Pangkat polisi adalah salah satu hal paling penting yang wajib kamu pahami jika serius ingin ikut seleksi penerimaan anggota Polri, baik Akpol, Bintara, maupun Tamtama. Di setiap tahapan rekrutmen, mulai dari tes psikologi, wawancara, sampai sidang akhir, pemahaman tentang struktur organisasi dan pangkat sering muncul, baik secara eksplisit dalam soal, maupun tersirat dalam penilaian sikap, motivasi, dan cara kamu memandang karier di Polri.
Banyak calon siswa (casis) hanya fokus ke nilai, fisik, dan berkas, tetapi lupa memahami “peta jalan karier” mereka sendiri. Padahal, pangkat bukan sekadar lambang di pundak. Di balik satu balok merah atau satu bintang, ada perbedaan wewenang, tanggung jawab, sampai pola pendidikan dan masa dinas. Jika kamu mengerti ini sejak awal, kamu tidak hanya lebih siap menghadapi tes, tetapi juga terlihat lebih matang dan realistis di mata panitia seleksi.
Di artikel ini, kamu akan diajak membedah struktur pangkat polisi di Indonesia berdasarkan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 3 Tahun 2016 tentang Administrasi Kepangkatan, ditambah penjelasan praktis untuk kamu yang sedang mempersiapkan diri menjadi anggota Polri. Bahasannya lumayan teknis, tetapi akan disajikan dengan bahasa yang mudah kamu cerna, dan tetap akurat sesuai aturan yang berlaku sampai awal 2026.
Apa Itu Pangkat Polisi dan Mengapa Penting untuk Casis?

Secara hukum, pangkat polisi adalah tanda kedudukan yang mencerminkan peran, fungsi, kemampuan, wewenang, dan tanggung jawab anggota Polri. Aturan bakunya diatur dalam Perkap Nomor 3 Tahun 2016 tentang Administrasi Kepangkatan Polri serta pembaruan selanjutnya seperti Perkap Polri 11 Tahun 2018.
Artinya, pangkat bukan hanya “gelar keren” yang dipanggil masyarakat, seperti “Pak Brigadir”, “Pak Kompol”, atau “Pak Jenderal”. Pangkat adalah:
- Penentu posisi dalam struktur organisasi
- Penentu rentang kendali (siapa memimpin siapa)
- Penentu hak dan kewajiban, termasuk jenis penugasan
- Penentu jenjang karier dan jalur pendidikan lanjutan
Untuk kamu yang akan daftar Akpol, Bintara, atau Tamtama, memahami pangkat polisi akan membantu di beberapa hal:
- Menjawab soal pengetahuan umum tentang Polri
Di beberapa seleksi, ada materi seputar struktur TNI–Polri, jenis pangkat, sampai perbedaan golongan pangkat. Kalau kamu salah menyebut urutan, itu bisa mengurangi poin. - Membangun motivasi karier yang realistis
Misalnya, kamu ingin jadi penyidik di tingkat nasional, atau bercita-cita menjadi Kapolres atau bahkan Kapolri. Semua itu terkait langsung dengan jalur masuk (Akpol/Bintara/Tamtama) dan batas jenjang pangkat yang mungkin kamu raih. - Menunjukkan pemahaman organisasi saat wawancara
Panitia sering menguji seberapa dalam kamu mengenal institusi yang ingin kamu masuki. Bukan hanya “kenapa ingin jadi polisi”, tetapi juga apakah kamu tahu seperti apa struktur pangkat, apa perbedaan Tamtama, Bintara, dan Perwira, dan bagaimana rencana kariermu.
Secara garis besar, pangkat polisi di Indonesia terbagi menjadi tiga golongan utama:
- Tamtama
- Bintara
- Perwira
Total ada 22 tingkatan pangkat yang berlaku secara standar di Polri berdasarkan aturan terkini.
Struktur Besar: Golongan Pangkat Polisi di Indonesia
Sebelum masuk ke urutan detail, penting untuk paham “kerangka utamanya” dulu. Ibarat bangunan, tiga golongan ini adalah lantai-lantai besar dalam gedung karier kamu di Polri.
