Tugas Polisi Militer berfokus pada penegakan hukum, disiplin, dan tata tertib di lingkungan Tentara Nasional Indonesia. Polisi Militer atau POM merupakan bagian dari TNI, bukan Polri. Karena itu, calon yang ingin menjadi Polisi Militer tidak mendaftar melalui jalur Akpol, Bintara Polri, atau Tamtama Polri.
Pada Rakornis Polisi Militer TNI 2026, Panglima TNI menegaskan peran POM mencakup penegakan hukum dan ketertiban melalui fungsi penyelidikan, pengamanan, penyidikan, hingga pengaturan lalu lintas militer.
Polisi Militer Bukan Bagian dari Polri
Kesalahan paling umum adalah menganggap Polisi Militer sebagai salah satu satuan di Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Padahal, Polisi Militer berada dalam organisasi TNI dan menjalankan fungsi kepolisian militer terhadap lingkungan serta personel militer sesuai kewenangannya.
TNI mempunyai unsur Polisi Militer pada ketiga matra:
- Polisi Militer Angkatan Darat atau POMAD;
- Polisi Militer Angkatan Laut atau POMAL;
- Polisi Militer Angkatan Udara atau POMAU.
Di tingkat TNI terdapat pula Pusat Polisi Militer TNI (Puspom TNI) yang menjalankan pembinaan fungsi kepolisian militer.
Pada 2026, TNI kembali menegaskan bahwa POM memiliki peranan dalam penegakan hukum dan ketertiban untuk mendukung kesiapan serta profesionalitas prajurit.
Sementara itu, Polri merupakan institusi berbeda. Berdasarkan UU Nomor 2 Tahun 2002, tugas pokok Polri adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Baca Juga: Pangkat Bintara Polisi Apa Saja? Urutan Bripda hingga Aiptu
Tugas Polisi Militer yang Utama

Tugas POM tidak sebatas memeriksa atribut atau kelengkapan prajurit.
Dalam Rakornis POM TNI 2026, fungsi yang disebut TNI meliputi:
| Fungsi | Gambaran |
|---|---|
| Penegakan hukum | Mendukung proses penegakan hukum dalam lingkungan militer |
| Penegakan ketertiban | Menjaga kepatuhan terhadap tata tertib keprajuritan |
| Penyelidikan | Mengumpulkan informasi terkait dugaan pelanggaran atau perkara |
| Penyidikan | Menjalankan penyidikan sesuai kewenangan hukum acara militer |
| Pengamanan | Melaksanakan fungsi pengamanan yang menjadi tugas POM |
| Lalu lintas militer | Mendukung pengaturan dan ketertiban lalu lintas militer |
Fungsi tersebut berkaitan langsung dengan pembinaan disiplin dan profesionalitas prajurit TNI.
Penegakan disiplin dan tata tertib
Salah satu pekerjaan yang paling mudah terlihat adalah Operasi Penegakan Ketertiban atau Gaktib.
Operasi ini bertujuan meningkatkan kepatuhan prajurit terhadap ketentuan yang berlaku. Pemeriksaan dapat menyangkut identitas prajurit maupun kelengkapan administratif yang menjadi sasaran operasi.
TNI AD pada pelaksanaan Operasi Gaktib dan Yustisi juga menyebut kegiatan Polisi Militer sebagai bagian dari upaya menegakkan disiplin, hukum, dan tata tertib di lingkungan militer.
Pengamanan
POM juga mempunyai fungsi pengamanan.
Pada lingkungan TNI AL, misalnya, regulasi organisasi menyebut Pusat Polisi Militer TNI AL menyelenggarakan penegakan hukum, tata tertib dan disiplin, penyelidikan kriminal, pengamanan fisik, hingga pengurusan tahanan militer untuk mendukung tugas TNI AL.
Karena itu, tugas Polisi Militer lebih luas daripada sekadar kegiatan penertiban di jalan.
Kewenangan Polisi Militer dalam Penyidikan
Polisi Militer juga mempunyai posisi dalam proses hukum pidana militer.
UU Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer, yang pada JDIH BPK masih tercatat berstatus berlaku, mengatur mengenai penyidik dalam hukum acara pidana militer.
Pasal 69 menyebut penyidik terdiri atas:
- Atasan yang Berhak Menghukum;
- Polisi Militer;
- Oditur.
Dalam menjalankan penyidikan, UU tersebut memberikan kewenangan kepada penyidik antara lain untuk menerima laporan atau pengaduan, melakukan tindakan pertama di tempat kejadian, serta mencari keterangan dan barang bukti sesuai ketentuan hukum acara militer.
