Tes Rikkes 2 Polri Apa Saja ? Ini Pemeriksaan Lengkap

tes rikkes 2 polri apa saja

Banyak casis merasa sudah aman setelah melewati pemeriksaan awal, lalu baru panik ketika mencari tes rikkes 2 Polri apa saja menjelang tahap berikutnya. Tahap ini memang sering terasa menegangkan karena pemeriksaannya lebih dalam dan bisa menemukan kondisi yang tidak terlihat dari luar. Kalau kamu sedang mengejar kelulusan seleksi Polri, memahami alurnya sejak awal bisa membuat persiapanmu lebih tenang dan terarah.

Artikel ini membahas tujuan Rikkes tahap dua, jenis pemeriksaan yang biasanya muncul, cara membaca penilaian kesehatan, dan langkah persiapan yang realistis sebelum hari tes. Kamu juga akan mendapat gambaran bagian mana yang perlu dicek ke sumber resmi karena tiap jalur seleksi bisa memiliki jadwal dan teknis berbeda. Baca pelan-pelan, lalu pakai daftar ini untuk mengecek kondisi dan kebiasaanmu sebelum masuk ruang pemeriksaan.

Daftar Isi

1. Pahami Rikkes Tahap Dua

Rikkes adalah serangkaian pemeriksaan medis yang dilakukan fungsi Kedokteran dan Kesehatan Polri dalam seleksi calon anggota Polri. Dalam Perkap Nomor 7 Tahun 2016, pemeriksaan kesehatan tahap II berisi pemeriksaan penunjang, rujukan atau pendapat medis pembanding bila diperlukan, serta evaluasi hasil secara terbuka.

Artinya, tahap ini bukan sekadar mengulang pemeriksaan luar seperti tinggi badan, berat badan, atau kondisi fisik yang tampak. Di titik ini, panitia ingin memastikan kondisi organ dalam, hasil laboratorium, dan faktor kesehatan lain benar-benar mendukung kesiapanmu mengikuti pendidikan serta tugas kepolisian.

Jadwal resmi Penerimaan Polri 2026 juga menempatkan Rikkes II sebagai tahap tersendiri setelah sidang menuju Rikkes II. Karena itu, jangan menunggu pengumuman mendadak untuk mulai memperbaiki kebiasaan tidur, pola makan, dan pemeriksaan kesehatan pribadi.

2. Cek Pemeriksaan Rikkes

tes rikkes 2 polri apa saja

Kalau kamu bertanya tes rikkes 2 Polri apa saja, jawaban ringkasnya adalah pemeriksaan penunjang yang berfokus pada foto toraks, laboratorium, rekam jantung, narkoba, serologi, dan beberapa pemeriksaan tambahan sesuai kebutuhan seleksi. Rincian teknis bisa berbeda menurut jalur Akpol, SIPSS, Bintara, atau Tamtama, jadi gunakan daftar ini sebagai gambaran utama sambil tetap membaca pengumuman resmi.

2.1 Foto Toraks Wajib

Foto toraks atau rontgen dada digunakan untuk melihat kondisi paru-paru dan area dada yang tidak bisa dinilai hanya dari pemeriksaan luar. Pemeriksaan ini penting karena tugas kepolisian membutuhkan daya tahan fisik, pernapasan yang baik, dan kondisi tubuh yang siap menghadapi latihan intensif.

Kalau kamu pernah punya riwayat batuk lama, sesak, atau gangguan paru, jangan menebak-nebak sendiri hasilnya. Lebih baik konsultasikan ke fasilitas kesehatan sebelum tes agar kamu tahu kondisi sebenarnya dan bisa membawa catatan medis bila memang diperlukan.

2.2 Tes Urine Darah

Untuk calon Bintara dan Tamtama, Perkap Nomor 7 Tahun 2016 mencantumkan pemeriksaan urine lengkap, darah rutin, SGPT, dan gula darah puasa dalam prosedur pemeriksaan tahap II. Pada jalur tertentu, pemeriksaan kimia darah bisa lebih luas, seperti kolesterol, kreatinin, ureum, SGOT, bilirubin total, dan asam urat.

Bagian ini sering membuat peserta gugup karena hasil laboratorium tidak bisa dipoles hanya dalam satu malam. Kebiasaan makan, tidur, hidrasi, riwayat penyakit, dan penggunaan obat bisa ikut memengaruhi gambaran kesehatan yang terbaca saat pemeriksaan.

2.3 Rekam Jantung EKG

Elektrokardiografi atau EKG digunakan untuk membaca aktivitas listrik jantung dan melihat kemungkinan gangguan irama. Pada beberapa jadwal seleksi 2026, EKG dapat tercatat sebagai tahap tersendiri sebelum Rikkes II, tetapi tetap menjadi bagian penting dari pemeriksaan kesehatan calon anggota Polri.

