Menunggu sidang akhir sering membuat casis sibuk membandingkan nilai psikologi, akademik, dan jasmani. Untuk simulasi bobot nilai sidang akhir tamtama polri, perkiraan yang bisa kamu pakai adalah akademik 25 persen, psikologi 35 persen, dan jasmani 40 persen. Angka ini membantu kamu menghitung peluang, tetapi belum menjadi persentase resmi TA 2026.
Artikel ini menunjukkan dasar perkiraan, rumus hitung, contoh simulasi, dan batas nilai yang tetap wajib kamu penuhi. Dengan begitu, kamu bisa membaca posisi nilaimu tanpa menganggap hasil simulasi sebagai jaminan kelulusan. Lanjutkan membaca agar kamu tahu bagian mana yang paling perlu mendapat perhatian.
Daftar Isi
- 1. Perkiraan Bobot Sidang Akhir Tamtama
- 2. Dasar Perkiraan Bobot Nilai Tamtama
- 3. Bagaimana Menghitung Nilai Akhir Tamtama
- 4. Nilai Minimal yang Tetap Berlaku
- 5. Fokus Persiapan Berdasarkan Bobot Tamtama
- Mini FAQ
- Ringkasan
1. Perkiraan Bobot Sidang Akhir Tamtama

Perkiraan bobot nilai sidang akhir Tamtama Polri yang bisa kamu gunakan untuk simulasi adalah akademik 25 persen, psikologi 35 persen, dan jasmani 40 persen. Komposisi ini berjumlah 100 persen dan menempatkan bobot jasmani Tamtama Polri sebagai bagian terbesar.
| Komponen Nilai | Perkiraan Bobot |
|---|---|
| Akademik | 25 persen |
| Psikologi | 35 persen |
| Jasmani | 40 persen |
| Total | 100 persen |
Gunakan susunan tersebut sebagai alat membaca peluang, bukan sebagai keputusan resmi panitia. Persentase tahun berjalan tetap dapat mengikuti keputusan tersendiri yang Panitia Pusat atau Panitia Daerah sampaikan kepada peserta.
Perkiraan ini juga tidak berarti kamu cukup mengandalkan jasmani karena psikologi dan akademik tetap menyumbang 60 persen secara gabungan. Kamu pun harus memperoleh status memenuhi syarat pada kesehatan, PMK, psikologi tahap II, antropometri, dan administrasi agar tetap masuk proses kelulusan akhir.
2. Dasar Perkiraan Bobot Nilai Tamtama
Perkiraan 25, 35, dan 40 persen tidak muncul dari pembagian acak. Dasarnya berasal dari pola pemeringkatan Tamtama Polri yang pernah muncul dalam arsip seleksi serta kesesuaian tiga komponen nilai dengan pengumuman terbaru.
2.1 Acuan Tiga Nilai Kuantitatif
Arsip informasi Bagsumda Polres Blora untuk seleksi 2019 mencatat bobot pemeringkatan Tamtama berupa jasmani 40 persen, psikologi 35 persen, dan akademik 25 persen. Pola lama inilah yang menjadi dasar historis simulasi, bukan bukti bahwa Panpus memakai persentase identik pada 2026.
Pengumuman Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026 tetap menempatkan psikologi tahap I, akademik, dan jasmani sebagai tes yang memiliki penilaian kuantitatif. Kesamaan tiga kelompok nilai tersebut membuat komposisi historis tadi masih berguna untuk perkiraan awal.
2.2 Batas Perkiraan untuk 2026
Pengumuman utama 2026 tidak mencantumkan angka persentase untuk bobot nilai sidang akhir Tamtama Polri. Dokumen itu menyebut bahwa keputusan tersendiri mengatur pembobotan hasil tes untuk menentukan kelulusan dan rangking peserta.
Dalam penjelasan Humas Polri tentang seleksi 2026, Polda Jawa Barat menyatakan peserta mengetahui bobot akademik, psikologi, dan jasmani melalui sistem seleksi terbuka. Berita tersebut tidak merinci persentasenya, sehingga rumus 25, 35, dan 40 persen tetap harus kamu tempatkan sebagai perkiraan.
Baca Juga: Bobot Nilai Polri Terbaru dan Strategi Lolos Seleksi
3. Bagaimana Menghitung Nilai Akhir Tamtama

Kamu bisa menghitung perkiraan nilai akhir Tamtama dengan mengalikan setiap nilai memakai bobotnya, lalu menjumlahkan seluruh hasil. Gunakan nilai resmi yang muncul pada akun atau hasil tesmu agar simulasi tidak menyimpang sejak awal.
3.1 Rumus Bobot Nilai Tamtama
Rumus simulasinya adalah nilai akhir perkiraan = (nilai akademik × 25 persen) + (nilai psikologi × 35 persen) + (nilai jasmani × 40 persen). Perhitungan ini mengasumsikan ketiga nilai berada pada skala yang dapat langsung panitia bobotkan.
- Kalikan nilai akademik dengan 0,25.
- Kalikan nilai psikologi dengan 0,35.
- Kalikan nilai jasmani dengan 0,40.
- Jumlahkan ketiga hasil untuk memperoleh nilai akhir perkiraan.
Jangan menjumlahkan tiga nilai mentah lalu membaginya rata karena cara itu menghilangkan perbedaan bobot. Kalau panitia memberikan rumus konversi lain, utamakan rumus tersebut daripada simulasi dalam artikel ini.
3.2 Contoh Hitung Nilai Tamtama
Misalnya, kamu memperoleh nilai akademik 75, psikologi 70, dan jasmani 80. Berikut perhitungan setiap komponen berdasarkan perkiraan bobot tersebut.