Artinya, POM bukan hanya unsur pembinaan kedisiplinan. Polisi Militer juga mempunyai peran dalam proses penanganan perkara yang berada dalam lingkup hukum militer.
Namun, kewenangan tersebut harus dijalankan berdasarkan undang-undang dan ketentuan TNI. Tidak tepat menganggap Polisi Militer mempunyai kewenangan tanpa batas terhadap seluruh masyarakat sipil hanya karena terdapat kata “polisi” dalam namanya.
Cek UU Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer
POMAD, POMAL, dan POMAU
Masing-masing matra memiliki unsur Polisi Militer untuk mendukung penegakan hukum, disiplin, dan tata tertib di lingkungan TNI.
1. Polisi Militer Angkatan Darat
POMAD merupakan Polisi Militer di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Publikasi resmi TNI AD tahun 2026 menyebut POMAD mendukung tugas pokok Angkatan Darat khususnya melalui pemeliharaan dan penegakan hukum, disiplin, serta tata tertib.
TNI AD juga memiliki Pusat Pendidikan Polisi Militer atau Pusdikpom sebagai lembaga yang menyelenggarakan pendidikan serta kursus kecabangan Polisi Militer.
2. Polisi Militer Angkatan Laut
POMAL berada di lingkungan TNI Angkatan Laut.
Fungsinya meliputi penegakan hukum, tata tertib dan disiplin, penyelidikan kriminal, pengamanan fisik, pengurusan tahanan militer, serta pembinaan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas TNI AL.
3. Polisi Militer Angkatan Udara
POMAU menjalankan fungsi Polisi Militer di lingkungan TNI Angkatan Udara.
Secara lintas matra, POMAD, POMAL, dan POMAU juga dapat terlibat bersama dalam kegiatan Puspom TNI. Dalam Operasi Gaktib, misalnya, Puspom TNI dapat melibatkan ketiga unsur tersebut sekaligus serta berkoordinasi dengan Divisi Propam Polri dan instansi terkait.
Jadi, istilah Polisi Militer tidak hanya merujuk pada POMAD, tetapi mencakup unsur Polisi Militer di ketiga matra TNI.
Perbedaan Polisi Militer dan Polri
Meskipun sama-sama mempunyai fungsi penegakan hukum, Polisi Militer dan Polri merupakan institusi berbeda.
Perbedaannya dapat dilihat berikut ini:
| Aspek | Polisi Militer TNI | Polri |
|---|---|---|
| Institusi | Tentara Nasional Indonesia | Kepolisian Negara Republik Indonesia |
| Lingkungan utama | Militer/TNI | Masyarakat dan keamanan dalam negeri |
| Fokus utama | Hukum, disiplin, tata tertib dan fungsi kepolisian militer | Kamtibmas, penegakan hukum, perlindungan dan pelayanan masyarakat |
| Unsur | POMAD, POMAL, POMAU dan Puspom TNI | Berbagai fungsi dan satuan di lingkungan Polri |
| Penyidikan | Menjadi salah satu penyidik dalam hukum acara pidana militer | Melakukan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana berdasarkan kewenangan Polri |
| Jalur menjadi personel | Melalui penerimaan dan pembinaan prajurit TNI | Melalui penerimaan resmi anggota Polri |
UU Nomor 2 Tahun 2002 menyebut tiga tugas pokok Polri, yaitu memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, POM TNI pada 2026 ditegaskan berperan dalam penyelidikan, pengamanan, penyidikan, penegakan ketertiban, dan lalu lintas militer.
Dengan demikian:
Polisi Militer ≠ Polri
Polisi Militer juga tidak sama dengan Propam Polri. Propam merupakan fungsi pengawasan profesi dan pengamanan di lingkungan Polri, sedangkan POM merupakan unsur dalam TNI.
Baca Juga: Bedah Gaji Polisi Militer & Tunjangan Bulanan Terbaru
Jalur Menjadi Polisi Militer

Jika ingin menjadi Polisi Militer, jangan mendaftar melalui portal penerimaan Polri.
Secara umum, calon harus terlebih dahulu mengikuti penerimaan prajurit TNI melalui jalur dan matra yang tersedia. Penentuan kecabangan, penempatan, serta pendidikan lanjutan mengikuti mekanisme internal TNI.
Sebagai contoh, TNI AD pada 2026 membuka penerimaan prajurit melalui portal rekrutmen resminya. Pendaftaran dilakukan secara online, kemudian calon menjalani validasi dan rangkaian seleksi sesuai jalur yang diikuti.
