Banyak casis merasa sudah rajin olahraga, tetapi persiapan tes rikkes sering baru dipikirkan saat jadwal seleksi makin dekat. Padahal, pada seleksi Polri 2026, jadwal resmi memuat RIKKES I dan RIKKES II sebagai tahapan yang bisa menentukan apakah kamu lanjut ke proses berikutnya. Kalau bagian kesehatan diabaikan, latihan akademik dan fisik yang sudah kamu bangun bisa ikut terhambat.
Artikel ini membantumu memahami arah pemeriksaan kesehatan, syarat dasar yang perlu dicek, kebiasaan yang harus dibangun, dan kesalahan yang sering membuat casis gugup menjelang tes. Baca sampai akhir supaya kamu punya daftar persiapan yang lebih rapi, realistis, dan tidak hanya bergantung pada tebakan dari teman atau media sosial.
Daftar Isi
- 1. Pahami Tes Kesehatan Polri
- 2. Siapkan Syarat Rikkes Dasar
- 3. Ikuti Tahapan Rikkes Resmi
- 4. Bangun Kebiasaan Sehat
- 5. Hindari Kesalahan Rikkes
- Mini FAQ
- Ringkasan
1. Pahami Tes Kesehatan Polri
Rikkes adalah pemeriksaan kesehatan dalam seleksi Polri yang bertujuan menilai apakah calon peserta memenuhi syarat jasmani dan rohani. Di pengumuman resmi Bintara Polri TA 2026, salah satu syarat umum peserta adalah sehat jasmani dan rohani, sehingga pemeriksaan ini bukan sekadar formalitas.
Bagi kamu yang baru pertama kali ikut seleksi, bagian ini bisa terasa menegangkan karena tidak semua kondisi tubuh terlihat dari luar. Karena itu, pahami sejak awal bahwa tes kesehatan dapat mencakup pemeriksaan fisik, riwayat kesehatan, kondisi organ tubuh, urine, darah, dan aspek lain sesuai arahan panitia.
2. Siapkan Syarat Rikkes Dasar

Dalam persiapan tes rikkes, syarat dasar perlu dicek sebelum kamu masuk masa seleksi yang padat. Fokus awalnya bukan mencari trik instan, tetapi memastikan data tubuh, kebiasaan, dan dokumen pendukung tidak menjadi masalah saat diperiksa.
2.1 Syarat Tinggi Badan
Pengumuman Bintara Polri TA 2026 mencantumkan tinggi badan minimal berbeda menurut jalur dan wilayah. Untuk Bintara PTU Berkemampuan SPKT, Intelijen, dan Polair kategori umum, minimalnya 165 cm untuk pria dan 160 cm untuk wanita, sedangkan beberapa Bakomsus umum memiliki ketentuan 163 cm untuk pria dan 160 cm untuk wanita.
Untuk peserta ras Melanesia di Polda Papua, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya, ketentuan minimalnya dapat berbeda sesuai pengumuman resmi. Jadi, ukur tinggi dan berat badan dengan alat yang akurat, lalu cocokkan lagi dengan jalur yang kamu pilih.
2.2 Syarat Bebas Narkoba
Pengumuman resmi juga mencantumkan bahwa peserta harus dinyatakan bebas narkoba berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan oleh Panpus atau Panda. Ini berarti kebiasaan yang berisiko terhadap hasil pemeriksaan harus dihentikan jauh sebelum tes, bukan hanya beberapa hari menjelang jadwal.
Jangan memakai obat sembarangan tanpa arahan dokter, terutama kalau kamu sedang mengobati keluhan tertentu. Simpan catatan obat yang memang diresepkan agar kamu bisa menjelaskan kondisi secara jujur ketika panitia atau tenaga kesehatan meminta keterangan.
2.3 Syarat Kondisi Fisik
Kondisi fisik yang diperiksa tidak hanya berkaitan dengan tinggi badan, tetapi juga tekanan darah, penglihatan, pendengaran, bentuk tubuh, dan tanda gangguan kesehatan lain. Pemeriksaan seperti ini bisa membuat peserta tegang, sehingga tidur cukup dan hidrasi perlu dijaga sejak masa persiapan.