- Akademik: 75 × 25 persen = 18,75.
- Psikologi: 70 × 35 persen = 24,50.
- Jasmani: 80 × 40 persen = 32,00.
- Nilai akhir perkiraan: 18,75 + 24,50 + 32,00 = 75,25.
Hasil 75,25 membantu kamu membandingkan skenario nilai, tetapi bukan pengumuman kelulusan. Posisi akhir tetap bergantung pada rumus resmi, hasil peserta lain, pemeringkatan, kuota, dan kelulusan setiap tahap kualitatif.
4. Nilai Minimal yang Tetap Berlaku
Bobot perkiraan tidak menggantikan nilai minimal seleksi Tamtama dalam pengumuman resmi. Kamu tetap harus memenuhi norma kelulusan pada psikologi dan jasmani sebelum membicarakan peluang dalam pemeringkatan akhir.
4.1 Nilai Psikologi Minimal Tamtama
Pengumuman Tamtama Polri 2026 menetapkan kategori memenuhi syarat pada tes psikologi jika peserta memperoleh nilai akhir minimal 61. Angka ini merupakan batas MS psikologi, bukan bobot 61 persen, jumlah jawaban benar, atau jaminan lulus terpilih.
Kalau nilai psikologimu hanya sedikit melewati batas, jangan langsung merasa aman karena pemeringkatan tetap membandingkan hasil peserta. Psikologi juga memiliki tahap II berupa wawancara dengan penilaian kualitatif MS/TMS.
4.2 Nilai Jasmani Minimal Tamtama
Uji jasmani memiliki Nilai Batas Lulus 41,00 dan setiap item tes tidak boleh memperoleh nilai 0. Ketentuan tersebut merupakan batas MS jasmani, bukan bukti bahwa nilai 41 sama dengan bobot 40 persen.
Perbedaan satu digit tetap penting karena jasmani memegang porsi terbesar dalam simulasi ini. Meski demikian, latih semua komponen secara bertahap agar kamu tidak mengejar nilai tinggi dengan risiko cedera menjelang tes.
Baca Juga: Bobot Nilai Tes Akademik Polri kunci Aman Untuk Lulus seleksi!
5. Fokus Persiapan Berdasarkan Bobot Tamtama
Perkiraan bobot menunjukkan jasmani sebagai prioritas terbesar, lalu psikologi dan akademik. Gunakan fokus latihan Tamtama Polri yang seimbang agar kenaikan satu komponen tidak membuat komponen lain tertinggal.
- Jasmani 40 persen: tingkatkan kesamaptaan A, kesamaptaan B, dan renang secara bertahap sambil menjaga teknik serta pemulihan.
- Psikologi 35 persen: latih kecermatan, konsistensi, daya tahan kerja, dan pemahaman instruksi tanpa menghafal pola jawaban palsu.
- Akademik 25 persen: kuasai pengetahuan umum, wawasan kebangsaan, penalaran numerik, dan Bahasa Indonesia sesuai materi Tamtama 2026.
- Tahap MS/TMS: jaga kesehatan, PMK, wawancara psikologi, antropometri, dan administrasi karena skor tinggi tidak dapat menutup status TMS.
Catat setiap nilai resmi, lalu hitung beberapa skenario untuk melihat komponen yang paling realistis kamu tingkatkan. Tetap periksa dasbor peserta dan arahan Panda karena keputusan resmi tahun berjalan selalu mengalahkan perkiraan.
Mini FAQ
Berapa perkiraan bobot nilai sidang akhir Tamtama Polri?
Perkiraan yang bisa kamu pakai adalah akademik 25 persen, psikologi 35 persen, dan jasmani 40 persen. Komposisi tersebut berjumlah 100 persen dan cocok untuk simulasi awal.
Apakah bobot 25, 35, dan 40 persen resmi untuk 2026?
Belum, pengumuman utama Tamtama Polri 2026 tidak mencantumkan persentase tersebut. Dokumen resmi menyebut keputusan tersendiri mengatur pembobotan untuk kelulusan dan rangking.
Mengapa bobot jasmani diperkirakan paling besar?
Arsip pola pemeringkatan Tamtama tahun 2019 menempatkan jasmani pada porsi 40 persen. Angka itu menjadi dasar historis simulasi, bukan konfirmasi bobot resmi 2026.
Bagaimana cara menghitung nilai akhir perkiraan?
Kalikan nilai akademik dengan 0,25, psikologi dengan 0,35, dan jasmani dengan 0,40. Jumlahkan seluruh hasil untuk memperoleh nilai akhir simulasi.
Apakah nilai akhir tinggi menjamin lulus terpilih?
Tidak, peserta tetap harus memenuhi syarat pada seluruh tahap kualitatif dan masuk pemeringkatan sesuai kuota. Panitia juga dapat memakai formula resmi yang berbeda dari perkiraan artikel ini.
Ringkasan
Perkiraan bobot nilai sidang akhir Tamtama Polri yang dapat kamu pakai untuk simulasi adalah akademik 25 persen, psikologi 35 persen, dan jasmani 40 persen. Rumus ini memiliki dasar pola historis, sedangkan pengumuman utama 2026 tetap menyebut pembobotan resmi mengikuti keputusan tersendiri.
Gunakan perkiraan untuk mengatur fokus latihan, bukan untuk mengklaim kelulusan sebelum panitia mengumumkan hasil. Kalau kamu ingin melatih akademik, psikologi, dan persiapan seleksi polisi secara lebih terarah, gunakan jadicasis.id sebagai pendamping persiapanmu.