1. Tamtama: Garda Terdepan dan Fondasi Operasional
Tamtama adalah golongan pangkat paling dasar di Polri. Mereka sering disebut sebagai “pasukan paling depan” yang banyak terlibat langsung dalam tugas lapangan yang bersifat teknis dan operasional.
Secara umum, karakteristik Tamtama:
- Menjalankan perintah dan tugas operasional langsung di lapangan
- Fokus pada pelaksanaan, bukan perencanaan kebijakan
- Sangat penting dalam operasi pengamanan, penjagaan, dan tugas kepolisian harian
Dalam struktur Polri yang berlaku sekarang, Tamtama memiliki 6 tingkatan pangkat, dari yang terendah hingga yang tertinggi:
- Bharada (Bhayangkara Dua)
– Tanda pangkat: 1 balok miring merah di pundak.
– Posisi: Pangkat awal di golongan Tamtama. Biasanya untuk lulusan pendidikan Tamtama yang baru masuk.
– Peran: Pelaksana tugas lapangan dengan pengawasan langsung dari Bintara dan perwira. - Bharatu (Bhayangkara Satu)
– Tanda pangkat: 2 balok miring merah.
– Menunjukkan pengalaman lebih dari Bharada, dengan kepercayaan lebih besar dalam tugas teknis. - Bharaka (Bhayangkara Kepala)
– Tanda pangkat: 3 balok miring merah.
– Salah satu Tamtama senior yang biasanya menjadi tumpuan dalam pelaksanaan tugas operasional. - Abripda (Ajun Brigadir Polisi Dua)
– Tanda pangkat: 1 balok panah merah.
– Secara historis dan struktural, mulai memasuki subkelompok ajun brigadir, tetapi masih dalam payung golongan Tamtama. - Abriptu (Ajun Brigadir Polisi Satu)
– Tanda pangkat: 2 balok panah merah.
– Menunjukkan tingkat senioritas dan tanggung jawab lebih tinggi. - Abrippol (Ajun Brigadir Polisi)
– Tanda pangkat: 3 balok panah merah.
– Termasuk jajaran Tamtama yang paling senior, sering menjadi tulang punggung di level pelaksana operasional.
Hubungannya dengan casis:
Jika kamu mendaftar lewat jalur Tamtama Polri, inilah “lantai” karier yang akan kamu masuki. Kamu akan memulai dari pangkat Tamtama dan memiliki kesempatan naik ke tingkat lebih tinggi sesuai kinerja, masa dinas, pendidikan lanjutan, dan peraturan kepangkatan.
2. Bintara: Tulang Punggung Pengawasan Lapangan
Bintara sering disebut sebagai “tulang punggung” Polri. Dalam praktiknya, Bintara adalah penghubung antara kebijakan pimpinan (Perwira) dengan pelaksana paling depan (Tamtama).
Bintara mengawasi, memimpin kelompok kecil, dan memastikan perintah perwira berjalan baik di lapangan.
Bintara memiliki 6 tingkatan pangkat, urut dari yang paling rendah ke paling tinggi:
- Bripda (Brigadir Polisi Dua)
– Tanda pangkat: 1 balok perak.
– Pangkat awal untuk lulusan pendidikan Bintara Polisi.
– Banyak ditempatkan di fungsi-fungsi operasional seperti Sabhara, Lalu Lintas, Reskrim, dan lainnya sebagai pelaksana dan pembantu pengawasan. - Briptu (Brigadir Polisi Satu)
– Tanda pangkat: 2 balok perak.
– Menandakan pengalaman yang mulai bertambah dan sering dipercaya memegang lebih banyak tanggung jawab. - Brigpol (Brigadir Polisi)
– Tanda pangkat: 3 balok perak.
– Mulai banyak memegang tugas pengawasan kecil. Misalnya, membawahi beberapa anggota Tamtama atau menjadi senior di unit kecil. - Bripka (Brigadir Polisi Kepala)
– Tanda pangkat: 4 balok panah perak.
– Sering menjadi pengawas lapangan yang sangat diandalkan.
– Di banyak satuan kerja, Bripka adalah “senior lapangan” yang benar-benar memahami dinamika tugas. - Aipda (Ajun Inspektur Polisi Dua)
– Tanda pangkat: 1 balok bergelombang perak.