Rasa tegang sebelum pemeriksaan bisa membuat denyut jantung terasa lebih cepat, jadi persiapan mental tetap berpengaruh. Datang lebih awal, tidur cukup, dan ikuti instruksi petugas agar proses pemeriksaan berjalan rapi.

2.4 Tes Narkoba Serologi

Pemeriksaan tambahan dapat meliputi narkoba, seperti morfin, THC, amfetamin, metamfetamin, benzodiazepin, dan kokain. Ada juga pemeriksaan imunoserologis seperti HBsAg, anti-HIV, dan VDRL untuk melihat indikator penyakit tertentu yang menjadi perhatian dalam seleksi.

Jangan mengonsumsi obat, suplemen, atau produk kesehatan tanpa arahan dokter hanya karena ingin mengejar hasil cepat. Kalau kamu sedang menjalani pengobatan resmi, siapkan informasi yang jujur dan jelas agar tidak bingung saat diminta menjelaskan riwayat kesehatan.

2.5 Keswa Calon Polri

Pusdokkes Polri menjelaskan bahwa Rikkes bertujuan memastikan calon anggota memiliki kesehatan fisik dan jiwa yang prima. Karena itu, kesehatan jiwa atau keswa perlu dipahami sebagai bagian dari kesiapan menjalani pendidikan dan tugas, bukan sekadar formalitas tambahan.

Tekanan seleksi bisa membuat peserta mudah cemas, apalagi ketika jadwal tes berdekatan. Kamu perlu menjaga rutinitas, tidur, komunikasi dengan keluarga, dan kesiapan mental agar tidak kehilangan fokus saat menghadapi pemeriksaan berikutnya.

Baca Juga: Nilai Perangkingan Polri dan Strategi Lolos Seleksi

3. Kenali Penilaian Kesehatan

Penilaian kesehatan seleksi Polri memakai kategori Stakes, yaitu tingkatan kondisi kesehatan yang menentukan status Memenuhi Syarat atau Tidak Memenuhi Syarat. Pusdokkes Polri menjelaskan bahwa Stakes 1, 2, dan 3 secara umum masuk Memenuhi Syarat, sedangkan Stakes 4 masuk Tidak Memenuhi Syarat.

  • Stakes 1 berarti tidak ada kelainan atau kondisi kesehatan sangat baik.
  • Stakes 2 berarti ada kelainan ringan yang tidak mengganggu fungsi tubuh.
  • Stakes 3 berarti ada kelainan atau penyakit derajat sedang yang tidak mengganggu fungsi tubuh.
  • Stakes 4 berarti ada kelainan berat yang dinilai dapat menghambat tugas sebagai anggota Polri.

Jangan membaca sistem ini sebagai vonis pribadi sebelum kamu benar-benar diperiksa oleh petugas yang berwenang. Gunakan pemahaman Stakes untuk lebih serius merawat kondisi tubuh, bukan untuk panik atau mencari cara instan menjelang tes.

4. Siapkan Kondisi Tubuh

tes rikkes 2 polri apa saja

Persiapan Rikkes tahap dua sebaiknya dimulai sebelum jadwal resmi semakin dekat. Kamu tidak bisa mengubah semua hasil medis dalam waktu singkat, tetapi kamu bisa mengurangi risiko kesalahan dengan pola hidup yang lebih tertib.

4.1 Pola Tidur Stabil

Kurangi begadang beberapa hari sebelum pemeriksaan karena kurang tidur bisa membuat tubuh terasa lemah dan pikiran lebih mudah panik. Tidur yang cukup juga membantu kamu mengikuti antrean, instruksi, dan proses pemeriksaan dengan lebih tenang.

4.2 Makan Minum Terkontrol

Pilih makanan bergizi seimbang, minum air secukupnya, dan hindari kebiasaan makan ekstrem menjelang tes. Kalau ada instruksi puasa untuk pemeriksaan darah, ikuti arahan panitia atau tenaga kesehatan agar hasil pemeriksaan tidak terganggu.

4.3 Cek Kesehatan Awal

Kalau kamu punya keluhan lama, riwayat pengobatan, atau pernah mendapat hasil lab yang kurang baik, periksakan diri lebih awal ke fasilitas kesehatan. Langkah ini bukan untuk mencari jalan pintas, tetapi untuk memahami kondisi tubuh dan menyiapkan penjelasan yang jujur saat seleksi.

Baca Juga: Ujian Akademik Itu seperti Apa untuk Seleksi Polri?

