Seleksi Bintara tidak hanya menguji fisik, jadi persiapan yang berat belum tentu tepat kalau arahnya keliru. Saat mulai menyusun target latihan, kamu perlu memahami apa saja tahapan tes bintara polri agar tidak terlambat menyiapkan administrasi, kesehatan, akademik, psikologi, dan mental.
Artikel ini menguraikan alur seleksi dari pendaftaran sampai sidang akhir berdasarkan tahapan resmi tahun anggaran 2026. Kamu juga akan memahami fungsi setiap tes dan perbedaan materi menurut jalur, jadi lanjutkan membaca sebelum membuat jadwal persiapanmu.
Daftar Isi
- 1. Urutan Tes Bintara Polri
- 2. Administrasi Awal Seleksi Bintara
- 3. Rikkes Bintara Tahap I
- 4. CAT Psikologi Bintara Tahap I
- 5. Uji Akademik dan Kompetensi
- 6. Rikkes Bintara Tahap II
- 7. Ujian Jasmani dan Antropometri
- 8. PMK dan Psikologi Tahap II
- 9. Bagaimana Tahap Kelulusan Berjalan
- 10. Perbedaan Tes Tiap Jalur
- Mini FAQ
- Ringkasan
1. Urutan Tes Bintara Polri

Urutan tes Bintara Polri dimulai dari pendaftaran dan verifikasi, lalu berlanjut ke administrasi, kesehatan, psikologi, akademik, jasmani, penelusuran mental, supervisi, serta sidang akhir. Jadi, jawaban untuk apa saja tahapan tes bintara polri tidak cukup hanya menyebut tes fisik, psikotes, dan akademik.
Berdasarkan jadwal resmi seleksi Bintara Polri 2026, rangkaian seleksinya tersusun seperti berikut. Tanggal pada daftar ini menjadi acuan tahun anggaran 2026, sedangkan urutan dan waktunya dapat berubah pada penerimaan berikutnya.
- Pendaftaran online dan verifikasi pada 9-30 Maret 2026
- Penandatanganan pakta integritas pada 31 Maret 2026
- Pemeriksaan administrasi awal pada 5-10 April 2026
- Pemeriksaan kesehatan tahap I pada 12-25 April 2026
- CAT psikologi tahap I pada 26 April-3 Mei 2026
- Uji akademik, uji komputer, dan tes kompetensi keahlian untuk Bakomsus pada 12-26 Mei 2026
- Sidang menuju pemeriksaan kesehatan tahap II pada 4 Juni 2026
- Pemeriksaan kesehatan tahap II pada 7-10 Juni 2026
- Ujian kemampuan jasmani pada 11-15 Juni 2026
- Psikologi tahap II dan Penelusuran Mental Kepribadian pada 16-20 Juni 2026
- Supervisi Panitia Pusat pada 24-26 Juni 2026
- Sidang akhir kelulusan pada 3 Juli 2026
Informasi resmi Humas Polri juga menempatkan sidang akhir sebelum pembukaan pendidikan Bintara pada 20 Juli 2026. Pembukaan pendidikan bukan tes baru, melainkan tahap setelah peserta memperoleh keputusan lulus akhir.
2. Administrasi Awal Seleksi Bintara
Pemeriksaan administrasi awal menilai kecocokan data pendaftaran dengan dokumen yang kamu serahkan saat verifikasi. Panitia akan melihat kelengkapan dan kesesuaian identitas, dokumen pendidikan, dokumen kependudukan, serta berkas lain menurut jalur yang kamu pilih.
Pakta integritas hadir sebelum rikmin awal untuk menegaskan komitmen peserta dan panitia terhadap seleksi yang bersih. Kamu perlu membaca setiap pernyataan dengan teliti, bukan sekadar membubuhkan tanda tangan karena peserta wajib mematuhi ketentuan sepanjang proses seleksi.
Cocokkan penulisan nama, tempat dan tanggal lahir, alamat, nomor identitas, serta riwayat pendidikan sebelum verifikasi. Perbedaan data sekecil apa pun dapat menghambat proses administrasi dan mengurangi waktu yang seharusnya kamu pakai untuk menyiapkan tes berikutnya.
3. Rikkes Bintara Tahap I
Rikkes tahap I menjadi pemeriksaan kesehatan awal untuk menilai kondisi tubuh calon Bintara sesuai standar Polri. Pemeriksaan ini bukan tes yang aman kamu hadapi dengan persiapan mendadak karena kondisi mata, THT, gigi, postur, kulit, tekanan darah, dan bagian tubuh lain membutuhkan perhatian sejak jauh hari.
Panduan pemeriksaan kesehatan Pusdokkes Polri menjelaskan kelompok pemeriksaan fisik, mata, telinga hidung tenggorok, gigi dan mulut, laboratorium, radiologi, serta kesehatan jiwa. Panitia dapat membagi komponen tersebut ke beberapa tahap sesuai petunjuk teknis seleksi, jadi jangan menganggap seluruh pemeriksaan selalu berlangsung dalam satu hari.