– Secara sebutan sudah mulai “ajun inspektur”, tetapi dalam struktur umum masih digolongkan dalam Bintara tingkat atas.
– Mengemban peran lebih besar dalam pembinaan anggota di bawahnya. - Aiptu (Ajun Inspektur Polisi Satu)
– Tanda pangkat: 2 balok bergelombang perak.
– Salah satu pangkat non-perwira yang paling senior.
– Sering menjadi sosok yang sangat dihormati di unit kerja karena pengalaman panjangnya.
Hubungannya dengan casis:
Mayoritas penerimaan anggota Polri setiap tahun adalah Bintara. Kalau kamu ikut seleksi Bintara, kamu akan memulai karier dengan target menjadi Bripda, lalu naik secara berkala.
Perbedaan penting dibanding Tamtama:
- Jalur Bintara umumnya memiliki spektrum penugasan lebih luas.
- Di banyak fungsi, Bintara berperan sebagai pelaksana dan pengawas teknis utama.
- Dari sudut pandang karier, Bintara memiliki peluang yang sangat besar untuk naik pangkat sampai ke Perwira, terutama jika didukung kinerja, pendidikan lanjutan, dan rekam jejak baik.
3. Perwira: Level Pengambil Kebijakan dan Komando
Perwira adalah jajaran pimpinan yang tugas utamanya bukan sekadar menjalankan, tetapi mengatur, merencanakan, serta mengendalikan.
Secara struktural, Perwira dibagi menjadi tiga kelompok:
- Perwira Pertama (Pama)
- Perwira Menengah (Pamen)
- Perwira Tinggi (Pati)
Total ada 10 pangkat di golongan Perwira.
a. Perwira Pertama (Pama)
Ini adalah “gerbang awal” menjadi perwira, sering kali hasil pendidikan dari Akpol atau Bintara yang mengembangkan diri melalui jalur perwira.
- Ipda (Inspektur Polisi Dua)
– Tanda pangkat: 1 melati.
– Perwira paling bawah, tetapi sudah memegang peran komando seperti menjadi kepala unit di tingkat Polsek atau jabatan setara. - Iptu (Inspektur Polisi Satu)
– Tanda pangkat: 2 melati.
– Memegang tanggung jawab yang lebih besar, sering menjabat sebagai Kanit (Kepala Unit) di Polsek atau posisi penting lain. - AKP (Ajun Komisaris Polisi)
– Tanda pangkat: 3 melati.
– Bisa menjabat sebagai Kapolsek, Kasat di Polres, atau jabatan struktural lain di tingkat kabupaten/kota dan setara.
Untuk kamu yang ingin jadi pejabat struktural lapangan, Perwira Pertama adalah jenjang penting yang akan sangat menentukan reputasi dan jalur naik ke Perwira Menengah.
b. Perwira Menengah (Pamen)
Perwira Menengah adalah level pimpinan struktural di tingkat yang lebih luas, seperti Polres, Polda, atau fungsi-fungsi setingkat direktorat.
- Kompol (Komisaris Polisi)
– Tanda pangkat: 1 melati (sering digambarkan dengan bentuk sedikit berbeda, bunga bersudut).
– Bisa menjabat sebagai Wakapolres, Kasat besar, atau jabatan setara. - AKBP (Ajun Komisaris Besar Polisi)
– Tanda pangkat: 2 melati.
– Umumnya bisa menjabat sebagai Kapolres (Kepala Kepolisian Resor) atau jabatan penting lain di tingkat Polda atau Mabes. - Kombes Pol (Komisaris Besar Polisi)
– Tanda pangkat: 3 melati.
– Biasanya menjadi Direktur di Polda, pejabat utama di Mabes Polri, atau pimpinan satuan besar.
Di jenjang ini, anggota Polri tidak hanya mengelola satu unit kecil, tetapi satuan besar dengan ratusan bahkan ribuan anggota. Kepemimpinan strategis, kemampuan manajerial, dan rekam jejak sangat berpengaruh.
c. Perwira Tinggi (Pati)
Inilah jajaran tertinggi di Polri. Tanda pangkatnya berupa bintang, yang jumlahnya mencerminkan tingkatan.