5. Hindari Kesalahan Medis

Banyak peserta terlalu fokus pada daftar tes, tetapi lupa bahwa sikap selama pemeriksaan juga diperhatikan. Rikkes dilakukan dengan prinsip transparan dan akuntabel, sehingga jawaban yang tidak jujur justru bisa merugikan kamu sendiri.

  • Jangan menyembunyikan riwayat penyakit, operasi, alergi obat, atau pengobatan yang sedang berjalan.
  • Jangan mengonsumsi obat keras, suplemen, atau ramuan tertentu tanpa arahan dokter.
  • Jangan datang terlambat karena panik bisa membuat pemeriksaan terasa lebih berat.
  • Jangan hanya mengandalkan cerita peserta lain tanpa mengecek pengumuman resmi Polri.

Hal paling aman adalah mengikuti instruksi panitia, menjaga kondisi tubuh, dan membaca dokumen resmi sesuai jalur seleksi yang kamu ikuti. Dengan begitu, energi kamu tidak habis untuk menebak-nebak, tetapi dipakai untuk menjalani proses dengan lebih siap.

Mini FAQ

Tes rikkes 2 Polri apa saja yang biasanya diperiksa?

Umumnya pemeriksaan berisi foto toraks, pemeriksaan laboratorium urine dan darah, EKG atau rekam jantung, tes narkoba, serologi, serta pemeriksaan tambahan sesuai jalur seleksi. Untuk calon wanita, uji kehamilan juga dapat masuk dalam pemeriksaan tambahan.

Apakah EKG selalu masuk Rikkes II?

Dalam Perkap Nomor 7 Tahun 2016, EKG termasuk pemeriksaan tahap II atau pemeriksaan tambahan sesuai klasifikasi seleksi. Namun, pada jadwal seleksi tertentu, EKG bisa dibuat sebagai tahap tersendiri sebelum sidang menuju Rikkes II.

Apakah Rikkes II sama dengan Rikkes I?

Tidak sama, karena Rikkes I lebih banyak berisi pemeriksaan fisik awal dan pendalaman kesehatan dasar. Rikkes II lebih menekankan pemeriksaan penunjang seperti laboratorium, foto toraks, dan pemeriksaan tambahan lain yang lebih detail.

Apa yang bisa membuat peserta TMS?

Status Tidak Memenuhi Syarat biasanya berkaitan dengan temuan yang masuk kategori Stakes 4 atau kondisi yang dinilai menghambat tugas kepolisian. Penentuan akhirnya tetap menjadi kewenangan tim pemeriksa sesuai pedoman resmi dan hasil pemeriksaan peserta.

Kapan harus cek jadwal resmi?

Cek jadwal resmi sejak awal pendaftaran dan ulangi pengecekan menjelang setiap tahap seleksi. Perubahan teknis bisa terjadi di tingkat panitia, jadi jangan hanya mengandalkan tangkapan layar lama atau informasi dari grup peserta.

Ringkasan

Dengan memahami tes rikkes 2 Polri apa saja, kamu bisa melihat bahwa tahap ini berfokus pada pemeriksaan penunjang seperti foto toraks, laboratorium urine dan darah, EKG, narkoba, serologi, serta kesehatan jiwa. Rincian teknis tetap perlu dicek dari pengumuman resmi karena jalur Akpol, SIPSS, Bintara, dan Tamtama bisa memiliki susunan jadwal yang berbeda.

Persiapan terbaik bukan mencari trik cepat, melainkan menjaga tidur, makan, hidrasi, kejujuran riwayat kesehatan, dan ketenangan saat mengikuti instruksi petugas. Kalau kamu ingin melatih akademik, psikologi, dan strategi seleksi Polri secara lebih terarah, kamu bisa menggunakan jadicasis.id sebagai pendamping belajar yang relevan.

Sumber Referensi
  • PUSDOKKES.POLRI.GO.ID – Panduan Tes Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Polri : Syarat & Penilaian
  • KALSEL.POLRI.GO.ID – Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2016 Tentang Pemeriksaan Kesehatan Penerimaan Bagi Calon Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia
  • PENERIMAAN.POLRI.GO.ID – Penerimaan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026
  • PENERIMAAN.POLRI.GO.ID – Penerimaan Polri Jadwal Seleksi
Bagikan :

Promo Bimbel Khusus CASIS:

PROMO WEB ARTIKEL (20 MEI 2026) - KODE PROMO BIMBELPOLRI
PROMO WEB ARTIKEL (20 MEI 2026) - KODE PROMO BIMBELPOLRI
previous arrow
next arrow

Informasi Seleksi POLRI Lainnya:

Konsultasi Persiapan Tes POLRI

Butuh arahan belajar, info seleksi, atau strategi lolos? Tim kami siap bantu kamu.

Akses Bimbel JadiPOLISI