Lakukan pemeriksaan mandiri bersama tenaga kesehatan yang kompeten jika kamu memiliki keluhan atau riwayat penyakit. Hindari diet ekstrem, obat tanpa resep, atau suplemen yang menjanjikan hasil instan karena langkah seperti itu dapat mengganggu kondisi tubuh saat tes.
Baca Juga: Cara Mendaftar Bintara 2026 : Rahasia Lolos Seleksi Polri!
4. CAT Psikologi Bintara Tahap I
CAT psikologi tahap I mengukur aspek psikologis yang Polri perlukan dari calon anggota melalui sistem komputer. Tes ini tidak hanya menuntut kecepatan, tetapi juga konsistensi, ketelitian, kemampuan memahami instruksi, dan kestabilan saat bekerja di bawah batas waktu.
Latihan perlu membantu kamu memahami pola pengerjaan tanpa membuat jawaban kepribadian terasa palsu. Biasakan membaca instruksi sampai tuntas, mengatur waktu, dan menjaga konsentrasi karena panik pada satu bagian dapat mengganggu bagian berikutnya.
Hasil memenuhi syarat pada tahap psikologi belum otomatis membuat peserta lulus akhir. Seleksi tetap berlanjut ke pengujian lain, sedangkan psikologi tahap II akan memperdalam penilaian melalui proses lanjutan sesuai ketentuan panitia.
Baca Juga: Tinggi Akpol Kunci Lolos Seleksi dengan Strategi Tepat!
5. Uji Akademik dan Kompetensi
Uji akademik Bintara Polri menilai kesiapan pengetahuan dan kemampuan berpikir peserta sesuai jalur penerimaan. Jadwal 2026 juga mencantumkan uji komputer dan Tes Kompetensi Keahlian atau TKK bagi Bintara Kompetensi Khusus, sehingga tidak semua peserta mengerjakan paket pengujian yang identik.
Kamu perlu mengikuti materi pada pengumuman jalur yang dipilih, bukan mengambil kisi-kisi jalur lain secara mentah. Bintara Polisi Tugas Umum, Bintara Polair, dan berbagai formasi Bakomsus dapat memiliki penekanan materi yang berbeda sesuai kebutuhan seleksi.
Susun latihan berdasarkan kelemahan yang terlihat dari hasil simulasi, lalu perbaiki akurasi sebelum mengejar kecepatan. Untuk jalur Bakomsus, siapkan pula kemampuan teknis yang berkaitan langsung dengan latar pendidikan atau kompetensi formasi.
6. Rikkes Bintara Tahap II
Rikkes tahap II berlangsung setelah sidang yang menentukan peserta menuju pemeriksaan kesehatan lanjutan. Tahap ini membantu panitia menilai kondisi kesehatan secara lebih mendalam melalui komponen pemeriksaan sesuai ketentuan tahun berjalan.
Jaga tidur, hidrasi, pola makan, dan aktivitas fisik secara wajar menjelang pemeriksaan. Jangan menyembunyikan riwayat kesehatan atau mencoba memanipulasi hasil karena panitia menilai kondisi peserta melalui prosedur medis yang saling berkaitan.
Kamu juga tidak sebaiknya menyimpulkan status memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat dari informasi umum di internet. Dokter pemeriksa dan panitia berwenang menilai hasil berdasarkan standar serta temuan pada rangkaian pemeriksaan resmi.
7. Ujian Jasmani dan Antropometri

Ujian kemampuan jasmani mengukur kebugaran yang calon Bintara butuhkan untuk mengikuti pendidikan dan tugas kepolisian. Antropometri melengkapi penilaian melalui pengukuran tubuh sesuai standar yang berlaku pada penerimaan tersebut.
Untuk persiapan umum, casis biasanya melatih daya tahan lari, push-up, sit-up, pull-up atau chinning, shuttle run, dan renang. Kamu tetap harus mengikuti petunjuk teknis panitia karena komponen, teknik gerakan, urutan, dan tata cara penilaian dapat mengikuti ketentuan seleksi tahun berjalan.
Bangun kemampuan secara bertahap dan sisipkan waktu pemulihan agar latihan tidak berakhir pada cedera. Catat hasil latihan secara rutin, lalu perbaiki teknik serta konsistensi alih-alih memaksakan beban berat beberapa hari sebelum tes.
8. PMK dan Psikologi Tahap II
Penelusuran Mental Kepribadian atau PMK membantu panitia mendalami latar belakang, sikap, integritas, dan kesesuaian calon dengan tuntutan profesi kepolisian. Psikologi tahap II melanjutkan penilaian psikologis melalui wawancara atau metode lain sesuai arahan resmi.