- Brigjen Pol (Brigadir Jenderal Polisi)
– Tanda pangkat: 1 bintang.
– Level Pati paling rendah, tetapi sudah memegang jabatan strategis, seperti Wakapolda, Deputi di lembaga tertentu, dan posisi tinggi lainnya. - Irjen Pol (Inspektur Jenderal Polisi)
– Tanda pangkat: 2 bintang.
– Umumnya dapat menjabat sebagai Kapolda atau pejabat tinggi di Mabes Polri dan lembaga negara lainnya. - Komjen Pol (Komisaris Jenderal Polisi)
– Tanda pangkat: 3 bintang.
– Mengisi posisi Wakapolri, Kepala Badan di Mabes, atau jabatan sangat strategis lain di tingkat nasional. - Jenderal Polisi
– Tanda pangkat: 4 bintang.
– Pangkat tertinggi di Polri, hampir selalu dipegang oleh Kapolri yang sedang menjabat.
– Menjadi puncak karier seorang anggota Polri.
Bagi casis, memahami struktur Pati mungkin terasa “jauh”. Namun dalam banyak tes, pertanyaan seputar siapa pangkat tertinggi di Polri, berapa jumlah bintang Kapolri, atau urutan Brigjen sampai Jenderal Polisi termasuk materi yang sering muncul.
Makna Lambang, Warna, dan Urutan: Bukan Sekadar Hiasan di Seragam
Ketika kamu melihat seragam polisi, tanda pangkat akan terpasang di pundak atau kerah, tergantung jenis seragam. Tanda ini memiliki makna yang diatur jelas dalam Perkap.
Beberapa hal teknis yang penting, terutama untuk kamu yang ikut tes pengetahuan umum:
- Warna
– Golongan Tamtama: dominan merah (balok miring dan balok panah merah).
– Golongan Bintara dan Perwira: dominan perak untuk balok, dan emas untuk lambang melati dan bintang. - Bentuk
– Tamtama: balok miring dan balok panah.
– Bintara: balok lurus, panah, dan bergelombang warna perak.
– Perwira: melati (untuk Pama dan Pamen) dan bintang (untuk Pati). - Logika urutan
– Makin banyak balok, melati, atau bintang, makin tinggi pangkatnya.
– Pada perwira, satu melati berarti Ipda atau Kompol. Lalu naik menjadi dua melati (Iptu atau AKBP), tiga melati (AKP atau Kombes Pol). Begitu juga bintang, dari 1 sampai 4 bintang.
Pemahaman visual ini penting karena:
- Dalam beberapa soal seleksi atau psikotes gambar, kadang kamu diminta menyebutkan pangkat berdasarkan lambang.
- Saat memasuki dunia pendidikan Polri, kamu akan langsung berhadapan dengan instruktur dan pengasuh dari berbagai pangkat. Memahami posisi mereka sejak awal membantu kamu bersikap tepat, mengikuti etika dan tata krama yang benar.
Kenaikan Pangkat: Bagaimana Prosesnya Menurut Aturan?

Kamu mungkin bertanya: “Kalau saya masuk Bintara, seberapa jauh saya bisa naik pangkat?” atau “Apakah mungkin dari Tamtama jadi perwira?”
Menurut Perkap 3 Tahun 2016, kenaikan pangkat di Polri diatur melalui mekanisme administrasi kepangkatan yang memperhatikan:
- Masa dinas dalam pangkat
Biasanya ada masa minimal sebelum seorang anggota bisa diajukan naik pangkat. - Prestasi dan kinerja
Kenaikan pangkat sering kali diberikan sebagai bentuk penghargaan atas kinerja sangat baik, prestasi tertentu, atau tugas khusus. - Pendidikan dan pengembangan kompetensi
Untuk menjadi perwira dari Bintara, misalnya, dibutuhkan pendidikan perwira. Pendidikan ini memiliki syarat tertentu, termasuk usia, pangkat, pendidikan formal, dan penilaian kinerja. - Rekam jejak disiplin dan hukum
Pelanggaran disiplin atau tindak pidana bisa menjadi penghambat serius. Bagi casis, catatan ini dimulai bahkan sejak proses seleksi.