Untuk kecabangan Polisi Militer Angkatan Darat, TNI AD memiliki Pusdikpom yang menyelenggarakan pendidikan dan kursus kecabangan Polisi Militer guna membentuk prajurit yang memiliki kemampuan di bidang penegakan hukum, pemeliharaan ketertiban, penyidikan, pengamanan, pengawalan, dan pengurusan tahanan militer.
Namun, calon tidak sebaiknya menganggap bahwa lolos penerimaan TNI otomatis menjamin penempatan menjadi Polisi Militer.
Penentuan kecabangan dan penempatan mengikuti:
- kebutuhan organisasi;
- jalur pendidikan;
- hasil pendidikan dan seleksi;
- kebijakan masing-masing matra;
- ketentuan pembinaan personel TNI.
Untuk calon Perwira, penerimaan Taruna Akademi TNI juga diselenggarakan melalui portal resmi rekrutmen TNI.
Karena itu, jika targetnya POMAD, POMAL, atau POMAU, pantau informasi dari TNI dan masing-masing matra, bukan portal Penerimaan Polri.
Baca Juga: Apa Itu Intel? Mengenal Tugas, Peran, & Cara Kerja Intelijen di Indonesia
Mini FAQ Tugas Polisi Militer
Apa tugas Polisi Militer?
Polisi Militer menjalankan fungsi penegakan hukum dan ketertiban di lingkungan TNI, termasuk penyelidikan, pengamanan, penyidikan, serta pengaturan lalu lintas militer sesuai kewenangannya.
Apakah Polisi Militer bagian dari Polri?
Tidak. Polisi Militer merupakan bagian dari TNI, sedangkan Polri adalah Kepolisian Negara Republik Indonesia. Keduanya merupakan institusi yang berbeda.
Apa saja jenis Polisi Militer di TNI?
Terdapat Polisi Militer Angkatan Darat atau POMAD, Polisi Militer Angkatan Laut atau POMAL, dan Polisi Militer Angkatan Udara atau POMAU.
Apakah Polisi Militer bisa melakukan penyidikan?
Ya. UU Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer mencantumkan Polisi Militer sebagai salah satu penyidik dalam hukum acara pidana militer.
Apakah Polisi Militer menangani masyarakat sipil?
Fokus utama Polisi Militer berada pada fungsi penegakan hukum, disiplin, dan tata tertib di lingkungan militer. Kewenangannya harus mengikuti batas yang ditetapkan peraturan perundang-undangan dan tidak dapat disamakan dengan kewenangan Polri terhadap masyarakat.
Apa perbedaan Polisi Militer dan Propam Polri?
Polisi Militer merupakan unsur TNI, sedangkan Propam berada di lingkungan Polri dan menjalankan fungsi profesi serta pengamanan internal Kepolisian.
Bagaimana cara menjadi Polisi Militer?
Calon mengikuti jalur penerimaan prajurit TNI terlebih dahulu. Kecabangan, pendidikan Polisi Militer, dan penempatan selanjutnya mengikuti kebutuhan serta mekanisme pembinaan personel masing-masing matra.
Apakah bisa daftar Polisi Militer melalui penerimaan Bintara Polri?
Tidak. Bintara Polri merupakan jalur menjadi anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, sedangkan Polisi Militer merupakan bagian dari TNI.
Ringkasan
Tugas Polisi Militer berpusat pada penegakan hukum, disiplin, dan tata tertib di lingkungan TNI. Pada 2026, TNI menegaskan fungsi POM mencakup penyelidikan, pengamanan, penyidikan, serta pengaturan lalu lintas militer.
Polisi Militer terdiri atas POMAD, POMAL, dan POMAU serta dibina melalui struktur kepolisian militer TNI. Dalam UU Nomor 31 Tahun 1997 yang masih berstatus berlaku, Polisi Militer juga tercantum sebagai salah satu penyidik dalam hukum acara pidana militer.
Hal paling penting adalah tidak menyamakan Polisi Militer dengan Polri. Polri bertugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberi perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Polisi Militer berada dalam TNI dan fokus utamanya berkaitan dengan lingkungan serta hukum militer.
Jika ingin menjadi Polisi Militer, jalurnya adalah melalui penerimaan prajurit TNI, kemudian mengikuti kecabangan, pendidikan, dan penempatan sesuai kebutuhan serta kebijakan matra. Bukan melalui penerimaan Akpol, Bintara Polri, ataupun Tamtama Polri.