Jawab pertanyaan dengan jujur, runtut, dan konsisten dengan data yang sudah kamu serahkan. Panitia tidak mencari cerita yang terdengar sempurna, tetapi perlu melihat kematangan, tanggung jawab, serta alasan masuk Polri yang dapat kamu jelaskan secara masuk akal.
Latih cara menyampaikan pengalaman tanpa menghafal kalimat jadi. Kamu bisa meninjau kembali riwayat sekolah, kegiatan organisasi, lingkungan pergaulan, pengalaman menghadapi konflik, dan alasan memilih jalur Bintara agar jawaban tidak berantakan saat gugup.
9. Bagaimana Tahap Kelulusan Berjalan
Sidang akhir kelulusan menjadi tahap penetapan peserta yang lulus mengikuti ketentuan seleksi dan alokasi peserta didik. Sebelum sidang tersebut, jadwal Bintara 2026 mencantumkan supervisi Panitia Pusat untuk memastikan pelaksanaan seleksi tingkat daerah berjalan sesuai ketentuan.
Lolos satu tes tidak berarti kamu otomatis lulus terpilih pada akhir rangkaian. Setiap tahapan memiliki fungsi penilaian sendiri, sedangkan keputusan akhir tetap mengikuti hasil seleksi keseluruhan, ketentuan panitia, dan kuota pendidikan.
Peserta yang memperoleh keputusan lulus akhir akan mengikuti arahan lanjutan menuju pendidikan pembentukan. Karena itu, bedakan sidang akhir, pengumuman kelulusan, dan pembukaan pendidikan agar kamu tidak salah membaca status seleksi.
10. Perbedaan Tes Tiap Jalur
Jalur Bintara PTU dan Bakomsus mengikuti rangkaian dasar yang serupa, tetapi materi khusus dapat berbeda. Bakomsus dapat menjalani uji komputer dan TKK sesuai formasi, sedangkan jalur lain mengikuti materi yang tercantum dalam pengumuman masing-masing.
Perbedaan juga dapat muncul pada persyaratan pendidikan, kompetensi, dan pemeriksaan yang berkaitan dengan kebutuhan jalur. Baca pengumuman yang namanya sama persis dengan pilihanmu agar persiapan tidak berpatokan pada ketentuan Bintara lain.
Gunakan jadwal resmi sebagai peta utama, lalu cocokkan dengan informasi dari panitia daerah dan akun peserta. Cara ini membantu kamu membedakan pengumuman umum, jadwal daerah, perubahan teknis, serta arahan pribadi yang hanya berlaku untuk peserta tertentu.
Mini FAQ
Apa saja tahapan tes bintara polri?
Tahapannya mencakup pendaftaran dan verifikasi, pakta integritas, rikmin awal, Rikkes I, CAT psikologi I, uji akademik atau kompetensi, Rikkes II, ujian jasmani, psikologi II, PMK, supervisi Panpus, serta sidang akhir. Urutan rinci dan tanggal pelaksanaan dapat berubah mengikuti pengumuman resmi setiap tahun.
Apakah tes Bintara Polri hanya fisik?
Tidak, seleksi Bintara Polri juga menilai administrasi, kesehatan, psikologi, akademik, kompetensi tertentu, dan mental kepribadian. Kemampuan fisik hanya menjadi satu bagian dari rangkaian penilaian yang lebih luas.
Apa beda Rikkes I dan Rikkes II?
Rikkes I menjadi pemeriksaan kesehatan awal, sedangkan Rikkes II melanjutkan penilaian kesehatan setelah peserta melewati sidang menuju tahap tersebut. Pembagian komponen pemeriksaan mengikuti petunjuk teknis panitia pada penerimaan tahun berjalan.
Apakah semua jalur mengerjakan tes sama?
Tidak selalu, karena jalur Bakomsus dapat memperoleh uji komputer dan TKK yang menyesuaikan bidang formasi. Peserta perlu membaca pengumuman jalur yang dipilih agar tidak memakai materi dari jalur lain.
Apakah lolos semua tahap menjamin kelulusan?
Peserta tetap harus menunggu keputusan sidang akhir kelulusan sesuai hasil seleksi, ketentuan panitia, dan kuota pendidikan. Status memenuhi syarat pada satu tahap bukan jaminan otomatis untuk lulus terpilih.
Ringkasan
Jawaban tentang apa saja tahapan tes bintara polri mencakup proses administrasi, dua tahap kesehatan, dua tahap psikologi, uji akademik atau kompetensi, ujian jasmani, PMK, supervisi, dan sidang akhir. Urutan 2026 memberi gambaran yang jelas, tetapi kamu tetap perlu memeriksa jadwal serta pengumuman jalur pada periode pendaftaran yang diikuti.
Mulailah persiapan dengan memetakan kelemahanmu pada setiap tahap, bukan hanya berlatih fisik. Kalau kamu membutuhkan latihan akademik, psikologi, dan pendampingan persiapan seleksi, gunakan jadicasis.id secara terarah sesuai kebutuhanmu.