Artinya, urutan pangkat polisi bukan jalan otomatis yang pasti dilalui semua anggota. Ada anggota yang kariernya sangat cepat naik karena prestasi, ada juga yang terhambat karena pelanggaran.
Untuk kamu yang baru akan masuk, penting untuk memahami bahwa:
- Pendidikan (Akpol/Bintara/Tamtama) menentukan awal pijakan kariermu.
- Namun, kerja keras, disiplin, dan integritas yang akan menentukan sampai mana kamu melangkah di jenjang pangkat.
Jalur Masuk Polri dan Titik Awal Pangkat
Jika kita hubungkan dengan realitas Penerimaan Anggota Polri, peta sederhananya adalah seperti ini:
- Jalur Akpol (Akademi Kepolisian)
– Lulusan Akpol umumnya diangkat dengan pangkat Polisi Inspektur Dua (Ipda), yaitu perwira pertama.
– Ini artinya, kamu langsung masuk ke golongan Perwira.
– Seleksinya sangat ketat, tetapi jalur ini memberi titik awal karier yang tinggi. - Jalur Bintara
– Lulusan pendidikan Bintara umumnya diangkat dengan pangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda).
– Kamu masuk di golongan Bintara dengan kesempatan naik ke perwira jika memenuhi syarat dan mengikuti pendidikan perwira. - Jalur Tamtama
– Lulusan pendidikan Tamtama Polri umumnya diangkat mulai dari golongan Tamtama, misalnya Bharada.
– Jalur ini kuat di sisi operasional, dengan potensi naik golongan seiring waktu dan pendidikan lanjutan.
Tidak ada jalur yang “lebih mulia” secara moral. Perbedaan utamanya adalah titik awal tanggung jawab struktural dan ruang lingkup penugasan. Untuk kamu, memilih jalur harus disesuaikan dengan:
- Kualifikasi pendidikan formal yang dimiliki sekarang
- Kesiapan menghadapi seleksi, baik akademik maupun fisik
- Rencana karier jangka panjang
Mengenal pangkat membuatmu bisa mengambil keputusan yang lebih rasional, bukan sekadar ikut-ikutan teman atau dorongan emosional sesaat.
Tips Taktis untuk Menghafal dan Memahami Pangkat Polisi
Untuk kepentingan seleksi, kamu tidak cukup hanya “pernah dengar” nama pangkat. Idealnya, kamu:
- Hafal urutannya dari paling rendah sampai paling tinggi
- Paham lambang, minimal bentuk dasar (balok, melati, bintang) dan jumlahnya
- Mengerti pembagian golongan: Tamtama, Bintara, Perwira Pertama, Menengah, Tinggi
Berikut beberapa cara teknis yang bisa kamu terapkan:
- Kelompokkan, jangan hafal acak
Hafalkan dulu tiga golongan besar: Tamtama, Bintara, Perwira.
Di dalam masing-masing, baru urutkan sesuai jumlah balok/melati/bintang. - Gunakan logika jumlah simbol
– Tamtama: dari 1 ke 3 balok miring merah, kemudian 1 ke 3 balok panah merah.
– Bintara: 1 sampai 3 balok perak, lalu 4 balok panah perak (Bripka), lalu 1 dan 2 balok bergelombang perak (Aipda, Aiptu).
– Perwira: 1, 2, 3 melati untuk Pama, lalu 1, 2, 3 melati untuk Pamen tetapi dengan jabatan berbeda, kemudian 1, 2, 3, 4 bintang untuk Pati. - Latihan visual
Cetak atau gambar sendiri lambang-lambang pangkat di kertas. Tulis nama dan singkatannya di bawahnya. Ulangi sampai kamu bisa menyebutkan tanpa melihat catatan. - Latih dengan simulasi soal
Buat kartu kecil (flashcard) berisi nama pangkat di satu sisi dan lambang di sisi lain. Minta teman atau keluarga mengacak dan menguji kamu. - Sambungkan dengan jabatan nyata
Misalnya:
– Kapolri: Jenderal Polisi (4 bintang)
– Kapolda: umumnya Irjen atau Komjen Pol
– Kapolres: umumnya AKBP atau Kombes Pol
– Kapolsek: umumnya AKP
Semakin sering kamu menghubungkan pangkat dengan jabatan dan lambang, semakin kuat hafalannya.