Kalau kamu punya riwayat penyakit, alergi, cedera, atau keluhan yang sering kambuh, lakukan pemeriksaan awal ke fasilitas kesehatan. Tujuannya agar kamu tahu kondisi sebenarnya dan bisa mengambil langkah yang masuk akal sebelum hari seleksi.
Baca Juga: Persiapan Maksimal Menghadapi Tes Rikkes 2 Polri
3. Ikuti Tahapan Rikkes Resmi
Tahapan resmi perlu kamu ikuti dari sumber panitia karena tanggal dan urutannya bisa berbeda antara Akpol, Bintara, Tamtama, atau jalur khusus. Pada jadwal Bintara Polri 2026, RIKKES I tercatat pada 12-25 April 2026, sedangkan RIKKES II tercatat pada 7-10 Juni 2026.
Tanggal tersebut penting sebagai gambaran ritme seleksi, tetapi kamu tetap harus mengecek ulang kanal resmi karena jadwal bisa diperbarui. Kalau membaca artikel ini saat sebagian tahapan sudah berjalan, gunakan informasi ini untuk memahami urutan dan mempersiapkan tahapan berikutnya.
3.1 Pemeriksaan Kesehatan Tahap I
RIKKES I biasanya menjadi pemeriksaan awal yang menyaring kondisi kesehatan dasar peserta. Pada tahap ini, datang dalam kondisi bersih, cukup istirahat, dan membawa dokumen sesuai arahan panitia akan membantu kamu menjalani proses dengan lebih tenang.
Jangan mengandalkan asumsi dari pengalaman peserta tahun lalu karena detail teknis bisa berubah. Ikuti instruksi lokasi, waktu hadir, pakaian, dan dokumen dari panitia daerah agar tidak kehilangan fokus sebelum pemeriksaan dimulai.
3.2 Pemeriksaan Kesehatan Tahap II
RIKKES II dilakukan setelah peserta melewati tahapan tertentu dan biasanya lebih menuntut ketelitian pada kondisi kesehatan lanjutan. Di jadwal Bintara 2026, tahapan ini berada setelah sidang menuju RIKKES II, sehingga hasil tahapan sebelumnya ikut menentukan siapa yang lanjut.
Gunakan jeda menuju tahap lanjutan untuk menjaga pola tidur, makan, dan pemulihan tubuh. Jangan melakukan latihan ekstrem mendadak karena cedera kecil menjelang pemeriksaan bisa mengganggu hasil yang sudah kamu siapkan lama.
Baca Juga: Nilai Perangkingan Polri dan Strategi Lolos Seleksi
4. Bangun Kebiasaan Sehat

Rencana persiapan tes rikkes akan lebih kuat kalau kebiasaan harianmu sudah stabil beberapa minggu sebelum seleksi. Tubuh yang dipaksa sehat secara mendadak biasanya tidak memberi hasil sebaik persiapan yang konsisten.
4.1 Pola Tidur Stabil
Tidur cukup membantu tubuh mengatur tekanan darah, konsentrasi, dan pemulihan setelah latihan. Usahakan jadwal tidur lebih teratur, terutama pada pekan menjelang pemeriksaan, karena begadang bisa membuat tubuh terlihat kurang siap.
Kalau kamu sulit tidur karena cemas, kurangi konsumsi kafein pada sore atau malam hari dan rapikan jadwal latihan. Cara sederhana ini tidak menjamin hasil tes, tetapi membantu tubuh berada dalam kondisi yang lebih terkendali.
4.2 Pola Makan Rapi
Makan dengan komposisi seimbang membantu menjaga berat badan, energi, dan hasil pemeriksaan dasar. Pilih makanan yang cukup protein, karbohidrat, sayur, buah, dan air putih, lalu kurangi makanan tinggi gula, gorengan berlebihan, dan minuman berenergi.
Jangan mencoba pola diet ekstrem menjelang tes karena tubuh bisa lemas dan latihan terganggu. Kalau berat badanmu belum ideal, atur perubahan secara bertahap sambil mencatat perkembangan tinggi, berat, dan kebugaran.
4.3 Pemeriksaan Awal Mandiri
Pemeriksaan awal ke klinik, puskesmas, atau dokter bisa memberi gambaran tentang tekanan darah, penglihatan, gigi, riwayat cedera, dan keluhan yang sering kamu abaikan. Langkah ini membantu kamu membedakan masalah yang bisa diperbaiki dengan cepat dan kondisi yang perlu penanganan lebih serius.
