamaptaan Jasmani POLRI

Testimoni jadiPOLISI

Program Premium Tes POLRI di Bimbel jadiPOLISI

“Kami Bantu, Kami Pandu, Kami Bimbing Sampai Amazing!” 🌟

PROMO BIASA (ARTIKEL) (4)
previous arrow
next arrow

📋 Cara Membeli dengan Mudah:

  1. Unduh Aplikasi JadiPOLISI: Temukan aplikasi JadiPOLISI di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
  2. Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiPOLISI Anda melalui aplikasi atau situs web.
  3. Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
  4. Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELPOLRI” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
  5. Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES55”, masukkan untuk diskon tambahan.
  6. Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
  7. Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.

Mau berlatih Soal-soal Rekrutmen atau Tes POLRI? Ayoo segera gabung sekarang juga!! GRATISSS

>

Bagikan :

Promo Bimbel Khusus CASIS:

PROMO BIASA (ARTIKEL) (4)
previous arrow
next arrow

Informasi Seleksi POLRI Lainnya:

Konsultasi Persiapan Tes POLRI

Butuh arahan belajar, info seleksi, atau strategi lolos? Tim kami siap bantu kamu.

Akses Bimbel JadiPOLISI