Mengapa Perkap 3 Tahun 2016 Penting untuk Dipahami Secara Konsep?
Sebagai casis, kamu memang tidak diwajibkan menghafal isi lengkap Peraturan Kapolri. Namun, memahami prinsip dasarnya memberikan keunggulan:
- Kamu tahu bahwa struktur pangkat mengikuti aturan resmi, bukan sekadar kebiasaan
Ini menunjukkan kedewasaan cara pikir saat wawancara. - Kamu paham bahwa kenaikan pangkat diatur administratif
Ada masa dinas, penilaian, dan pendidikan. Jadi, kamu tidak berkhayal bahwa semua orang pasti sampai bintang empat. - Kamu siap menghadapi perubahan
Aturan bisa diperbarui melalui Perkap baru. Menyebut bahwa kamu mengikuti aturan resmi (misalnya, “berdasarkan Perkap Kapolri tentang administrasi kepangkatan”) memberi kesan bahwa kamu orang yang siap belajar aturan dan regulasi.
Sikap “tahu aturan” ini sangat penting di institusi penegak hukum seperti Polri.
Saat kamu memilih jalan menjadi anggota Polri, sesungguhnya kamu tidak hanya memilih pekerjaan, tetapi sebuah karier panjang dengan jenjang pangkat, tanggung jawab, dan konsekuensi yang jelas. Dari Bharada sampai Jenderal Polisi, setiap balok, melati, dan bintang adalah simbol kepercayaan negara yang harus dijawab dengan integritas dan kompetensi.
Sebagai casis, tugasmu sekarang adalah menyiapkan fondasi sebaik mungkin: fisik yang prima, mental yang kuat, pengetahuan yang memadai, termasuk pemahaman yang rapi tentang pangkat polisi dan struktur organisasi Polri. Jangan puas hanya tahu “Kapolri itu Jenderal”. Hafalkan urutannya, pahami bedanya, dan bayangkan di mana kamu ingin berdiri 10 atau 20 tahun dari sekarang.
Jika kamu konsisten belajar dan disiplin sejak hari ini, pangkat pertama yang kamu sandang, entah itu Bharada, Bripda, atau Ipda, akan menjadi pijakan kokoh menuju jenjang berikutnya. Tetap fokus pada proses seleksi yang ada di depan mata, gunakan pengetahuan ini sebagai keunggulan teknis, dan buktikan bahwa kamu layak mengenakan tanda pangkat di pundakmu, bukan hanya sebagai hiasan, tetapi sebagai amanah.
Baca Juga : Nilai Akademik Polri Bikin Gugur? Pahami Rumusnya!
sumber referensi
- AJAIB.CO.ID – Pangkat Polisi Republik Indonesia
- HUKUMONLINE.COM – Urutan Pangkat Polisi
- BRAINACADEMY.ID – Pangkat Polisi: Urutan, Tugas, dan Penjelasan Lengkap
- METROTVNEWS.COM – Mengenal Urutan Pangkat Polisi di Indonesia, Tamtama hingga Jenderal
- WIKIPEDIA.ORG – Tanda Kepangkatan Kepolisian Negara Republik Indonesia
- KALSEL.POLRI.GO.ID – Perkap Nomor 3 Tahun 2016 tentang Administrasi Kepangkatan Polri
Testimoni jadiPOLISI
Program Premium Tes POLRI di Bimbel jadiPOLISI
“Kami Bantu, Kami Pandu, Kami Bimbing Sampai Amazing!” 🌟


📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi JadiPOLISI: Temukan aplikasi JadiPOLISI di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
- Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiPOLISI Anda melalui aplikasi atau situs web.
- Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
- Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELPOLRI” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
- Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES55”, masukkan untuk diskon tambahan.
- Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
- Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.
Mau berlatih Soal-soal Rekrutmen atau Tes POLRI? Ayoo segera gabung sekarang juga!! GRATISSS
>