Bawa hasil pemeriksaan pribadi sebagai catatan untuk dirimu sendiri, bukan untuk menggantikan pemeriksaan resmi panitia. Dengan begitu, kamu tidak datang ke lokasi seleksi dalam keadaan benar-benar buta terhadap kondisi tubuhmu.
5. Hindari Kesalahan Rikkes
Kesalahan paling sering terjadi karena peserta baru serius menjaga kesehatan setelah jadwal tes diumumkan. Padahal, pemeriksaan kesehatan menilai kondisi tubuh yang terbentuk dari kebiasaan, bukan hanya usaha singkat menjelang hari H.
- Menunda tidur cukup sampai tubuh mudah lelah saat pemeriksaan.
- Merokok, minum alkohol, atau memakai zat berisiko sebelum seleksi.
- Mengonsumsi obat tanpa arahan dokter saat tubuh sedang bermasalah.
- Mengabaikan keluhan gigi, mata, telinga, atau pernapasan.
- Latihan terlalu berat hingga cedera menjelang pemeriksaan.
- Tidak membaca jadwal dan arahan resmi dari panitia.
Kalau kamu menemukan satu dari kesalahan ini dalam rutinitasmu, perbaiki dari sekarang dengan langkah yang terukur. Persiapan yang disiplin membuat kamu lebih siap secara mental karena tidak datang ke lokasi tes sambil membawa terlalu banyak kekhawatiran.
Mini FAQ
Apa itu tes rikkes Polri?
Tes rikkes Polri adalah pemeriksaan kesehatan untuk menilai kesiapan jasmani dan rohani calon peserta seleksi. Pemeriksaan ini mengikuti arahan panitia, sehingga detail teknisnya perlu kamu cek dari pengumuman dan jadwal resmi.
Kapan mulai persiapan tes kesehatan?
Idealnya, persiapan tes rikkes dimulai beberapa bulan sebelum seleksi agar kebiasaan sehat terbentuk lebih stabil. Kalau jadwal sudah dekat, fokuslah pada tidur cukup, makan rapi, hidrasi, dan pemeriksaan awal yang masih bisa dilakukan secara aman.
Apakah tinggi badan Polri sama semua?
Tidak selalu sama, karena tinggi badan minimal dapat berbeda menurut jalur, jenis kelamin, dan wilayah tertentu. Untuk Bintara Polri TA 2026, pengumuman resmi membedakan ketentuan PTU, Intelijen, Polair, Bakomsus, Bakomsus Musik, dan peserta ras Melanesia di beberapa Polda.
Apa yang dicek sebelum RIKKES I?
Sebelum RIKKES I, kamu bisa mengecek kondisi dasar seperti tekanan darah, penglihatan, pendengaran, gigi, riwayat cedera, dan keluhan yang sering muncul. Pemeriksaan mandiri ini tidak menggantikan pemeriksaan resmi, tetapi membantu kamu datang dengan gambaran kondisi tubuh yang lebih jelas.
Apakah gagal rikkes bisa daftar lagi?
Peluangnya bergantung pada ketentuan penerimaan berikutnya dan penyebab kamu dinyatakan tidak memenuhi syarat. Kalau masih ada kesempatan daftar, gunakan hasil evaluasi sebelumnya untuk memperbaiki kondisi kesehatan secara lebih terarah.
Ringkasan
Persiapan tes rikkes perlu dimulai dari pemahaman syarat, jadwal resmi, dan kondisi tubuh yang benar-benar kamu miliki. Jangan menunggu hari pemeriksaan untuk mengetahui tinggi badan, berat badan, tekanan darah, keluhan kesehatan, atau kebiasaan yang bisa mengganggu hasil tes.
Gunakan pengumuman resmi sebagai acuan utama, lalu bangun pola tidur, makan, latihan, dan pemeriksaan awal secara disiplin. Kalau kamu ingin latihan akademik, psikologi, dan strategi seleksi Polri dengan lebih terarah, kamu bisa memakai jadicasis.id sebagai pendamping belajar.
Sumber Referensi
- PENERIMAAN.POLRI.GO.ID – PENERIMAAN BINTARA POLRI TAHUN ANGGARAN 2026
- PENERIMAAN.POLRI.GO.ID – JADWAL SELEKSI





